Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 377 : Menang dan terdesak


Ning Ruye melemparkan jarum jarumnya ke arah Jingmi. Jarum tersebut bukan jarum biasa yang melesat sesuai jalur dan dapat dihindari dengan mudah. Sangat merepotkan bagi Jingmi karena jarum tersebut tak akan berhenti menyerangnya sebelum berhasil mengenainya.


Meski diserang tanpa henti, Jingmi masih bisa menghindari semua serangan karena kecepatannya melebihi sebuah kecepatan serangan jarum. Namun selang beberapa lama menghindar ke sana kemari, tiba tiba saja tubuhnya tak bisa digerakkan. Dan jarum jarum pun mulai menusuknya.


Cleb cleb cleb!!!


"apa apaan ini, kenapa tiba tiba aku tak bisa bergerak?" pikir Jingmi sambil berusaha menggerakkan tubuhnya.


"Jarum jarum itu melayang kesana kemari bukan tanpa sebuah tujuan. Sejak awal kau tak menghindari apapun, lebih tepatnya aku telah membuatmu menari di dalam gaya bertarungku," jelas Ning Ruye sambil berjalan mendekati Jingmi.


"Apa maksudmu?" tanya Jingmi.


"Kau mungkin tak bisa melihatnya. Dibelakang jarum jarum itu terdapat benang hitam semu yang tak bisa dilihat oleh manusia selain penggunanya. Dan benang benang tersebutlah yang telah menghentikan semua gerakanmu," jelas Ning Ruye sambil berjalan mendekat.


Tap tap tap


Ning Ruye berjalan mendekati Jingmi. Diameraba wajah Jingmi lalu berkata, "Wajah yang cukup cantik, sayang sekali aku harus membunuhmu sekarang sekarang juga. Ning Ruye mengarahkan tangannya ke leher Jingmi untuk mencekiknya hingga tewas. Anehnya Jingmi malah tersenyum seakan bahwa dia telah memprediksi semua itu.


" Teknik tempurung iblis, aktifkan," gumam Jingmi.


Seketika sebuah pelindung transparan muncul mengurung Jingmi dan Ning Ruye. Tak lama setelah itu, Jingmi pun mengaktifkan kepampuan andalannya.


"Teknik jeritan iblis, lapisan puncak. Teriakan kematian," pikir Jingmi.


"Kyaaaa!!!!!" Jingmi berteriak sangat kencang sehingga merusak gendang telinga Ning Ruye.


"Serangan macam apa ini, kenapa aku baru mendengarnya. Ini benar benar menyakitkan telingaku," Ning Ruye berusaha menutup telinganya namun semua itu percuma.


Setelah beberapa menit mendengar teriakan keras tersebut, Ning Ruye pun tumbang hingga memuntahkan begitu banyak darah.


Tak lama setelah itu, benang benang hitam yang mengikat Jingmi pun menghilang. Namun Jingmi tetap tak bisa menggerakkan tubuhnya karena terdapat delapan jarum yang tertancap di tubuhnya.


"Tangan, kaki, leher, punggung. Semuanya terasa begitu mati rasa. Sepertinya itu efek dari jarumnya," pikir Jingmi sambil mengerutkan dahi.


"Berpura pura tenggelam dalam alur serangan musuh, dan menyerang disaat musuh lemah. Cara yang cukup hebat. Sayangnya cara yang kau lakukan sangatlah beresiko. Jarum jarum itu sangatlah beracun loh. Dalam waktu lima jam dari sekarang, kau pasti akan tewas karena racun tersebut," jelas Ning Lian Ji sambil jalan mendekati Ning Ruye. Teknik tempurung iblis menghilang begitu saja sejak efek racun di dalam jarum jarum Ning Ruye mulai dirasakan oleh Jingmi.


Tap tap tap


Ning Lian Ji berjalan mendekati Jingmi.


"Untuk apa dia berjalan mendekatiku?" pikir Jingmi.


"Untuk mempercepat kematianmu tentunya," jawab Ning Lian Ji sambil melangkah mendekat.


"Apa dia baru saja membaca pikiranku?" pikir Jingmi dengan mata terbelalak.


"Yah, begitulah," jawab Ning Lian Ji sambil melangkah mendekat.


###


Huang Li mengendalikan tubuh para penjaga yang telah dia buat pingsan untuk memutari tubuhnya.


Dia melakukan itu untuk melindungi diri dari cakar besi Ning Rue yang menyerang dengan tubuh semu.


srat


Satu demi satu, para penjaga yang Huang Li kendalikan tewas tercabik cabik oleh Ning Rue yang menyerang dengan tubuh tak terlihat. Tepat disaat semua penjaga sudah habis, Huangli pun mulai menjadi incaran.


Namun anehnya, dia bisa menghindari semua serangan Ning Rue dengan begitu mudahnya.


"Apa apaan ini?"


"Kenaoa dia bisa menghindariku?"


"Saeung tangan ini dapat menyembunyikan hawa kehidupan serta hawa membunuhku. Seharusnya dia tak bisa memprediksi gerakanku. Lagipula aku bergerak dengan cukup cepat, bagaimana bisa semua seranganku meleset?" pikir Ning rue sambil berusaha menyerang Jingmi.


"Mata dan penciumanku mungkin bisa menipuku. Tapi tidak pendengaranku, jika Xiao Tian tak mengajari teknik ini, mungkin aku tak akan bisa melawannya. Meski menghindarinya dangatlah mudah, tapi aku tak boleh membuang buang waktu lebih lama lagi. Dilihat dari manapun Jingmi dalam keadaan terdesak sekarang. Lebih baik aku membantunya dulu." pikir Huang Li sambil menutup matanya .


Ketika Ning Rue masih sibuk mencoba melukai Huang Li, tiba tiba saja Huang Li menghilang.


"Mustahil, apa dia baru saja menghilang?"


"Berteleportasi kah?"


"Tapi teknik itu tak bisa digunakan di tempat ini. Apa mungkin dia memiliki teknik yang serupa dengan efek relik buatan tipe sarung tangan?" pikir Ning Rue sambil menghentikan langkahnya.


Clebb


"Kesalahan fatal, seharusnya kau terus berlari dengan kecepatan tadi untuk melindungi nyawamu. Meski aku sama sama bisa menghilang, tapi kecepatanmu sangat jauh di atasku. Jika kau tak berhenti karena terkejut melihat aku menghilang, mungkin kau tak akan bisa ku tusuk seperti sekarang," ucap Huang Li sambil menusuk Punggung Ning Rue dengan pedang rampasan.


"Aku terlalu fokus terhadap kecepatan dan teknik serangan sehingga tubuhku minim akan pertahanan. Meski kecepatanku berada di atas nalar, tapi kekerasan tubuhku sama dengan manusia biasa. Awalnya kupikir di dunia ini tak ada yang bisa melacakku ketika menghilang. Tak hanya bisa melacak semua seranganku dalam keadaan mata tertutup, dia bahkan bisa menggunakan teknik menghilangkan tubuh yang sudah lama menghilang dalam dunia pendekar. Sepertinya dia benar benar musuh alami yang tercipta untuk melawanku," pikir Ning Rue tepat sebelum menemui ajalnya.


Huang Li menusuk tepat ke arah jantungnya sehingga membuat Ning Rue tak dapat bertahan begitu lama.


Brukk


Tap tap tap


Huang Li mencabut semua jarum di tubuh Jingmi dan membawanya kabur menjauhi Raja Ning Lian Ji.


Wooshhh


"Kalian benar benar berhasil mengalahkan kedua pilar kerajaan dengan cukup mudah. Aku sangat kagum," Ning Lian Ji mengaktifkan tekanan qi yang sangat kuat untuk menghentikan gerakan Huang Li.


Wooshh


Uhuk uhuk (Huang Li batuk darah karena terkena efek tekanan qi milik Ning Lian Ji)


Brukk (Jingmi dan Huang Li terjatuh karena tak sanggup menahan tekanan qi sang raja)


Tubuh Huang Li kembali terlihat setelah dia terjatuh dan batuk batuk.


Ning Lian Ho mengeluarkan sebuah keris emas dari balik pakaiannya sambil berjalan mendekati Huang Li dan Jingmi. Awalnya keris tersebut berukuran kecil, namun terus memanjang dan membesar disaat raja menggosok gosokkan tangannya.