Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 62 : Rencana Xiao Tian


Jenderal Feng Long menceritakan kepada Xiao Tian, bahwa dia tak hanya menyewa bantuan dari sektenya, banyak sekte lain yang mengikuti pembasmian iblis, dengan bantuan dari banyak sekte pun belum bisa menghabisi semua iblis, mereka di buat repot begadang semalaman hingga matahari terbit.


Setiap matahari terbenam kerajaan angin selalu diserang iblis, jutaan iblis yang tak kunjung berkurang, kerajaan angin tak pernah berhenti meminta bantuan dari sekte-sekte beladiri, meski dalam keadaan kritis, kerajaan angin masih bisa bertahan.


Tak hanya serangan dari iblis, terkadang ada serangan kerajaan lain disaat matahari terbit, tapi berkat perlindungan para jenderal dan raja, kerajaan ini masih bisa berdiri kokoh.


Karena sering di serang di malam hari oleh iblis, dan terkadang diserang kerajaan lain ketika mata hari terbit, penjagaan di kerajaan ini begitu ketat, tak ada orang luar yang di perbolehkan masuk, semua penjaga disini telah diberi tanda jiwa, jika ada yang mati terbunuh maka sudah dipastikan semua orang akan mengetahui posisinya.


Pemberian tanda ini bertujuan agar para penyusup mudah dilacak, penjaga di luar gerbang bertugas untuk menanyakan identitas, jika mereka orang baik maka akan menunjukkan identitas, jika mereka penyusup, mereka akan membunuh penjaga, penjaga itu memang sengaja dijadikan umpan, karena keadaan kritis hanya orang dengan surat misi yang bisa memasuki kerajaan, tak ada rakyat biasa yang boleh lewat, apalagi pendekar asing.


Adapun sekte-sekte yang turut hadir adalah,


sekte duri naga, sekte pedang bencana, sekte racun neraka, sekte angin surgawi, sekte Gunung Api, sekte lautan api, setiap hari sekte sekte ini bergantian tempat berjaga.


Selain bantuan dari sekte, ada juga perguruan khusus yang kekuatannya tak perlu di pertanyakan, perguruan yang membantu adalah, perguruan kristal es dan perguruan lahar dingin, selain bantuan dari perguruan dan sekte, terkadang ada juga bantuan dari pemburu iblis.


Tentu saja kerajaan angin tak hanya memakai bantuan dari luar kerajaan untuk membasmi para iblis, kerajaan juga memberikan tugas kepada semua bangsawan yang berusia di atas 17 tahun, harus mengikuti misi pembasmian, baik seorang wanita atau pun pria, tak ada yang diistimewakan, bahkan putri dari kerajaan angin pun turut terjun dalam misi pembasmian.


Tentunya para prajurit juga ikut andil dalam misi ini, jika ada iblis yang berhasil menerobos, para warga yang tinggal di dalam, akan ikut membantu menahannya untuk melindungi keluarganya.


Setiap malam semua orang tua, dan anak-anak akan bersembunyi di ruang bawah tanah, sedangkan para pria dewasa bertugas membantu menahan iblis yang berhasil menerobos.


Karena penyerangan iblis terjadi dari segala arah, kekuatan tempur pun harus di pecah belah, setiap jenderal memiliki wilayah yang harus mereka lindungi.


Raja fokus melindungi bagian barat, ketiga jenderal dibawah pimpinan raja melindungi wilayah bagian barat daya, barat laut dan utara.


sedangkan 4 jenderal yang lainnya, melindungi wilayah bagian timur laut, selatan, timur dan tenggara.


Kebetulan Jenderal Feng Long bertugas melindungi wilayah timur, Xiao Tian dan kawan-kawannya akan bertugas melindungi wilayah timur bersama Jenderal Feng Long,


Setiap wilayah memiliki bantuan dari salah satu sekte luar, oleh karena itu Xiao Tian tak akan bertemu sekte lain di wilayah pertempuran.


Hanya pemburu iblis yang memiliki kebebasan membantu ke wilayah yang mereka inginkan, sebelum matahari terbenam, akan diadakan pertemuan yang dipimpin oleh pemimpin pembasmian, pemimpin pertemuan wilayah timur di pimpin oleh Jenderal Feng Long.


Xiao Tian mengambil misi ini, karena dia ingin memperkuat diri, sehingga bisa melawan kerajaan es tanpa takut mati, Xiao Tian masih memiliki banyak waktu untuk mengejar putri Jia Li, sisa waktu yang dia miliki adalah 27 hari dengan menunggang naga.


Xiao Tian berencana menetap selama 15 hari ,karena dilihat dari situasinya, orang yang mengirim putri Jia Li pergi pasti memilih memutari kerajaan Angin.


Untuk memutari kerajaan angin akan memakan waktu lebih banyak, karena mereka harus menghindari tornado dan angin kencang yang sering terjadi di luar wilayah dekat kerajaan angin.


Xiao Tian berencana memperkuat semua teman-temannya dengan melatih mereka, dengan bantuan teknik yang telah diwariskan Dewa Petir, Xiao Tian membuat beberapa buku teknik beladiri.


Sejak Xiao Tian pergi ke kediaman Jenderal, si Gendut berlatih dengan giat, dia hampir menguasai seperempat teknik pedang surgawi. sedangkan yang lainnya, sibuk mengurus penginapan dan persediaan makanan, sebelum Xiao Tian kembali menemui rombongannya, Xiao Tian membeli cincin ruang untuk Kaibo dan ribuan pedang berkualitas tinggi, dia memasukkan ribuan pedang itu kedalam cincin ruang.


"Hei kau benar-benar boros ya hari ini, lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang?" tanya Dewa petir yang terus mengikuti Xiao Tian kemanapun dia pergi


"Aku ingin menciptakan buku teknik beladiri." jawab Xiao Tian


"Memangnya kau bisa?" tanya Dewa petir


"Aku mungkin bisa membuat satu, tapi itu tak cukup untuk semua orang, aku ingin membuat banyak teknik beladiri untuk berjaga-jaga, oleh karena itu aku membawamu kemari." jawab Xiao Tian sambil memandang Dewa Petir


"Aku kok merasa tidak enak ya.." ucap Dewa petir dengan wajah yang khawatir


"Tolong rasuki aku, bantu aku membuat puluhan buku teknik beladiri!" ucap Xiao Tian


"Haih sudah kuduga, ujung ujungnya begini, tapi aku sudah merasukimu hari ini saat melawan pendekar berbahaya tadi, kalau aku merasukimu lagi, aku tak bisa membantu saat kau melakukan pembasmian malam ini." ucap Dewa Petir


"Tak apa, aku yakin aku bisa melindungi diri, walau tak mendapat bantuanmu malam ini." ucap Xiao Tian


"Baiklah, ingat ya ini keputusanmu, kalau kau mati malam ini, jangan salahkan aku." sambung Dewa Petir


"Iya iya, aku akan ingat itu." jawab Xiao Tian


Dewa Petir merasuki Xiao Tian dan membantu Xiao Tian menulis buku teknik beladiri, semua orang menyadari ada aura kuat yang muncul ketika Dewa Petir membuat buku teknik beladiri, para prajurit yang sedang berpatroli pergi ke gang sempit itu untuk memeriksa, tapi tepat sebelum mereka sampai Dewa petir sudah menyelesaikan tugasnya, dia menggunakan teknik ilusi agar semua orang tak bisa melihat tubuh Xiao Tian yang sedang dia rasuki.


"Hei kemana hilangnya aura kuat tadi?" tanya prajurit A


"Entahlah aku juga tak merasakannya, seakan-akan menghilang begitu saja." jawab prajurid B


Tak lama kemudian banyak prajurit yang mengelilingi tempat itu dan berkata.


"Hei kalian, apa yang kalian lakukan disini?"


"Apakah kalian melihat sesuatu yang mencurigakan?" tanya salah satu prajurit


"Ah kami juga sedang mencari aura kuat itu, tapi kami tak melihat apapun." jawab prajurit A


"Iya itu benar." jawab prajurit B


Dewa petir meninggalkan tempat itu dengan terbang sambil memakai tubuh ilusi, yang membuat tubuh Xiao Tian yang dirasukinya tak dapat dilihat.


Setelah jauh dari tempat prajurit berkumpul, Dewa petir mencari tempat sepi dan mengembalikan kesadaran Xiao Tian.