Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 338 : Menghabisi para tetua


Xiao Tian menunggu di wilayah sekitar gedung Xia Meng sambil bermeditasi. menenangkan pikiran sembari berusaha mencari cara untuk menerobos ke tingkat pendekar alam fana.


Meskipun kekuatan fisiknya saat ini bisa disetarakan dengan pendekar alam fana lapisan pertama, Xiao Tian belum sepenuhnya menerobos ke tahap tersebut. Kultivasi nyatanya saat ini adalah pendekar alam naga lapisan puncak. Setengah langkah lagi menuju lapisan pertama pendekar alam fana.


Meski begitu, kekuatan serta ketahanan fisiknya bisa ditingkatkan hingga bisa bersaing dengan para pendekar alam fana lapisan puncak. Dengan catatan harus mengaktifkan kombinasi teknik tempurung naga dengan teknik pengerasan tubuh relik peraknya.


Dengan kemampuan tersebut, Xiao Tian sebenarnya bisa mengalahkan ketiga sekte sekaligus. Tapi karena ada tujuan lain dibalik perbuatannya, dia pun melakukan hal tersebut.


"Halangan terbesar dia kan cuman si Chen Li, tapi si Chen Li sudah dihapuskan oleh Tian Zhong. Kenapa dia malah diam disini, dan menunda urusan utamanya?," gumam Dewa petir dengan kesal.


Xiao Tian mengabaikan gumaman Dewa petir, dan hanya fokus bermeditasi sambil mentutup lama. Hingga kemudian para tetua dari sekte singa perak mendarat tepat di hadapannya.


Tap tap tap


Saat itu Xiao Tian yang tadinya masih menutup mata, langsung membuka matanya lebar lebar karena suara tapak kaki mereka.


"Wah wah wah, sepertinya aku kedatangan seorang tamu tak diundang," ucap Xiao Tian sambil membuka matanya.


Melihat reaksi Xiao Tian yang terlihat oenuh percaya diri saat dikepung oleh para penatua, membuat Penatua Hu heran akan hal tersebut.


Sedangkan Penatua Feng langsung tersenyum saat melihat reaksi santai Xiao Tian.


"Untuk seorang yang tak memiliki pondasi kultivasi kau terlihat begitu tenang, tuan."


"Sepertinya kau tak sesederhana seperti apa yang kubayangkan," ucap penatua Fang dari sekte singa perak.


"Anda terlalu menyanjungku penatua Fang. Ngomong ngomong, selamat karena telah menjadi pendekar alam fana," ucap Xiao Tian yang yang tersenyum di balik topeng Dewanya.


"Aku baru saja menembusnya ketika sedang dalam perjalanan kemari, dan kau menyadarinya dalam sekali lihat."


"Ternyata para tetua alkemis tak berbohong, pantas saja mereka mengaku kalah," ucap penatua Fang sambil menatap mata Xiao Tian.


"Ngomong ngomong, karena kau bisa melihat kultivasi baru penatua Fang. Bukankah berarti kau juga menyadari kultivasi kami?" tanya penatua Hu sambil tersenyum sinis.


"Berdasarkan pengamatan terakhirku, kultivasi mereka memang sudah diambang batas dan akan menerobos ke alam fana. Tapi siapa sangka kalau mereka menerobos secepat ini."


"Kalau perkiraanku benar, Lian Ting juga pasti mengalami kenaikan kultivasi seperti para tetuanya" pikir Xiao Tian sambil tersenyum.


"Bagaimanapun dia juga sudah berada di ambang batas pendekar alam fana lapisan pertama. Kalau dugaanku benar, Lian Ting pasti sudah menjadi pendekar alam fana lapisan kedua," pikir Xiao Tian sambil tersenyum.


"Sepertinya keputusanku untuk memancing mereka kemari, adalah keputusan yang tepat. Jika tidak aku takut mereka akan menyulitkanku saat turnamen nanti. Kemampuanku saat ini bisa setara dengan pendekar alam fana lapisan puncak. Namun masih belum cukup untuk melawan lebih dari sepuluh pendekar alam fana lapisan pertama sekaligus."


"Menyingkirkan mereka ketika tak bersama Lian Ting, merupakan satu satunya cara bagiku untuk mengalahkan Lian Ting," pikir Xiao Tian sambil tersenyum.


"Aku tak tahu apa yang kau pikirkan. Tapi melihatmu terdiam begitu lama, bisa membuktikan bahwa kau takut pada kami,"


"Entah bagaimana caramu menilai kultivasi yang telah kami coba sembunyikan sejak awal. Karena kau sudah paham akan kondisinya, kalau begitu berikan metode rahasia alkemis mikikmu padaku," ucap penatua Hu sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Jika tidak?" tanya Xiao Tian sambil membalas tatapan Penatua Hu.


Srang srang srang


Para penatua mengeluarkan pedang mereka.


Dan langsung melesat ke arah Xiao Tian dengan hawa membunuh yang cukup kuat.


"Apa kalian berencana mengancamku?" tanya Xiao Tian sambil tersenyum.


"Ahahahahahah," tawa Xiao Tian dengan posisi bersemedi.


"Dari caramu tertawa aku sudah paham betul akan seperti apa jawabanmu. Entah kau memiliki resepnya atau tidak, karena kau terus melawan maka jangan salahkan kami karena bertindak kejam," ucap Penatua Hu sambil menebaskan pedangnya ke arah leher Xiao Tian.


Namun bukannya leher Xiao Tian yang tertebas, malah pedangnya yang hancur terbelah dua.


Krakkk


Dalam sekejap penatua Hu pun terdiam dan kehilangan kesadaran, karena kekuatan mentalnya tidak setinggi Xiao Tian.


"Fuuuu," Xiao Tian meniup tubuh penatua Hu dan seketika tubuhnya terjatuh dengan posisi punggung yang menyentuh tanah.


"Pe ... penatua Hu!"


"Apa kau baik baik saja?" tanya Fang sambil menggoyang goyang tubuh penatua Hu.


"Tenanglah, dia masih hidup. Hanya saja aku sudah menelan kekuatan mentalnya," ucap Xiao Tian yang masih dalam posisi bersemedi.


Mendengar jawaban Xiao Tian, tetua Fang langsung mengalirkan aura pedang ke dalam pedangnya. Auranya merah mengalir dalam pedang tersebut, hingga tingkat ketajaman dan kekuatan pedangpun meningkat. Dengan dipenuhi emosi yang meluap, dia pun melesat untuk menebas Xiao Tian. Namun Xiao Tian menangkap pedang tersebut hamya menggunakan dua buah jari saja.


Setelah terjepit jari jari Xiao Tian, pedang beraura merah itu pun hancur berkeping keping.


Kretakkk


"Ba ... bagaimana bisa kau menghancurkan aura pedangku!" ucap Penatua Fang sambil mengerutkan dahi.


"Awalnya aku berniat membunuhmu bersama teman temanmu, tapi setelah melihat keahlian berpedangmu. Aku berubah pikiran," ucap Xiao Tian sambil melontarkan kekuatan mental dari dalam dahinya. Ketika mencoba menghindari serangan mental tersebut, Xiao Tian menghentikan gerakannya dengan melemparkan jarum pelumpuh.


Shut shut shut


Melihat teman mereka kesulitan, para tetua yang lain mencoba menyerang Xiao Tian dengan pedang mereka. Namun Xiao Tian mengabaikan mereka karena tanpa adanya aura pedang, para penatua dengan pedang biasa mereka tidak akan bisa menyakitinya.


Krakk krakk


Seperti dugaan Xiao Tian pedang pedang tersebut patah akibat tubuh Xiao Tian yang cukup keras. Sedangkan penatua Fang kehilangan lautan jiwanya setelah kalah dalam beradu kekuatan mental.


"Menyenangkan sekali," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.


Ketika sudah menelan habis lautan jiwa penatua Fang, Xiao Tian akhirnya bisa menerobos ke tingkat pendekar alam fana lapisan pertama. Denga suasana hati yang terlihat gembira, Xiao Tian mengendalikan pecahan pecahan pedang di sekitarnya hingga melayang ke atas udara. Mempertajamnya dengan aura pedang berwarna merah. Lalu menggunakannya untuk menghabisi para tetua yang masih sadarkan diri.


Srat srat srat


"Jadi kau melakukan ini demi menerobos ke tingkat berikutnya?"


"Ngomong ngomong kenapa kau tak sekalian membunuh penatua Fang dan penatua Hu?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.


"Tubuh mereka masih berharga bagiku, tapi sebelum itu aku ingin mengurus para penatua yang bersembunyi," ucap Xiao Tian sambil mengaktifkan teknik teleportasi.


Xiao Tian muncul tepat di belakang sepuluh penatua petarung dari sekte naga bersayap yang sejak tadi mengawasinya dari jauh.


"Ke ... kemana dia?" ucap penatua Dong sambil menengok ke kanan dan kekiri.


"Aku juga tak melihatnya dimana mana," ucap para penatua sambil mencoba mencari Xiao Tian yang tiba tiba menghilang dari pandangan mereka.


Ketika semua tetua sedang kebingungan, Xiao Tian tiba tiba saja muncul tepat do belakang mereka.


"Sedang mencariku?" tanya Xiao Tian dengan hawa membunuh.


"Gawat, sejak kapan dia ... ," ucap penatua Jingnan sambil memasang wajah terkejut.


Sratttt


Xiao Tian menebas para penatua sekte naga bersayap dengan pedang hitam bergerigi dari dalam cincin ruangnya.


Setelah membunuh semua musuhnya, Xiao Tian langsung mengubur mereka dengan mengendalikan tanah untuk menghilangkan jejak pertarungan.


"Sekarang aku sudah mengerti alasan kau memancing musuh musuhmu kemari, tapi bisakah kau jelaskan kenapa kau tak membunuh dua penatua ini?" ucap Dewa petir sambil menunjuk ke tubuh penatua Fang.


"Sunlong, keluarlah," ucap Xiao Tian sambil melirik ke dalam cincin ruang.