
Xiao Tian telah berada dalam keadaan terdesak karena terlena dalam kemenangan mudah yang dia dapatkan sebelumnya. Dalam keadaan terdesak, Xiao Tian sempat panik karena rasanya tak ada jalan keluar dari situasinya saat ini. Dia bahkan sempat pasrah akan keadaan tersebut.
Para iblis setengah dewa, nampak melenyapkan sabit di tangan mereka dengan tujuan untuk menyiksa Xiao Tian dengan tinju dan tendangan yang tak akan membuatnya lenyap dengan mudah.
Dalam hitungan detik, Xiao Tian mendapatkan begitu banyak luka di sekujur tubuhnya.
"Jangan harap untuk tiada dengan mudah!"
"Aku akan sedikit menyembuhkan mu dan membangunkanmu setiap kali hampir pingsan ataupun mati!" Salah satu iblis setengah Dewa menyeringai dengan penuh ketertarikan.
"Urkkk!" Xiao Tian mencoba menahan rasa sakit saat menjadi bulan bulanan penghuni gerbang alam bawah lapisan ke delapan.
'Apa aku benar benar akan berakhir disini?' Xiao Tian nampak begitu putus asa. Dia tahu betul bahwa rohnya tak akan hancur jika menyerah terhadap turnamen kematian ini. Tapi apa gunanya? Jika menyerah, dia hanya dapat ikut turnamen kematian lagi setelah ratusan tahun di alam bawah sudah berlalu, sementara waktu di alam bawah berjalan jauh lebih lambat jika dibandingkan dengan dunia nyata. Itu akan menjadi ribuan tahun di dunia nyata. Orang orang yang Xiao Tian kenal, mungkin sudah tiada saat dia berhasil melewati turnamen kematian yang berikutnya. Itu pun jika dia bisa melewati turnamen kematian tersebut.
Xiao Tian hanya memiliki dua buah pilihan saat ini, pertama tetap diam dan menerima semua siksaan, sampai semua iblis setengah dewa merasa bosan hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, atau memutuskan untuk menyerah, agar bisa mengulang turnamen kematian beberapa ratus tahun di alam bawah nanti.
"Hohoho, kau cukup keras kepala juga ya? Menyerah saja jika kau tak sanggup menahan rasa sakit itu! Jika tidak, kau hanya akan berakhir menjadi mainan bawahanku selamanya! Percaya atau tidak, mereka Tak akan pernah bosan ataupun lelah saat sedang menyiksa seseorang," Raja neraka bersayap delapan menunjukkan wajah bosan saat menatap keadaan menyedihkan Xiao Tian sembari duduk di kursi berpahatkan burung Phoenix emasnya.
"Panggil aku jika kau ingin menyerah!" Raja neraka bersayap delapan bangkit dari kursinya. Tak lama setelah itu, kursi tersebut lenyap tanpa jejak, diikuti oleh sang raja neraka yang segera berbalik menghadap ke posisi kursi emas yang baru saja menghilang.
Sembari menghentakkan ujung pegangan dari salah satu sabit dewa kematian miliknya ke tanah hitam berasapkan racun, Raja neraka bersayap delapan perlahan memudar dari pandangan semua orang.
"Pikirkan lagi, apa tujuanmu mengikuti turnamen ini!" Raja neraka bersayap delapan mengucapkan kalimat terakhirnya sebelum benar benar lenyap dari pandangan semua orang.
'Tujuanku?' Xiao Tian merenung sejenak sembari mencoba mencerna ucapan terakhir dari sang raja neraka. Lintasan ingatan mengenai janji dan keterikatan nya terhadap orang orang tersayang pun perlahan membanjiri pikiran Xiao Tian.
"Ha ... hahahahaha .... !"
Xiao Tian tertawa dengan wajah frustasi, tawanya sungguh berat dengan suara yang perlahan meninggi mengikuti seberapa tinggi kekecewaannya terhadap diri sendiri.
"Aku ini benar benar payah ya!?" Xiao Tian yang sebelumnya terkapar tak berdaya, perlahan bangkit hingga berdiri dengan tegak. Meski caranya berdiri sedikit gemetar dan sempoyongan, Xiao Tian tetap sanggup bangkit sembari menerima semua serangan dengan tubuh yang penuh luka.
Tinju serta tendangan dari para iblis setengah Dewa terus diarahkan ke tubuh Xiao Tian, meski begitu, Xiao Tian tak bergeser sedikitpun dari posisinya berdiri kali ini.
"Aku sangat yakin kalau tinju kami sudah menghancurkan semua tulang tulangmu! Bagaimana bisa kau menahan semua rasa sakit itu!" Salah seorang iblis setengah Dewa terlihat cukup bingung.
"Entahlah! Mungkin karena sudah terbiasa!" Xiao Tian memunculkan pedang draconic Aurora di sekitar mulutnya. Kemudian menggigit dan menggunakan pedang tersebut untuk menebas setiap musuh yang berada cukup dekat dengan posisinya berdiri.
Berkat sifat khusus pedang draconic yang bisa menyerap energi qi dari sesuatu yang terkena tebasannya, Xiao Tian pun berhasil memulihkan beberapa luka yang dia derita.
"Terima kasih karena sudah menyembuhkan beberapa lukaku!" Xiao Tian mengambil pedang draconic yang sempat dia gigit menggunakan tangan kanannya.
"Kenapa kau baru mengeluarkan pedang itu?" Salah satu iblis setengah dewa yang menderita sedikit luka seperti teman teman di dekatnya bertanya dengan penasaran.
"Bukankah sudah jelas!? Dia begitu karena takut akan tekanan yang dikeluarkan tuan kita!" sambung iblis setengah Dewa di sampingnya.
"Itu masuk akal sekarang, tapi ... apa kau yakin bisa berhadapan dengan kami saat terluka seperti itu!?" Iblis setengah Dewa bertanduk enam menatap dengan remeh.
"Kami, tak akan lengah hingga membiarkanmu menggores tubuh berharga milik kami lagi, kau tahu!"
"Jadi bersiaplah, untuk menemui ajalmu!" Para iblis setengah Dewa yang menderita luka gores akibat pedang draconic Aurora memancarkan qi iblis berlapis kekuatan suci dengan tatapan penuh permusuhan. Dengan kemunculan sabit sabit Dewa kematian di setiap tangan mereka, semakin memperjelas kemantapan mereka untuk mengakhiri semuanya.
"Habisi dia!" Para iblis setengah Dewa memancarkan hawa membunuh.
"Cih!" Xiao Tian memutuskan untuk menjaga jarak sembari memikirkan cara untuk keluar dari situasi buruk yang sedang dia hadapi.