
Setelah mengeluarkan serangan bola api biru, tiba tiba saja Xiao Hong merasa pusing dan berakhir pingsan.
Xiao Tian yang melihat hal tersebut segera menangkap badan ibunya, lalu menteleportasikan tubuh mereka ke dalam kamar yang ditempati ayahnya.
Saat itu kebetulan tak ada satupun orang di dalam kamar tersebut, hingga Xiao Tian langsung membaringkan tubuh ibunya ke atas kasur.
Sembari mengecek denyut nadi dan membagi energi qi miliknya, Xiao Tian pun berkata, "Bertahanlah bu, Xiao Tian ada disini untuk membantumu,"
Selang beberapa lama, Xiao Hong pun tersadar. Dan langsung berkata, "To ... tolong panggilkan seseorang untuk membantu ibu," wajahnya berkeringat begitu deras seakan sedang menahan sesuatu.
Melihat ekspresi ibunya, Xiao Tian pun mulai kebingungan. Dia langsung mengaktifkan teknik mata tembus pandang untuk melihat apa yang salah dengan kondisi ibunya.
Setelah dia perhatikan, ternyata calon adikkya sedang berjuang untuk menerobos keluar dari rahim sang ibu.
Karena tak punya pengalaman dalam membantu proses persalinan, dia langsung berteleportasi ke gedung penatua Xianlun untuk membawa paksa dirinya. Dengan simbol A_jing suci yang aktif, dia pun dapat berteleportasi di tempat Xianlun berada.
Saat Xiao Tian muncul tiba tiba di dalam kamarnya, Xianlun yang baru memakai selembar kain di dua daerah istimewanya langsung menyilangkan tangannya dan berkata, "Kyaaa!!"
Xiao Tian yang sedang panik saat itu langsung memegang lengan Xianlun dan membawa paksa dirinya ke kamar ibunya.
Disaat Xianlun ingin menampar orang yang membawanya itu, Xiao Tian langsung menangkap tangan yang satunya dan berkata, "Singkirkan amarahmu dulu. Aku tahu kalau aku sudah tidak sopan. Tapi ibuku memerlukan bantuanmu saat ini, sebentar lagi dia akan melahirkan," Nampak jelas wajah Xiao Tian begitu panik, sedangkan wajah Xianlun masih terlihat merah merona karena malu dan menahan amarah. Meskipun dia kebingungan dengan alasan mengapa Xiao Tian mengetahui bahwa dia memiliki pengalaman dalam membantu proses melahirkan. Xianlun mengabaikan hal tersebut setelah melihat kondisi Xiao Hong.
"Aku tak tahu dari mana kau mengetahui bahwa aku mempunyai pengalaman dalam hal ini, tapi aku pasti akan membunuhmu setelah semuanya selesai," ucap Xianlun dengan kesal.
Setelah Xianlun tak menunjukkan tanda tanda perlawanan, Xiao Tian langsung melepaskan pegangannya dan berkata, "Maaf karena bertindak tidak sopan, tapi tolong lupakan ini untuk sementara. Dan aku akan pergi untuk membawa penatua yang lain untuk membantumu," Xiao Tian langsung menghilang tanpa jejak.
Ketika Xianlun melangkah mendekatinya, Xiao Hong bertelepati kepadanya dengan berkata, "Pakailah pakaianku yang ada dalam peti. Agar putraku tak dapat melihat tubuhmu lagi disaat dia kembali,"
Dia membuka peti tersebut, dan langsung memakai pakaian yang pertama dia lihat. Tepat disaat dia batu memakai pakaiannya, Xiao Tian membawa penatua Xiang Ying dang penatua Ning Ying secara bersamaan.
Sambil menonaktifkan simbolnya, dia pun langsung melangkah keluar kamar untuk menunggu hasilnya.
Melihat kedua penatua datang, Xianlun hanya terdiam dan berpikir, "Dia benar benar memanggil penatua yang lain hanya untuk membantuku, semoga mereka tak diganggu saat sedang berlatih,"
Disaat Xianlun memandangi mereka, kedua tetua memandanginya dan berkata, "Apa kau benar benar tahu caranya proses melahirkan?"
"Tentu," jawab Xianlun sambil tersenyum paksa.
Ketika ketiga penatua membantu proses kelahiran si kecil, Xiao Tian terdiam di luar dan berkata, "Berjuanglah ... Ibu!"
Setelah beberapa menit berlalu, suara tangisan bayi pun terdengar. Dan tak lama setelah itu, Xiao Tian langsung masuk dan bersamaan dengan itu, Xiao Zhaoye tiba tiba saja muncul menggunakan teknik teleportasi.
Ketika ayah dan anak itu sudah berada di dalam kamar, Xianlun dan kedua tetua membalikkan badan mereka dan berkata, "Selamat yang mulia, kau memiliki seorang putri yang sangat cantik,"
Matanya terlihat biru menyala, wajah nya terlihat imut dan menggoda. Rambutnya terlihat hitam mempesona.
Tubuhnya memancarkan aura yang mempesona. Meskipun rambutnya belum begitu lebat karena baru terlahir, kecantikannya berhasil mempesona semua orang.
Sambil menggendong putrinya, Xiao Zhaoye pun berkata, "Cantik dan menawan, persis seperti ibunya. Selamat datang di dunia kecil kami, Xiao Jiao,"
Xiao Jiao memiliki arti si kecil yang cantik dan menawan. Xiao Zhaoye langsung menamainya demikian setelah melihat betapa cantik wajah putrinya itu.
Melihat mata biru yang menyerupai mata Dewi petir, Xiao Tian semakin yakin kalau itu adalah reinkarnasi darinya. Namun tetap dia tak menerima kalau Dewa petir akan menikahinya nanti. Dalam hati dia pun berkata, "Tak peduli apapun kenyataannya, aku tak akan membiarkan adikku menikahi seorang pria yang berusia ribuan tahun. Tidak akan pernah," Wajahnya terlihat begitu membara saat itu. Sedangkan Dewa petir yang baru bebas dari pengaruh simbol suci Xiao Tian, langsung membersihkan dirinya dan berkata, "Dasar murid tak tahu diuntung, harusnya dia bersyukur karena memiliki adik ipar seorang Dewa,"