Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 140 : Alasan kepanikan si Gendut


Si Gendut telah mengungkapkan alasan dibalik kepanikkannya. Ternyata Kaibo pergi menuju ke Lembah kristal es seorang diri.


Lembah kristal es merupakan lembah terlarang yang dijaga ketat oleh kerajaan Es. Lembah tersebut ditutupi oleh tembok besar yang menjulang tinggi hingga keatas langit.


Tembok tersebut begitu tinggi dan terbuat dari kristal berwarna hijau yang tingkat kekerasannya 10 kali lipat dari berlian.


Lembah kristal Es sengaja diasingkan bukan karena hal yang sepele. Konon katanya lembah tersebut dijaga oleh seekor naga putih yang kekuatanya jauh diatas nalar manusia. Tingkat bahaya dari naga tersebut jauh diatas serbuan sekte iblis.


Konon katanya, naga tersebut tak bisa mati.


Sanggup membunuh ratusan Dewa petarung hanya dengan satu kali tarikan nafas.


Ada yang menyebut naga putih tersebut sebagai iblis naga putih, ada juga yang menyebutnya sebagai monster pemusnah jagat raya.


Naga tersebut sudah ada sejak ribuan tahun lalu ketika para Dewa turun ke bumi untuk membasmi para Kaisar iblis yang menggangu manusia. Larangan mendekati Lembah kristal Es sudah dijelaskan oleh para Dewa kepada para manusia pertama sejak mereka terlahir didunia.


Bukan hanya manusia yang mematuhi aturan tersebut. Para iblis, siluman, vampir bahkan para beast juga tak ada yang berani mendekati lembah tersebut.


Akan tetapi rasa takut tersebut berubah menjadi rasa penasaran tepat setelah kelahiran manusia pertama di semesta kedua telah mencapai waktu seribu tahun.


Waktu itu jumlah manusia sudah berkembang sangat pesat. Jumlah mereka yang awalnya hanya ratusan telah mencapai angka milyaran dalam kurun waktu 1000 tahun.


Manusia-manusia pada jaman itu begitu sakti karena telah mendapat bimbingan para Dewa. Meski para Dewa sudah lama tak turun ke dunia karena tak ingin merubah roda takdir, mereka masih sering menurunkan ajaran kitab beladiri tingkat tinggi kepada beberapa pengikut setianya. Biasanya para pengikut dewa yang telah mewarisi kitab Dewa akan memperoleh kesaktian yang sangat luar biasa.


Para iblis yang merasa terancam dengan populasi manusia sakti yang meningkat begitu pesat, menjalankan rencana dengan menyebarkan berita bohong tentang rahasia dibalik lembah kristal Es.


Para iblis menyebarkan rumor kepada manusia, bahwa di Lembah tersebut terdapat bunga kristal Es yang sangat langka. Bunga kristal Es terkenal dengan khasiatnya yang luar biasa, yang mampu menghidupkan orang mati.


Awalnya tak ada yang percaya dengan rumor tersebut semuanya masih berpegang teguh pada aturan Dewa yang melarang mendekati lembah tersebut.


Ratusan tahun telah berlalu, rumor tentang bunga kristal Es di Lembah tersebut tak kunjung menghilang. Rumor itu malah semakin menjadi bunga kristal Es yang awalnya dikabarkan bisa membangkitkan orang mati, dikabarkan memiliki hasiat lain berupa keabadian. Para manusia yang awalnya tak melirik bunga tersebut, mulai berbondong-bondong menuju ke Lembah kristal Es karena tertarik dengan keabadian.


sembilan ratus manusia sakti yang kekuatannya telah mencapai Dewa petarung lapisan puncak pergi ke Lembah Kristal Es untuk mencari bunga tersebut. Mereka melanggar larangan para Dewa dengan memasuki Lembah Kristal Es hanya demi mendapatkan keabadian.


Alasan manusia-manusia sakti tersebut berani mengabaikan larangan para Dewa yaitu karena mereka merasa sudah cukup hebat. Mereka menjadi angkuh hanya karena bisa mengalahkan para iblis dengan mudah dan telah membuat manusia berkuasa di semua daratan. Padahal kekalahan iblis dan vampir merupakan skenario yang dibuat para Dewa agar para manusia bisa hidup tenang.


Karena keangkuhan manusia yang menerobos masuk kedalam Lembah kristal Es, umat manusia mengalami kemalangan yang luar biasa. Ketika mereka baru menginjakkan kaki di wilayah Lembah Kristal Es, sebuah gelombang tekanan Qi yang terasa begitu menyesakkan dada muncul hingga menjatuhkan mental semua orang.


Naga putih yang selama ini tak pernah muncul dihadapan manusia menampakkan dirinya lalu membunuh semua manusia yang melanggar aturan Dewa.


800 Dewa petarung yang mencoba mengeroyok naga tersebut kehilangan nyawa mereka setelah naga tersebut mengeluarkan gelombang suara yang memekakkan telinga.


Melihat delapan ratus Dewa Petarung terbunuh dalam sekejap mata, seratus orang Dewa Petarung yang tak terkena efek teriakan naga tersebut melarikan diri meninggalkan Lembah kristal es.


Seratus orang Dewa Petarung yang telah meninggalkan Lembah kristal es bernapas lega karena berpikir mereka telah aman.


Mereka berhenti berlari karena mengira naga putih tak akan pernah meninggalkan sarangnya.


sayangnya semua dugaan mereka keliru. Naga putih tersebut terbang keluar dari sarangnya, meninggalkan Lembah kristal es hanya untuk mengejar mereka.


Melihat naga tersebut terbang mendekat, para Dewa petarung berlarian tanpa arah dengan tujuan menjauhi naga tersebut. Mereka berpencar untuk mengecoh naga putih tersebut dan mengadu nasib sambil berharap bisa selamat dari terkaman naga itu.


Satu persatu Dewa Petarung tewas terkena semburan es naga putih itu. Naga itu terus mengejar para Dewa Petarung yang berlarian kearah barat. Semua yang terkena semburannya akan mati membeku dalam sekejap mata.


Setelah meratakan para Dewa Petarung diarah barat naga tersebut pergi membasmi semua manusia yang dia lihat.


Sejak hari itu banyak manusia yang tak bersalah menjadi korban amukan naga putih raksasa.


Lebih dari satu minggu naga putih tersebut terus berkeliaran mencari manusia.


Desa demi desa, kota demi kota, kerajaan demi kerajaan hancur satu persatu setelah dikunjungi naga putih tersebut.


Mendengar amukan naga tak kunjung berhenti, para Dewa petarung yang berhasil selamat dari amukan naga putih mengurung diri di tempat persembunyian mereka.


Mereka menghabiskan waktu didalam tempat persembunyian mereka sambil memikul rasa bersalah karena telah membangkitkan sebuah makhluk pemusnah umat manusia.


"Aku tahu masih ada beberapa manusia yang berhasil selamat, aku sengaja menyisakan kalian agar bisa menjadi saksi betapa mengerikannya amukanku."


"Ingatlah dan ceritakan kepada keturunan kalian, jika ada satu makhluk yang berani masuk ke wilayahku maka akan kubinasakan semua makhluk dimuka bumi."


"Baik manusia, iblis, beast, vampir, siluman maupun hewan, jika ada satu saja yang berani menginjakkan kakinya diwilayahku maka akan kubinasakan semua makhluk yang bernyawa!" ancam naga putih raksasa.


*********


Si Gendut menceritakan semua alasan kepanikannya kepada Xiao Tian bahwa perbuatan Kaibo bisa memancing kehancuran dunia.


Xiao Tian yang awalnya tak mempercayai cerita si Gendut gemetar ketakutan setelah Dewa Petir membenarkan cerita si Gendut.


"Kenapa kau tak bilang dari tadi!"


"Ini semua menyangkut keselamatan semua orang!"


"Aku pikir sekte iblis dan sekte kegelapan merupakan satu-satunya hal yang perlu diwaspadai, ternyata masih ada hal yang jauh lebih mengerikan." bentak Xiao Tian sambil memegang kerah baju si Gendut.


"Ini adalah cerita turun temurun yang diceritakan nenek moyangku dan seluruh penduduk kerajaan Es. Selain penduduk asli kerajaan Es tak ada yang percaya akan cerita tersebut. Mereka menganggap itu sebagai lelucon belaka. Makannya tak heran tabib istana kerajaan Angin juga menjadikannya sebagai lelucon untuk mencairkan suasana."


"Aku pikir Kaibo hanya bercanda soal pergi ke Lembah kristal es, dia pergi kesana karena belum mendengar soal naga putih raksasa. Dia hanya mendengar tentang khasiat bunga kristal es dan letak bunga tersebut berada."


"Dengan menuju ke kerajaan Es, aku jamin Kaibo akan tewas."


"Entah karena dibunuh para prajurit penjaga di kerajaan Es, atau dibunuh oleh naga itu."


"Satu hal yang pasti, nasib seluruh umat manusia berada ditangan Kaibo."


"Aku harap jika dia tewas, dia tidak tewas ditangan naga putih itu." jelas si Gendut.


"Kau ini bicara apa!"


"Seharusnya kau mendoakan keselamatan Kaibo!" bentak Xiao Tian.


"Kau pikir aku tak mau dia selamat!"


"Aku ingin menolongnya sejak awal, makanya aku lari secepat mungkin!"


"Jika saja kau tak menghalangiku, mungkin aku bisa mengejarnya sejak tadi!" bentak si Gendut.


"Kalau kau berterus terang sejak awal, aku tak akan menghentikanmu!" bentak Xiao Tian.


"Aku tak punya pilihan lain!"


"Aku pikir kau sama seperti yang lain, yang tak akan pernah percaya dengan cerita leluhurku dan cenderung menertawai ceritaku!" bentak si Gendut.


Xiao Tian mendorong si Gendut hingga jatuh menghantam tanah.


"Dasar bodoh, kau pikir aku ini siapa!"


"Memangnya aku pernah menertawakan temanku sendiri!"


"Aku kecewa padamu gendut!" tegas Xiao Tian meninggalkan si Gendut pergi.


Xiao Tian menggantikan si Gendut pergi menuju ke kerajaan Es untuk mengejar Kaibo.


*******


#Sedikit jauh dari kerajaan Es


Topeng bencana terbang dengan kecepatan tinggi menuju kerajaan Angin, dia berpapasan dengan Kaibo yang sedang menuju ke kerajaan Es.


Meski tak sengaja berpapasan dengan Kaibo, Topeng bencana terus malanjutkan perjalanan dan mengabaikan Kaibo karena sedang terburu-buru menuju kerajaan Angin dan merasa khawatir dengan keadaan Xiao Tian.