
Sudah 2 Minggu telah berlalu, dan kantor Daniel berjalan seperti biasanya. Kedua satpam baru itu juga semakin senang bekerja di kantor Daniel karena mereka memliki bos yang baik dan juga hebat.
Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuk Daniel dan keluarga besarnya. Karena rencana yang selama ini mereka rancang akhirnya akan terlaksanakan juga.
Rencana liburan yang selama ini mereka rencanakan akhirnya tiba, dan mereka semua sibuk dengan persiapan untuk liburan mereka di Paris nanti.
Leny sangat bersemangat karena ini adalah hari yang sudah ia tunggu-tunggu selama berbulan-bulan. Di tambah ada kehadiran sang suami dan juga sang putra yang melengkapi hari liburannya yang semakin harmonis.
"Mana tau nanti Damin dapat adik di Paris sana hehe" gumam Leny sembari mengemasi barang-barang keperluan liburan mereka.
Tiba-tiba Daniel masuk kedalam kamar dan membuat sang istri sedikit terkejut karena Daniel tiba-tiba langsung memeluknya dari belakang.
"Ih, Ayah ini ngagetin aja deh" ucap Leny yang masih sibuk mengemasi barang-barang meski di peluk oleh sang suami.
"Gimana Honey?, udah beres?" tanya Daniel sembari menenggelamkan wajahnya pada pundak sang istri.
"Ih Ayah, jangan di gigit dong tali satu Bunda" ucap leny menggeliat kegelian.
"Dikit lagi beres kok" timpal Leny.
"Mandi Ayah jaga Damin dulu gih, biar kerjaan Bunda cepat beres" ucap Leny lagi.
"Gak mau. Lagian Damin lagi main sama Papa Mamanya kok" jawab Daniel membantah.
"Lah, kok Ayah kasih ke mereka. Kan Ayu sama Dion juga harus berkemas juga, malah Ayah suruh jaga Damin" ucap Leny bertanya.
"Bukan Ayah yang menyuruh mereka untuk menjaga Damin, tapi mereka berdua yang meminta Damin pas Ayah gendong, yaudah Ayah kasih aja deh. Kan biar ada waktu buat kita pacaran" jawab Daniel sembari mempererat pelukannya.
"Ih nakal banget suamiku ini" ucap Leny.
"Biarin aja, kan nakalnya sama istri sendri" ejek Daniel dan langsung menciumi leher sang istri.
"Ih Ayah jangan, nanti Bunda khilaf" ucap Leny kegelian ketika Daniel mencium lehernya.
"Ahk!. Kok di gigit?!, nanti berbekas loh Ayah" protes Leny namun menikmati permainan dari sang suami.
"Udah ah, nanti basah pula Bunda" ejek Daniel menyudahi permainannya.
"Ayah mau ambil Damin dulu" timpalnya dan langsung meninggalkan sang istri di kamar.
"Awas kamu ya Ayah, abis kamu nanti di Paris" gumam Leny menyebikkan bibirnya menatap sang suami yang keluar dari kamar.
Di ruang tamu terlihat Ayu dan Dion yang tengah asyik bermain dengan Damin. Semakin hari Damin semakin aktif dan semakin menggemaskan, membuat orang-orang di sekitarnya semakin menyayangi sosok bayi tampan itu.
"Tampan banget anak Mama Ayu ini" ucap Ayu dan menciumi Damin dengan gemas.
"Loh kalian apa gak berkemas-kemas?, nanti malam kita berangkat loh" tanya Daniel yang tiba-tiba muncul dan bergabung bersama mereka.
"Udah beres dong" jawab Ayu yang asyik memangku Damin.
"Halo kakak-kakakku yang aku sayangi" ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul dari balik pintu utama rumah mewah itu.
"Papa!. Kebiasaan deh" tegur seorang wanita sembari memukul pundak pria itu.
"Hehe, maaf Ma" ucap pria itu cengengesan.
Wanita itu hanya menggeleng saja melihat tingkah dari sang suami yang begitu kocak. Kemudian wanita cantik keturunan Indonesia-Jepang itu menghampiri Damin bersama seorang anak perempuan yang ada di gandengannya.
"Kalian juga sudah siap ya dek?" tanya Ayu pada wanita itu.
"Udah kok Kak" jawab si wanita itu.
"Kak Angel?!" panggil Wulan dari atas tangga.
"Eh adikku yang cantik" sapa Angel tersenyum menatap Wulan yang buru-buru menuruni anak tangga.
"Pelan-pelan dek, jangan lari-lari gitu" tegur Ayu yang sedikit khawatir.
"Hehe, iya kak" jawab Wulan yang menuruti perkataan dari Ayu dan dia langsung berjalan saja melewati anak tangga itu.
"Kakak juga rindu banget sama kamu dek" ucap Angel yang ikut mempererat pelukannya pada Wulan.
"Kalau samaku kangen gak?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul dari balik pintu utama setelah kedatangan Fauzi dan Angel tadi.
"Ih najis, enggak lah ya" jawab Wulan sembari melepaskan pelukannya pada Angel.
"Aku juga mau di peluk" ucap pria itu menggoda Wulan.
"Peluk aja tiang di sebelah kamu itu" jawab Wulan.
"Udah ya, jangan ribut-ribut. Nanti Ibu jewer kalian berdua" tegur Ibu Rani yang menyusul kedatangan Kevin.
"Ibu...!!!" panggil Wulan yang langsung berlari menuju sang Ibu.
"Hmm.. Anak gadisnya Ibu" ucap sang Ibu sembari mengelus-elus kepala Wulan dalam pelukannya.
"Wah udah mulai rame ni" ucap Leny tersenyum sembari turun dari tangga.
"Ibu..!" timpal Leny yang langsung ikut memeluk Ibu Rani setelah sampai di dekat sang mertua.
"Syukurlah kalian semua sehat-sehat saja" ucap sang Ibu sembari mengelus kepala dari kedua wanita cantik yang tengah memeluknya.
"Tapi Wulan tiba-tiba merasa mual Bu, setelah melihat senyuman si capung itu" ucap Wulan dengan manja dalam pelukan sang Ibu.
"Hadeh, kalian berdua ini ribut terus. Lama-lama Ibu nikahkan kalian berdua" ucap sang Ibu menggoda.
"Ih Ibu ni" protes Wulan dengan wajah yang memerah.
"Wah kalau Alvin sih setuju aja nyonya" sambung Alvin di balik pintu utama.
"Ih!. Ogah!" bantah Wulan dengan wajah yang semakin memerah.
"Sabar bro, sepertinya Wulan masih malu untuk menerima cinta darimu" ucap Alvin sembari menepuk-nepuk pundak Kevin.
"Haha, dia sebenarnya mau. Tapi dia mungkin menuggu kau dan Chelsea dulu yang menikah" jawab Kevin ikut menggoda Wulan.
"Ih, pede banget itu mulut berbunyi" ucap Wulan yang pura-pura menolak.
"Eh-eh, udah dong jangan di godain terus. Kasian Wulan tu, wajahnya udah merah seperti tomat matang" tegur Chelsea tersenyum penuh arti menatap Wulan.
"Udah-udah jangan bercanda mulu!. Sebentar lagi kan kita bakal berangkat" sela Ayah Leo yang sedari tadi hanya menyimak.
"Oh iya, siapa aja ni yang belum datang?" tanya sang Ayah.
"Kak Rian, Hyuga, Ronny, sama Papa dan Mama" jawab Leny.
"Yaudah kita tunggu aja deh, mungkin sebentar lagi mereka bakal datang" ucap Ibu Rani yang langsung menuju ke tempat sang cucu berada.
Tak lama kemudian orang-orang yang di tunggu akhirnya datang juga, dan mereka semua juga sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju ke tempat pesawat pribadi milik Daniel berada.
"Bunda udah gak sabar deh Ayah. Pokoknya kita harus ke Menara Eiffel, Paris Disneyland, Museum Orsay, Museum Louvre, Istana Versailles, Katedral Notre Dame, Arc The Triomphe, Place De La Concorde,
Saint Malo, dan yang terakhir ke Sungai Seine" ucap Leny panjang lebar sembari menuju ke tempat pesawat pribadi mereka.
"Banyak banget Honey?, mau berapa lama kita di sana?" tanya Daniel sedikit terkejut.
"Ya pokonya harus. Itung-itung buat ngabisin uang Ayah yang menumpuk di 5 kartu hitam ini, tinggal satu ini juga hampir limit" ucap Leny memerintah.
"Bunda juga bingung gimana mau ngabisin uang Ayah ini. Mau beli mobil?, di rumah udah 8 unit" timpal Leny sembari memain-mainkan kartu hitam dalam tangannya.
"Hahaha, Kan bisa Bunda belikan baju, tas, sepatu, jam tangan, dan lainnya" tawa Daniel.
"Udah banyak Bunda beli Ayah, lama-lama rumah kita udah seperti swalayan klo Bunda beli itu terus" jawab Leny cemberut.
"Haha. Dimana-mana kebanyakan pasangan ribut soal kekurangan uang. Ini kita berdebat karena kebanyakan uang" tawa Daniel menggeleng.