Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
DUO ASSASSIN


Melihat wajah Daniel yang nampak berbeda, membuat para Genk motor itu menjadi berubah. Kini ekspresi wajah yang tadinya penuh rasa percaya diri akan kemenangan, malah berubah ketakutan.


Namun bos dari Genk motor itu tetap memberi semangat pada seluruh bawahannya kalau mereka pasti akan menang telak mengingat jumlah mereka yang jauh lebih banyak dari Daniel dan Fauzi.


"APA YANG KALIAN TAKUTKAN BODOH?! JANGAN TAKUT, DIA HANYA MENGGERTAK SAJA" teriak sang bos memberi semangat.


"Bo...b...bos benar!. Jumlah kita jauh lebih unggul dari mereka, jadi tidak usah takut" sambung salah satu dari mereka.


"Hooo.. Hanya menggertak ya?" tanya Daniel sambil tersenyum psikopat.


Daniel mengangkat tangannya ke atas lagi sambil memegangi katana miliknya. Lalu, ia secara perlahan melepaskan genggamannya pada katana tersebut seraya berkata dengan nada dinginnya "Ryuken, terbang dan mengamuk lah!" setelah berkata seperti itu, Daniel melepaskan katana yang ia genggam. Kemudian benda tajam yang memiliki ukuran setara dengan tinggi manusia dewasa, hanya melayang di udara, dan langsung melesat secepat kilat menancap tepat di kening salah satu dari anggota Genk motor tersebut.


Orang-orang yang melihat kejadian barusan hanya bisa tercengang, termasuk juga Leny. Sedangkan Damin hanya tertawa senang dan Fauzi juga hanya tersenyum.


"Kok tiba-tiba pedang itu bisa terbang sendiri?" gumam Leny kebingungan.


"Apa tuan Daniel bukan manusia biasa?, apa dia bisa melakukan hal-hal di luar nalar?" batin Irwan bertanya-tanya.


Pria yang terkena tusukan Ryuken itu langsung tumbang tak bernyawa. Semua rekannya langsung bergegas mendatangi pria yang sudah tak bernyawa itu dengan pedang yang masih menancap di keningnya.


Disaat para Genk motor itu mengelilingi salah satu temannya yang sudah tak bernyawa, Daniel mengangkat tangannya lagi ke atas langit, dan tiba-tiba pedang yang menancap di kening pria itu bergerak dengan sendirinya lalu terlepas dari kening pria itu kemudian terbang kembali menuju ke tangan Daniel.


Para Genk motor itu di buat terkejut kembali saat melihat sebuah pedang terbang secara tiba-tiba tanpa adanya campur tangan manusia yang menyentuhnya.


"K...K..KAU!. APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADA ANAK BUAHKU?!" tanya bos dari Genk motor itu emosi.


"Apa matamu buta?, apa kau tidak melihatnya tadi?" tanya Fauzi balik.


"BERANI SEKALI KAU MELAKUKAN ITU PADA TEMANKU!" teriak salah satu dari mereka dan hendak maju menyerang Daniel.


Namun, belum sempat pria itu tiba di hadapannya Daniel, tiba-tiba Fauzi sudah bergerak dengan cepat dan sudah berdiri tepat di depan pria tersebut.


Tanpa berkata apa-apa, Fauzi hanya tersenyum dan langsung menendang perut pria itu hingga membuatnya terpental cukup jauh dari tempat dia berdiri.


"Masih terlalu cepat 100 tahun untukmu bisa menyentuh Kakakku" ucap Fauzi dengan posisi kaki yang masih terangkat sebelah.


Beberapa dari mereka langsung membantu temannya yang barusan mendapatkan sebuah tendangan dari Fauzi tadi.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya rekannya sambil memapah pria itu berdiri.


Pria yang baru saja di tendang oleh Fauzi tersenyum sambil berkata dengan nada terbata-bata "A..a..aku ba.. baik-baik saja, tendangan darinya tidak berasa apa-apa bagiku". Namun, setelah pria itu mengucapkan kata barusan, tiba-tiba mulutnya memuntahkan darah yang cukup banyak, dan membuat rekan-rekannya semakin khawatir.


"Tidak apa-apa kau bilang?!, dengan kau memuntahkan darah sebanyak ini kau bilang tidak apa-apa?!" tanya temennya khawatir.


"Hey!, daripada kalian mengkhawatirkan orang itu, lebih baik kalian lihat bos kalian itu!" tegur Fauzi sambil menunjuk ke arah bos besar mereka yang berlari ke sana sini karena di kejar-kejar oleh pedangnya Daniel.


Fauzi dan Damin lagi-lagi di buat tertawa melihat bos dari Genk motor itu berlari kalang kabut karena takut akan pedang yang terus mengejarnya.


"Ada apa dengan anakku ini?!, kenapa dia malah tertawa bahagia saat melihat kejadian yang seharusnya tidak boleh ia lihat" gumam Leny menggeleng.


"Lihat tuan kecil kita. Dia sepertinya menikmati permainan ini" ucap Caty tertawa.


"Hahaha, kau benar. Aku sangat bahagia saat tuan kecil kita memanggil nama kita berdua" jawab Mery tertawa.


"Sebaiknya kita buat lebih bahagia lagi dia" sambung Caty semakin bersemangat.


"WOY!!! APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!, CEPAT KAU PANGGIL PEDANGMU INI!" teriak si bos besar dari Genk motor itu sambil terus berlari ke sana kemari. Sedangkan Fauzi dan Damin semakin tertawa di buatnya.


"Fauzi, sebaiknya kita selesaikan saja ini semua. Rasanya sangat membosankan" ucap Daniel sambil menatap dingin ke arah para gerombolan Genk motor tersebut.


"Lalu, bagaimana dengan bos mereka yang terus berlari itu?" tanya Fauzi masih sambil tertawa.


"Biarkan saja, biar dia di urus oleh Ryuken " jawab Daniel sambil merenggangkan tubuhnya seakan melakukan pemanasan sebelum bermain-main dengan puluhan mainannya.


"Apa anda yakin menyerahkan bos mereka pada kami tuan?" tanya Caty memalui telepati.


"Teruslah buat putraku tertawa" jawab Daniel melalui telepati juga, namun wajahnya hanya tersenyum.


Setelah berkomunikasi dengan kedua makhluk gaib itu, Daniel langsung berlari dengan cepat dan ia langsung memukul wajah salah satu gerombolan Genk motor itu.


Karena gerakan Daniel yang sangat cepat dan secara tiba-tiba sudah ada di depan pria yang sudah menjadi targetnya. Pria yang hanya bisa terkejut dan menerima pukulan telak dari Daniel barusan sampai membuatnya terpental dan berguling-guling di jalan.


"Hey Kak!. Kau hanya berbuat curang!. Sisakan buatku!" teriak Fauzi dan langsung ikut bergerak untuk menyerang mereka.


Leny tersenyum sambil bergumam dengan nada pelan "Duo assassin ".


Angel dan yang lainnya langsung menoleh ke arah Leny sambil menatap Leny dengan tatapan penuh tanya karena tidak mendengar perkataan dari Leny.


"Apa yang Kakak katakan tadi?" tanya Angel penasaran.


"Ah, tidak ada Adikku" jawab Leny tersenyum.


"Tidak-tidak, tadi aku mendengar Kakak mengatakan sesuatu" bantah Angel masih tak percaya.


"Sin, sin?. Sin apa sih Kak?" timpalnya semakin penasaran.


"Si..sin.. Ha... Aku ingin memakan makanan yang asin, he... he... he.." jawab Leny tersenyum kikuk.


"Memakan makanan yang asin?, apa Kakak sedang mengidam?" tanya Angel semakin dalam.


"Aduh!, apa yang aku katakan sih?!, bodoh banget kamu Leny" batin Leny kebingungan sambil menepuk jidatnya.


"Ha?, e..enggak kok" jawab Leny sedikit gugup.


"Daripada memikirkan hal yang tidak penting, lebih baik kita saksikan saja suamiku dan suamimu bertarung itu" timpal Leny dengan ekspresi wajah kebingungan sambil menunjuk ke arah Daniel dan Fauzi yang tengah bersenang-senang dengan para musuhnya karena ia ingin mengalihkan pikiran dari Angel.


"Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh nona Leny. Aku yakin dia tau siapa sebenarnya suaminya itu" batin Chika sambil terus memperhatikan ekspresi wajah Leny yang tengah menutupi sesuatu rahasia yang sangat besar.