
Setelah mengantri begitu lama Xiao Tian dipanggil untuk melakukan ujian tertulis.
Dengan bimbingan dewa petir, pengetahuan Xiao Tian jauh diatas semua orang, dia mengetahui banyak hal tentang obat herbal dan kandungan yang ada di dalam obat tersebut, dengan bantuan pengetahuannya di masa lampau, dia juga mengetahui hal yang tidak diketahui orang-orang.
Dewa petir hanya mengajarkan semua jenis bahan yang bisa digunakan untuk membuat pil, dan memberi tahu kandungan yang ada di dalam bahan tersebut, tapi pengetahuan yang diberikan dewa petir tidaklah sembarangan, di dunia ini tak ada manusia yang bisa mengetahui manfaat dari sebuah obat herbal melebihi pengetahuan Xiao Tian.
Semua orang mengerjakan soal ujian tertulis dengan sangat sulit, ujian kali ini memang tingkatannya lebih sulit dari biasanya, tapi soal itu tak ada apa-apanya bagi Xiao Tian, dia mengisi semua jawaban dengan sangat cepat, dalam 5 menit dia langsung berdiri dan membuat pandangan semua orang terfokus padanya.
"Nak kenapa kau berdiri?"
"Apakah kau ingin buang air kecil?"
"Kalau kau keluar dari tempat dudukmu, maka kau akan dianggap telah menyelesaikan ujiannya " ucap pengawas ujian
"Hahahaah nasib bocah itu begitu sial, Sepertinya dia sudah tak bisa menahan diri, Seharusnya dia pergi ke toilet sebelum melakukan ujian, Karena pengawasan disini sangat ketat, Siapapun tak boleh pergi karena jika diijinkan meninggalkan tempat, Seseorang bisa saja mencoba mengeluarkan kertas contekan." ucap salah satu pria yang duduk dibelakang Xiao Tian
"Apa dia berencana mencari jawaban di toilet?"
"Sebelum masuk ruang ujian saja kita digeledah, agar tak ada contekan yang bisa dibawa masuk, bocah itu benar-benar sial jika memang berpikir bisa mencari jawaban di toilet, aku juga pernah merencanakan itu dan menyimpan semua kertas contekan di toilet, Tetapi saat kutahu tak boleh pergi ke toilet, Sirna sudah semua rencanaku." ucap Pria disamping kiri Xiao Tian dengan suara kecil mengobrol dengan pria disampingnya
"Haha , aku baru tahu ternyata kau pernah memiliki rencana sepertiku." ucap Pria di sampingnya
"Berhenti mengobrol atau kalian akan di diskualifikasi!" ucap pengawas
"Ba.. baik" ucap mereka
"Kenapa kau tak duduk juga?"
"Apa kau sudah tak tahan pergi ke toilet?"
"Kalau begitu kembalilah kemari tahun depan!" ucap pengawas
"pft, kasian sekali sepertinya dia harus menunggu ujian hingga tahun depan karena ingin ke toilet, meski gedung alkemis ini menerima pendaftaran dan mengadakan ujian setiap hari, tapi setiap orang hanya memiliki kesempatan setahun sekali, agar tidak membuat antrian yang terlalu panjang."
" Rasakan itu!"
"Aku kan sudah menasehatinya waktu di tempat pendaftaran, dia malah gagal hanya karena ingin ketoilet ahhaah." ucap Pria disamping kiri Xiao Tian
"Pak pengawas, aku berdiri bukan karena ingin ke toilet, tapi karena sudah selesai menjawab semua pertanyaan." ucap Xiao Tian
"Apa kau yakin kalau kau sudah selesai?"
"Waktu masih banyak, kau bisa mengecek jawabanmu lagi." ucap Pengawas ujian
"Aku sangat yakin kalau aku sudah selesai, Soal ini terlalu mudah, hanya orang bodoh yang tak bisa menjawabnya." ucap Xiao Tian
"Hei bocah sombong , jadi maksudmu kami semua bodoh karena tak bisa mengisinya secepat dirimu!" ucap para peserta ujian
"Wah sepertinya ada yang tersinggung, maaf aku tak bermaksud menyinggung kalian, hanya saja menurutku soal-soal ini terlalu mudah." ucap Xiao Tian
"Baiklah kalau kau sudah sangat yakin, Kemarilah dan kumpulkan jawabanmu." ucap pengawas ujian
Xiao Tian maju kedepan menyerahkan semua kertas jawaban miliknya.
"Oke kau boleh keluar, hasilnya akan keluar setelah aku memeriksa semua jawaban dari peserta yang lain." ucap Pengawas ujian
Xiao Tian keluar dari ruang ujian dengan sangat santai dan meledek para peserta yang lain dengan menjulurkan lidahnya.
"Bweee." ucap Xiao Tian sambil melangkah keluar
"Bocah sialan!" ucap para peserta ujian
"Cih dasar bocah jaman sekarang, apa dia pikir ujian ini hanya main-ma..,"
"Tunggu dulu apakah aku salah memberikan soal kepadanya?"
"Inikan soal ujian alkemis bintang 3, Apakah yang lain juga menerima soal yang sama?" Pikir Pengawas ujian
"Hei apa kalian merasa kalau soal ujiannya begitu sulit?"
"Iya biasanya kan hanya pertanyaan tentang nama-nama bahan obat dan fungsinya tapi kenapa ada soal car meracik obat segala, bagaimana kita bisa tahu kalau kita bahkan tak pernah membuat obat." ucap Salah satu peserta
"Kau benar soal tahun ini terlalu sulit." ucap pria disampingnya.
"Hei apakah diantara kalian ada yang mendapat soal meracik obat?"
"Jika ada tolong angkat tangan kalian!" ucap pengawas ujian
"Aku pak!" ucap semua peserta sambil mengangkat tangan
"Hahaha maaf karena kesalahanku, aku salah membagikan soal, itu adalah soal untuk alkemis bintang 3 jadi kalian tak mungkin bisa menjawabnya."
"Biar kubagikan soal yang baru." ucap Pengawas ujian sambil membagikan soal baru
"Apa bocah itu pergi karena merasa soalnya tak mungkin dia jawab?"
"Aku baru melihat lembar pertanyaan, baiklah coba ku lihat jawaban macam apa yang dia tulis di lembar jawaban."
"I... ini."
"Gila!" teriak Pengawas ujian
"Gila?"
"Siapa yang gila?"
"Apakah pengawas sudah mulai gila karena salah memberi soal?" ucap salah satu peserta
"Beraninya mengataiku gila, keluarlah kau di diskualifikasi!" ucap pengawas
"Tapi aku hanya.." sebelum menyelesaikan omonganya pengawas memotong ucapannya
"Kau mau melawanku?"
"Kalau begitu kau tak boleh mengikuti ujian hingga 5 tahun." ucap Pengawas ujian
Ketika sedang mengancam peserta, Huang Chu memasuki ruangan untuk meminta soal ujian alkemis bintang 3 yang dia titipkan ke pengawas ujian.
"Ada apa ini kenapa kau sampai begitu marah hingga mengancam peserta tak boleh ikutan ujian sampai 5 tahun." ucap Huang Chu
"Ke..kepala sekolah?"
"Kau..kau harus melihat ini, kemarilah kau pasti terkejut, seorang bocah baru saja mengisi kertas ujian dan semua jawabanya benar." ucap pengawas ujian
"Apa spesialnya itu, ini kan bukan pertama kalinya anak muda menyelesaikan ujian tertulis dengan mudah dan benar semua." ucap Huang chu
"Ma.. masalahnya tadi aku salah memberikan soal, soal yang dia jawab adalah soal untuk ujian alkemis bintang 3." ucap pengawas ujian
"Berhenti bercanda mana ada bocah yang bisa mengisi soal alkemis bintang 3 dengan mudah!" ucap Huang Chu sambil merebut jawaban Xiao Tian
"Gila!" teriak Huang Chu sambil memukul meja hingga hancur
"Benarkan yang kukatakan, Kau pasti terkejut melihat jawaban darinya." ucap Pengawas ujian
"Katakan dimana bocah itu sekarang!"
"Aku harus mengangkatnya menjadi alkemis bintang 4!" ucap Huang Chu
"Bi.. bintang empat?"
"Apa maksudmu, inikan hanya soal ujian alkemis bintamg tiga, dia juga belum melakukan ujian praktek." ucap pengawas ujian
"Jawaban di lembar awal memang benar seperti pengetahuan yang kita ketahui. tapi jawaban di lembar sebaliknya dia menjelaskan cara meningkatkan efektifitas dari penyulingan obat."
"Dan semua cara itu masuk akal, walau aku tak tahu apakah akan bsrhasil atau tidak, tapi hanya dengan membacanya saja ku yakin kalau dia sudah memiliki pengalaman dalam membuat pil tingkat tinggi!" ucap Huang Cu
"Jadi aku harus memanggilnya?"
"Aku tak tahu dia dimana sekarang, karena aku telah bilang ujian masih lama, mungkin dia sedang jalan-jalan." ucap pengawas ujian
"Pergilah dan cari dia!"
"Biar aku yang mengawasi ujian kali ketika kau pergi!" ucap Huang Chu
"Ba..baiklah!" ucap pengawas ujian
Setelah beberapa menit, Xiao Tian kembali memasuki ruang ujian bersama pengawas ujian itu.
"Hei nak apa kau memiliki seorang guru yang hebat?"
"Berapa tingkatan gurumu?"
"Semua jawabanmu benar-benar diluar pengetahuan kami." ucap Huang Chu
"Apa yang harus kukatakan pada mereka?" Pikir Xiao Tian
"Katakan saja kalau kau memiliki guru yang kuat dan tampan, di dunia ini tak ada yang sehebat gurumu." ucap Dewa petir
"Cih, aku kehabisan kata-kata, Baru pertama kali aku mendengar dewa senarsis dirimu." ucap Xiao Tian dalam hati
"Aku memiliki guru alkemis bintang 10, dia tak ingin diganggu jadi tak mau keluar, aku mendaftar kemari untuk mendapatkan lencana alkemis atas perintah guruku." ucap XIao Tian
"Oh iya disini tertulis nama Xiao Tian di lembar jawabanmu, apakah kau pangeran Xiao Tian yang sedang naik daun itu?" ucap Huang chu
"Aku memang pangeran Xiao Tian." ucap Xiao Tian
"Tadinya kupikir Jenderal Huang Cheng, berbohong padaku kalau yang mengobati putrinya hanya seorang bocah, tapi sekarang hal yang mustahil telah terjadi dihadapan mataku."
"Maaf karena pernah meragukanmu." ucap Huang Chu
"Tak apa, apakah aku bisa memiliki lencananya sekarang?" ucap Xiao Tian
"ehm, kau harus membuat obat dulu sebelum dinyatakan lulus." ucap Huang Chu
"Baiklah ayo antarkan aku ke tempat ujian kedua." ucap Xiao Tian
#Tempat penyulingan obat
"Baiklah ujian kedua sangat mudah, di soal yang kau jawab tadi ada 100 soal meracik obat, kau harus membuktikan semua teorimu, Dan buatlah 5 butir pil kualitas tinggi dari setiap soal." ucap Huang Chu
"Bukankah itu berarti aku harus membuat 500 pil?" ucap Xiao Tian
"Baguslah kalau kau mengerti."
"Bahan-bahannya sudah disiapkan, silahkan dimulai" ucap Huang Chu
"Sialan, sepertinya aku telah dimanfaatkan." pikir Xiao Tian
"Sepertinya mereka benar-benar pandai memanfaatkan situasi hahahah." ucap Dewa petir
Xiao Tian menghabiskan waktu seharian untuk membuat pil, dia berhasil mendapat lencana alkemis bintang 4 , tapi karena membuat ratusan pil membuang banyak waktu dan tenaga, dia akhirnya memutuskan untuk pulang dan tidak jadi pergi ke kota Shangyun.