
Setelah katana milik sang Suami sudah berada dalam genggamannya, Leny langsung melompat kegirangan karena untuk pertama kalinya ia akan mencincang tubuh manusia, dan pria yang bernama Edi itu adalah sebagai kelinci percobaannya yang pertama.
Leny melihat tubuh Edi yang terkapar di depannya dengan penuh luka pada bagian wajah. Nafas pria malah itu juga seakan hampir habis akibat penyiksaan yang di berikan oleh Daniel.
Leny mengeluarkan katana di tangannya dari sarungnya, terlihat sebuah benda bersinar dan sangat tajam, sebuah katana kesayangannya Daniel, yang sudah menjadi senjata andalan pria terkuat di Asia.
Mata pedang itu sangat tipis namun begitu tajam, bahkan bisa dengan mudah untuk membelah daging sampai ke tulang.
"Ini sangat tajam" ucap Leny sembari memandangi sebuah pedang di genggamannya.
"Aku jadi tidak sabar untuk melakukan pesta ini" timpalnya tersenyum psikopatnya
"Hey! menurutmu, siapa yang lebih kejam di antara pasangan psikopat itu?" bisik Fauzi pada Kevin
"Kita semua sudah tau kalau mereka berdua itu pasangan yang tak normal" balas Kevin berbisik sambil cekikikan
Leny menatap tajam kedua adiknya seakan ia tau apa yang mereka berdua bicarakan itu, dan langsung membuat kedua adiknya salah tingkah
Kemudian Leny mengangkat pedangnya keatas dengan kedua tangannya, dan ia akan bersiap untuk menebas tubuh pria tua yang sudah tak berdaya itu.
"SREEEETTTT..." tebasan pertama langsung berhasil membuat kaki kiri Edi terlepas dari tempatnya.
"ARHKKKKKKK!!!" teriak pria itu tak sanggup menahan rasa sakit itu
Darahnya langsung keluar dari pangkal pahanya seperti air mancur yang mengalir. Sedangkan Edi sudah semakin ngos-ngosan karena sudah banyak kehilangan darah.
"Hahaha seru sekali!" tawa Leny seperti orang yang sudah kehilangan akalnya
"SREETTTT " tebasan kedua tepat memutuskan lengan kiri pria malang itu
"ARRKKK TI...TIDAAK!" teriak pria itu semakin keras
"Hahaha" tawa Leny dengan gembira
"Keren!!" timpalnya
"Keren pula katanya" batin Hyuga menelan ludahnya
"Sudah puas Honey?" tanya Daniel sambil membelai kepala Leny
"Lumayan Ayah" jawab Leny tersenyum manis
"Tapi Bunda masih belum puas!" timpalnya masih dalam senyuman manisnya itu
Daniel tersenyum dan membelai kepala sang Istri dengan gemasnya.
Kemudian Leny menatap pedang yang berada di dalam genggamannya itu dengan perasaan puas. Ada banyak noda darah pada bagian senjata yang sangat tajam itu. Kemudian ia tersenyum sembari membelai katanya.
"Pedang ini sangat tajam, aku bisa membelah apapun dengan benda ini" ucap Leny sembari mengelus-elus pedangnya
"Entah kenapa aku menjadi suka setelah memotong tubuh manusia, ada sebuah rasa bahagia di dalam diriku" timpalnya tersenyum sinis
"Gawat!, mereka berdua sudah sama-sama gila" bisik Fauzi menyenggol lengan Kevin
"Kau benar" ucap Kevin ikut berbisik
"HAAA!!!" teriak Leny mengayunkan pedangnya secara membabi buta pada tubuh Edi
"SREEETTT SREEEETTTT SREEETTTTT " suara yang di timbulkan dari pedang di genggaman Leny saat memotong seluruh bagian musuhnya
"Hahaha rasakan hahaha!" tawa Leny dan masih mencincang tubuh Edi sampai terpotong-potong seperti daging hewan qurban
Koury dan Silvia juga sudah mulai siuman dari pingsannya. Mereka berdua masih belum menyadari bahwa mereka baru saja di culik, bahkan mereka juga belum tau apa yang sedang di lakukan oleh Leny.
Leny menghentikan aksinya sejenak dan mengelap air keringat yang menetas pada wajah dan keningnya. Saat melihat kepala Edi yang sudah terlepas dari lehernya, Leny langsung tersenyum sinis kemudian ia langsung menendang kepala itu ke arah Hyuga dan Ronny yang tengah menggendong pasangan mereka.
Sedangkan kedua wanita cantik itu yang baru sadar dari pingsannya, di buat terkejut setengah mati saat melihat ada sebuah kepala tanpa tubuh terbang ke arah mereka.
"SETANNNN!!!" teriak mereka berdua dan sampai membuat mereka berdua pingsan kembali.
"Waduh pingsan lagi" ucap Hyuga menatap sang Istri yang sudah tak sadarkan diri lagi. Sedangkan Ronny hanya menggeleng saja melihat sang kekasih yang ikut pingsan kembali
Tubuh Edi sudah hancur berkeping-keping, bahkan tulang dan daging tubuhnya sudah halus karena tebasan pedang yang sangat tajam pada benda yang berada dalam genggaman Leny.
"Walau baru pertama kali, ternyata Istriku ini sangat mahir melakukannya" puji Daniel sembari membelai kepala sang Istri
"Hehe, seru juga ya Ayah menjadi Istri dari seorang pemimpin assassin?" sindir Leny dan menaik-turunkan kedua alisnya
"APA?!" ucap mereka semua terkejut
"A..apa maksud kamu Bunda?" tanya Daniel sedikit gugup
"Iya Ayah. Ayah kan seorang pemimpin assassin yang sangat di takuti se-Asia kan?" tanya Leny menaik turunkan alisnya lagi
"Bunda dengar berita palsu ini dari siapa?" tanya Daniel mencoba menenangkan pikirannya agar rahasia tak terbongkar
"Ahhh...!!! Ayah jangan bohong lagi deh" ucap Leny mencolek dagu sang Suami
"Bunda tau itu dari pria yang Bunda cincang ini" timpalnya menunjuk pada tubuh Edi yang sudah hancur
"Dasar tua bangka!. Mulutnya gak bisa di rem!" batin Daniel sambil menatap Edi dengan geramnya
"Untung saja si bodoh ini telah mati" Timpalnya tersenyum
"Ya kan ya kan?" tanya Leny menyelidik dan Daniel hanya mengangguk sambil tersenyum untuk menjawab pertanyaan dari sang Istri
"Ha tu kan bener" tebak Leny tersenyum penuh arti
"Bunda gak marah sama Ayah?" tanya Daniel memastikan
Leny tersenyum sembari menggelengkan kepalanya dan ia menjawab "Enggak kok Ayah"
"Justru Bunda sangat senang saat tau jika Suamiku ini adalah orang nomor satu di Asia" timpalnya tersenyum sambil mencolek dagu Daniel
"Makasih ya Honey, dan maafkan Ayah karena merahasiakan ini" ucap Daniel
Dengan cepat Leny langsung memeluk sang Suami dengan erat, kemudian ia mengangguk dalam pelukan Daniel sembari berkata "Iya Suamiku"
Leny mendongak dan menatap Daniel yang tengah tersenyum padanya. Leny juga ikut tersenyum kemudian ia berkata "Pantas saja dulu pernikahan kita harus di rahasiakan"
"Ternyata karena Ayah tak mau kalau musuh-musuh Ayah di luar sana sampai tau kalau Bunda ini Istri kamu" timpal Leny
Daniel tersenyum sembari mengelus-elus rambut sang Istri dengan penuh kasih sayang dan ia berkata "Iya Honey, Ayah gak mau sampai ada orang-orang seperti pak tua itu tau kalau Bunda itu Istriku"
"Ayah gak mau melihat Bunda terluka, oleh sebab itu Ayah meminta pernikahan kita tidak di adakan dengan mewah" timpalnya
"Iya Suamiku, Bunda ngerti kok" ucap Leny kembali memeluk Daniel
"Tapi Ayah janji, di saat ulang tahun pernikahan kita yang kedua nanti, kita akan membuat resepsi pernikahan kita kembali" ucap Daniel tersenyum dan mencium pucuk kepala sang Istri.