Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 128 : Misi raja iblis Lanbing


Raja iblis Lanbing berjalan mendekati Tainam Chun sambil memutar-mutar kampak merah ditangan kanannya. Tainam Chun mencoba berdiri dengan tegak sambil memegang pedang petir yang terbuat dari kekuatan ki miliknya.


Wooshhh


Raja iblis Lanbing melempar kembali kampaknya kearah para prajurit. Tainam Chun yang berdiri didepan mereka bersiap-siap untuk menahan serangan kapak itu.


Ketika kapak tersebut hampir mendekati Tainam Chun diluar dugaan kampak tersebut malah memutari tubuhnya, menghindari semua tebasan pedangnya, seolah-olah kampak tersebut memiliki kesadaran sendiri.


Sambil menghindari tebasan pedang Tainam Chun kapak tersebut terus mencoba menyerang kebagian vital tubuh Tainam Chun yang tak terlindungi. Kapak tersebut terus mencari celah untuk menyerang Tainam Chun.


Ketika Tainam Chun sedang disibukkan oleh kapak tersebut, raja iblis Lanbing berlari melewati Tainam Chun menuju kearah para prajurit.


Para prajurit yang sebelumnya berada dibelakang Tainam Chun, kini sudah berada jauh di belakangnya. Mereka berlari sambil membawa tubuh jenderal Tailong dengan sebuah tandu untuk menjauh dari medan pertempuran.


Karena disibukkan oleh kapak milik raja iblis Lanbing, Tainam Chun tak menyadari bahwa raja iblis Lanbing telah melewatinya.


Tring


Sring


Setelah lama menghindar serangan fatal sambil mencoba menebas kapak merah milik raja iblis Lanbing , akhirnya Tainam Chun berhasil menebas kapak tersebut dengan pedang petirnya.


Tring


Meski pedang Tainam Chun berhasil mengenai kampak merah itu, kapak tersebut tidak tergores sama sekali tetapi hanya terpental menjauh, dan berbalik menyerang lagi ketika sudah terpental menjauh.


"Kapak yang merepotkan, tak bisa dihancurkan dan selalu mengincar titik vitalku. Jika ini terus berlanjut aku akan kehabisan tenaga."


"Andai saja, aku tak bertarung dengan jenderal Tailong tadi malam. Mungkin aku bisa mengalahkan kapak ini dengan mudah." pikir Tainam Chun


Tainam Chun sedikit kewalahan karena sudah hampir kehabisan tenaga, dia telah menghabiskan banyak tenaga ketika melawan jenderal Tailong. Kemungkinan dia bisa menghancurkan kapak tersebut adalah satu persen.


Disaat Tainam Chun masih disibukkan oleh serangan kapak merah, raja iblis Lanbing melesat begitu cepat kearah para prajurit. Dia melewati semua prajurit dan muncul tepat didepan mereka.


"Hai kalian mau kemana?"


"Ingin lari ya?"


"Boleh saja, tapi tinggalkan mayat itu disini." ucap raja iblis Lanbing.


"Berhenti bermimpi!" bentak para prajurit.


"Cih, merepotkan."


"Padahal aku tak mau mengotori tanganku, kenapa manusia selalu membuatku repot." ucap raja iblis Lanbing.


Raja iblis Lanbing merentangkan kedua tangannya, kedua telapak tangannya menghadap kearah daratan. Dia menarik nafas begitu dalam. Ketika dia masih menarik nafas, dari bawah tanah tepatnya dibawah kedua telapak tangannya keluar dua buah pedang yang berbentuk seperti batu yang dipahat hingga membentuk pedang.


Srat


Srat


Raja iblis Lanbing menebas kepala semua prajurit yang tersisa dalam sekejap mata.


Brukk


Brukk


Brukk( Tubuh para prajurit jatuh menghantam tanah)


Tandu yang membawa tubuh Jenderal Tailong jatuh menghantam tanah karena para prajurit yang membawa tandu tersebut telah tewas ditangan raja iblis Lanbing.


Brukk


"Merepotkan." ucap raja iblis Lanbing.


********


Dewi petir terus mendaratkan dambaran petir kearah raja iblis Dianzeng yang masih berada dibawah kawah tempat dia terjatuh.


"Kau sudah dalam keadaan sekarat, kenapa kau masih bisa tertawa?" tanya Dewi petir.


Duarr


Duarr


Duarr


Meski terluka parah Dianzeng terus mencoba berdiri dan terus menghina Dewi petir, dia terus berkata kalau sambaran Dewi petir tak akan bisa membunuhnya.


"Kenapa kau begitu keras kepala?" tanya Dewi petir dengan air mata diwajahnya.


Dewi petir merasa begitu bingung, karena ini merupakan pertama kali baginya merasakan kesulitan ketika ingin membunuh seseorang. Dia sangat kesulitan membunuh Dianzeng karena perasaannya begitu kacau, rasa sedih dan rasa sakit hati, emosi yang selama ini tak dia miliki, terus menghalanginya dalam menggunakan kekuatan penuh.


Setelah menerima ribuah sambaran petir, Dianzeng akhirnya mulai terlihat lemas, dia tak bisa berbicara sombong lagi. Satu sambaran kecil lagi saja bisa membuat nyawa Dianzeng melayang. Ketika petir Dewi petir hampir menyambar Dianzeng kembali, raja iblis Lanbing tiba-tiba saja muncul di depan tubuh Dianzeng yang sudah terbaring lemas sambil menggendong tubuh jenderal Tailong di punggung kirinya.


Raja iblis Dianzeng menangkis petir itu dengan satu buah pedang ditangan kanannya.


"Merepotkan." ucap Lanbing


"Adik saatnya kita pulang." ucap Lanbing.


"Kau saja yang pulang, urusanku disini belum selesai." ucap Dianzeng dengan nada kesal.


"Dasar merepotkan." ucap Lanbing.


Lanbing menginjak punggung Dianzeng hingga dia pingsan.


Brukk


Dia melempar pedang ditangannya kearah Dewi petir yang masih melayang diatas langit.


Wosshhh


Dewi petir menyambar pedang tersebut dengan petir miliknya, hingga membuat pedang tersebut hancur tanpa sisa.


"Seperti yang diharapkan dari seorang Dewi, maaf mengiramu sebagai seorang penipu tadi."


"Hari ini sampai disini saja, Lain kali kita lanjutkan lagi pertarungannya, sampai jumpa Dewi." ucap Lanbing sambil tersenyum kearah Dewi petir.


"Kau pikir kau bisa lolos dariku!" bentak Dewi petir.


Dewi petir menyambarkan petirnya kearah Lanbing hingga menciptakan ledakan yang begitu dahsyat.


Duarr


Asap yang begitu tebal mengelilingi daratan, menutupi pandangan Dewi petir. Karena merasa penasaran akan keadaan para raja iblis, Dewi petir menghembuskan angin yang kuat untuk menghilangkan semua debu dan asap yang menghalangi pandangannya.


Dewi petir menjadi begitu kesal setelah berhasil menyingkirkan semua asap dan debu , dia menjadi begitu kesal karena tak ada satupun yang bisa dia lihat. Para raja iblis berhasil kabur sambil membawa mayat jenderal Tailong.


Tainam Chun terluka begitu parah karena tak bisa menghindari semua serangan kapak merah. Ketika kapak merah hampir menebas lehernya kapak tersebut menghilang tanpa jejak. Kapak tersebut menghilang karena raja iblis Lanbing telah meninggalkan daratan elemen, dalam artian sudah jauh dari jangkauan kapak tersebut.


"Hampir saja kepalaku meninggalkan tubuhku, sepertinya tuhan masih belum mengijinkanku untuk meninggalkan dunia ini." ucap Tainam Chun dengan tubuh penuh luka.


Brukkk(Tainam Chun jatuh perlahan menghantam tanah karena tak memiliki kekuatan yang tersisa)


Tainam Chun terbaring lemas sambil bernafas lega karena masih bisa bertahan hidup. Karena kehabisan tenaga dia pun pingsan.


Dewi Petir turun dari atas langit, lalu mendekati tubuh Tainam Chun yang telah terbaring tak berdaya. Dia menggendongnya lalu membawanya terbang berkeliling mencari seseorang untuk mengobatinya.


Alasan Dewi petir membawa tubuh Tainam Chun pergi dan berusaha mengobatinya yaitu karena dia memiliki banyak pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh Tainam Chun. Biasanya dia tak peduli terhadap nyawa manusia karena memang tak memiliki rasa simpati sedikitpun.


Ini pertama kalinya Dewi petir menolong seorang manusia, oleh karena itu dia sedikit ragu akan keputusannya. Meski begitu dia bersikeras meyakinkan hatinya bahwa dia melakukan hal itu hanya karena memiliki banyak pertanyaan tentang tubuh petir milik Tainam Chun.


"Aku terlahir tanpa emosi, aku menolongnya bukan karena kasihan atau apapun itu, aku menolongnya karena ingin bertanya soal tubuh petir." ucap Dewi petir.


Dewi petir terbang dengan pikiran yang agak kacau, hingga tak memperhatikan sekitar. pikirannya semakin kacau ketika mencoba mengingat Dianzeng, kepalanya terasa begitu sakit, dan terlihat banyak bayangan anak kecil yang terus terlintas di pikirannya.


Karena terbang dengan pikiran yang semakin kacau, Dewi petir terbang tak karuan, hingga akhirnya dia terjatuh menghantam pohon karena kepalanya terasa begitu sakit saat bayangan seorang anak terlintas dipikirannya.


Bukkkk


Kebetulan mereka terjatuh tepat di daerah hutan obat kerajaan petir, tempat teraman dimana banyak orang yang bersembunyi disana.


Dewi petir tak sadarkan diri setelah mengalami sakit kepala yang begitu dahsyat saat mencoba mengingat siapa Dianzeng.


Para penduduk yang selamat menggotong tubuh mereka dengan tandu lalu mengobati beberapa luka ditubuh mereka.


#Markas utama Sekte iblis


Raja iblis Lanbing menghadap Dewa iblis sambil membawa tubuh Dianzeng dan jenderal Tailong.


"Salam guru." ucap raja iblis Lanbing.


"Apa kau mendapat mayat vampir bersekernya?" tanya Dewa iblis.


"Tentu saja." ucap raja iblis Lanbing.


"Bagus." ucap Dewa iblis sambil tersenyum.


bersambung....


# terima kasih untuk semua yang masih setia membaca novel ini


jangan lupa like, dan kirim komentar, agar author tetap semangat, jangan lupa pula kirim vote jika berkenan..