Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 519 : Keberuntungan di balik kemalangan


Di sebuah ruangan di dalam istana kerajaan peti, Wu Kong dan Kaisar Langit nampak sedang duduk dan saling bertukar pikiran.


"Jadi, seorang kaisar iblis telah menelan salah satu dari keempat pecahan jiwa gurumu?


"Dan kau ingin bertanya padaku, apakah gurumu masih bisa ditolong?" tanya Kaisar Langit sembari duduk dan meminum teh yang disediakan di atas meja.


"Ku ... kurang lebih begitu ... ," Wu Kong nampak sedih dan tak bersemangat hingga menundukkan wajahnya saat sedang berbicara dengan Kaisar Langit.


takkk! Kaisar Langit meletakkan gelas teh di atas meja, dan segera menatap serius ke arah Wu Kong sembari berkata, "Pecahan jiwa mengandung kenangan dan pengalaman sang pemilik jiwa, hilangnya itu tak mempengaruhi pecahan yang lain, hanya saja .... ,"


"Kenangan yang tertelan itu, tak dapat dikembalikan meski apapun yang terjadi!"


"Karena iblis penelan ingatan itu menyadari identitasku, sebagai muridnya ... ," Wu Kong mengangkat suara perlahan dan nampak sedih.


"Kemungkinan, dia tak akan mengingatmu lagi!"


"Kecuali ... ," Kaisar Langit melanjutkan secara perlahan.


"Kecuali apa!?" Wu Kong tersentak dengan penuh harap, dia menatap Kaisar Langit jauh lebih bersemangat dibandingkan sebelumnya.


"Kecuali jika kenangan yang hilang tidak dimulai dari awal pertemuanmu dengan gurumu!"


"Berharap saja, ingatan pertemuan pertamamu dengan biksu Tong, atau ingatan tentang perjalanan ke barat kalian, tidak ada dalam ingatan pecahan jiwa yang hilang itu." Kaisar Langit menjelaskan.


"Bagaimana dengan kualifikasi guru menjadi seorang Budha, apakah itu masih bisa di capai?" Wu Kong bertanya dengan penasaran.


"Itu ... ,"


"Aku tak bisa menjaminnya," Kaisar Langit melukiskan kekecewaan dalam wajahnya.


"Kenapa begitu?" Wu Kong nampak begitu penasaran.


"Kedua pecahan jiwa gurumu, sudah terkait dengan perbuatan buruk. Itu sudah tidak memungkinkan lagi!" Kaisar Langit nampak begitu kecewa.


"Apakah kau sudah menemukan keduanya!" Wu Kong terbelalak begitu lebar.


"Aku tak tahu persis posisi mereka sekarang, yang jelas keduanya terlibat hal buruk yang sulit dimaafkan. Semua terjadi karena lingkungan hidup dan cara pandang orang sekitar mereka, terlebih ingatan mereka di kehidupan sebelumnya, sepertinya belum mempengaruhi atau belum memunculkan sebuah tanda tanda yang jelas seperti halnya reinkarnasi Tainam Chun." Kaisar Langit menunduk kesal.


"Bisakah kau lebih spesifik lagi?" Wu Kong mencoba menggali informasi dari Kaisar Langit, meskipun tahu betul kalau sang Kaisar terikat sebuah janji agar tak membocorkan hal tersebut.


"Awalnya aku ingin menyembunyikan ini selamanya darimu, karena tak baik untuk ikut campur dalam roda takdir makhluk fana, tapi karena alam fana sudah sekacau ini .... " Kaisar Langit terdiam sejenak lalu berkata, "Vampir dan Biksu dari Sekte pembasmi iblis!"


"Hanya itu, petunjuk yang bisa ku katakan!"


"Terimakasih karena memberitahuku, Kaisar Langit!" Wu Kong memberi hormat dengan cukup sopan untuk pertama kalinya. Suasanya cukup canggung bagi Kaisar Langit, karena dia belum terbiasa dengan sikap sopan sang Dewa Kera. Alih alih senang akan hal tersebut, dia malah mengharapkan Wu Kong bersikap seperti biasa.


Saat momen langka itu sedang terjadi, Xiao Tian yang tak tahu apa apa, menerobos masuk dengan menggeser pintu sembari memasang tampang panik. Kemunculannya begitu tiba tiba hingga mengejutkan keduannya.


Wooshh!!


"Bantu Dewa ini kembali ke fisik semula!"


"Kumohon!" Dewa Petir berteriak sembari memanjat punggung Xiao Tian.


Awalnya Wu Kong dan Kaisar Langit masih nampak bingung dengan identitas Dewa petir, namun setelah memperhatikan pancaran aura Dewanya, keduanya segera tersentak dan berkata,


'Aura itu ...'


"Apakah bocah itu benar benar Dewa Petir!?"


.....


Baik Kaisar Langit maupun Wu Kong tak dapat menahan diri untuk mencoba memahami kejadian unik itu. Keduanya menatap dan mengamati Dewa Petir yang telah duduk dihadapan mereka dengan begitu teliti dan meneliti tubuhnya untuk memastikan.


'Tak salah lagi, pancaran auranya memang terasa seperti Dewa Petir, bahkan kultivasinya pun tidak menurun. Kenapa bisa tubuhnya menjadi semuda ini?'


'Bahkan tak ada jejak kutukan ataupun segel di tubuh Dewa petir, semakin aku memperhatikan, aku malah menyadari bahwa tubuh ini terasa persis seperti tubuh seorang anak berusia enam tahun.' Wu Kong memeganggi kaki Dewa petir sembari membalik badannya hingga membuat kaki Dewa petir nampak tergantung di tangan Wu Kong.


"Aku tahu kalau kau sedang mengamatiku, tapi apa memang harus membalik dan menggantung kakiku!" Dewa Petir mengomel dengan kesal karena sejak tadi baik Wu Kong maupun Kaisar Langit, mengoper oper tubuhnya layaknya sebuah boneka.


"Tak peduli bagimanapun kau melihatnya, tubuh Dewa petir benar benar memiliki umur enam tahun. Ini benar benar aneh!"


"Dia benar benar berbeda dengan kedua bocah iblis itu yang terkena segel kutukan dan memancarkan aura ribuan tahun."


"Alih alih menyebutnya kutukan, tubuhmu benar benar seperti mengalami kemunduran waktu, satu satunya yang tak kumengerti disini adalah, kultivasimu tak berkurang sama sekali, ini benar benar ajaib!" Kaisar Langit mencubit kedua pipi Dewa petir dengan penuh semangat.


"Aku ini bukan mainan sialan!" Dewa petir menyambar Kaisar Langit dengan kesal.


Duarrr!!!!


Baik Wukong, maupun Kaisar Langit mengalami luka bakar akibat sengatan petir dari Dewa cilik itu. Fakta ini benar benar mengejutkan semua orang, bahkan bagi pemilik tubuhnya sendiri.


'Apa aku baru saja berhasil melukai Kaisar Langit dan Dewa Kera menggunakan petirku?'


'Sejak kapan aku sekuat ini!' Dewa petir menatap telapak tangan serta tubuhnya yang nampak sedang teraliri kilatan petir.


'Apa apaan ini!'


'Ternyata kultivasinya sudah melampaui alam Dewa!'


'Kejadian apa yang telah dia alami hingga sampai ke tahap ini!' Kaisar Langit dan Wu Kong terbelalak kaget dengan tubuh yang nampak mengeluarkan asap hitam karena habis tersengat kilatan petir.


"Pendekar alam suci lapisan pertama!" Xiao Tian menatap Dewa petir dengan terbelalak. 'Dia adalah Dewa terlemah setelah Dewa Bumi sebelumnya, tapi kini kultivasinya melonjak tajam hingga ke tingkat ini!?' Kekuatan Dewa petir mungkin tak sekuat Xiao Tian saat ini, namun kemajuannya sudah jelas melampaui ekspektasi semua orang, bagaimana pun, dia adalah Dewa kedua setelah Xiao Tian yang berhasil meraih tingkat pendekar alam suci.


"Gila ... , aku benar benar jenius, hahahahh," Dewa petir tertawa membanggakan dirinya.


"Meskipun tubuhku mengecil, dengan kekuatan ini tak akan ada yang berani menggangguku lagi, hahahaah!" Dewa Petir tertawa senang.