
Setelah mendengar penjelasan yang diberikan oleh Hyuga dan yang lainnya, membuat rasa khawatir Dion pada Kakaknya mulai mereda. Kini ia juga hanya bisa menyaksikan sebuah pertunjukan yang sangat menarik untuknya.
"Kau memang sulit untuk di tebak Kak" ucap Dion tersenyum.
"Selagi kapten sedang bersenang-senang dengan mainannya, sebaiknya kita juga ikut bersenang-senang juga" ucap Hyuga memberi saran.
"Hahahaha, kau benar Hyuga" tawa Fauzi.
"Apa anda juga ingin ikut dengan kami tuan?" tanya Hyuga tersenyum menatap Dion.
"Hem!. Tentu saja. Aku kesini untuk bersenang-senang, bukan ingin menjadi penonton saja" jawab Dion tersenyum sinis, dan ia langsung melemparkan toya miliknya ke arah salah satu anak buahnya Marcel.
Kemudian, setelah toya tersebut berhasil menumbangkan salah satu dari musuhnya, dengan cepat Dion langsung berlari ke arah kerumunan orang-orang dari Harimau berdarah yang masih tersisa meninggalkan Hyuga dan yang lainnya.
"Hadeh, Kakak Beradik sama saja" keluh Hyuga menggeleng sambil menyentuh keningnya.
Setelah Dion bergerak, Hyuga dan yang lainnya juga ikut bersenang-senang dengan mainan mereka masing-masing. Sedangkan Gira yang masih memiliki rasa dendam terhadap Marcel yang selama ini ia pendam.
Gira melangkah ke arah Marcel dan langsung melakukan serangan kembali. Namun, serangan yang di lakukan oleh Gira dapat di hindari oleh Marcel untuk saat ini.
"Apa kau pikir hal yang serupa akan terjadi lagi?" tanya Marcel meremehkan.
"Hem!, kita lihat saja nanti" jawab Gira sinis.
"Kali ini giliran Harimau Berdarah yang akan membalasnya" ucap Marcel dan mencoba untuk menyerang Gira.
Namun Gira bisa menghindari pukulan yang di berikan oleh Marcel. Lalu mereka berdua melakukan pertarungan yang juga cukup menarik untuk di saksikan oleh orang lain.
Daniel dan Jerammy masih terus saling beradu serangan. Namun Daniel tidak melakukan serangan balik, melainkan menghindari serangan setiap serangan yang dilakukan oleh Jerammy.
Daniel hanya ingin membuat musuhnya merasa kesal terhadapnya agar ia bisa merasakan sensasi pertarungan yang lebih menarik lagi.
Benar saja, Jerammy di buat sangat marah karena Daniel bisa menghindari gerakan setiap gerakan yang ia lakukan.
Merasa sangat marah, Jerammy berteriak dan ia langsung mengeluarkan semua aura yang ia miliki. Hal tersebut sama sekali membuat Daniel gentar ataupun takut sedikitpun saat merasakan seluruh aura yang di keluarkan oleh Jerammy.
Namun tidak dengan Marcel dan para anak buahnya, mereka justru merasa takut saat Jerammy sampai mengeluarkan seluruh aura yang ia miliki.
"Sepertinya Jerammy mulai serius!. Sebaiknya kalian siapkan makam untuk pemimpin kalian, karena sebentar lagi Jerammy akan mencincangnya" ucap Marcel tersenyum penuh dengan rasa percaya diri.
"Apa kau yakin?" tanya Gira tersenyum mengejek.
"Hahahaha, tak ada satupun makhluk hidup yang bisa selamat saat Jerammy sudah mulai serius menghadapi musuh-musuhnya" jawab Marcel percaya diri.
"Jangan terlalu tinggi bermimpi!. Karena jika kau terjatuh, rasanya sangat sakit dan bahkan bisa membuatmu merasa mati" ucap Gira menasehati.
Melihat hal tersebut, hanya membuat Gira menggeleng saja. Saat tinju Marcel menuju ke arah wajahnya, dengan mudahnya ia menangkap kepalan tinju yang di berikan oleh Marcel menggunakan tangan kirinya.
Lalu ia menarik tinju Marcel yang ia genggam ke arah bawah "Akan ku tunjukkan tinju yang sebenarnya" ucap Gira sambil mengepalkan tangan kanannya dan langsung meninju wajah Marcel.
Pukulan telak tersebut tepat mengenai hidung milik Marcel dan sampai membuatnya terpental cukup jauh hingga menabrak sebuah meja yang masih utuh. Meja itu sampai hancur berantakan karena menahan tubuh Marcel yang menghantamnya.
Akibat hadiah yang diberikan oleh Gira, membuat tulang hidung milik Marcel sampai patah dan sebuah cairan berwarna merah terus-menerus mengalir dari lubang hidungnya.
Dengan rasa nyeri bercampur pusing, Marcel terus memegangi hidungnya yang terus saja mengeluarkan darah. Rasa pedih yang ia rasakan sampai membuat pandangan menjadi kabur dan berkunang-kunang.
"SIAL!!! PUKULAN SANGAT KUAT!, PRIA ITU MEMANG TIDAK BISA DI REMEHKAN" batin Marcel sangat kesal.
"Bagaimana?, sudah bisa mengerti apa arti dari sebuah pukulan keras?" tanya Gira mengejek.
"Aku sangat kasihan padamu, entah dimana kau belajar bertarung" timpalnya menggeleng.
Seketika pertarungan besar itu langsung terhenti karena Jerammy terus saja meningkatkan aura yang ia keluarkan.
Jerammy melakukan sebuah gerakan yang cukup unik, gerakan tersebut seperti sebuah teknik terkuat yang ia miliki. Dengan mengambil posisi kuda-kuda yang ia lakukan, dan dengan seluruh kekuatan yang ia miliki, ia memfokuskan seluruh tenaga yang ia punya pada senjata miliknya.
"Bersiaplah untuk pergi ke neraka!" ucap Jerammy.
Setelah berkata seperti itu, Jerammy langsung melakukan serangan terakhirnya pada Daniel. Daniel yang merasa sedikit puas dengan apa yang di berikan oleh Jerammy barusan. Akhirnya memutuskan untuk membalas kebaikan tersebut.
Daniel mengeluarkan 30% aura yang ia miliki, lalu ia fokuskan pada Ryuken. Saat tebasan pedang milik Jerammy mulai mendekatinya, Daniel juga langsung mengayunkan pedangnya ke arah atas untuk menepis tebasan senjata Jerammy yang mengayun dari arah atas.
Suara pedang yang saling beradu terdengar sangat nyaring dan begitu keras. Setelah melakukan gerakan tersebut, mereka berdua sama-sama terdiam sejenak. Namun, secara tiba-tiba pedang milik Jerammy patah terbelah dua, dan patahan dari pedang tersebut terjatuh di dekatnya.
Melihat hal tersebut, membuat Jerammy dan seluruh kelompok Harimau Berdarah tercengang, termasuk dengan Marcel yang sangat terkejut melihat kejadian tersebut. Karena baru pertama kalinya ia melihat Jerammy yang sangat kuat dan tak terkalahkan bisa di kalahkan oleh Daniel dengan sangat mudah, bahkan di jadikan mainan olehnya.
Karena tadi adalah serangan terakhir yang di lakukan oleh Jerammy, dan seluruh tenaganya juga sudah terkuras habis setelah melakukan serangan tersebut. Secara perlahan tubuh Jerammy mulai goyah, dan genggamannya pada senjata miliknya juga mulai melemah, secara perlahan pegangan pedang yang ia genggam terlepas dari tangannya, berbarengan dengan tubuhnya yang berlutut lemas di hadapan Daniel. Sedangkan Daniel masih terlihat sangat kuat dan tidak sama sekali mengalami kelelahan pada tubuhnya.
Daniel hanya melihat Jerammy yang sudah berlutut lemas dan pandangannya kosong. Lalu Daniel mengarahkan pedangnya ke hadapan wajahnya Jerammy yang hanya termenung karena baru pertama kalinya ia di kalahkan oleh orang lain dalam hidupnya selama ini. Jerammy hanya pasrah dan sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.
"Ku akui, kau adalah pemain pedang yang sangat hebat, dan baru pertama kalinya aku bisa merasakan sensasi yang sangat menyenangkan ini" ucap Daniel memuji. Sedangkan Jerammy hanya terdiam dan pandangannya kosong.
"Sebagai sesama kesatria berpedang, aku akan membuat kematianmu dengan penuh kehormatan" timpal Daniel sambil terus mengarahkan pedangnya ke arah wajahnya Jerammy.
Setelah berkata seperti itu, Daniel langsung memberikan sebuah hadiah yang sangat besar dan bahkan tak terlupakan oleh Jerammy. Hadiah yang merupakan sebuah kematian yang sangat mengenaskan, yaitu pedang Daniel yang di tusukan pada lehernya Jerammy. Seketika Jerammy langsung tumbang dan tewas di tempat.
Kemudian Daniel langsung mencabut katana miliknya, lalu ia menatap semua kelompok Harimau Berdarah yang masih tersisa dengan senyuman psikopatnya, termasuk dengan Marcel yang sudah terluka parah.