
"Ah... ah... ah! ampun sayang, kenapa kamu menyalahkan diriku?, ini kan salah kambing satu ini" jawab Daniel menunjuk Riski.
"Haha kena juga" ejek Riski
Windy yang baru masuk langsung terkejut melihat aksi yang ada didepan matanya. Lalu dia tertawa melihat suami dan Daniel di jewer oleh sahabat baiknya itu.
"Bagaimana rasanya di terkam oleh singa betina?" ucap Leny geram mengulangi kata-kata Daniel tadi
"Aduh sakit sayang, ampun" ucap Daniel memohon
Leny melepaskan tangannya dari telinga Daniel dan juga Riski. Dia menatap Riski dan Daniel dengan tajam secara bergantian, membuat Daniel dan Riski merasa merinding melihat tatapan dari ibu hamil itu.
Riski mengelus telinganya dan berkata
"Gila, parah banget istrimu ini"
Daniel hanya terkekeh kikuk sambil mengelus telinganya yang sudah merah karena ulah istrinya. Leny menatap Riski semakin tajam dan membuat Windy menahan tawanya.
Windy mendekati Leny dan langsung memeluknya
"Aduh sayangku, jangan marah-marah dong. Kasian keponakan aku itu"
Leny menghela nafasnya namun masih geram oleh suami dan sahabatnya itu. Pandangannya tak lepas dari Riski maupun Daniel.
Windy mendekati Leny lalu memeluknya erat untuk mengobati rasa rindu pada sahabatnya itu. Leny melepaskan pelukannya lalu menatap Windy dengan tajam, sedangkan Windy menjadi kikuk, dia malah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Leny menyilangkan kedua tangannya dan menatap Windy kesal.
"Kenapa tidak memberi kabar?" tanya Leny dengan tatapan tajam kepada Windy.
"Kan tadi aku bilang biar surprise" potong Riski
Leny menatap tajam Riski, dan membuat Riski mengalihkan pandangannya sambil bersiul.
Windy menatap Daniel dengan tatapan penuh arti seakan ingin minta pertolongan. Tapi Daniel hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya seakan tidak ingin ikut campur.
Leny terus menatap Windy tanpa berkedip sedikit pun dan membuat Windy semakin mati gaya. Melihat Windy yang menjadi seperti patung membuat Daniel ingin tertawa namun ia tahan takut sang istri menerkamnya lagi.
Daniel menghela nafasnya lalu memeluk Leny dari belakang dan mencoba menenangkan istrinya. Daniel mencium tengkuk leher Leny dan juga telinga bagian belakang.
Leny yang mendapatkan perlakuan Daniel seperti itu membuatnya menjadi hangat, jantungnya berdegup kencang, wajahnya memerah menahan malu karena Daniel melakukannya di depan Riski dan Windy.
Leny seakan ingin terbang karena perlakuan suami nakalnya itu. Ciuman Daniel pindah pada pundak Leny, dan membuat Leny menjadi merem melek menikmati bibir Daniel.
"Sudah ya istriku, jangan marah-marah, kasian Daniel junior" bisik Daniel mengelus perut Leny
Leny mengangguk pelan dan membalikkan badannya lalu memeluk suaminya itu, tak peduli dengan adanya Riski dan Windy di dekat mereka.
Daniel tersenyum menatap Riski karena berhasil menyelamatkan dia dan Windy dari amukan sang istri. Namun tidak dengan Riski dan Windy, mereka justru menggelengkan kepalanya melihat tingkah Daniel.
Daniel melepaskan pelukannya dan membelai lembut rambut istrinya lalu mencium keningnya dengan penuh kasih sayang yang sangat tulus.
"Ehkem-ehkem" tegur Riski
Daniel tersenyum lalu merangkul Leny dan berdiri disampingnya
"Sudah aman kalian berdua" ejek Daniel
Riski memutar bola matanya jengah sedangkan Windy terkekeh melihat tingkah Leny saat ini.
"Semenjak hamil, kamu jadi lebih manja ya" ejek Windy
"Biarin, namanya bawaan bayi, welk" ejek Leny mengeluarkan lidahnya
Daniel dan Riski tertawa terbahak-bahak melihat perdebatan antara istri mereka. Leny dan Windy saling pandang lalu menjewer telinga suami mereka.
"Aduh, sayang ampun" ucap Riski
"Sakit, sakit, sakit," timpal Daniel
"Biarin" jawab Leny dan Windy kompak
"Ampun sayang ampun, nanti kita double date deh" ucap Daniel
Windy dan Leny saling pandang, senyuman terukir pada wajah mereka.
"Setuju" ucap Leny dan Windy barengan
"Iya tapi lepasin dulu dong" pinta Riski
Windy dan Leny melepaskan jeweran mereka dan tersenyum lalu melakukan tos tangan mendengar ide dari Daniel tadi.
"Mau lagi?!" tanya Windy kesal
"Eh gak gak" jawab Riski tersenyum kikuk
"Yaudah ayo" ucap Leny menarik tangan Daniel
"Eh mau kemana?" tanya Daniel terkejut
"Double date suamiku" jawab Leny geram
Daniel tersenyum dan menarik hidung Leny
"Bukan sekarang juga dong honey. kasian mereka baru pulang dari Hawaii"
"Hmmm!" ucap Leny mengerutkan bibirnya
"Kalau sekarang, kita makan siang bareng aja" ucap Windy
"Iya-iya" jawab Leny memutar bola matanya.
Windy dan Riski pulang kerumah untuk menemui Siska dan Ady begitu juga dengan kedua orangtuanya Windy.
Daniel melanjutkan pekerjaannya kembali dengan semangat karena Riski sudah pulang, jadi dia tidak mengambil alih pekerjaan Riski lagi.
Leny masih saja menggoda Daniel yang sedang bekerja. sifat manja Leny semakin hari semakin besar kepada Daniel.
Daniel kadang sedikit kesal menghadapi sifat Leny yang berubah-ubah, tapi karena itu bawaan bayinya, jadi dia mencoba sabar sebesar-besarnya.
3 hari kemudian...
Ini adalah hari dimana dua pasangan muda itu melakukan double date. Leny tampil cantik malam ini, begitu juga dengan Daniel yang semakin hari semakin tampan menurut Leny, dan membuat Leny semakin jatuh cinta padanya.
Wulan pergi kerumah Leo dan menginap di sana, jadi bisa membuat Daniel dan Leny sedikit tenang karena ada yang menjaga Wulan si adik kesayangan mereka.
Mereka segera menuju kesebuah restoran mewah yang telah mereka booking khusus untuk mereka berempat. Daniel dan Riski janjian untuk bertemu di restoran itu
Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit, akhirnya Leny dan Daniel sampai terlebih dahulu di restoran itu, selah 5 menit mobil mewah milik Riski dan Windy juga sampai di parkiran.
Daniel dan Leny menuggu pengantin baru di lobby restoran. Windy dan Riski keluar dari mobil dan menghampiri Daniel dan Leny.
"Wah bumil makin cantik aja ni" puji Windy
"Haha, apanya yg cantik? makin gendut gini" jawab Leny
"Ayo masuk" timpal Daniel
Leny dan Windy mengangguk. Mereka berempat masuk kedalam restoran, Leny dan Windy di kejutkan melihat dekorasi restoran yang di desain sangat romantis.
Red karpet tergelar bersama kelopak bunga yang sangat indah. Leny menggandeng lengan Daniel semakin erat dan menatap Daniel, begitu juga sebaliknya. Mereka saling lempar senyuman.
Meja-meja di hias dengan indah, di atas meja terdapat lilin yang bertuliskan love. tidak lupa pula balon-balon yang berbentuk love dan bertuliskan nama kedua wanita cantik itu.
Menurut Leny dan Windy, ini adalah date paling romantis yang mereka rasakan saat ini. Windy memandang Riski dan langsung memeluknya. Leny mengangkat lengannya ke atas leher Daniel lalu mencium bibirnya.
Daniel tersenyum dan menggandeng tangan Leny lalu mengajaknya untuk duduk di atas meja.
Kebahagiaan Leny dan Windy sudah tak terhitung lagi. Mereka sangat beruntung bisa menjadi istri dari Daniel dan Riski yang begitu sangat menyayangi mereka.
Seorang pelayan mendatangi mereka berempat dan menyerahkan daftar menu pada mereka.
Daniel dan Leny melihat daftar menu sambil bergandengan tangan, membuat pelayanan yang melihat itu tersenyum.
"Romantisnya" batin pelayan itu
"Mbak saya mau pesan. steak, nasi goreng seafood, ayam bakar, dan dua gelas jus jeruk" ucap Leny tersenyum
"Kamu pesan apa suamiku?" tanya Leny
"Nasi goreng seafood aja" jawab Daniel
"Baik mbak, mas, tunggu ya" ucap pelayan itu tersenyum
Windy terkejut mendengar pesanan Leny tadi, sedangkan Windy dan Riski hanya memesan steak dan jus mangga saja.
"Kamu yakin bisa menghabiskan semua itu?" tanya Windy panik
Namun Leny hanya menjawab dengan senyuman manis saja, sedangkan Daniel menggelengkan kepalanya..