
Setelah Daniel dan keluarganya sudah berada di negara sakura itu selama 3 bulan lebih, akhirnya mereka semua memutuskan untuk kembali ke Indonesia mengingat kantor Daniel yang di olah oleh Riski sudah terlalu lama ia tinggalkan.
Masalah di sekolah milik Joe juga sudah selesai dan para murid yang di ajarkan oleh Daniel sudah masuk ke dalam fase yang dimana mereka akan melewati masa-masa kelulusan. Jadi tidak ada rasa khawatir lagi untuk Daniel kepada murid-muridnya itu.
Setelah mereka semua selesai berkemas-kemas, kini mereka semua berkumpul di restoran hotel untuk menikmati sarapan bersama, sebelum terbang menuju ke Indonesia.
"Jasmine, sebaiknya kau ikut dengan kami, dan tinggal di Indonesia" ucap Daniel.
"Uhuk-uhuk" Jasmine tersedak saat ia meminum minumannya ketika mendengar perkataan dari Daniel barusan.
"Apa maksudmu?" tanya Jasmine sedikit bingung.
"Aku bilang. Kau ikut bersama kami, dan tinggal di Indonesia" jawab Daniel menjelaskan.
"Ini semua permintaan istri dan mertuaku. Mereka ingin kamu menetap di sana, agar di saat mertuaku merindukanmu, dia bisa langsung menemui mu" timpal Daniel sambil menyeruput kopinya.
"Ayo dong sayang" pinta Mama Yuni dengan tatapan memohon.
"Ta...tapi Ma" jawab Jasmine sedikit ragu.
"Tapi apa lagi?" sela Leny memotong.
"Kamu bingung dengan tempat tinggal?, pekerjaan?" timpal Leny bertanya.
"Kamu itu gurunya Wulan, dan kamu juga sudah seperti anak buat Ibu. Tidak usah berpikir kalau kamu itu orang asing di keluarga ini" ucap Ibu Rani meyakinkan.
"Kalau masalah tempat tinggal atau pekerjaan, itu masalah kecil" sela Daniel sambil meletakan gelas kopinya di atas meja.
"Kau bisa tinggal di salah satu apartemen milikku, dan bekerja di kantorku" timpal Daniel.
"Atau kamu bisa tinggal di tempat Mama" sambung Mama Yuni bersemangat.
"Semenjak Leny menikah, rumah Mama jadi sepi. Bahkan Mama lebih sering tinggal sendirian saat Papanya Leny harus bekerja di luar kota" timpal Mama Yuni dengan wajah sedihnya.
"Udah dong, gak usah kebanyakan mikir. Ikut saja bersama kami" ucap Leny sambil memegangi kedua tangannya Jasmine yang sedari tadi diam saja.
"Ta...tapi aku belum berkemas-kemas, kalian juga mengajakku secara mendadak. Jadi aku belum ada persiapan untuk ke sana, hehehe" kekeh Jasmine sambil menahan rasa harunya.
"Kalau masalah kemas-mengemas, Mama bisa membantu kamu sayang. Yang penting, kamu mau ikut bersama kami untuk tinggal di Indonesia" ucap Mama Yuni tersenyum bahagia.
"I...iya Ma, Jasmine ikut kalian" jawab Jasmine tersenyum haru.
"Yaudah kalau begitu ayo kita kemasi barang-barang kamu. Mama akan membantu" aja Mama Yuni menggandeng tangan Jasmine.
"Tunggu Ma, Leny juga ikut" sela Leny ikut menggandeng tangannya Jasmine.
Setelah ketiga wanita itu pergi menuju ke kamar Jasmine dan membantunya untuk berkemas-kemas, kini hanya tinggal Daniel dan para orang-orang yang tau tentang ******Dark Shadow****** saja yang berada di restoran hotel tersebut.
"Sepertinya semua akan berjalan dengan lancar" ucap Ayah Leo memulai obrolan.
"Aku pikir mereka semua telah musnah ketika perang besar melawan kita delapan tahun yang lalu" sambung Fauzi.
"Biarkan saja mereka berbuat semau mereka di sana. Tapi setelah aku tiba dan bertemu dengan mereka, maka kali ini seluruh kelompok itu akan ku jamin musnah di tanganku" ucap Daniel sambil mengepalkan tangannya karena geram.
"Kita harus buru-buru dan segera bertemu dengan mereka. Mereka adalah kelompok yang sangat mengerikan dalam perdagangan narkoba dan juga perdagangan manusia" sambung Ayah Leo.
"Mereka adalah sekumpulan manusia yang tidak mempunyai rasa empati dan kemanusiaan. Mereka tidak pandang bulu dengan sasaran-sasaran yang mereka incar" ucap Kevin.
"Kau benar Nak. Jasmine adalah salah satu korban dari mereka. Untung saja Tuhan masih melindunginya dan mempertemukan Ayah dengan anak itu" sela Ayah Leo.
"Ayah tenang saja. Para kelompok badut itu akan tamat kali ini. Kita akan membumi hanguskan geng-geng yang telah berani membelot dari aturan-aturan yang selama ini aku dan Dark Shadow buat selama ini" sela Daniel memotong dengan raut wajah yang menyeramkan.
Tak lama kemudian ketiga wanita cantik itu kembali untuk menemui Daniel dan yang lainnya di restoran.
"Akhirnya Mama punya temen untuk tinggal di rumah" ucap Mama Yuni tersenyum bahagia.
"Bersiap-siaplah, karena sebentar lagi kita akan melakukan perjalanan 18 jam di atas tanah" ucap Daniel sambil mengelus-elus kepala Damin yang tengah duduk di pangkuannya.
"Bunda juga udah gak sabar melihat ekspresi wajah Windy nanti saat kita berikan kejutan ini" ucap Leny tersenyum penuh arti.
Setelah semua selesai, mereka kembali ke kamar mereka untuk memeriksa kembali barang-barang yang akan mereka bawa pulang ke Indonesia.
"Kenapa Ayah tiba-tiba mengajak kita semua kembali ke Indonesia?. Apa urusan Ayah di sini sudah benar-benar selesai?" tanya Leny setelah mereka berdua berada di kamar.
"Bunda gak mau loh sampai kejadian seminggu yang lalu terluang lagi. Seperti yang terjadi pada tempat ini beberapa hari yang lalu. Apa lagi kalau sampai ada yang kenapa-kenapa pada hotel ini" ucap Leny menjelaskan.
"Bunda tenang saja. Pasti tidak akan ada yang berani lagi untuk membuat kekacauannya di tempat kita ini" jawab Daniel sambil duduk di sebelahnya Leny.Lalu Leny menyandarkan kepalanya di pundaknya Daniel, dan Daniel hanya mengelus-elus kepala sang istri.
"Oh iya. Ayah belum menceritakan tentang Ayah yang secara tiba-tiba mendesak kita untuk cepat-cepat kembali ke Indonesia" ucap Leny dengan posisi masih bersandar pada pundaknya Daniel.
"Ini juga masih ada hubungannya dengan dunia bawah tanah Honey" jawab Daniel.
"Maksud Ayah, ini semua ada hubungannya dengan Dark Shadow ?" tanya Leny meyakinkan dan di anggukan oleh Daniel.
"Memangnya ada apa suamiku?" tanya Leny semakin penasaran.
"Ada sebuah geng atau kelompok yang dulu terkenal dengan pengedar dan penjual barang-barang obat terlarang serta dalam perdagangan manusia, di dunia bawah tanah ini" jawab Daniel menjelaskan.
"Ha?!, kok ada ya manusia yang tidak memilik hati nurani seperti itu pah" jawab Leny ikut geram.
"Apa nama kelompok mereka yang tidak memiliki rasa kemanusiaannya " tanya Leny penasaran.
"Harimau berdarah" jawab Daniel
"Padahal, 8 tahun yang lalu ada pertempuran besar antara Dark Shadow melawan Harimau berdarah, dan Ayah pikir Dark Shadow sudah berhasil untuk membuat mereka musnah. Namun ternyata sebagian dari mereka masih ada yang hidup dan bersembunyi di negara Indonesia. Ayah takut mereka semua akan melanjutkan bisnis lama mereka.