
"Siapa orang-orang itu?, mengapa sampai mengincar kalian?" tanya Leo
"Mereka Black Dragon ayah" jawab Daniel
"Apa?! Black dragon?!" tanya Leo terkejut
(*Daniel mengangguk*)
"Berani sekali mereka mencari masalah dengan keluargaku?!" Leo geram
"Ayah akan ikut denganmu, kita akan memusnahkan mereka semua" tegas Leo
Daniel menerima bantuan dari Leo, namun tidak mungkin sekarang. Karena dia harus menjaga Leny.
"Ayah aku harus ke kamar Leny" ucap Daniel
"Iya, ayah juga mau melihat keadaan menantu dan cucu ayah" jawab Leo
Keluarga Riski dan Windy sampai di rumah sakit, dan Riski memanggil Daniel dan Leo yang hendak pergi ke ruangan Leny
"Ayah, Daniel" teriak Riski
(*Daniel dan Leo menoleh kebelakang*)
Siska langsung berlari menuju Daniel dan memeluknya
"Sayang, maafkan mama karena baru sampai" ucap Siska menangis
"Tidak apa-apa ma" jawab Daniel tersenyum
"Lalu bagaimana keadaan Leny?" tanya Windy
"Dia baik-baik saja kok, hanya tinggal menunggu siuman saja" jawab Daniel
Daniel mengajak mereka semua masuk untuk menemui keluarga yang lainnya. Sesampainya di dalam, Siska langsung memeluk Rani dan menangis lagi
"Bagaimana keadaan menantu dan cucu kita Ran?" tanya Siska
"Mereka baik-baik saja kak, sudah kakak jangan menangis. Lihat Daniel tu" jawab Rani
Mereka saling bergantian untuk menjenguk Leny. Karena sudah terlalu larut, Daniel menyuruh yang lainnya untuk pulang
"Ini sudah malam, sebaiknya ibu dan yang lainnya kembali kerumah untuk istirahat. Biar Daniel yang menjaga Leny" ucap Daniel
"Tidak sayang, mama lihat kamu belum ada makan malam, sebaiknya kamu pulang biar mama sama papa yang menjaga istri kamu" timpal Yuni
"Tidak ma, ini tanggung jawab Daniel sebagai seorang suami, jadi sudah menjadi kewajiban Daniel untuk menjaga Leny agar tetap aman" jawab Daniel menggelengkan kepala
"Baiklah jika itu mau kamu sayang, ibu dan yang lain akan pamit pulang" sambung Rani
Daniel mengantarkan mereka sampai lobby rumah sakit, dan Leo berpesan kepada Daniel agar tidak bertindak sendirian. Karena Leo paham betul sikap Daniel jika sudah ada orang yang berani menyentuh kerabatnya. Maka Daniel menjadi seperti iblis yang membunuh tanpa ampun
Setelah selesai mengantarkan keluarganya, Daniel langsung masuk ke ruangan Leny. Dia melihat Leny sedang terbaring. Daniel memandangi istrinya, tanpa di sadari air matanya menetes. Daniel duduk di kursi dan memegangi tangan Leny
"Sayang mengapa kamu melindungi aku?, peluru itu tak akan menembus tubuhku" Daniel membelai kepala Leny
Raut wajah Daniel berubah menjadi marah dan dia berjanji akan membasmi seluruh pembunuh bayaran Black Dragon maupun Saber. Daniel menelepon Rian dan memberi tahu apa yang sedang dia alami
"📱Kak, aku terkena musibah📱" ucap Daniel dengan suara memelas
"📱Ada apa tuan muda?, mengapa anda menangis?📱" tanya Rian panik
"📱Ha?, apa yang terjadi? siapa yang berani melukai adik iparku?📱" tanya Rian emosi
"📱Black Dragon kak. Ini karena Leny melindungi ku dari tembakan kak📱" jawab Daniel menangis
"📱 Kurang ajar!, mereka mencari masalah dengan Dark Shadow📱" timpal Rian marah
"📱Aku ingin minta bantuan kakak, untuk membantai mereka semua📱" ucap Daniel
"📱Dengan senang hati tuan, aku akan siap pasang badan untuk melindungi kalian📱" tegas Rian
"📱Kalau begitu terimakasih kak📱" Daniel menutup teleponnya
Rian menjadi emosi dan Anna bertanya apa yang terjadi kepada suaminya
"Ada apa suamiku?, mengapa kamu sangat marah?" Anna bertanya
"Ada yang berani melukai Leny sayang" jawab Rian
"Apa?! lalu bagaimana kondisi adik ipar" tanya Anna panik
"Dia sedang terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma" jawab Rian sedih
"Besok kita jenguk Adik ipar" timpal Anna meneteskan air mata
keesokkan harinya, Rian dan keluarga bergegas pergi menuju rumah sakit tempat dimana Leny di rawat. Anna semakin cemas karena mendengar Leny mengalami koma, dia tidak bisa tenang dan terus menangis
"Istriku, kamu yang tenang. Aku yakin nyonya muda akan baik-baik saja" Rian menenangkan Anna
(*Anna mengangguk mengusap air matanya*)
Daniel menunggu Rian dan Anna di lobby rumah sakit, karena Rian sudah mengatakan akan menjenguk mereka
Pada saat sampai di rumah sakit, Anna langsung berlari dan menangis dalam pelukan Daniel
"Maafkan kakak ya Daniel, kakak baru bisa datang" ucap Anna menangis
"Tak apa kak, seharusnya Daniel yang meminta maaf karena terlambat memberi kabar" jawab Daniel menenangkan Anna
"Lalu bagaimana keadaan nyonya muda?" sambung Rian
"Dia belum sadarkan diri kak" jawab Daniel
"Kalau begitu bawa kakak menemui adik ipar" sambung Anna mengusap air matanya
Daniel membawa Rian dan Anna menuju ke ruangan dimana Leny di rawat. Ketika mereka sampai, Anna tak bisa menahan air mata lagi. Dia menangis karena melihat keadaan Leny yang tak kunjung sadar
"Adik, ini kakak sayang. Kamu sering merengek ingin bertemu dengan kakak dan bermain dengan keponakan kamu kan" ucap Anna mengelus kepala Leny
"Tuan muda, aku ingin berbicara hal penting tentang masalah yang di alami nyonya Leny" bisik Rian
(*Daniel mengangguk*)
Rian dan Daniel pergi keluar kamar. Dan merencanakan sesuatu untuk memusnahkan orang-orang yang membuat Leny celaka
"Apa perlu kita panggil mereka?" tanya Rian
"Tidak perlu kak, ini masalahku. Jika memanggil teman-teman, aku merasa kurang puas untuk memusnahkan mereka" tegas Daniel