Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 198 : Sampai di pagoda iblis


"Apakah tempatnya masih jauh?" tanya Xiao Tian sambil melompat dari pohon ke pohon.


"Terus melompat ke arah timur!"


"Sebentar lagi kita akan sampai ke pagoda iblis!" jawab Sunlong sambil duduk di atas pundak Xiao Tian.


"Ini kan jalan menuju gunung iblis,"


"Apa kau yakin ini jalan yang benar?" tanya Xiao Tian.


"Sangat yakin, aku bisa merasakan keberadaan dari pagoda tak jauh dari sini," jawab Sunlong dengan tampang seriusnya.


Seperti yang Xiao Tian kira, Sunlong memandunya hingga berada di bawah kaki gunung iblis. Hanya saja Sunlong menyuruhnya memutari kaki gunung iblis bukan mendaki gunung tersebut.


Dia dibimbing oleh Sunlong untuk memutar ke arah kanan kaki gunung iblis.


Setelah Xiao Tian melangkahkan kakinya sebanyak lima puluh langkah, Sunlong pun berkata, "Berhenti!"


"Kita telah sampai."


"Sampai?"


"Tapi dihadapan kita tak ada bangunan apapun. Hanya sebuah tanah lapang yang gersang."


"Mana pagoda iblis yang kau bicarakan?" tanya Xiao Tian.


"Tujuanmu ada di sebelah kiri," jawab Sunlong sambil menengok ke arah kiri.


"Ha?"


"Apa kau bercanda?"


Xiao Tian sedikit kesal karena merasa ditipu oleh Sunlong. Yang dia lihat di sebelah kirinya berbeda dengan yang Sunlong lihat. Dia hanyalah melihat pepohonan, dan bukit kecil yang tertutupi oleh kabut hitam.


Belum sempat Sunlong membalas ucapan Xiao Tian, Dewa Petir berkata bahwa Sunlong tidak sedang bercanda. Dengan nada serius dia menjelaskan bahwa terdapat hawa iblis yang begitu kuat dari arah yang Sunlong tunjukkan. Saking kuatnya, Dewa petir sampai mengepalkan tangannya dengan begitu erat.


Xiao Tian pun bingung karena melihat Dewa Petir yang gemetar seperti orang ketakutan. Karena penasaran dia pun bertanya,


"Kau kenapa?"


"Aku tak merasakan apapun sejak tadi, kenapa mendadak ekspresimu berubah sejak menatap ke arah kiri?" tanya Xiao Tian sambil menatap Dewa Petir.


Akan tetapi Dewa Petir terus bungkam. Karena kesal, Xiao Tian pun berteriak kepada Dewa Petir.


"Hei, berhenti mengabaikanku!"


Setelah Xiao Tian berteriak cukup kencang, burung burung gagak beterbangan dari dalam pohon yang tertutupi kabut hitam. Suara kicauan burung gagak membuat suasana terasa semakin tegang.


"Kenapa ada burung gagak dari dalam kabut hitam?"


"Bukankah kabut itu beracun?"


"Kenapa masih ada makhluk hidup yang bisa bertahan didalam kabut?" ucap Xiao Tian dengan wajah bingungnya.


Tak lama sejak burung gagak beterbangan, Dewa Petir berkata dengan wajah yang terlihat membiru karena merasa takut.


"Kita harus kembali, tempat ini terlalu berbahaya," ucap Dewa Petir sambil menundukkan kepalanya.


"Kenapa tiba tiba saja kau menyuruhku kembali?" tanya Xiao Tian.


"Dewa Iblis ada di sekitar sini," ucap Dewa Petir dengan wajah frustasinya.


"De ... Dewa Iblis?"


"Bahkan iblis pun punya seorang Dewa?" tanya Xiao Tian.


"Terlalu berbahaya berunding disini, ayo kita kembali," jawab Dewa Petir sambil mengepalkan tangannya.


"Tidak, jika kau ingin pergi dari sini. Maka pergi saja, tapi aku tak akan pergi bersamamu," jawab Xiao Tian.


"Kau ... ," belum sempat Dewa Petir menyelesaikan ucapannya, sebuah suara misterius terdengar di telinga semua orang. Suara itu menggema di atas langit. "Lama tak bertemu, Dian Feng."


"Dian Feng?" ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.


"Dian Feng?"


"Apa itu nama aslimu, Dewa konyol?" tanya Sunlong.


"Kenapa kau bisa ada disini, Zhang Wei!"


"Hahahah, anggap saja seperti itu."


"Kudengar istrimu berada di kerajaan petir, dia bahkan telah bertarung dengan putra kesayanganmu," ucap Zhang Wei.


"Berhenti bersembunyi, tunjukkan wujud aslimu!" bentak Dewa Petir.


"Tenanglah, karena kau akan menemuiku secepatnya," jawab Zhang Wei.


"Apa maksudmu!" bentak Dewa Petir.


"Nikmatilah perjalananmu," ucap Zhang Wei.


"Gawat!" Dewa Petir baru menyadari bahwa dibawah kakinya telah muncul sebuah lingkaran sihir yang telah aktif.


Tak perlu waktu lama, lingkaran sihir tersebut membatasi ruang gerak Dewa Petir. Melihat Dewa Petir kesulitan, Xiao Tian mencoba menariknya keluar dari atas lingkaran sihir. Akan tetapi lingkaran sihir serta Dewa Petir menghilang tepat ketika Xiao Tian hampir menyentuhnya.


"Sial, Dewa Petir!" teriak Xiao Tian dengan wajah frustasinya.


"Hahahahah, tenanglah kau masih bisa menemui Dewa kesayanganmu. Tapi setelah kau menyelesaikan rintangan yang ada di pagoda iblis," ucap Zhang Wei dengan suara yang menggema di atas langit.


"Zhang Wei, nama yang terdengar cukup asing. Sebenarnya siapa dia?"


"Bagaimana bisa seorang Dewa Petir, ditangkap dengan begitu mudah," ucap Sunlong Di dalam hati.


"Baiklah aku akan masuk ke dalam pagoda, tunjukkan pagoda iblis sekarang juga!" bentak Xiao Tian dengan kesal.


Tak lama setelah Xiao Tian membentak Zhang Wei, pemandangan yang Xiao Tian lihat berubah dalam sekejap mata. Semua kabut hitam menghilang dari pandangan, kemudian sebuah pagoda dengan jalan bertingkat diantara dua buah bukit kecil muncul tepat di hadapannya.



"Jadi ini yang dimaksud pagoda iblis," ucap Xiao Tian sambil menatap ke arah pagoda.


Ketika Xiao Tian ingin melangkahkan kakinya ke atas anak tangga, terdengar suara seseorang dari atas pohon sebelah kanan.


Orang tersebut berkata, "Tunggu!"


Ketika menoleh ke sumber suara, Xiao Tian dan Sunlong melihat Su Yan melompat dari atas pohon.


"Ijinkan aku ikut bersamamu, Ketua" ucap Su Yan sambil menatap Xiao Tian.


"Bagaimana bisa kau ada disini?" tanya Xiao Tian.


"Tentu saja dengan mengikutimu," jawab Su Yan.


"Tapi bagaimana caramu.menyembunyikan hawa keberadaanmu?" tanya Xiao Tian.


"Aneh sekali, aku bahkan tak bisa mendeteksi keberadaannya. Jangan bilamg kalau kemampuannya sebagai seorang keturunan serigala suci mulai muncul?" ucap Sunlong di dalam hati.


Xiao Tian dan Sunlong merasa bingung melihat Su Yan yang muncul secara tiba-tiba. Jelas saja mereka tak bisa mempercayai hal yang mereka lihat. Su Yan yang biasanya paling payah, bisa menyembunyikan hawa keberadaannya dengan sempurna. Sedangkan matanya masih hitam seperti biasa, pertanda bahwa dia belum dikuasai oleh sisi lainnya. Sudah jelas bahwa Su Yan yang saat ini berada di hadapannya adalah Su Yan yang biasanya terlihat payah.


"Kenapa kalian menatapku sampai seperti itu?" tanya Su Yan.


"Kalian?" Xiao Tian menjadi semakin bingung.


"Apa kau juga bisa melihatku?" tanya Sunlong.


"Tentu saja kadal kecil, aku bisa melihatmu dengan begitu jelas," jawab Su Yan.


Xiao Tian dan Sunlong terdiam karena masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Sedangkan Su Yan menatap ke atas langit sambil berteriak, "Zhang Wei, atau siapapun kau!"


"Aku datang kemari untuk mengambil kembali istriku!"


"Siapkanlah kuburanmu, karena aku akan menghabisimu untuk membebaskan istriku!"


Setelah Su Yan berteriak begitu kencang, pintu pagoda mulai terbuka dengan lebar. Karena tahu bahwa tak mungkin menghentikan Su Yan yang saat ini ingin menolong istrinya, Xiao Tian pun memutuskan untuk menerimanya pergi bersama untuk memasuki pagoda iblis.


#####


Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.


Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.


Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.


Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.


Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁