Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MARKAS BANDAR NARKOBA


Lalu Riski memasangkan cincin itu di jari manis milik Windy dan mereka saling berpelukan,. kemudian Riski dan Windy menghampiri Siska dan Ady,. Riski menatap mamanya yang hampir pingsan karena ulahnya, dan Rani pun terlihat lemas


"Ma, pah, ibu, sebenarnya ini rencana untuk melamar Windy, dan Riski di bantu oleh Daniel, Leny, mama Melly dan papa Irwan" ucap Riski menjelaskannya


"Kamu ini membuat ibu khawatir saja sayang" ucap Rani


"Hehe maaf ya ibu" timpal Riski mengelus pundak Rani


Windy menatap Leny dengan sadis, seperti ingin menelannya


"Hehe maaf maaf, ini demi lamaran kamu" ucap Leny tertawa


"Karena ide kalian aku hampir pingsan" ketus Windy cemberut


Ketika sedang asyik mengobrol, di luar terdengar suara mobil sedang berhenti di gedung itu,. karena ilmu yang luar biasa, jadi hanya Daniel dan Leo saja yang dapat mendengar dari kejauhan


Leo menatap Daniel seperti memberikan sebuah kode, dan Daniel langsung mengerti maksud dari sang ayah


Daniel langsung merangkul Leny, dan berbisik kepada Leny


"Sayang kamu jangan panik, aku mendengar suara di luar gedung, dan menurutku ini ada yang tidak beres" bisik Daniel


"Ada apa suamiku?, jangan membuat aku takut" bisik Leny memeluk Daniel


"Hey hey, kalian berdua jangan berbuat kemesraan di depanku" ejek Riski


Mereka semua tertawa dengan perkataan Riski,. namun tiba-tiba raut wajah Daniel berubah karena dia merasa aura yang tidak beres semakin mendekati mereka


"Sepertinya jumlah mereka tidak sedikit, mungkin hanya aku dan ayah saja yang bisa merasakan aura lemah ini" (*batin Daniel*)


Leo terus waspada dengan melihat ke arah seluruh gedung itu, Rani yang paham akan tingkah dari suaminya ia langsung tenang dan berfikir bagaimana caranya agar mereka semua tidak khawatir,. kemudian Rani melihat menantunya ketakutan memeluk lengan Daniel


Rani mendekati Daniel dan Leny, kemudian menenangkan Leny


"Sayang kamu tenang saja, ayah dan suami kamu akan melindungi kita semua" bisik Rani tersenyum


(*Leny hanya mengangguk*)


Di luar gedung ternyata ada sekitaran 10 mobil yang sudah terparkir di halaman, dan mereka semua terkejut mengapa ada 3 mobil mewah terparkir di gedung itu


"Mobil mewah siapa ini?!, mengapa ada di tempatku?" tanya pemimpin mereka


"Sebaiknya kita masuk dan memeriksa, ada apa di dalam sana bos" ucap salah satu dari mereka


"Yaudah ayo kita masuk, jika mereka melawan kita bereskan!" tegas pemimpin mereka


Puluhan orang misterius itu masuk ke dalam gedung, dan melihat beberapa lelaki dan wanita sedang asik mengobrol


"Hey! siapa kalian?! mengapa ada di tempatku?!" bentak pemimpin mereka


"Kalian yang siapa?! mengapa mengganggu acara ku?!" jawab Riski membentaknya


"Ini wilayah kekuasaan ku, jangan seenaknya saja kalian jadikan tempat pesta" timpal pemimpin mereka


"Itu kan si Boby, bandar narkoba paling berbahaya di Jakarta" (*batin Ady*)


"Pa., papa kenapa? kok seperti ketakutan begitu?" tanya Daniel


"Ii..itu Boby nak, bandar narkoba paling di takuti di kota ini,. dan ia sudah menjadi buronan negara" ucap Ady gugup


Daniel hanya menanggapinya dengan santai, dan menatap kejam kearah Boby


"Kau Boby kan?!, buronan negara?!" bentak Daniel


"K..kau., darimana kau tau identitasku"?! bentak Boby menunjuk ke arah Daniel


"Itu bukan urusanmu aku tau darimana, yang harus kau tau, kau akan tamat di sini" timpal Daniel dengan senyuman sadis


"Haha anak yang masih bau kencur saja sudah berani mengancam ku, sudah bosan hidup?!" bentak Boby


"Semuanya tangkap meraka habisi kalau perlu" timpal Boby


Tapi tiba-tiba beberapa anak buahnya Boby sudah terkapar dan sudah tidak bisa bangkit lagi


"A..ada apa ini?!" tanya Boby panik


Dan anak buahnya yang masih berdiri hanya melihat rekanya kebingungan


"Lihat itu, betapa lemahnya para pengikut mu" ejek Daniel


"A..apa yang kau perbuat kepada anak buahku?!" tanya Boby membentak


"Tidak ada, dari tadi aku disini sambil memanjakan istriku" ejek Daniel mengelus rambut Leny


Leny terus memeluk Daniel, terlihat sangat ketakutannya Leny


"Sudah sayang. semua akan baik-baik saja, tidak ada yang perlu di takuti" ucap Daniel menenangkan Leny


"Hey sebaiknya kalian jangan mencari masalah denganku" ancam Boby


Ketika sedang mengancam tiba-tiba Leo sudah ada di hadapannya, dan membuat Boby terkejut


"Memangnya kenapa? kau harus di tangkap karena sudah meresahkan negara" ucap Leo menatap dingin Boby


"Hajar ayah, jangan kasih ampun" teriak Daniel


"Kau telah membuat menantuku, keluargaku, dan yang lain ketakutan, aku dan anakku tidak akan membiarkanmu lolos kali ini" ancam Leo


"Haha siapa kau berani mengancam ku?, dasar orang tua tak sadar usia" ejek Boby


Mendengar hinaan dari Boby, membuat Riski angkat bicara, dan membentak Boby


"Woy!, jaga omongan mu, bicara yang sopan kepada yang lebih tua" bentak Riski


"Itu bukan urusanmu, sebaiknya kalian serahkan seluruh harta benda kalian jika kalian ingin pergi, itu pun jika aku berbaik hati" ancam Boby


Lalu Boby dan sebagain anak buahnya yang masih berdiri, mengeluarkan senjata mereka.. mulai dari pisau Sampai pistol


"Kalian sudah membuat ku kehabisan kesabaran" ucap Boby menodongkan pistol ke arah Leo"