Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MELAMAR WINDY


Mereka bertiga buru-buru menaiki mobil dan segera ke gedung dimana Riski berada,. di dalam mobil Windy tidak bisa tenang karena takut hal buruk akan menimpa kekasihnya itu


"Sudah kamu tenang saja, aku yakin Riski pasti akan selamat" ucap Leny memeluk Windy..


Setelah berjalan lebih dari 15 menit, Daniel serta rombongan sampai ke gedung yang di mana Riski di sekap, tak lama kemudian kedua orangtua Windy dan Riski juga tiba di gedung itu


Siska turun dari mobil dan langsung memeluk Windy, dan Melly juga memeluk Windy dan Siska


"Kamu tenang dulu ya sayang, mama yakin calon menantu mama akan baik-baik saja" Melly menenangkan Windy


"Iya mama yakin anak mama akan baik-baik saja, karena Riski juga bisa bela diri" timpal Siska


Lalu ada satu mobil lagi yang tiba di dekat mereka, ternyata di dalam mobil itu tak lain adalah Rani dan Leo


Rani berlari menghampiri Siska dan langsung memeluknya


"Gimana keadaan Riski kak?" tanya Rani panik


"Aku juga tidak tahu Ran, semoga anak kita baik-baik saja" jawab Siska


"Sudah ayo kita masuk, mereka belum tau berurusan dengan siapa" timpal Leo


Mereka semua masuk menuju gedung kosong itu, dan sesampainya di dalam keadaan gelap gulita, dan tak ada satu orang pun di situ


"Sayang..!!! kamu di mana?, aku sangat mengkhawatirkan mu" teriak Windy


Namun Riski tak menjawab teriakan Windy, dan membuat Windy semakin cemas


"Gimana ini Len? aku semakin takut kalau Riski kenapa-kenapa" Windy memeluk Leny dan menangis


Dari kejauhan Riski melihat calon istrinya yang sangat cemas akan keselamatannya, membuat Riski terharu


"Maafkan aku ya sayang sudah membuatmu cemas. tapi aku yakin setelah aku keluar, tangisanmu itu akan menjadi kebahagiaan" ucap Riski


"Hoy! siapapun yang berani menculik anakku, keluar kalian semua, hadapi aku" teriak Leo


Namun tetap tidak ada jawaban, dan Siska hampir pingsan karena keadaan ini


"Pah gimana ini?, mama takut dengan keadaan Riski" ucap Siska lemas


"Papa juga berharap anak kita tidak apa-apa ma" jawab Ady menenangkan Siska


Daniel pun berpura-pura marah dan menendang tong drum yang ada di sampingnya


"Hoy!, lepaskan saudaraku!. kalau tidak kau akan menyesal" ancam Daniel


Leny yang paham akan akting dari suaminya, ia berpura-pura takut dan menenangkan Daniel


"Sayang jangan begitu, aku juga mencemaskan keadaan Riski" timpal Leny memeluk lengan Daniel


Leo yang sudah tak tahan lagi, langsung mencari Riski ke seluruh ruangan,. ketika Leo tiba di ruangan di mana Riski bersembunyi, Riski buru-buru memberitahu rencananya


"Ka...am" Riski langsung menutup mulutnya Leo


Mendengar penjelasan dari Riski, sang ayah langsung membantunya


"Oh.. kamu tenang saja, ayah akan keluar dan berpura-pura tidak menemukan mu" ucap Leo berbisik


"Terimakasih ayah sudah mau membantu Riski" ucap Riski tersenyum


"Iya, kamu tenang saja, serahkan ini kepada ayah" timpal Leo mengedipkan sebelah matanya


Lalu Leo keluar dari ruangan tadi dan berpura-pura lesu seperti tidak menemukan hasil


"Gimana yah?" tanya Rani cemas


(*Leo menggelengkan kepalanya*)


Windy semakin lemas dan tidak sanggup berdiri lagi, dia terduduk dan menangis sembari menyebutkan nama Riski


"Riski.. kamu kemana? kamu sudah berjanji akan menikahiku, dan kamu akan menjagaku, tapi kenapa kamu hilang begini?, kumohon kembali sayang!!" teriak Windy menangis


Setelah teriakan dari Windy, tiba-tiba lampu menyala dan di depan mereka sudah ada meja terhias cantik, sudah ada bunga dan coklat kesukaan Windy di atasnya.., dan sesosok pria keluar dari sebuah ruangan, tak lain orang itu adalah Riski dengan menggunakan jas yang terlihat sangat tampan


"Windy sayang, coba kamu lihat siapa yang berjalan kearah meja itu" ucap Melly menunjuk ke meja yang telah indah terhias bunga


Windy menoleh kearah lelaki itu, setelah melihatnya, sontak membuat dia berdiri dan langsung berlari menuju pria itu dan langsung memeluknya


"Kamu kemana saja? aku sangat mencemaskan kamu tau" ucap Windy menangis


"Hehe maaf ya sayang" aku tidak apa-apa" timpal Riski mengusap air mata Windy


"Terus apa dari maksud semua ini? mengapa ada meja dan dekorasi indah di sini" ucap Windy menunjuk meja yang ada di sampingnya


Tanpa sepatah katapun, Riski langsung berlutut di hadapan Windy dan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisikan cincin lamaran


"Windy Chandra, Will you marry me" tanya Riski tersenyum


"Ha? ada apa semua ini? kamu mau melamar ku?" tanya Windy bingung


(*Riski mengangguk tersenyum*)


Kemudian Windy menatap ke arah Leny dan Daniel, lalu dia menatap kedua orangtuanya,. dan semua orang di situ menganggukkan kepala dan tersenyum


Windy menatap Riski lagi


"Iya aku mau menjadi istrimu" jawab Windy tersipu


Lalu Riski memasangkan cincin itu di jari manis milik Windy dan mereka saling berpelukan,. kemudian Riski dan Windy menghampiri Siska dan Ady,. Riski menatap mamanya yang hampir pingsan karena ulahnya, dan Rani pun terlihat lemas


"Ma, pah, ibu, sebenarnya ini rencana untuk melamar Windy, dan Riski di bantu oleh Daniel, Leny, mama Melly dan papa Irwan" ucap Riski menjelaskannya


..