Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MEMBAHAGIAKAN ISTRI


"Kamu janji ya jangan tinggalkan aku dan bayi kita ini" ucap Leny mengelus perutnya


Daniel memeluk Leny dan mencium kening Leny


"Iya istriku, kamu wanitaku satu-satunya. Aku akan selalu bersamamu, aku sangat mencintaimu" Daniel dan Leny kembali berpelukan


Karena mood mereka sudah tidak enak, jadi Daniel memutuskan untuk membawa Leny pergi jalan-jalan ke mall untuk menghilangkan pikirannya tentang Silviana tadi. Daniel menggandeng sang istri dengan erat dan sesekali saling melemparkan senyum satu sama lain, dan itu membuat para karyawannya sangat senang dan juga ada yang iri melihat kemesraan antara tuan dan nyonya Syahputra itu.


Daniel berpesan kepada resepsionis jika dia tidak ingin di ganggu siapapun itu orangnya. Dia mau menghabiskan waktu bersama dengan sang istri tercinta.


Daniel dan Leny pergi meninggalkan kantor lalu langsung menuju ke sebuah mall terbesar di Jakarta. Didalam mobil Leny terus memandangi wajah sang suami dan tak lupa pula dengan memegang tangannya, dia tak ingin melepaskan genggaman tangannya.


Dan Daniel sesekali melirik wajah imut istrinya, perlahan pikiran mereka terhadap Silvia yang membuat kerusuhan di kantor tadi siang mulai menghilang.


"Toh dia bukan siapa-siapa, buat apa di pikirin?, lebih baik aku memikirkan wanita cantik yang ada di sampingku ini" batin Daniel


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, akhirnya mereka sampai ke tujuan mereka. Daniel langsung memarkirkan mobilnya lalu menggandeng sang istri memasuki pintu mall.


Banyak pasang mata melihat kedatangan Daniel dan Leny. Ya, itu karena Leny seorang publik figur, jadi banyak yang mengenali sosok Leny Wijaya dan kini sudah menjadi nyonya Syahputra atau lebih tepatnya ibu dari anak-anaknya Daniel kelak.


Namun tak sedikit pula banyak pengunjung mall yang menatap ketampanan sang suami dari artis cantik itu terutama untuk kaum hawa.


Tubuh yang atletis meski tertutup oleh jas yang ia kenakan saat ini, dan wajahnya sangat tampan membuat mereka semakin menjadi-jadi saat melihat Daniel. Daniel membalas tatapan mereka dengan senyuman manis, dan tentu saja semakin membuat kaum hawa semakin mengaguminya.


Namun Leny yang berada di sampingnya sudah termakan api cemburu, dia tak rela sang suami berbagai senyum ke wanita selain dirinya. Dia mencubit pinggang Daniel dan saat Daniel menoleh kearahnya, sorot mata Leny sangat menakutkan menurut Daniel.


Dengan gugup Daniel langsung mengalihkan pandangannya lurus kedepan tanpa menatap sampingnya menghiraukan orang-orang yang mengagumi dirinya.


"Bisa habis aku di terkam singa ini" batin Daniel cengengesan melihat wajah menyeramkan Leny


"Kamu cantik kalau lagi cemberut gini, tapi lebih cantik kalau tersenyum" bisik Daniel lalu mencium pipi sang istri supaya Leny tidak menatapnya dengan tajam lagi


"Hmm!. Pandai sekali merayu" jawab Leny membuang muka ke arah depan dengan menyilang kan kedua tangannya


Daniel menjadi gemas melihat sang istri seperti itu, semakin imut menurutnya.


Leny dan sang suami memasuki toko baju, dimana dalamnya banyak pakaian yang lengkap. Mulai dari baju wanita/pria, pakaian dalam, dan juga baju bayi.


Leny menggandeng lengan Daniel sembari memilih baju-baju untuk dirinya dan juga sang suami, Daniel hanya menurut saja pada sang istri, "Daripada kena cakar?" batin Daniel


Leny mengambil stelan kemeja dan beberapa kaos, lalu di cocokan pada tubuh sang suami. dia akan memberikan kepada SPG toko jika menurutnya itu pas pada tubuh sang suami.


Begitu juga dengan dirinya. Dia menanyakan Daniel baju apa yang ia suka saat di pakai oleh dirinya. Meski memakai apapun tetap terlihat cantik di mata suaminya.


"Sayang ini cocok gak untukku?" tanya Leny mencoba meletakkan baju ke tubuhnya


"Apapun yang kamu kenakan, kamu tetap yang paling cantik istriku" jawab Daniel tersenyum


"Apa lagi saat tak menggunakan apa-apa" timpal Daniel berbisik kepada Leny


Leny langsung melotot, dan langsung memukul dada bidang suaminya


"Ih kamu!, siapa yang mengajari seperti itu?"


Daniel hanya tersenyum saja. Senyuman itu membuat Leny semakin jatuh cinta padanya.


Leny memborong banyak pasang baju untuk dia dan suaminya tentu saja. Daniel tidak mempermasalahkan hal itu, menurutnya kebagian istri dan calon anaknya lh yang utama.


Daniel memberikan kartu tanpa batas pada sang istri, dan tentu saja Leny sangat bahagia karena dia bisa membeli semua yang ia inginkan.


Dia langsung menggandeng Daniel dan menuju ke tempat pakaian lainnya. saat melihat baju wanita yang sangat bagus, dia langsung teringat pada adik kesayangannya yang ia tinggalkan di rumah sendirian.


"Sayang, ini sepertinya cocok untuk tante kamu" Leny mengelus perutnya


"Wulan suka tidak ya?" timpal Leny bertanya kepada Daniel


"Oke saja si honey, Wulan akan senang jika kamu berikan"


Leny langsung tersenyum sambil mencubit pipi suaminya dan segera memborong pakaian untuk sang adik tercinta.


Pada saat sang istri tengah sibuk memilih baju untuk Wulan, Daniel mengirim pesan singkat kepada kakak dan adiknya, tentu saja kepada Rian dan Fauzi.


"📨 nanti malam datang kerumah jam 20.00, penting!📨" Daniel menyimpan ponselnya dan tersenyum lalu menghampiri Leny.


Langkah Leny terhenti saat melewati perlengkapan khusus bayi. Banyak baju dan peralatan untuk bayi yang sangat lucu.


Dia tersenyum dan mengelus perutnya yang sedikit lebih besar.


"Sayang, sehat-sehat ya di perut bunda"


Daniel mengelus kepala Leny dan merangkulnya lalu ikut mengelus perut Leny


"Ayah sama bunda sudah gak sabar ingin menggendong kamu"


Setelah semua barang yang di inginkan telah terbeli, mereka langsung menuju ke parkiran mobil untuk segera pulang dan mengobati rasa rindu Leny terhadap adiknya.


Di dalam mobil, Leny terus mengelus perutnya dan berbicara kepada calon bayi mereka. Daniel tersenyum dan mengacak-acak rambut istrinya dengan gemas.


Tentu saja Leny sangat bahagia karena Daniel sangat memanjakan dirinya.


"Sayang aku sudah tidak sabar melihat bayi kita ini" ucap Leny tersenyum


Daniel hanya membalasnya dengan senyuman, dan langsung fokus untuk menyetir mobilnya.


Hari semakin sore, dan banyak kendaraan berlalu lalang melintasi jalan raya ibu kota sehingga membuat sedikit macet. Leny ingin segera cepat sampai dirumahnya untuk mengistirahatkan tubuh karena sudah lelah menjalani aktivitas hari ini.


Setelah hampir satu jam mereka bertempur dengan jalan yang begitu macet, akhirnya pasangan Syahputra itu sampai di pekarangan rumah mewah milik mereka. Leny langsung berlari menuju sang adik yang sudah menunggu mereka didepan pintu.


"Adiikkku sayaaaang" Ucap manja Leny memeluk adiknya


"Kakak sangat merindukanmu" timpal Leny


Wulan membalas pelukan sang kakak dan menjawab


"Aku juga sangat rindu sama kakak, dirumah sendirian membuatku sangat bosan"


Daniel datang dan membawa begitu banyak kantong plastik yang berisikan barang belanjaan dari Leny.


"Sayang ini kakak membelikan kamu sesuatu, semoga kamu suka ya" ucap Leny tersenyum menyerahkan 2 kantong plastik kepada Wulan


Wulan tersenyum bahagia dan memeluk Leny lagi


"Wah terimakasih banyak ya kak"


"Sama-sama sayang" jawab Leny tersenyum


Hari sudah malam, dan jam menunjukkan pukul 20.00. Daniel menunggu kedatangan kakak dan adiknya di teras rumah, sembari menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok.


Tak lama kemudian datang 2 buah mobil mewah masuk ke pekarangan rumahnya. Tentu saja mereka adalah orang yang Daniel tunggu.


Rian dan Fauzi datang bersama anak beserta istri mereka. Saat Anna dan Angel keluar dari mobil dan menggendong anak mereka, Leny dan Wulan langsung menghampiri mereka dan tentu saja membuat Leny terkejut dan bahagia melihat kedatangan kakak dan adik iparnya itu.


"Kakak dan Angel kenapa tidak memberi kabar kalau akan berkunjung?" tanya Leny mencium Keyla dan Azka


Anna tersenyum dan berkata


"Kejutan dong sayang"


Daniel menyuruh mereka masuk kedalam. Saat mereka sudah masuk, Daniel meminta Rian dan Fauzi ikut bersamanya untuk membahas tentang Silvia yang tadi siang datang ke kantornya.