
Bos besar dari Gagak Hitam seakan sudah tak semangat untuk hidup karena ulah dari anak buahnya yang begitu bodohnya mengganggu seorang pemimpin assassin yang di takuti di Asia.
"Aku tak ingin bernasib sama seperti Eko!" ucap sang Bos menjambak rambutnya seakan frustasi
"Gara-gara anak buahku yang bodoh, nyawaku dalam bahaya" timpalnya lagi semakin ketakutan
"Apa tidak ada cara untuk mengalahkannya bos?" tanya anak buahnya
"Kau tidak tau kehebatan dia!" ucap sang bos sedikit berteriak
"Aku dengar dia telah menikah, dan sudah memiliki seorang Anak. Bagaimana kalau kita menggunakan Istri dan Anak untuk mengancamnya?" ucap salah satu dari mereka memberi saran
Sang bos langsung berdiri dan langsung mencekik leher dari anak buahnya yang memberikan saran tadi lalu ia berkata "Apa kau gila hah?!, sama saja kau menyuruhku untuk mengantarkan nyawa kesana"
"Apa kalian tidak tau!, apa yang terjadi pada Black Dragon saat mereka membuat Istrinya sampai koma?" timpalnya bertanya dan di balas dengan gelengan oleh mereka
"Dia mengangguk dan membantai seluruh orang-orang yang berada di dalam kelompok itu!" ucapnya lagi
"Bahkan aku tak tau apa penyebab kemarahan dia terhadap Petir Hitam sampai-sampai kematian si pak tua itu sangat mengenaskan" ucap bos mereka
"Mengerihkan sekali" ucap anak buahnya bergidik ngerih
"Dan dengan bodohnya kalian semua malah mencari masalah dengannya" ucap sang bos dengan amarah.
"Aku harus keluar dari kota ini, kalau perlu aku harus keluar negeri untuk menghindar dari kematian" ucapnya lagi dengan paniknya
"Tidak ada tempat untuk bersembunyi bagimu!" ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul dengan santainya
Mereka bertiga langsung menoleh kearah suara itu dan membuat mereka langsung terkejut setengah mati.
_____________________
Beberapa jam kebelakang...
Setelah membawa Mama Yuni kerumahnya, Daniel pergi ke teras rumah dan segera menghubungi kedua Adiknya untuk menyuruh mencari informasi tentang Gagak Hitam dan di mana markas mereka berada.
Kevin dan Fauzi sangat terkejut saat mendengar peristiwa yang telah di alami oleh Mama Yuni, sampai-sampai membuat mereka berdua terpancing emosi di buatnya.
"Baik Kak, aku akan segera menemukan mereka dan kita akan habisi orang-orang Gagak Hitam sialan itu!" ucap Fauzi dengan marahnya
"Aku juga ikut Kak!" ucap Kevin dengan emosinya
"Apa perlu kita memberi tahu Kak Rian dan Ayah Leo?" tanya Fauzi meminta saran.
"Tidak perlu!. Kita saja sudah lebih dari cukup" jawab Daniel
Mereka bertiga memang sedang melakukan panggilan Video agar mereka bisa mengobrol lebih dari dua orang.
Fauzi dan Kevin sudah sangat bersemangat untuk segera memusnahkan seluruh orang yang berada di dalam kelompok Gagak Hitam itu. Bahkan dalam sekejap mereka sudah bisa menemukan markas dari Kelompok Gagak Hitam.
Setelah mengetahui keberadaan dari Gagak Hitam itu, mereka bertiga langsung bergegas menuju markas mereka untuk memberikan sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi Gagak Hitam.
________________________
"Mau lari kemana hah?!" tanya salah satu dari ketiga pria itu dengan santainya
"Kak, orang seperti dia sebaiknya Kakak serahkan kepada kami, Kakak tidak perlu mengotori tangan Kakak untuk melenyapkan satu ekor cicak doang" ucap sang Adik
"Tu..tuan muda!" ucap pemimpin dari Gagak Hitam dengan penuh ketakutan
"Aku sudah tau sejak lama siapa pemegang dari Gagak Hitam ini" ucap pria yang di panggil dengan sebutan tuan muda
"Aku pikir dengan kau meminta izin untuk keluar dari kelompokku dan membentuk kelompok baru, kau akan memimpin kelompokmu di jalan yang benar, namun ternyata semua itu hanya di luar ekspektasiku saja" ucap sang tuan muda merasa kecewa
"Udah deh Kak, ayo langsung saja kita bereskan orang-orang seperti mereka itu. Kehadiran mereka di muka bumi ini hanya membuat kotor saja!" ucap sang Adik dari si tuan muda memprovokasi
"Iya bener Kak!. Aku juga setuju dengan apa yang di katakan oleh Zizi!" ucap sang Adik satu lagi
"Orang-orang yang berada di jalan gelap pasti sudah sangat tau siapa aku, dan kalian juga sudah sangat mengenali bagaimana kejamnya aku menghukum para orang-orang yang menyimpang dari aturan yang sudah ku tentukan. Meski pekerjaan kita ini kotor, tapi setidaknya hati kita juga tak boleh kotor dan menghalalkan yang semestinya sudah di tetapkan haram!. Benarkan NINO!" ucap Daniel memperingati dan menyindir bos dari Gagak Hitam
"Tu...tuan muda Daniel!, to..tolong ampuni saya, sa..saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi" ucap sang bos dari Gagak Hitam yang bernama Nino
"Sa..saya mengaku salah, dan saya juga sudah merusak peraturan yang telah tuan tetapkan. Tapi saya mohon ampuni nyawa saja, sa..saya tidak ingin mati!" timpalnya memohon
"Setelah apa yang kalian lakukan pada Mama mertuaku?!. Kalian pikir aku bisa melepaskan kalian begitu saja?!" tanya Daniel mengancam
"Pertama!, kau sudah melanggar aturan yang telah ku tetapkan!, kedua!, kau mencoba untuk melarikan diri dariku!, dan yang ketiga!, kau sudah berani mengusik keluargaku!. Kau pikir dengan kesalahan berlapis yang telah kau lakukan itu, kau bisa bebas begitu saja?!. Ckckck, sepertinya kau kurang dalam mengenalku!" ucap Daniel menggelengkan kepalanya.
"Kau akan ku lepaskan!" ucap Daniel dan membuat pria yang bernama Nino itu sedikit tenang, namun tidak dengan Fauzi serta Kevin yang merasa tidak terima dengan perkataan sang Kakak.
Saat Kevin dan Fauzi ingin memberikan protesnya, Daniel langsung mengangkat satu tangannya ke atas dan berkata "Tapi harus ada yang ku ambil dari tubuhmu itu!"
"A..apa ma.. maksudnya?" tanya Nino ketakutan
"Sahabat kesayanganku sedang lapar!, dan dia ingin memakan daging mentah yang masih segar!" ucap Daniel tersenyum sinis
"Ma..maksud tu..tuan muda, sa..saya akan di... di mutilasi?!" tanya Nino ketakutan seakan tak percaya
"Lalu bagaimana dengan mereka semua Kak?!" tanya Kevin menunjuk pada semua anak buah milik Nino
"Kau tenang saja Kevin!. ***** makan Gaon sangat besar, dan lambungnya pasti akan muat untuk menampung daging para sampah itu!" jawab Daniel
"A..ampun tu..tuan, tolong lepaskan kami!, kami hanya di suruh olehnya saja!" ucap salah satu dari anak buah Nino yang sudah memeluk kaki Daniel dan menunjuk ke arah Nino
"Itu tergantung daya tubuh kalian!, jika sebagian daging kalian sudah ku beri pada sahabatku, dan kalian masih hidup!, maka kalian akan ku lepaskan, namun kalian harus menerima kenyataan kalau kalian sudah cacat!" ucap Daniel melepaskan kakinya yang di peluk oleh anak buah dari Gagak Hitam.
Pemimpin dari Gagak Hitam itu sudah tak berdaya, ia telah pasrah jika harus mati. Kalaupun dia mencoba melawan, pasti ujung-ujungnya ia juga akan kehilangan nyawanya.
Sedangkan para anak buah miliknya semakin ketekunan dan sudah pada meneteskan air matanya. Sampai mereka semua menjadi bahan ejekkan oleh Fauzi dan Kevin
"Jangan menangis!, malu sama tubuh kalian yang kekar itu!" tegur Fauzi dan Kevin langsung tertawa
"Sudah!, ringkus mereka!. Bawa ketempat Gaon!" ucap Daniel memberi perintah dan diiyakan oleh kedua Adiknya.
Dengan semangat Fauzi dan Kevin mengikat para orang-orang yang berada di kelompok Gagak Hitam dan tak lupa pula kepala mereka di tutupi dengan plastik yang berwana hitam, kemudian mereka semua di bawa paksa oleh kedua adik dari pemimpin Dark Shadow itu menuju markas mereka dimana Gaon yang sudah menanti kehadiran sang tuan