
"Serang!" tikus hitam melaju mendekati para tikus tanah tanpa rasa ragu.
Terhitung lima detik setelah para tikus hitam melaju kencang, para tikus tanah raksasa mengangkat palu mereka begitu tinggi dan berniat menggempur tanah untuk menghempaskan semua tikus hitam.
"Ingat, larilah ketika aku memberi tanda!"
"Saat debu akibat benturan palu dan tanah tercipta, larilah sekuat tenaga tanpa melihat ke belakang!" ucap tikus merah sambil melirik ke arah Xiao Tian.
Xian tak menganggukkan kepala sambil berkata, "Baiklah."
Para tikus tanah melapisi palu mereka dengan aura emas sambil mengangkatnya menghadap langit langit.
Setelah senjata mereka terlapisi aura emas, para tikus tanah mendorong mundur palu mereka sebelum menghantamkannya ke daratan. Bersamaan dengan itu, tikus merah mengucapkan aba aba, " Satu ... ,"
Ketika tikus tanah mulai memusatkan kekuatan qi di telapak tangan kanan mereka, tikus merah berkata, "Dua ... ,"
Saat para tikus mengangkat kembali palu mereka dan langsung mendorongnya menuju lantai gua, para tikus hitam berhenti melaju sambil menutup mata mereka. Bersamaan dengan itu, sambil menutup matanya tikus merah berkata, "Tiga!"
Brukk krakk, lima suara benturan tanah terdengar di telinga semua orang.
Para tikus hitam tak terhempas mundur karena suara tersebut, gelombang udara benturan tanah pun tak dapat dirasakan sedikitpun.
"Apa yang terjadi?"
"Kenapa kami tak terpental mundur?" pikir para tikus hitam sambil menutup mata.
"Kenapa suara benturannya berbeda dari biasanya?"
Karena penasaran, tikus merah dan para tikus hitam membuka mata mereka secara bersamaan. Disaat semua mata telah terbuka, para tikus hitam serta tikus merah terkejut bukan main. Mata mereka terbelalak begitu lebar, karena melihat semua palu tikus tanah tertahan oleh sebuah gundukan tanah yang entah muncul dari mana.
Gundukan tanah tersebut menelan bagian tepi pegangan palu sehingga palu palu tikus tanah tak menyentuh daratan.
Ketika para tikus masih terkejut, terdengar suara Xiao Tian yang begitu lantang.
"Jurus pengendali tanah, teknik gundukan tanah!"
Sebuah gundukan tanah yang lain muncul tepat di bagian tengah pegangan palu. Gundukan tersebut melesat begitu cepat hingga membentur pegangan palu.
Ketika benturan antara gundukan dan pegangan palu terjadi, palu palu tersebut terpental ke udara hingga mengarah ke arah Xiao Tian.
Kedua palu Xiao Tian tangkap di masing masing tangannya. Sedangkan tiga buah palu yang lainnya dibiarkan terjatuh menghantam tanah.
Brukk
"Kau ... ?" tikus merah menatap Xiao Tian dengan terkejut.
Para tikus hitam ikut menoleh ke arah Xiao Tian karena mengikuti palu palu yang terlempar ke udara.
Ketika tikus tikus tersebut menatapnya, Xiao Tian menghentakkan kaki kanannya ke daratan. Bersamaan dengan itu gumpalan gumpalan air keluar dari dalam tanah. Gumpalan tersebut terus melayang ke atas udara tanpa henti lalu membentuk sebuah bola bola es berlapis udara.
Setelah menghentakkan kaki kanannya, Xiao Tian menghentakkan kaki kirinya ke daratan hingga membuat gumpalan gumpalan tanah melayang ke atas udara.
Bersamaan dengan melayangnya gumpalan air dan tanah, Xiao Tian melemparkan dua palu berlapis aura emas ke atas udara hingga membuatnya berputar putar mendekati langit langit gua.
Saat palu palunya masih berputar di atas udara, Xiao Tian membuat puluhan bola api merah hingga melayang di sekitar tubuhnya.
Ketika palu berlapis aura emas terjatuh kebawah, dia pun langsung menangkapnya kembali.
Ketika palu palu tersebut berada di tangannya, Xiao Tian membenturkan palu palunya dengan bola bola element yang telah dia buat.
"Telanlah bola bola elemenku!" ucap Xiao Tian sambil menatap para tikus hitam.
Ketika bola api, es, tanah berlapis gumpalan angin yang membuat bola bola tersebut melesat semakin kencang mendekati mereka, para tikus hitam langsung menelan bola bola elemen tersebut sesuai ucapan Xiao Tian.
Setelah menelan bola bola elemen para tikus hitam langsung menyemburkan bola bola elemen tersebut ke arah para tikus tanah yang sedang berjalan mendekati mereka.
Duar duarr duarr
Ledakan yang tercipta akibat serangan bola elemen yang telah ditingkatkan menciptakan asap tebal yang menutup pandangan semua orang. Saat asap tebal masih ada, X
tikus merah berkata,"Lari!"
"Ini saat yang tepat untuk melewati tempat ini, semuanya lari!"
Para tikus hitam melesat maju memasuki sekat ruangan tempat para tikus tanah muncul pertama kali, diikuti oleh Xiao Tian yang berlari sesuai arahan tikus merah.
Setelah Xiao Tian hampir mencapai sekat ruangan, asap asap menghilang karena dihisap habis oleh para tikus tanah.
Xiao Tian sempat terkejut akan teriakan tikus tanah, tapi dia tak menghentikan langkahnya atas arahan tikus merah.
Setelah berhasil melewati sekat pembatas ruangan, para tikus menatap Xiao Tian dengan begitu serius.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Xiao Tian.
"Sebenarnya berapa banyak elemen yang kau kuasai?"
"Aku tak menyangka bisa melihat orang yang menguasai lebih dari lima elemen. Api, air, angin, tanah, es, dan cahaya."
"Apakah kau kasih memiliki rahasia yang lain?" tanya tikus merah sambil menatap Xiao Tian.
"Jika aku berkata kalau aku menguasai semua elemen apakah kau akan percaya?" tanya Xiao Tian sambil menatap tikus merah.
"Se ... semua elemen!" para tikus hitam berteriak bersamaan dengan mata yang terbelalak.
"Ja ... jangan bercanda, mustahil bagi seorang manusia untuk menguasai semua elemen," ucap tikus merah dengan terbata bata.
Para tikus kehabisan kata kata setelah melihat wajah Xiao Tian yang terlihat serius, karena tak ada gunanya berbohong pada mereka yang memang telah mati. Para tikus pun akhirnya mencoba menerima ucapan Xiao Tian.
"Sepertinya kami telah bertemu dengan seseorang yang akan menguasai jagat raya," ucap tikus merah sambil tersenyum tipis.
"Sudahlah kita lanjutkan saja perjalanannya," ucap Xiao Tian eambil menyeret palu hitam berlapis aura emas.
"Kami hanya bisa membimbingmu sampai sini, kau hanya perlu berjalan lurus hingga mencapai kristal emas," ucap tikus merah sambil berdiri di pundak kanan Xiao Tian.
"Tidak, kalian sekua harus ikut bersamaku!"
"Bagaimanapun juga, kalian ikut andil dalam ujian pertamaku!" ucap Xiao Tian dengan tatapan serius.
"Cih, baiklah," tikus merah malas berdebat dengan Xiao Tian karena tahu keputusannya tak akan berubah.
Setelah sepakat, mereka pun berjalan menuju ruangan berhiaskan kristal emas secara bersamaan.
Setelah berjalan beberapa menit, sebuah cahaya emas terlihat dari tempat yang agak jauh. Xiao Tian bersama para tikus hitam langsung berlari mendekati kristal emas secara bersamaan.
Setelah mencapai kristal emas sebuah lingkaran sihir bersimbol tikus muncul di lantai gua yang terkena sinar dari kristal emas.
Dari lingkaran sihir tersebut muncullah roh tikus suci yang berwujud tikus kecil dengan bulu berwarna emas.
Dan di belakang lingkaran sihir tersebut muncul lingkaran lingkaran sihir bersimbol sebelas roh suci yang lain. Bersamaan dengan munculnya lingkaran sihir tersebut, ke sebelas roh suci yang lain pun muncul di belakang roh tikus suci.
"Selamat karena telah berhasil menyelesaikan ujian kami, kau berhak meminta sesuatu dariku. Baik senjata atau apapun yang ada di dalam gua ini," ucap roh tikus suci sambil menatap Xiao Tian dengan tatapan serius.
"Ujian kami?"
"Bukankah ini hanya ujian darimu saja?" tanya Xiao Tian dengan terheran.
"Akan kami jelaskan secara rinci setelah kau mengatakan permintaanmu."
"Hanya ada satu permintaan yang bisa kau minta, putuskan sekarang atau tidak selamanya," ucap tikus suci dengan tatapan serius.
"Tu ... tunggu!"
"Bukankah seharusnya mendapat satu permintaan dari setiap roh suci!" ucap tikus merah dengan mata yang terbelalak.
"Tidak, hanya satu saja."
"Karena kami tak ingin mengujinya lebih jauh lagi," sambung roh tikus suci.
"Keputusannya ada padamu, kami tak akan memaksamu melakukan permintaan kami."
"Kau pasti kemari untuk satu alasan, ucapkan saja permintaanmu yang sebenarnya," ucap tikus merah sambil melompat turun dari punggung Xiao Tian.
Ketika tikus merah telah berjalan menjauh, Xiao Tian menatapa roh tikus suci sambil berkata,
"Aku meminta kebebasan semua roh yang terjebak di gua ini!"
"Dan menantang semua roh suci agar berhadapan langsung denganku!"
"Bocah ini?" ucap tikus merah sambil menghentikan langkahnya.
"Menantang kami?" ucap roh harimau suci.
"Ya, aku menantang kalian bertarung satu persatu!" tegas Xiao Tian dengan wajah serius.