Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
GRUP VALKERY


Pagi hari sebelum Daniel pergi menemui William di kantornya. Dia dan keluarganya sedang berada di restoran hotel untuk menikmati sarapan bersama serta membahas masalah yang di alami oleh Leny 2 hari yang lalu.


Tergambar jelas wajah Leny yang begitu bahagia karena keluarganya pada berkumpul bersamanya. Daniel ikut tersenyum melihat wajah sang istri yang terlihat sangat bahagia setelah Anna dan Angel berada di tengah-tengah mereka.


"Apa sebentar lagi Riski dan Windy akan kesini suamiku?" tanya Leny tersenyum.


"Jika mereka ke sini, siapa yang mengurus kantor kita yang ada di Jakarta Honey?" tanya Daniel balik.


"Iya juga ya" jawab Leny terkekeh.


Oh iya. Angel, kamu sebelum menjadi istri Adikku itu dan tersiksa dengannya. Kamu memang warga negara ini kan?" tanya Leny terkekeh.


"Tersiksa?" tanya Fauzi cemberut.


"Sssuuutttt" tegur Leny meletakkan jari telunjuknya di sela-sela bibirnya seakan menyuruh Fauzi untuk diam. Fauzi hanya menyebikkan bibirnya dan memutar bola matanya jengah.


"Haha. Iya Kak" jawab Angel tertawa


"Memangnya ada apa Kak?" tanya Angel sedikit bingung.


"Aku ingin kita para wanita, berjalan-jalan, dan tugas kamu memberi tau tempat-tempat yang menjadi iconic di negara ini" jawab Leny tersenyum.


"Wah seru juga tu" sela Fauzi memotong.


"Ini khusus para wanita ya Adikku. Jika kamu ingin ikut dengan kami, maka kamu harus memakai jilbab dan ganti celana kamu itu dengan rok" tegur Leny mengejek dan mereka semua tertawa mendengarnya.


"Kalian para lelaki, nikmati waktu kalian sendiri dong" sambung Chelsea menambahkan.


"Ya baiklah-baiklah" jawab Fauzi memelas.


"Bagaimana suamiku?, Bunda boleh kan pergi jalan-jalan bersama mereka?" tanya Leny meminta izin.


"Boleh saja Honey, tapi harus hati-hati ya" jawab Daniel tersenyum sambil mengelus kepala Leny.


"Iya suamiku. Lagi pula kan ada Wulan bersama kami, jadi kami yakin kalau Wulan pasti akan melindungi kami" jawab Leny tersenyum menatap Wulan.


"Kalau itu tentu saja dong Kak" sambung Wulan menjawab.


Daniel memberi izin pada sang istri untuk pergi jalan-jalan menikmati waktu bersama Kakak dan Adiknya dan para wanita lainnya. Namun ia juga memerintahkan para bawahannya untuk mengawal mereka semua dari kejauhan dan jangan sampai mencolok dalam hal pengawalan tersebut agar Leny dan yang lainnya tidak merasa terganggu dengan orang-orang yang di tugaskan oleh Daniel.


Siang harinya mereka semua sudah bersiap-siap untuk segera pergi berjalan-jalan menikmati negara sakura tersebut. Daniel juga sudah bersiap untuk segera pergi ke kantor milik William pemimpin grup Valkery yang mencari masalah dengannya 2 hari yang lalu.


Awalnya para saudaranya ingin ikut menemani Daniel, namun Daniel meminta mereka untuk berjaga-jaga saja dari jauh dan biar Daniel yang menyelesaikannya seorang diri.


Daniel langsung mengendarai mobil mewah miliknya pergi menuju ke tempat dimana gedung bertingkat milik William berdiri.


Setelah hampir satu jam ia berkendara di jalan raya kota tersebut, akhirnya ia sudah sampai di sebuah gedung yang begitu besar dengan sebuah nama yang bertuliskan huruf Jepang dengan nama Williams groups jika di artikan ke dalam bahasa Inggris.


Sebelum keluar dari mobilnya, Daniel menggunakan sebuah topeng silikon dengan bentuk wajah yang mirip dengan orang lain agar wajah aslinya tidak di ketahui oleh orang-orang lain dan William juga.


Setelah ia keluar dari dalam mobilnya, ia menatap ke seluruh area gedung tersebut. Banyak orang-orang yang berlalu lalang memasuki gedung itu, Daniel tersenyum melihat banyak orang-orang yang bekerja di tempat tersebut.


"Kau sudah bagus menjadi pemimpin di gedung ini, tapi kenapa kau malah bertindak bodoh dan mencari masalah denganku?" batin Daniel bertanya-tanya.


"Aku bisa saja memusnahkan gedung ini jika aku mau, tapi aku tak ingin melihat orang-orang yang tak bersalah akan ikut terkena imbasnya" timpalnya dan langsung melangkahkan kakinya.


Daniel berjalan menuju ke dalam gedung tersebut dan tanpa ada halangan apapun karena Daniel menggunakan wajah seseorang yang sangat penting di kantor itu. Semua itu berkat Kevin yang mencari tau siapa tamu spesial yang akan datang menemui William siang itu.


Setelah sampai di depan pintu ruangan miliki William, Daniel masih enggan masuk kedalam ruangan itu karena ia harus mengatur emosinya agar ketika Daniel bertemu dengan pria itu, ia tidak langsung menghabisinya karena mengingat kalau dia sudah membuat istrinya hampir celaka.


Daniel mengatur nafas dan emosinya terlebih dahulu, lalu ia mengetuk pintu ruangan itu sampai ada suara dari dalam yang mempersilahkan ia untuk masuk. Dengan perlahan Daniel masuk ke dalam ruangan itu dan ia melihat seorang pria yang terduduk membelakangi dirinya.


Daniel mengepalkan tangannya, ingin sekali rasanya ia langsung memusnahkan orang yang ingin mencoba melukai wanita yang sangat ia cintai itu. Namun harus ia tahan karena tujuan dia ke tempat itu adalah ingin berdiskusi tanpa adanya pertumpahan darah dan membuat menjadi heboh gedung itu.


"Apa kabar Akai raion sapa William sambil memutar kursinya dan membuat Daniel sedikit terkejut karena pria itu tau siapa tamunya.


"Apa maksudmu?, siapa itu Akai raion?" tanya Daniel pura-pura tidak mengerti.


"Sudahlah, jangan berpura-pura tuan muda Dark Shadow ucap Wiliam tersenyum.


"Ternyata bocah ini tidak bisa di remehkan" batin Daniel tersenyum sinis.


"Ternyata kau tau siapa kau ya?" tanya Daniel tersenyum.


"Aku sudah memantau pergerakan mu dari dalam sini tuan, jadi percuma saja jika kau menyamar seperti itu" jawab William tersenyum.


"Ok langsung to the point saja" ucap Daniel sambil duduk di sebuah sofa.


Wiliam bangkit dari kursinya dan melangkah ke depan lalu bersandar pada mejanya dengan bersilang dada menatap Daniel. Sedangkan Daniel bersandar pada sofa itu dan ikut bersilang kaki seakan saling menantang satu sama lain.


"Apa maksudmu tempo hari?" tanya Daniel dingin.


"Apa yang anda maksud tuan?" tanya William balik dan ia tersenyum.


"Tidak usah berpura-pura bodoh!" ucap Daniel menyipitkan matanya menatap William.


"Aduh ampun tuan, jangan tatap aku seperti itu" ucap William berpura-pura ketakutan lalu ia tertawa seakan meremehkan Daniel.


"Aku kesini bukan ingin mendengar tawamu, aku ingin mendengar penjelasan darimu!" ucap Daniel dengan nada dinginnya.


"Apa kau ingin membangunkan singa yang sedang terlelap?!" timpalnya mengancam.


"Tenang tuan tenang, turunkan emosi anda. Jangan sampai membuat emosi anda malah memakan anda" ucap William tersenyum manis dan membuat Daniel semakin geram, namun ia harus tenang agar tidak terpancing emosi.


"Baiklah-baiklah, aku akan jujur mengatakannya. Tentang apa tujuan ku melakukan itu pada anda" timpal William tersenyum sinis.


"Sudah kau katakan saja!. Jangan banyak bertele-tele!" ucap Daniel geram.


"Tujuanku adalah untuk memusnahkan anda dan Dark Shadow agar dendam Ayahku terbalaskan!. Aku ingin anda mati di tanganku sendiri!" ucap William tersenyum psikopat menatap Daniel.


"Agar anda bisa merasakan apa itu arti kehilangan orang yang begitu kita cintai" timpalnya menatap tajam ke arah Daniel.


Daniel menghela nafasnya lalu ia menjawab "Dulu ada seorang anak. Ketika ia berusia 5 tahun, kedua orang tuanya meninggal dunia karena perbuatan salah satu kelompok. Lalu ketika anak itu berusia 11 tahun, ia lagi-lagi harus kehilangan seorang Nenek yang sudah merawatnya sejak anak itu berusia 5 tahun" Daniel menatap langit-langit ruangan William.


"Apa maksud anda hah?!" tanya William kebingungan.


"Apa kau tau perjuangan anak itu?, apa yang dia rasakan anak itu?. Anak sekecil itu harus hidup semenderita itu?" tanya Daniel menatap dingin William.


"Anda membicarakan diri anda sendiri?" tanya William menerka.


"Jika kau ingin beradu nasib, kau salah orang!. Kau masih punya seorang Ibu kandung yang masih membesarkan mu!. Salah Ayahmu sendiri, kenapa dia memilih pekerjaan yang salah dan harus mengantarkan nyawanya!" ucap Daniel dingin.


"Kalau bukan anda yang membunuh Ayahku!. Mungkin keluargaku masih lengkap dan kami pasti akan sangat bahagia!" jawab William geram menatap Daniel.