Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PENGAWAL HATI


Suasana hati Leny menjadi senang karena mendapat perilaku manis dari Daniel. Rasa cemburu pada para gadis tadi perlahan menghilang dan moodnya menjadi ceria lagi.


"Setelah makan, kamu mau pulang?" tanya Daniel


Leny menggelengkan kepalanya dan menjawab


"Tidak!, aku harus memantau kamu"


Daniel tersenyum dan mengelus kepala Leny lalu mencium keningnya


"Hmm sosweet sekali istriku ini"


Setelah selesai membayar, Leny tiba-tiba ingin ice cream. Dengan senang hati sang suami mengiyakannya, mereka pergi ke toko ice cream. Sesampainya disana Daniel dibuat terkejut karena Leny malah memesan hampir 10 buah bukan 1 buah ice cream.


"Sa..sayang? kamu yakin?" tanya Daniel gugup


Leny tersenyum dan mengangguk. Daniel mengelus kepala Leny lalu membayar keinginan sang istri, sebenarnya Daniel sangat khawatir karena Leny memesan ice cream terlalu banyak, namun karena takut sang istri ngambek lagi, jadi mau tidak mau dia harus menurutinya.


"Habis ini jangan ngambek lagi ya" ucap Daniel


"Iya suamiku" jawab Leny tersenyum manis dan menggandeng lengan Daniel


Mereka berdua langsung menuju ke mobil dan segera meluncur ke kantor. Daniel tersenyum melihat istrinya sangat senang dan begitu lahap memakan ice creamnya itu hingga belepotan, bukan Leny namnya kalau makan tidak belepotan.


Daniel membersihkan kotoran ice cream yang ada di pipi Leny menggunakan jarinya, tentu saja membuat Leny senang di perlakukan sangat manja oleh sang suami. Tiba-tiba ponsel milik Daniel berdering dan dia melihat nama penelepon itu, ternyata dari sang adik Fauzi.


Setelah selesai berbicara melalui telepon wajah Daniel berubah seperti galau karena memikirkan sesuatu. Leny yang tengah asyik dengan ice creamnya pun menjadi bingung melihat wajah tampan sang suami mengapa murung.


"Kenapa sayang?" tanya Leny yang masih memakan ice creamnya dan wajah yang belepotan


Daniel tersenyum dan membersihkan wajah sang istri dan menggelengkan kepalanya. Perlahan raut wajahnya berubah menjadi senang melihat tingkah lucu Leny yang seperti anak kecil kalau sedang makan.


Daniel menghela nafasnya dan berkata


"Sayang... Jika ada yang mengatakan hal yang aneh-aneh tentangku, aku mohon kamu jangan mempercayai itu ya. Dan aku mohon kamu jangan marah padaku, aku cinta banget sama kamu"


Leny menatap Daniel dan masih menggigit cone ice creamnya. Dia sangat bingung dengan apa yang dikatakan oleh sang suami. Leny yang terus menatap Daniel dengan wajah yang cemong membuatnya semakin lucu di mata sang suami.


"Ada apa sih suamiku?, jangan membuat aku bingung"


"Tidak ada sayang. Aku hanya ingin kamu tau kalau hanya kamu wanitaku satu-satunya, tidak ada yang lain selain dirimu" jawab Daniel dengan senyuman


Leny tersipu dan langsung memakan ice creamnya lagi


"Ah kamu ini siang-siang sudah gombal"


Daniel tersenyum dan membersihkan sisa ice cream yang di wajah Leny lagi. Dalam perjalanan menuju kantor, Daniel terus memikirkan perkataan Fauzi tadi. Dia takut kalau Leny akan marah besar, apa lagi dengan kondisi Leny yang sangat posesif terhadap Daniel saat ini.


Pukul 13.25 pasangan harmonis itu sampai di kantor. Daniel menggandeng tangan sang istri yang tengah asyik memakan ice cream seperti anak kecil. Sudah 4 bungkus ice cream habis dia makan sendirian. Daniel hanya tersenyum saja melihat sang istri yang wajahnya di penuhi dengan sisa ice creamnya.


Daniel dan Leny disambut hangat oleh para karyawan kantor. dan mereka harus menahan tawa karena melihat wajah istri dari ceo mereka yang seperti anak kecil.


Sampai di ruangan, Daniel langsung melanjutkan pekerjaannya dan membiarkan sang istri yang duduk di sofa asyik sendiri dengan ice creamnya itu. Baginya yang penting Leny tidak merengek lagi. Daniel terus menatap layar laptopnya dan sesekali melirik istrinya yang tidak peduli tempat karena sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.


Saat bungkus ice cream yang terakhir ia buka, dia masih dengan lahapnya memakan ice itu. kini sudah 8 bungkus ice cream yang telah Leny makan. Dan yang di tangan itu adalah yang terakhir, jika sudah habis dia pasti akan merengek seperti anak kecil kepada sang suami.


"Sayang... Habis" ucap Leny cemberut menunjukkan bungkus ice cream terakhirnya


Leny cemberut dan mendekati Daniel dengan wajah yang belepotan karena ice creamnya tadi. Dia terus menatap Daniel dengan wajah ngambek dan bibir yang di monyong kan. Membuat Daniel terkekeh geli melihat tingkah istrinya itu.


Daniel berdiri dari duduknya dan menuntut Leny ke toilet tentu saja untuk membersihkan sisa ice cream yang telah menempel pada wajah sang istri. Dengan lembut Daniel membasuh wajah istrinya menggunakan air, Daniel seperti mengurus anak kecil yang baru selesai makan ice cream. Bedanya ini bayi gede menurut Daniel.


Setelah wajah Leny bersih, tiba-tiba dia menguap dan menandakan bahwa dirinya sudah lelah dan ingin istirahat. Daniel tersenyum dan menuntun sang istri menuju tempat tidurnya yang berada di ruangannya. Daniel menggendong Leny menuju ranjang.


"Kamu tidur yang nyenyak ya istriku, aku mau melanjutkan pekerjaan dulu" ucap Daniel meletakkan Leny di atas ranjang


Leny hanya mengangguk dan langsung memejamkan matanya. Daniel tersenyum dan membukakan sepatu yang istrinya pakai, menyalakan AC, mengecup keningnya dan menyelimuti bayi gedenya itu lalu beranjak ke meja kerjanya lagi.


Karena sang singa betina tengah istirahat, jadi Daniel bisa lebih tenang dan konsentrasi untuk bekerja tanpa ada gangguan dari sang istri. Saat tengah fokus bekerja, tiba-tiba dia teringat dengan apa yang di sampaikan oleh Fauzi tadi lewat panggilan telepon.


Flashback on


Daniel ditelepon oleh Fauzi


"Kak tadi sepertinya aku melihat sosok wanita yang mirip dengan Silvia. Teman sekelas kakak waktu sekolah di Jepang. Sepertinya dia mencari keberadaan kakak di kota ini, sebaiknya kakak ipar jangan sampai tau"


Daniel langsung mematikan teleponnya


Flashback end


Silviana Haruka adalah teman sekelas Daniel waktu Daniel sekolah di SMA Jepang. Dia adalah keturunan Indonesia-Jepang, Dia juga primadona di sekolah mereka. Dia sangat menyukai Daniel, bahkan sangking terobsesinya dengan sosok Daniel, dia sampai rela ikut masuk ekskul yang sama dengan Daniel meskipun dia tidak bisa beladiri sampai saat ini.


Daniel termenung dan memikirkan hal yang di katakan Fauzi tadi. Dia takut jika Leny dan Silvia bertemu, pasti akan ada keributan besar. Dia menatap Leny yang sedang terlelap dalam tidurnya "Aku harus apa ini?, dengan kondisi Leny yang sangat posesif saat ini, pasti sulit untukku membuatnya percaya kalau aku tidak menyukai wanita itu" batin Daniel


Daniel sampai mengacak-acak rambutnya sendiri karena terlalu stres memikirkan masalah itu. Dia tau kalau Silvia ke Indonesia pasti ingin mencari keberadaan dirinya. Bahkan sampai saat ini Silvia terus menghubungi Daniel lewat DM Instagram miliknya dan berkata kalau dia masih mencintainya, namun Daniel tidak pernah merespon dan membalas pesan dari Silvia.


Tiba-tiba Daniel di kaget kan oleh Leny yang sudah bangun dari tidurnya dan telah berada dalam pangkuannya. Daniel terkejut melihat Leny sudah memandangi wajahnya dengan serius dari jarak sangat dekat.


"Ih kamu ini, bikin kaget aja" ucap Daniel sedikit tersentak


Leny terkekeh kecil dan berkata


"Ya habisnya kamu melamun terus, sampai gak sadar kalau aku sudah berada di depan kamu"


Daniel mencubit hidung Leny dengan gemas


"Ih... Dasar nakal"


Leny cemberut dan memegangi hidungnya dan berkata


"Ih sayang!, sakit tau"


Daniel tersenyum dan mencium kening Leny dan berkata


"Itu hukuman buat kamu"


Leny cemberut dan memalingkan wajahnya, Lalu Daniel memeluknya erat serta mencium pundak Leny. Tentu saja membuat dirinya tersenyum sendiri saat mendapatkan kecupan itu.


Leny berkata pada Daniel kalau dia sedikit bosan dan ingin keluar untuk melihat karyawan mereka. Daniel mengizinkannya namun Daniel berpesan agar jangan terlalu lelah dan segera kembali. Leny mengangguk dan mencium pipi serta bibir suami tampannya lalu pergi keluar.


Leny keluar dan mengelilingi sekitaran kantor suaminya, banyak karyawan yang menyapa Leny yang tengah lewat dan Leny membalasnya dengan senyuman manis. Tiba-tiba Leny menabrak seseorang dan mereka sama-sama terjatuh. Para karyawan langsung menghampiri Leny dan segera membantunya berdiri.