
#Gedung alkemis Xianlun
Berkat campur tangan Sunlong, Xiao Tian berhasil menundukkan Xia Meng dan seluruh muridnya. Setelah membawa mereka ke gedung alkemis Xianlun, Dia melakukan hal yang sama seperti apa yang dia lakukan kepada Xianlun dan Tian Ling.
Kebetulan saat dia kembali ke gedung alkemis, Xianlun dan Tian Ling masih ada di dalam gedung tersebut. Mereka menyaksikan aksi Xiao Tian hingga berhasil menakut nakuti semua orang.
"Apa yang dia pikirkan?"
"Kenapa dia repot repot memberi kami teknik kutukan hanya untuk mengamankan identitasnya?"
"Bukankah lebih mudah jika menyingkirkan kami saja?"
"Dengan menggunakan teknik perubah wajah, dia juga bisa menyamar jadi salah satu dari kami."
"Terlalu aneh, apakah dia benar benar seorang pembunuh?" pikir Tian Ling sambil menatap punggung Xiao Tian.
"Apa yang dia pikirkan sebenarnya?"
"Apakah dia berencana mengendalikan semua orang yang menghalanginya?"
"Kenapa yang kulihat tak seperti apa rumor yang tersebar?"
"Bukankah seharusnya Xiao Tian merupakan pembunuh yang kejam?"
"Lalu, kenapa dia tak membunuh tetua Xia Meng dan murid muridnya?" pikir Xianlun sambil mengerutkan dahi.
Setelah membuat semua orang tunduk, Xiao Tian menyuruh semuanya untuk kembali ke tempat masing masing. Dia berkata bahwa akan meminta bantuan mereka pada saatnya tiba nanti. Setelah semua orang bubar, Xiao Tian langsung berjalan mendekati Xianlun.
"Apa yang ingin dia lakukan?"
"Kenapa dia menuju kemari?" pikir Xianlun sambil mengeluarkan keringat dingin.
"Antar aku ke tempat kau biasa meracik pil," ucap Xiao Tian sambil menatap tajam mata Xianlun.
"Ba ... baik," ucap Xianlun sambil menundukkan kepala.
Xiao Tian mengikuti Xianlun menuju ruang peracik obat. Sedangkan Tian Ling mengikuti mereka dengan berjalan di belakang punggung Xiao Tian.
Ketika sudah sampai di pintu ruang untuk meracik pil, Xiao Tian membalikkan badan lalu berkata,
"Kau tunggu disini."
Brukk (Xiao Tian menutup pintu)
"Huft, benar benar dingin dan sulit didekati," ucap Tian Ling sambil menghela napas.
#Ruang meracik gedung alkemis Xianlun
Saat ini Xianlun dan Xiao Tian berada di dalam ruang meracik pil. Disana terdapat tungku besar bermotif naga. Tungku tingkat tiga yang biasa digunakan sebagai alat bantu untuk meracik pil para alkemis bintang tiga.
"Apa kau tak punya tungku yang lain?" tanya Xiao Tian sambil melirik ke arah Xianlun.
"Semua tetua hanya memiliki satu buah tungku. Dan semua tungku di perguruan ini memiliki tingkat yang sama seperti tungku yang kau lihat saat ini," ucap Xianlun sambil menatap Xiao Tian.
"Pantas saja perguruan ini tak memiliki seorang alkemis diatas bintang tiga. Jadi kalian berlatih dengan tungku yang tak mungkin bisa digunakan untuk meracik pil level empat," ucap Xiao Tian sambil menepuk dahinya.
"Tungku tingkat empat ke atas sangatlah mahal, dan cukup langka. Patriach tak akan membuang uangnya untuk mengembangkan perguruan alkemis sebelum murid atau salah satu dari ketiga tetua pembimbing alkemis berhasil meracik pil level 3 dengan efektifitas 100%," ucap Xianlun sambil menundukkan kepala.
"Tunggu dulu!"
"Bukankah itu berarti, para tetua belum layak disebut sebagai alkemis bintang 3?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Aku malu mengakuinya, tapi memang itulah kenyataanya," ucap Xianlun sambil menundukkan kepala.
"Apa kau punya taring naga merah, rumput ilusi dan cangkang kerang pelangi?" tanya Xiao Tian sambil menatap Xianlun.
"Tentu saja aku punya, itu bukanlah bahan yang langka," ucap Xianlun sambil mengeluarkan bahan bahan tersebut dari cincin ruangnya.
"Bagus,"
"Sekarang masukkan semuanya ke dalam tungku," ucap Xiao Tian sambil menatap Xianlun.
"Tunggu dulu, cangkang kerangnya juga?" tanya Xianlun sambil mengerutkan dahi.
"Tentu saja," ucap Xiao Tian sambil menganggukkan kepala.
"Apa anda bercanda?"
"Cangkang kerang pelangi tak bisa dilebur, mana mungkin bisa disatukan dengan bahan lain," ucap Xianlun sambil mengerutkan dahi.
"Lakukan saja, pemahamanku dalam ilmu alkemis teelampau jauh diatasmu. Oh iya, jangan lupa buang dagingnya, karena daging kerang pelangi hanya akan menurunkan tingkat efektifotas pilnya," ucap Xiao Tian sambil menatap mata Xianlun.
"Kau ini bicara apa?"
"Daging kerang pelangi kan herbal dari segala herbal. Itu dapat menyembuhkan segala macam luka dalam," ucap Xianlun sambil mengerutkan dahi.
"Daging kerang pelangi memang bisa menekan rasa sakit dan bisa meningkatkan stamina seseorang dalam hitungan detik."
"Namun terdapat efek buruk dibalik semua itu," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Efek buruk?" tanya Xianlun.
"Daging kerang pelangi mengandung racun yang bisa membunuh seseorang secara perlahan. Sebelum diracik menjadi pil, racun dari daging kerang pelangi sangatlah lemah dan tak bisa dideteksi. Namun seiring berjalannya waktu, racun itu akan menjadi semakin kuat saat telah menjadi pil dan dicerna oleh tubuh. Jika seseorang mengonsumsi pil yang mengandung daging tersebut, aku yakiin hidupnya tidak akan lebih dari tiga minggu."
"Bahkan bisa kurang dari tiga minggu, tergantung sebanyak dan sesering apa orang tersebut menelan pil yang mengandung daging kerang pelangi," jelas Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Apakah ceritamu ini bisa dipercaya?" ucap Xianlun dengan mata terbelalak.
"Kenapa kau terlihat terkejut?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Xianlun.
"Patriach ... ,saat ini dia sedang sakit sakitan."
"Dan terkena racun yang terus menguat setiap berganti hari. Jika ceritamu benar, penyebab kemalangan yang diderita patriach saat ini, merupakan hasil dari kecerobohanku."
"Aku telah memberikannya pil yang mengandung daging kerang pelangi, lebih dari sekali. Kira kira sudah ke empat kalinya."
"Aku memberikan pil itu untuk mengobati luka dalam yang diderita patriach tanpa mengetahui efek buruk dari pil itu."
"Secara tak langsung aku telah membunuh patriach," ucap Xianlun dengan mata yang terbelalak dan tubuh yang gemetar.
"Kapan pertama dan terakhir kali patriach menelan pil tersebut?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Empat hari yang lalu, dan aku terus memberikannya pil tersebut setiap kali rasa sakitnya kembali kambuh. Malam ini pun aku harus mengunjunginya untuk memberikan pil yang sama, karena tak ada pil yang bisa menekan rasa sakitnya selain pil racikanku," ucap Xianlun sambil menundukkan kepala.
"Berikan pilnya, maka patriachmu akan mati saat itu juga," ucap Xiao Tian sambil menatap tajam Xianlun.
"Apa yang telah aku lakukan," ucap Xianlun dengan tampang putus asa.
"Tenanglah, dia masih bisa diselamatkan. Asalkan kau menuruti perintahku, patriachmu pasti akan berumur panjang," ucap Xiao Tian sambil menatap Xianlun.
"Benarkah?"
"Sudahlah, cepat berdiri dan lakukan apa yang kukatakan tadi," ucap Xiao Tian sambil menatp Xianlun.
"Ba ... baik," ucap Xianlun sambil secara reflek berdiri tegak.
Xianlun memasukkan semua bahan secara bersamaan sesuai anjuran Xiao Tian. Setelah itu, Xiao Tian menyuruhnya untuk menggunakan elemen racun dan api untuk meleburkan cangkang kerang pelangi. Lalu menggunakan elemen kayu untuk menyatukan semua bahan dan memurnikannya dengan kekuatan jiwa sambil mengendalikan api di bawah tungku.
Xiao Tian menyentuh tungkunya untuk meningkatkan tingkat kualitas tungku. Dia mempertaruhkan segalanya dengan mengerahkan seluruh kekuatan jiwa yang masih tersisa.
"Aku bertaruh padamu, Xianlun. Jangan kecewakan aku, jika kau gagal. Maka aku tak bisa melakukan apa apa lagi. Kekuatan jiwaku telah habis dan tak bisa digunakan untuk meracik pil sendiri lagi. Hanya kau satu satunya harapanku, tolong jangan kecewakan aku," ucap Xiao Tian di dalam hati.
#Lima belas menit kemudian
"Keluarkan!"
"Dan murnikan dengan kekuatan jiwamu!" teriak Xiao Tian sambil menatap Xianlun.
Wooosh
Xianlun melakukan semuanya sesuai instruksi Xiao Tian. Dan berhasil meracik pil level lima dalam sekali coba. Meskipun tingkat efektifitasnya belum sesuai dengan harapan Xiao Tian. Dia tetap puas, karena pil itu bisa mengembalikan sebagian kecil kekuatan jiwanya.
Ini merupakan kali pertamanya Xianlun membuat pil diatas tingkat 2. Dengan meracik pil level lima, maka otomatis dia akan diakui sebagai alkemis bintang lima.
Namun dia belum bisa disebut sebagai master, karena kontrol kekuatan jiwanya belum sebaik Xiao Tian.
Setelah berhasil meracik pil level lima, Xianlun begitu terkejut akan hasil racikannya sendiri. Dan terus mencubit dirinya seakan tak percaya akan apa yang dia lihat.
"Apa ini pil level lima?"
"Bagaimana mungkin?"
"Bukankah seharusnya tungku perguruan kami hanya bisa menghasilkan pil level 3?"
"Aku pasti bermimpi," ucap Xianlun sambil mencubit kedua pipinya sendiri.
"Kau tidak sedang bermimpi, aku yang trlah meningkatkan tingkat kualitas tungku saat proses peleburan tadi. Namun aku tak bisa menahan teknikku untuk waktu yang lama, itulah alasan mengapa aku menyuruhmu memurnikan pilnya di luar tungku," ucap Xiao Tian dengan napas terengah engah.
"Begitu ya?" ucap Xianlun dengan napas terengah engah.
"Biar kulihat hasil racikanmu," ucap Xiao Tian sambil menyodorkan tangannya.
Xianlun menerbangkan semua pil yang berhasil dia murnikan menuju ke telapak tangan Xiao Tian dengan menggunakan kekuatan jiwanya.
Wooshhh
Tap
"Sepuluh pil lefel lima dengan efektifitas 150%. Lumayan, dengan begini kau setengah langkah menuju gelar master alkemis bintang 5."
"Seorang alkemis akan mendapat gelar master alkemis, jika berhasil membuat efektifitas pilnya mencapai angka 200%."
"Nakun kebanyakan alkemis yang tak sabaran, tak memperdulikan gelar tersebut dan lebih fokus menaikkan level pil mereka saja. Kuharap kau tak menjadi golongan orang yang kusebutkan itu," ucao Xiao Tian sambil menatap Xianlun.
"Baik, master," ucap Xianlun sambil memberi hormat.
"Master?" ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.
"Ma ... maaf, aku akan berhenti memanggilmu master jika kau tak menyukainya," ucap Xianlun sambil menundukkan wajah.
"Kau boleh memanggilku dengan sebutan itu, tapi jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu dimuka umum. Panggil saja aku dengan sebutan Yan Yan. karena saat ini aku sedang menyamar jadi muridmu," ucap Xiao Tian sambil berjalan menuju pintu keluar.
"Baik master," ucap Xianlun sambilemberi hormat.
"Oh iya, berikan dua buah pil ini untuk menyembuhkan patriach. Pil yang kau racik barusan merupakan obat yang tepat untuk menetralkan racun di tubuhnya," ucao Xiao Tian sambil melempar dua buah pil yang Xianlun racik sebelumnya.
"Terimakasih, master," ucap Xian Lun sambil memberi hormat.
Xiao Tian berjalan ke arah pintu, lalu membuka pintu tersebut. Dan dia pun memergoki Tian Ling sedang menempelkan telinganya ke salah satu pintu.
"I ... ini ... , aku tak sedang menguping sungguh," ucap Tian Ling sambil menatap Xiao Tian.
Xiao Tian memalingkan wajahnya, dan mengabaikan Tian Ling begitu saja.
"Hei bukankah kau terlalu dingin terhadao gadis itu?" tanya Sunlong sambil menatap mata Xiao Tian.
"Itu bukan urusanmu," ucap Xiao Tian sambil berjalan meninggalkan Tian Ling.
"Ih, sebel deh. Kenapa dia dingin banget," ucap Tian Ling sambil memasang muka cemberut.
####
"Oh iya, kenapa Xinlun dan Tian Ling tak bisa melihatmu?"
"Sejak kau muncul, mereka sama sekali tak bereaksi terhadapmu. Berbeda dengan Xia Meng yang langsung bereaksi saat kau sedang berbicara," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Itu bukan urudanmu," ucap Sunlong sambil memalingkan wajahnya.
"Biar kujelaskan," ucap Dewa petir sambil mencubit dagunya sendiri.
"Pada saat Sunlong keluar dari cincin ruangmu, Xianlun dan Tian Ling sedang menundukkan kepala mereka karena merasa terlalu takut kepadamu. Mereka sempat melihat Sunlong ketika kau merubah wajah, dan melangkah keluar. Tapi tak berani bertanya padamu hingga sekarang."
"Sedangkan saat ini, mereka tak bisa melihat Sunlong lagi. Semua karena Sunlong menyerap kekuatan jiwa Xia Meng hingga bisa meningkatkan kultivasinya. Penjelasan selesai," ucap Dewa petir sambil menganggukkan kepala.
"Begitu ya?"
"Aku mengerti,"
"Lalu teknik apa yang Sunlong gunakan untuk menyerap kekuatan jiwa Xia Meng?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Dia tak menggunakan teknik apapun. Itu semua terjadi karena Xia Meng menggunakan teknik penembak jiwa."
"Teknik yang digunakan untuk menjatuhkan mental lawan, sekaligus menghancurkan lautan jiwa seseorang. Teknik ini bagai pisau bermata dua, yang bisa memberi efek buruk pada penggunanya jika digunakan untuk melawan musuh dengan tekad atau kekuatan mental diatas penggunanya."
"Karena Sunlong merupakan seorang mantan Kaisar iblis, dia memiliki tekad seorang kaisar iblis. Seorang pendekar alam beast sepertinya tak mungkin bisa mengalahkan tekad Sunlong. Satu satunya yang bisa menghancurkan tekadnya, hanyalah aku," ucap Dewa petir dengan tampang bangga.
"Apa katamu!"
"Sejak kapan kekuatan mentalmu melebihi kekuatanku, ha!" teriak Sunlong dengan kesal.
"Apa kau lupa dengan kejadian saat pertama kali bertemu di gunung iblis?"
"Kau sangat ketakutan hanya karena menatap mataku yang saat itu sedang merasuki Xiao Tian," ucap Dewa petir sambil menatap mata Sunlong.
"I ... itu ... ," ucap Sunlong sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Bukankah kau lari sambil berteriak hantu saat pertama kali melihat Sunlong dalam wujud naga merah dulu?" tanya Xiao Tian sambil menyipitkan matanya.
"Benarkah itu." tanya Sunlong sambil menatap Dewa petir.
"I ... itu karena aku terkejut. Mana mungkin seorang Dewa sepertiku bisa takut dengan hantu," ucap Dewa petir sambil melirik ke arah lain.