
Setelah puas memberikan sebuah pelajaran untuk Joe dan antek-anteknya, kini sudah tak ada yang berani untuk menggangu mereka berdua lagi.
Sudah 1 bulan Daniel dan Kevin menjadi murid di sekolah populer di kota Tokyo itu, dan semakin banyak juga fans mereka yang terutama kaum hawa.
Hari ini Daniel dan Kevin terpaksa pergi menggunakan mobil mewah milik Daniel karena sang Kakak bangun kesiangan, jadi mereka takut akan terlambat jika menggunakan kendaraan umum.
"Haduh kok bisa telat begini sih!" gerutu Daniel bersandar pada kursi penumpang di sebelah Kevin yang tengah fokus mengemudi
"Aku sudah lelah membangunkanmu Kak, tapi Kamu tidur sudah seperti seekor kerbau, sulit sekali di bangunkan" ucap Kevin yang tengah fokus menyetir
"Mungkin aku terlalu lelah berlatih waktu hari Minggu kemarin" jawab Daniel malas dan menatap keluar jendela.
Setelah itu sudah tak ada percakapan diantara mereka berdua, Daniel sesekali hanya menguap seakan ia masih merasa kurang tidur.
Tak butuh waktu lama, mobil mewah nan langkah itu sudah terparkir rapih di parkiran sekolah mereka, dan banyak pasang mata yang menatap kagum akan mobil Ferrari edisi terbatas itu.
"Eh, eh. Lihat deh!, itu kan mobil sangat langka di dunia" bisik salah satu siswi
"Iya, kan hanya ada 100 buah di dunia ini" balas temanya
"Pasti orang yang di dalam sangat kaya raya" ucap temannya yang lain
"Atau mungkin ada murid baru lagi?" pikir mereka.
Murid-murid yang berada di sana menjadi heboh melihat mobil mahal sedang ada di dalam lingkungan sekolah mereka, bahkan Silvia dan Koury ikut dalam keramaian tersebut.
"Hey!, jika itu murid baru lagi, dan dia adalah seorang pria. Ambil saja untukmu, agar aku tidak perlu berebut Daniel lagi denganmu" ucap Koury
"Tidak!. Kau saja yang ambil, aku tetap memilih Daniel" jawab Silvia serius
"Hanya aku yang pantas dengan pria tampanku itu!" kekeh Koury tak mau kalah
"Jangan terlalu bermimpi badut!" ucap Silvia tak merasa senang
"Ada apa sih?! kok rame banget?!" tegur Joe merasa penasaran
"Itu lihat!, ada mobil mewah yang sangat langka berada di sekolah kita" jawab salah satu siswi menunjuk mobil Ferrari itu
"Waduh!. Saingannya bos Daniel ni" ucap Terry terkejut
"Apa yang kamu katakan!, Daniel tetap yang nomor satu" ucap para siswi yang mendengar itu.
"Iya aku tau, kami ini apalah!" ucap Terry merasa kalah dari Daniel
Pintu mobil terbuka lalu terlihatlah dua orang pria yang keluar dari mobil mewah tersebut dan membuat para orang yang melihat langsung terkejut seakan tak percaya dengan apa yang ada di depan mata mereka.
"Astaga?!, ini bukan mimpi kan?!" ucap salah satu siswi sangat terkejut
"Ternyata dua lelaki tertampan di sekolah kita pemilik mobil mewah itu" ucap temannya tak kalah terkejutnya.
"Daniel?!" ucap Silvia dan Koury terkejut.
"Wah ternyata bos kita pemilik mobil itu" ucap Terry merasa lega karena tak perlu punya saingan baru lagi.
"Sekaya apa dia?" gumam Joe merasa kagum
"Lah? apa yang kalian lakukan disini?" tanya Kevin melihat keramaian yang mengelilingi kedua pria tampan tersebut
"I..ini mobil kamu?" tanya teman sekelasnya Kevin
"Tidak!. Ini mobil Kakakku" jawab Kevin menunjuk ke arah Daniel dengan dagunya.
"Di rumah masih lebih dari 10 lagi, bahkan lebih mewah" timpal Kevin
Daniel menyikut Kevin dan berkata "Apa yang kau katakan?!, jangan begitu!"
"Selamat pagi pria tampanku.." sapa Koury dengan senyuman manisnya
"Pagi Koury-san" jawab Kevin
"Eh ada Adik ipar juga ternyata" ucap Koury yang merasa sudah memiliki Daniel seutuhnya
Silvia yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut Koury barusan, langsung menyusul dan langsung membekap mulutnya.
"Maaf ya Daniel, mulut si badut ini asal ceplos aja" ucap Silvia merasa tak terima dan langsung menyeret Koury menjauh dari kedua pria tampan itu.
"Apa maksud kamu berkata seperti itu hah?!" tegur Silvia setelah menjauh dari Daniel dan Kevin tadi
Koury menyilangkan kedua tangannya dan menjawab "Apa masalahnya buatmu?!, sebentar lagi aku akan memenangkan hati Daniel kok"
"Jangan terlalu banyak bermimpi dasar badut!" ucap Silvia geram
"Aku heran sama kamu. Selama ini kamu kan tidak pernah peduli dengan para siswa di sekolah ini, lalu kenapa sejak Daniel datang kamu berubah seperti ini?" tanya Koury merasa heran dengan perubahan dari musuh bebuyutannya itu.
"Itu bukan urusan kamu badut!. Wanita mana yang tak jatuh cinta pada Daniel coba?, menurutku dia pria tertampan yang pernah aku temui seumur hidupku. Jadi aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini" jawab Silvia tersenyum penuh kemenangan.
"Tapi sayangnya sebentar lagi pria tampan itu akan menjadi milikku" ucap Koury merasa yakin
Silvia menoyor kepala Koury dan berkata "Jangan bermimpi terlalu tinggi, karena kita belum tau jika kita terjatuh di bawah kita itu ada tanah atau air"
"Kita lihat saja nanti" ucap Koury dan segera meninggalkan Silvia sendiri
"Dasar badut sok cantik!" gerutu Silvia ikut berjalan
________________________________
Di dalam kelas....
Daniel di hujani dengan ribuan pertanyaan dari teman-temannya terutama dari para siswi yang semakin menyukai dirinya karena melihat apa yang ia bawa tadi di parkiran sekolah.
"Daniel apa benar yang di katakan Adik kamu tadi?" tanya salah satu siswi penasaran
"Ha?!. memangnya dia berkata apa?" tanya Daniel bingung
"Itu loh, Adik kamu tadi berkata kalau kamu memiliki lebih dari 10 mobil mewah" ucap siswi itu menjelaskan
"Ooohh. Jangan di percaya!, dia hanya sembarangan berkata saja" jawab Daniel mengelak
"Ah kamu pasti bohong kan?!" selidik siswi yang lainnya merasa tak percaya.
"Merk apa saja yang kamu koleksi?!. Lambo?, Ferrari? Bugatti?, BMW?," tanya siswi itu terus memojokkan"
Sedangkan Daniel hanya menggaruk kepalanya karena ia tak ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan aneh dari teman-teman sekolahnya.
"Apa yang kalian bicarakan?, aku tak memiliki semua itu!" jawab Daniel berbohong
"Tu kan kamu selalu begitu" ucap para siswi merasa kecewa
"Hehehe, maaf-maaf!. Aku tak ingin menyombongkan semua itu" jawab Daniel merasa tak enak melihat ekspresi wajah sedih dari teman-temannya
"Jadi apa yang di katakan oleh Kevin tadi pagi semuanya benar?" tanya salah satu siswi itu penasaran, dan di balas anggukkan oleh Daniel
"Wah.... Itu tandanya kamu orang terkaya di dunia ini" ucap salah satu siswi merasa kagum
"Ah tidak mungkin!. Di atas langit, masih ada langit" jawab Daniel merendah
"Kalau begitu boleh tidak aku kapan-kapan main kerumah kamu?" tanya salah satu siswi penuh harap, dan di ikuti oleh yang lainnya dengan mata yang berbinar
"Ya!, silahkan saja kalau kalian ingin berkunjung" jawab Daniel tersenyum manis dan merasa senang..