Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MENYERANG MARKASNYA


Leo berdiri dan berkata dengan tegas


"Kalau begitu ayah akan ikut!"


Rian dan Fauzi juga berkata


"Kami juga ikut"


Rian tersenyum dan berkata


"Pucuk dicinta ulam pun tiba. Akhirnya kita akan segera bisa meratakan seluruh orang-orang yang berada di dalam kelompok itu"


Novi sangat senang melihat semangat ketiga lelaki itu. Walau dia masih tidak yakin dengan jumlah mereka yang tidak sampai 10 orang, namun dia menatap mata Daniel yang penuh dengan keseriusan.


Novi berkata


"Daniel, apa kamu yakin dengan jumlah kita yang hanya lima orang bisa menyelesaikan kasus ini?. Aku saja yang membawa puluhan pasukan tetap saja gagal"


Daniel tersenyum dan menjawab


"Jika kamu tidak yakin, maka kita bisa membatalkan kerjasama ini"


Wajah Novi ketakutan dan berkata


"Eh.. Eh.. Jangan dong, jika kamu membatalkan ini, maka aku akan adukan kepada Leny"


Daniel tertawa


"Haha. Sudah berani mengancam ya?"


Novi semakin menantang Daniel


"Bagaimana? ingin melihat singa betina mu menerkam dirimu?"


Daniel tersenyum


"Baru kali ini aku memiliki seorang murid yang durhaka"


Novi menyilangkan kedua tangannya


"Makanya jangan macam-macam sama sahabat istrimu ini"


Leo memotong pembicaraan mereka


"Jangan main-main terus. Kita harus segera menyusun rencana"


"Lihat itu, untung saja guru besar sangat bijak" ejek Novi kepada Daniel


Mereka berlima berdiskusi menyusun rencana untuk menangkap Indra dan juga membalaskan dendam Daniel. setelah hampir 2 jam bermusyawarah, akhirnya mereka sudah menemukan titik terang. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.45, Daniel memutuskan untuk menyelesaikan perdebatan ini dan ingin segera pulang untuk menemui istri tercinta.


Fauzi pun bergegas pulang, karena istri dan bayinya pasti sudah menunggu kepulangannya. Rian mengatakan kepada Daniel kalau malam nanti dia dan istri akan berkunjung. Anna berpesan kalau dia merindukan kedua adiknya.


"Leny dan Wulan pasti akan sangat senang jika kakak dan kakak ipar mau datang"


Leo berkata


"Ayah juga berencana ingin kerumah kamu"


Daniel tersenyum dan menjawab


"Iya ayah. Aku akan memberitahu Leny dan Wulan kalau kalian ingin berkunjung"


Rian menelepon Fauzi dan memberi tahu kalau dia dan Leo akan berkunjung ke rumah Daniel sembari membahas tentang pemusnahan Black Dragon. Fauzi menjawab akan ikut dan membawa istri beserta anaknya.


Malam harinya, Leny menunggu kedatangan Leo dan yang lainnya. Benar saja, akhirnya ayah dan ibu mertuanya sudah sampai di kediaman mereka dan 10 menit kemudian di susul Rian dan Anna lalu Fauzi juga sampai setelah menunggu selama 5 menit.


Leny dan Wulan menyambut kedatangan mereka dengan penuh semangat. Wulan berlari menghampiri Rani dan langsung memeluknya untuk melepaskan rindu pada ibunya yang hampir 1 bulan tidak bertemu.


Tak mau kalah dari sang adik, Leny juga memeluk Rani dan bersikap manja kepada mertuanya itu. Rani memeluk kedua wanita cantik itu dengan penuh kehangatan yang sangat tulus.


"mama dan papa kamu tidak ikut datang?" tanya Rani


Leny menggelengkan kepalanya dan menjawab


"Tidak bu, mereka bilang sedang ada pekerjaan di luar kota"


Leo bertanya


Leny tersenyum dan mengelus perutnya


"Cucu ibu dan ayah baik-baik saja kok. Dia tidak nakal seperti ayahnya"


Daniel yang berdiri di sebelah Leny langsung menatap tajam Leny, tapi Leny malah meledek Daniel dengan menjulurkan lidahnya. Daniel menjadi gemes melihat istrinya itu, ketika Daniel ingin memberi pelajaran manja kepada istrinya, tiba-tiba Leny memeluk Rani dan mengadukannya.


Mereka semua hanya tertawa dan menggelengkan kepala saat melihat tingkah Leny yang sedikit seperti anak kecil yang manja kepada ibunya. Daniel mendekati Angel dan berkata kalau ingin menggendong bayinya, Angel tersenyum dan menyerahkan Keyla kepada Daniel.


"Halo sayang, ini paman"


Anna mendekati Daniel yang tengah menggendong Keyla dan berbicara pada Azka


"Lihat itu adik kamu, manis sekali kan?"


Keluarga besar Leo berkumpul di rumah Daniel dan Leny. Mereka menghabiskan waktu bersama dengan sangat bahagia. Keyla yang tertawa saat bermain dengan Daniel dan Leny


Leny berkata


"Sebentar lagi kamu akan mempunyai teman bermain sayang"


Daniel berbicara dengan Keyla


"Semoga adik kamu tidak seperti bundanya yang galak ya sayang"


Leny mencubit perut Daniel dan berkata


"Mana ada, paman kamu yang nakal sayang"


Azka berjalan perlahan menghampiri Daniel dan Leny, lalu Leny mendudukkan Azka di pangkuannya. Mereka berempat seperti keluarga yang harmonis yang memiliki sepasang anak. Tak lupa pula Rani mengabadikan momen keharmonisan keluarga kecil milik Daniel.


Seminggu kemudian, tibalah waktunya bagi Novi untuk menjalankan tugasnya untuk menangkap Indra. Dia sangat bersemangat, dengan persiapan yang sangat matang, Novi segera menuju tempat yang sudah di janjikan dan bertemu dengan keempat pria hebat itu.


Daniel yang sudah mendapatkan izin dari istrinya, langsung menuju ke tempat perjanjian mereka. Ternyata Novi sudah sampai terlebih dahulu, Daniel menghampiri Novi yang telah siap siaga dan berpenampilan lengkap.


"Wah kamu sangat bersemangat sekali hari ini"


Novi dengan tegas menjawab


"Tentu saja, kali ini aku harus berhasil menangkap bajingan itu"


Setelah 15 menit menunggu, akhirnya Leo dan yang lainnya sampai juga. mereka berlima menaiki sebuah mobil yang sudah di sediakan oleh Novi di tempat itu. Novi duduk di sebelah Rian di kursi depan, sedangkan Leo dan yang lainnya duduk di kursi belakang.


Novi semakin tidak sabar untuk segera meringkus buronan dia selama ini. Semangatnya semakin membara, dan Daniel memberi kabar kepada Leny bahwa dia telah bergerak untuk melaksanakan tugas.


📨berhati-hatilah suamiku, aku dan Wulan menantikan kepulangan kalian dengan selamat. tolong jaga Novi dan jangan sampai dia melakukan hal ceroboh hingga membuatnya terluka📨 pesan dari Leny.


Setelah setengah jam berada dijalan, akhirnya mereka sudah sampai di markas besar milik Black Dragon. Daniel memberi isyarat untuk berpencar, dia menyuruh Novi untuk bersamanya. Fauzi mengintip dari balkon belakang, dan dia melihat banyak orang sedang bersenang-senang di dalam. Dia mengacungkan jempol memberi isyarat bahwasanya target ada didalam.


Daniel yang berada di depan Novi, perlahan bergerak menuju pintu utama markas mereka. Dia menyuruh Novi berdiri dibelakangnya. Daniel tidak membawa pistol dan senjata api apapun. Dia hanya membawa beberapa pisau kecil yang selalu diandalkannya dalam berperang.


Daniel menunjukkan skillnya dalam memainkan senjata tajam itu di depan Novi. Hanya menatap cermin yang ada di atas salah satu orang yang berada di dalam, Daniel langsung melemparkan pisau yang ada di tangannya. Dan "Crut" pisau itu tepat menancap di belakang leher target Daniel, dan membuatnya langsung tak bernyawa.


Rekan yang duduk disebelah terkejut dan berteriak kalau ada penyerangan. Semua orang yang berada di dalam menjadi bersiap siaga dan menjadi waspada akan hal sekitar.


Hasan dan Indra datang dan bertanya


"Ada apa ini?, mengapa membuat keributan?"


Salah satu anak buahnya menjawab


"Bos ada penyerangan, dan rekan kita sudah tak bernyawa"


Hasan terkejut, dia melihat mayat anak buahnya yang tergeletak di lantai dan mengeluarkan darah dari leher bagian belakang. Hasan mencabut pisau yang menancap pada lehernya.


"Ini bukan pisau biasa, pasti pelakunya sangat ahli dalam memainkan senjata jarak jauh"


Novi yang melihat Indra dari balik pintu utama menjadi geram dan ingin segera masuk untuk menembaki seluruh orang yang beda disana. Namun saat ingin melangkah, Daniel menahannya.


"Kau mau apa?!, sabar, tunggu isyarat dari yang lainnya"


Novi menghela nafasnya


"huft. Maaf aku sampai tak mengontrol emosi saat melihat bajingan itu"