
Setelah memilah siapa saja yang bisa ikut mengurus masalah Su Yan, Xiao Tian memimoin semua orang terbang menuju kerajaan Api.
Di tengah perjalanan, Su Yan dan Evil Su Yan melesat maju menyetarakan kecepatan mereka hingga bisa berada disamping kanan dan kiri Xiao Tian. Nampak jelas keraguan yang mendalam dari raut wajah mereka. Xiao Tian yang menyadari bahwa kedua Su Yan memiliki hal hal yang mereka khawatirkan dan ingin mereka sampailan, segera mengangkat suara tanpa menghentikan penerbangannya.
"Katakan saja apa yang kalian ingin katakan!"
"Tak perlu sungkan padaku," Xiao Tian memulai percakapan dengan halus.
"Seperti yang kau ketahui sebelumnya, saat kami masih berbagi tubuh yang sama, kami telah pergi menemui raja kerajaan api tepat setelah insiden terbukanya portal alam bawah. Dan seperti yang pernah kujelaskan juga, mengenai perubahan aneh di dunia ini akibat campur tangan perwujudan hukum langit."
"Ingatan semua penduduk kerajaan Api, tidak bukan hanya itu, ingatan mengenai hal hal yang berkaitan dengan Dewa alam langit, benar benar lenyap dari seluruh mahluk alam fana!"
"Mereka bahkan melupakan fakta bahwa aku pernah diangkat menjadi pangeran kerajaan Api!" Evil Su Yan menanggapi dengan pandangan murung dan kesal.
Sementara Su Yan hanya membenarkan semua ucapan itu, dengan mengangguk sembari mengedipkan kedua matanya secara pelan sebanyak satu kali.
"Karena ingatan mereka lenyap, maka insiden yang menimpamu itu pasti ... ," Xiao Tian nampak memahami sesuatu.
Sementara kedua Su Yan mengangguk setuju, "Berhubungan dengan seorang Dewa!"
"Tapi siapa!?" Dewa petir menyela sembari menyusul mereka bertiga.
Xiao Tian menatap ketiga naga suci, namun mereka bertiga hanya menggelengkan kepala karena tidak tahu menahu soal masalah tersebut.
Hingga akhirnya perbincangan mereka pun terputus oleh sosok yang tak pernah Xiao Tian bayangkan akan dia temui.
Wajahnya sangarnya yang familiar, mata merah dn rambut putihnya yang nampak tak jauh berbeda dari wujud wujudnya yang lain. Dialah Blood Chameleon, yang sedang terbang bersama ribuan suku Albino. Suku tanpa warna selain warna putih. Awanya Xiao Tian terlihat bingung akan kejadian tersebut, namun setelah melihat ke suku albino yang tepat berada di belakangnya, terkuak sudah misteri yang cukup membingungkan.
Anggota suku Albino itu nampak jelas sedang mencengkeram tubuh Tianzong yang sudah tak bernyawa. Dalam sekali lihat saja Xiao Tian segera memahami bahwa, relik Waktu telah direbut oleh ego terakhir Blood Chameleon.
Berbeda dengan Tianzong yang tak mengetahui semua fungsi relik waktu, ego Blood Chameleon benar benar memanfaatkannya untuk menghindar dari semua serangan targetnya. Menghentikan dan memutar kembali waktu, atau memunculkan time loop tanpa mengorbankan masa hidupnya.
"Aneh!"
"Kenapa aku masih mengingat masa sebelum time loop terjadi?"
"Bukankah seharusnya aku tak mengingat itu!?"
"Kami kan tak bersentuhan!" Xiao Tian nampak bingung. Sementara para suku albino menertawakan ketidak tahuannya.
"Bukankah ini menarik, yang mulia maharaja Xiao Tian!?"
"Kekuatan ini begitu luar biasa bukan!?"
"Aku heran, kau ini sebenarnya tahu atau tidak sih kalau orang terdekatmu ini memiliki ikatan dengan relik waktu!" Last ego meremas erat kepala Tianzong hingga hancur tepat dihadapan Xiao Tian. Sembari menunjukkan aksinya dia enghentikan waktu, namun membiarkan semuanya termasuk Xiao Tian tersadar tanpa bisa menggeser tubuh mereka sedikitpun.
"Time Freeze ... !?,"
"Bukankah ini skill terlarang yang telah lama hilang!?"
"Skill yang menghentikan waktu namun membiarkan beberapa target tersadar dan dapat berbicara, namun tak bisa bergerak karena waktu disekitar tubuh mereka telah berhenti." Dewa Petir nampak mengenali efek relik tersebut. Sementara Last Ego terus mengoceh membanggakan pencapaiannya sembari melenyap warna dari tubuh para naga suci yang mengakibatkan ketiga naga suci itu kehilangan sebagian besar kekuatan suci mereka. Dewa petir pun berubah tak bertenaga saat Last Ego menyerap warna dari tubuh dan pakaiannya.
Kini mereka semua kecuali suku albino dan Xiao Tian, nampak seperti gambar hitam putih yang dibuat dengan pensil. Hingga akhirnya dia pun menghentikan aksinya sendiri, tepat disaat hampir menyentuh kulit Xiao Tian. Meski tak begitu terlihat, sebenarnya Last Ego sedang merasa khawatir akan beberapa hal yang tak bisa dia ceritakan. 'Hampir saja tubuhnya menyedot relikku!' Semenjak bereaksi aneh, Last ego muai menjaga jarak dari Xiao Tian, lalu memerintahkan semua bawahannya untuk menebar teror di istana.
"Oh iya, bukankah dengan relik waktu ini, aku bisa memutar ulang waktu lagi?"
"Jika aku memutar ke saat dimana sekte pembasmi iblis baru datang, apakah semua avatar dan egoku yang juga terikat dengan banyak relik, bisa kudaatkan kembali, bukan begitu!?" Last Ego mencoba memanas manasi Xiao Tian. Padahal nyatanya, dia tak bisa ke masa itu. Dan semua itu terjadi karena ketentuan bahwa pewaris relik tak bisa merubah waktu dimana pewaris relik sebelumnya masih dalam keadaan hidup! Dengan kata lain, Last Ego tak dapat memutar balik waktu dimana Tianzong masih hidup.