
#Kerajaan petir
#Kediaman jenderal Jiang Rongyu
Jenderal Jiang Rongyu
Raja Xiao Zhaoye pergi menuju kediaman Jenderal Jiang Rongyu untuk memintanya mengikuti perang melawan sekte iblis, sebenarnya bisa saja raja Xiao Zhaoye mengirim surat kepada para Jenderal tanpa harus menghampiri mereka, tapi mereka selalu memberi alasan agar tak mematuhi permintaan raja.
Para jenderal tak mematuhi raja karena mereka merasa jengkel dengan raja, yang tak mau memiliki selir atau istri lain, mereka meminta raja memiliki selir atau istri lain, karena menganggap keturunan raja hanyalah pria tak berguna, yang bakatnya dibawah rata-rata.
Menurut mereka Taiwu lebih cocok menjadi seorang pangeran, sayangnya Taiwu malah terluka dan kehilangan kultivasinya, itu membuat para Jenderal semakin tak menghargai raja, ditambah lagi ketiga jenderal yang biasanya mengawasi gerak gerik mereka, malah diberi tugas berkeliling dunia mencari lokasi sekte iblis dan sekte kegelapan.
Awalnya mereka memang merasa begitu, tapi setelah keahlian pangeran Xiao Tian terlihat, mereka mulai menghargai raja, walau tahu perubahan sikap para Jenderal, raja tetap berinisiatif menemui mereka, karena baginya perang ini sangatlah penting, dia tak mau membuang waktu lagi.
#Ruang pribadi Jenderal Jiang Rongyu
Jenderal Jiang Rongyu sedang duduk di kursi kesayangannya sambil menikmati waktu santainya, tiba-tiba ada suara ketukan pintu yang mengganggu waktu santainya.
Tok tok tok(suara pintu di ketok)
"Siapa itu!" ucap Jenderal Jiang Rongyu
"Ini aku Jiang Yan!" ucap Jiang Yan
"Oh, masuklah putraku." ucap Jiang Rongyu
Jiang Yan masuk ke dalam ruang pribadi ayahnya, sambil memberi salam dia berkata.
"Salam ayah, maaf mengganggu waktu santaimu, aku kemari untuk memberitahumu bahwa diruang tamu ada raja Xiao Zhaoye yang ingin menemui ayah."
"Raja?"
"Apa yang raja lakukan disini?"
"Kenapa dia tak mengirim surat terlebih dahulu?" tanya jenderal Jiang Rongyu
"Entahlah, aku tidak tahu pasti, raja bilang ini urusan orang dewasa." jawab Jiang Yan
"Baiklah, kalau begitu ayah akan pergi menemui raja." sambing Jenderal Jiangt
#Ruang tamu
Jiang Rongyu keluar kamarnya untuk bertemu dengan raja, saat bertemu dia memberi salam kepada raja.
"Salam raja Xiao Zhaoye, ada masalah apa anda kemari?"
"Kenapa tidak kirim surat saja?" tanya jenderal Jiang Rongyu
"Aku tak ingin membuang waktu."
" Menunggumu membaca suratku, hanya akan membuang banyak waktu."
"Persiapkan semua prajuritmu, kita akan berperang melawan sekte iblis."
"Aku telah memberi tahu Jenderal Lin Dong Fang lewat surat yang dikirim utusanku, dia tak seperti dirimu yang suka bersantai."
"Aku akan menunggumu di perbatasan wilayah timur, Jenderal Huang Cheng pasti sudah menunggu, karena dia adalah orang pertama yang kukirimkan surat lewat utusan." ucap raja Xiao Zhaoye
"Sekte iblis ya.."
"Baiklah, aku akan mempersiapkan pasukanku." sambung Jenderal Jiang Rongyu
Setelah menceritakan semua situasinya, raja pergi kembali ke istana untuk melihat persiapan ketiga Jenderal utama.
#Istana kerajaan petir
"Kak Taizong apa kau sudah mengingat sesuatu?" tanya jenderal Taifeng
"Aku tak mengingat apapun." jawab Jenderal Taizong
"Adik Tailong masih merasa sakit, dan kakak Taizong sedang lupa ingatan, kalau begini terus bisa bisa aku pergi perang sendirian, kalau pergi bersama mereka kan bebanku jadi tak terlalu berat, huft." ucap Taifeng
Ketika Taifeng masih mencoba mengembalikan ingatan Taizong, raja telah kembali ke istana, dan langsung menemui mereka.
"Salam yang mulia, apakah jenderal yang lain bersedia pergi?" tanya Taifeng
"Tentu saja, jika mereka menolak berperang, mereka akan dianggap sebagai penghianat."
"Ngomong-ngomong bagaimana kondisi jenderal Tailong dan jenderal Taizong?" tanya raja Xiao Zhaoye
"Kak Taizong masih lupa ingatan, dan adik Tailong masih berada di kamar, dia masih belum pulih total." jawab Taifeng
"Kalau begitu biarkan jenderal Tailong tetap disini, kau dan jenderal Taizong ikut denganku ke wilayah jenderal Huang Cheng, kita langsung berangkat menuju kerajaan angin!" ucap raja Xiao Zhaoye
karena suara raja begitu keras, jenderal Tailong terbangun dari tempat tidurnya, meski dalam kondisi yang belum sehat, dia bergegas menghadap raja, dan berkata.
"Tunggu.. , ijinkan hamba mengikuti anda, yang mulia." ucap jenderal Tailong
"Kau masih terluka parah, istirahatlah!"
"Tapi.. tugasku adalah melindungi raja ketika berperang, kenapa anda meninggalkanku, yang mulia, uhuk uhuk(batuk)." sambung jenderal Tailong
"Bicara saja masih kesulitan, istirahatlah dengan tenang, jika kau tak mematuhi peritahku, maka aku akan mencabut jabatanmu, tenang saja aku tak sendirian, masih ada Taizong dan Taifeng di sisiku." sambung raja Xiao Zhaoye
"Tapi kak Taizong sedang lupa ingatan, dia tak akan bisa membantu." sambung jenderal Tailong
"Dia akan kembali mengingat semuanya, aku akan mengembalikan ingatannya ketika sampai di kerajaan angin." sambung raja Xiao Zhaoye
"Kalau anda bisa mengembalikan ingatannya, kenapa tidak kembalikan saja dari sekarang?" tanya jenderal Taifeng
"Jujur saja aku tak bisa, yang akan mengembalikan ingatannya, adalah sang pengguna jurus, orang yang melempar batu besar itu, dia pasti akan menemui kita setelah sampai di kerajaan angin." jawab raja Xiao Zhaoye
"Begitu ya, ternyata raja memang pintar." ucap Taifeng
"Jadi selama ini kau menganggapku bodoh?" sambung raja Xiao Zhaoye
"Ha... hamba tak bermaksud." ucap Taifeng dengan wajah ketakutan
"Sial aku tak sengaja menyinggung raja, apa yang akan raja lakukan, apakah jabatanku akan diturunkan?" pikir Taifeng
"Sudahlah berhenti membahas yang tak penting, ayo pergi ke kerajaan angin!" ucap raja Xiao Zhaoye
"Si.. siap yang mulia!" ucap Taifeng sambil memberi hormat
"Yang mulia apa anda tak bisa mengajakku?" ucap Tailong
"Kau diam disini, dan jagalah kerajaan selagi aku tak ada, hanya itu yang bisa kau lakukan dengan kondisimu yang sekarang." sambung raja Xiao Zhaoye
Tailong berhenti bertanya, karena dia tak ingin menjadi beban ketika berperang, dia tahu kalau kondisi tubuhnya sedang tidak baik, meski sulit menerima kenyataan, dia hanya bisa menuruti perintah raja, di dalam hati Tailong dia ingin ikut karena ingin mencari petunjuk tentang istrinya.
Melihat wajah Taizong yang terlihat kecewa, Taifeng bisa memahaminya, terlihat jelas kalau Tailong masih mengharapkan istrinya kembali, kedua tangan yang mengepal karena kesal, kepala yang menunduk sambil memasang wajah yang begitu kesal, semuanya mendukung prasangka Taifeng.
Meski Taifeng dan semua orang berfikir istri Tailong telah tiada, Taifeng berusaha menghibur adiknya itu dengan berkata.
"Tailong, berhentilah bersedih, aku berjanji akan membantumu mencari adik ipar, aku jamin setelah bertemu sekte iblis, akan kuluapkan semua amarah dan kesedihanmu melalui pukulanku, aku tak akan berhenti sebelum mereka memberi tahu dimana adik ipar berada."
"Terimakasih kak Taifeng, jangan lupakan kata-katamu, dan satu lagi permintaanku." ucap Tailong
"Apa itu?" tanya Taifeng
"Kembalilah hidup-hidup." jawab Tailong
"Adik bodoh, tentu saja aku akan kembali hidup - hidup , kau juga jaga dirimu ya, siapkanlah pesta yang meriah saat aku kembali nanti."
"Baiklah." jawab Tailong
# Wilayah kerajaan awan
Topeng bencana melancarkan aksinya di wilayah kerajaan awan, wilayah itu sedikit kacau karena tak memiliki raja pengganti, dia pergi ke kerajaan awan untuk menstabilkan wilayah dan membuat semua prajurit kerajaan awan pergi membantu pembasmian sekte iblis, ketika Topeng bencana tiba, semua orang langsung bersujud tanpa di perintah, mereka memohon ampunan, dan berjanji setia kepada topeng bencana.
Mendengar ucapan para prajurit kerajaan awan, dia pun memberi perintah kepada para prajurit kerajaan awan, agar pergi ke kerajaan angin membantu pembasmian sekte iblis.
Setelah mendengar ucapan Topeng iblis, semua prajurit kerajaan awan langsung berbondong-bondong pergi ke kerajaan angin.
"Akhirnya bertambah lagi orang yang akan memudahkan irusan Xiao Tian, sekarang tinggal menambah bantuan lagi." ucap Topeng bencana
Topeng bencana mengangkat batu besar, besar batu itu sebesar dan setinggi rumah para jenderal, dia ingin mengirim surat ke sekte Gunung Api, setelah menyelipkan kertas kedalam batu itu, dia menerbangkan batu itu dengan melemparnya keatas, lalu memukulnya dengan tangan kanan saat masih berada di udara.
"Terimalah ini guru!" ucap Topeng bencana
Bukkkkk
Woooshhhh
*********
#Sekte gunung api wilayah murid inti
#kediaman tetua Haoucun
"Tetua ada batu besar melayang menuju kemari!"
"Pergilah dari ruanganmu!" teriak para murid inti
Tetua Haocun pergi keluar untuk melihat, batu itu begitu besar sehingga dapat dilihat dari kejauhan, Tetua Haocun melompat keatas kediamannya, menunggu batu semakin dekat, semua murid panik karena batu itu besarnya lima kali lipat dari kediaman tetua Haocun.
ketika batu itu sudah mendekat, tetua Haocun memukul batu besar itu dengan satu tangan, dan batu itu hancur hingga menjadi debu.
Duarrrr
Ledakan yang tercipta dari pukulan tetua Haocun, membuat wilayah sekitar dipenuhi debu dan asap, semua orang tak bisa melihat dengan jelas dan batuk-batuk karena udara yang penuh asap dan debu
"Uhuk uhuk(batuk), benar-benar mengerikan, semoga tetua tak apa apa." ucap salah satu murid inti
"Ledakan yang begitu dahsyat, apa tetua Haocun baik-baik saja?" pikir para murid inti
"Dasar murid sialan, apa yang dia pikirkan mengirim batu sebesar ini." pikir Haocun sambil mengambil kertas yang terbang menuju kearahnya
karena keributan yang terjadi, tetua Gu Yan langsung datang dari kediamannya sambil menaiki phoenix api, ketika sampai di lokasi dia menyuruh phoenixnya mengepakkan sayap sekuat tenaga, untuk menghilangkan kabut di sekitar kediaman tetua Haocun.
Setelah kabut menghilang tetua Gu Yan menghampiri tetua Haocun yang masih berdiri di atas kediamannya, dia menyapa tetua Haocun tetapi tetua Haocun sibuk membaca surat dari dalam batu besar itu.
"Gu Yan, ayo kita menuju kerajaan angin!" ucap tetua Haocun sambil melompat ke atas phoenix milik tetua Gu Yan
"Ada apa, kenapa kita harus kesana?" tanya tetua Gu Yan
Tetua Haocun memberikan Gu Yan surat yang telah dia baca, kertas itu bertuliskan, kerajaan angin sedang diserang sekte iblis, jika kalian ingin membasmi sekte iblis datanglah.
Setelah membaca surat itu, tetua Gu Yan tak mengatakan apapun, dia langsung menyuruh phoenixnya terbang menuju kerajaan angin.
"Sun akhirnya aku bisa membalaskan dendam kita, lihatlah aku dari surga, aku akan membasmi para iblis yang telah membantai keluarga kita."
"Bersiaplah sekte iblis!" pikir tetua Gu Yan
#Kerajaan Magma
"Ada pendekar dari arah utara menuju kemari dengan kecepatan tinggi, sepertinya dia datang dari arah kerajaan awan!"
"Cepat beri tahu raja tentang ini!" teriak prajurit yang bertugas di atas menara pengawas
#Kediaman kerajaan magma
Ciri khas dari kerajaan magma adalah, mereka suka memakai jirah merah, baik prajurit maupun semua bangsawan disana, begitu pula raja mereka, karena bagi mereka warna merah adalah lambang keberanian.
Ketika sedang bersantai di ruang singgasana, salah satu prajurit masuk dengan tergesa gesa, dia menghela nafas untuk melaporkan kejadian di luar kerajaan.
"Kenapa kau terlihat begitu takut?"
"Katakan ada apa?" tanya raja kerajaan magma
"Hosh hosh hosh(nafas terengah-engah) Pe.. pendekar putih, menuju kemari dengan kecepatan tinggi, dari arah kerajaan awan." jawab prajurit
"Pendekar putih?" sambung raja sambil mencoba mengingat sesuatu
Ketika masih mencoba mengingat, tiba tiba seorang pendekar muncul dari atas atap, dia menghancurkan atap istana dan muncul tepat didepan raja.
Bruakkkk
"Topeng berbentuk iblis, pakaian serba putih, dua pedang di tangan yang berlumuran darah, tidak salah lagi." pikir raja kerajaan Magma
"To.. topeng bencana!"
"A.. apa yang kau lakukan disini?"
"Aku tak melakukan kesalahan apapun, apakah anggota kerajaanku ada yang menyinggungmu?" tanya raja kerajaan Magma dengan tubuh yang gemetar ketakutan
"Aku kemari untuk mengambil nyawamu!" ucap Topeng bencana
"A.. apa salahku!"
"Ampuni aku, huhuhu." ucap raja kerajaan Magma sambil bersujud, dia menangis sampai membasahi celananya dengan air kencing karena begitu ketakutan
"Pft menggoda dia memang sangat menyenangkan." pikir Topeng bencana
"E..ehm, aku tak akan membunuhmu asal kau pergi ke kerajaan angin, bawa semua pasukanmu, karena kita akan membasmi sekte iblis yang menyerang kerajaan angin setiap malam." ucap Topeng bencana
"Ba.. baik." ucap Raja kerajaan magma
"Baiklah sekarang tinggal meminta bantuan kerajaan es, untuk kerajaan kecil yang lain cukup memberi mereka surat dengan beberapa batu kecil." pikir Topeng bencana
Setelah berhasil mendapatkan bantuan kerajaan magma, Topeng bencana pergi ke luar wilayah kerajaan magma lalu melempar beberapa batu besar ke arah semua kerajaan kecil.
Bukkk bukkk bukkkk
Hari itu banyak batu besar yang beterbangan menuju semua kerajaan yang bisa dia jangkau dengan jurusnya, karena kerajaan es berjarak begitu jauh, Topeng bencana tak bisa mengirim surat ke sana, demi mendapat bantuan dari kerajaan es, dia akan terbang dengan kecepatan tinggi.
Topeng bencana adalah satu-satunya pendekar yang bisa terbang dengan kecepatan tinggi melebihi kecepatan para naga, atau beast legendaris lainnya, dengan kemampuan itu dia pergi mengunjungi setiap kerajaan dalam waktu singkat.
Selain berencana meminta bantuan, Topeng bencana juga sekalian ingin mencari putri Jia Li yang sedang dibawa menuju kerajaan es.
#Sekte iblis
"Lapor yang mulia, sepertinya Topeng bencana mulai mengumpulkan banyak pasukan, apakah kita harus membiarkannya berbuat sesukanya?" ucap prajurit iblis
"Biarkan saja, semakin ramai semakin baik, karena tujuan awal kita adalah membangkitkan salah satu kaisar iblis, dia merupakan iblis dalam legenda yang kekuatannya tak dapat ditandingi para manusia, bahkan menurut sejarah, para dewa hanya bisa menyegelnya karena tak sanggup membunuh para kaisar iblis." ucap pemimpin sekte iblis
"Kalau begitu, apakah semua iblis yang tersegel dalam relik merupakan iblis terkuat?" tanya prajurit iblis
"Tidak, hanya yang bergelar Kaisar yang memiliki kekuatan itu, perbedaannya adalah relik para kaisar iblis, akan terpengaruh saat ada banyak makhluk hidup tewas disekitarnya, jika sudah mencapai angka jutaan, segel akan melemah, dan membuat kaisar iblis bebas, dengan bebasnya kaisar iblis, aku jamin Topeng bencana tak akan menjadi ancaman lagi, hahahahaha." tawa pemimpin iblis