
Setelah melewati malam yang tenang, Xiao Tian di kejutkan oleh teriakan si Gendut , dia tiba-tiba saja ada di belakang Xiao Tian dan berteriak, "Boss tolong ajarkan aku teknik beladiri agar menjadi lebih kuat!"
"Dasar Gendut kalau ingin meminta sesuatu lakukan dengan benar, kau baru saja membuatku hampir terkena penyakit jantung."
ucap Xiao Tian yang dikejutkan oleh teriakan si Gendut
"Sepertinya kau harus berlatih lagi agar bisa merasakan hawa keberadaan makhluk hidup."
ucap Dewa petir
"Aku tak waspada karena dari tadi aku mengobrol denganmu tahu!" ucap Xiao Tian lewat telepati
"Boss , kumohon ajarkan aku teknik beladiri!"
ucap si Gendut sambil bersujud
"Bukankah aku sudah memberikanmu teknik tingkat tinggi?"
"Apakah kau tak mengajarkannya pada mereka?" tanya dewa petir
"Kau memberikan kami teknik yang membutuhkan banyak ki, sedangkan ki kami tak mencukupi, semua teknik tinggimu tak ada yang bisa kami latih kau tahu!" ucap Xiao Tian lewat telepati dengan wajah kesal
"Gitu ya, hehehe, maaf pantas saja kalian kesulitan melawan para kelompok taring naga, jadi aku yang salah ya, hehe." ucap Dewa Petir sambil tersenyum
"Bisa-bisanya kau tersenyum, gara-gara kau tak serius membimbingku aku jadi terlihat begitu lemah kau tahu, berapa kali aku mengalami pengalaman hampir mati gara-gara lawan terlalu kuat." ucap Xiao Tian lewat telepati
"Maaf maaf, kupikir kau sudah menguasai teknik tingkat tinggi ku, aku lupa kalau teknik itu memiliki syarat tertentu." ucap Dewa Petir
"Bisakah kau tidak ceroboh lain kali?" tanya Xiao Tian dengan wajah kesal lewat telepati
"Aku kan sudah minta maaf, lagi pula waktu itu istriku mendesakku, jadi aku terlalu terburu-buru." ucap Dewa Petir
"Ya sudah, sekarang berikan aku teknik beladiri yang bisa di gunakan petarung perunggu sampai petarung emas." ucap Xiao Tian lewat telepati
"Kau yakin ingin di beri banyak teknik?"
"Apa kau lupa, kalau mentransfer satu teknik saja rasanya begitu sakit?" tanya Dewa petir
"Lakukan saja, aku akan mencoba menahan rasa sakitnya." ucap Xiao Tian
Dewa petir menyentuh dahi Xiao Tian dengan telunjukknya, dan berkata "Baiklah aku mulai ya, tahan rasa sakitnya jangan sampai bersuara, atau si Gendut akan curiga."
Demi mewarisi banyak teknik beladiri dari Dewa petir, Xiao Tian harus menahan rasa sakit yang luar biasa, disaat Dewa petir menyentuh dahinya, dahi Xiao Tian bersinar terang, rasa sakit yang tak bisa diutarakan, dia tahan dengan terpaksa, dia berusaha agar tak mengeluarkan suara yang bisa membuat si Gendut curiga, disaat si Gendut masih bersujud, Xiao Tian menahan sakit kepala yang luar biasa, dia menutup mulutnya dengan kedua tangan agar tak mengeluarkan suara, setelah proses pewarisan teknik beladiri selesai, Xiao Tian mengeluarkan banyak keringat dingin di kepalanya, rasa sakit tadi perlahan menghilang, dan kini dalam kepalanya penuh dengan teknik beladiri yang hebat.
Karena Xiao Tian tak kunjung menjawab, si Gendut berhenti bersujud dan mengangkat kepalanya untuk melihat Xiao Tian. Tapi, sebelum dia mengangkat kepalanya, Xiao Tian berkata. " Tetaplah bersujud, aku mungkin akan mengajarkanmu sebuah teknik jika kau bersujud lebih lama!."
Xiao Tian mengatakan ini agar, si Gendut tak melihat wajahnya yang pucat , penuh dengan keringat dan dipenuhi air mata, oleh karena itu dia meminta si Gendut bersujud, sedangkan Si Gendut bersujud karena kini dia memiliki tekad untuk menjadi lebih kuat.
Setelah berhasil membersihkan keringat dan air mata di wajahnya, Xiao Tian menyuruh si Gendut berhenti bersujud, Dia ingin melatih si Gendut teknik berpedang.
Sebelum memulai latihan, semua orang bangkit dari tidurnya, semua orang terkejut dengan apa yang mereka lihat, si Gendut berlatih begitu keras dalam bimbingan Xiao Tian.
"Xiao Tian, sejak kapan kau bisa melatih teknik berpedang?"
"Bukankah itu hanya bisa dipelajari para murid luar tingkat 5?" tanya Huang Li
"Bisakah kau melatih kami juga, pangeran?" ucap para prajurit keluarga Huang
"Ada cerita yang panjang dibalik semua ini, kalau kalian ingin berlatih juga, aku akan mengajari kalian, tapi untuk kali ini aku ingin fokus melatih si Gendut, kalau kalian ingin membantuku, carilah makanan untuk sarapan semua orang." ucap Xiao Tian
"Baiklah kalau begitu kami akan pergi mencari makanan." ucap para prajurit
"Baiklah kalau begitu aku juga ikut membantu." ucap Huang Li
Melihat Huang Li pergi, Jingmi juga ingin ikut, dia berkata. "Kak Huang Li, ajak aku, aku juga ingin mencari makanan untuk ayah Xiao Tian."
"Kalau begitu aku juga akan pergi mencari makanan." ucap Kaibo
"Tidak perlu, kau tunggu disini saja, sambil menunggu yang lain kembali, jagalah naga hitam dan Su Yan yang masih tertidur, aku dan si Gendut akan pergi ke tempat yang lebih luas untuk berlatih teknik berpedang." ucap Xiao Tian
"Baiklah" ucap Kaibo dengan wajah kesal
Semua orang pergi ke dalam hutan, kecuali Su Yan dan naga hitam yang masih tertidur.
karena malas menunggu Kaibo mencoba membangunkan Su Yan dengan berteriak, tapi yang bangun malah naga di sampingnya, naga itu melihat kesekitar seperti mencari sesuatu.
"Eh.. maaf aku tak bermaksud membangunkanmu, kau mencari kak Xiao Tian ya? dia sedang pergi ke dalam hutan." ucap Kaibo sambil menunjuk ke arah Xiao Tian pergi
Naga hitam raksasa terbang menuju arah yang Kaibo tunjuk. Karena menunggu Su Yan bangun begitu lama, Kaibo menaiki pohon untuk bersantai diatas cabang pohon.
beberapa menit kemudian Su Yan pun terbangun dari tidurnya.
"Hua(menguap), malam yang indah, tidur yang nyenyak, pagi semua" ucap Su Yan yang baru bangun dari tidurnya.
"Eh... kemana semua orang!" teriak Su Yan dengan wajah panik, karena tak melihat siapapun di sekitarnya.
"Tenanglah nereka semua sedang sibuk mencari persediaan makanan" ucap Kaibo sambil duduk diatas pohon
"Kenapa kalian tak membangunkanku?" tanya Su Yan
"Karena kau tidur seperti kerbau, kami sudah mencoba berbagai macam cara, tapi kau tak kunjung bangun, gara-gara kau aku harus tetap disini untuk menjaga tubuhmu." ucap kaibo
"Kaibo kau..." ucap Su Yan dengan wajah terharu karena melihat Kaibo menjaganya ketika tertidur
"Jangan salah paham, aku melakukan ini atas perintah kak Xiao Tian, dasar pria tak berguna, bisanya menyusahkan saja." ucap Kaibo dengan ketus
Su Yan menundukkan kepalanya dan merenung, di dalam pikirannya kini hanya terbayang ucapan Huang Li dan Kaibo.
'Dasar pria tak berguna'
'Pria tak berguna'
'Pria tak berguna'
"Ahhh menyebalkan, padahal dulu aku lebih hebat dari si Gendut, kenapa aku malah menjadi begini, sepertinya aku terlalu lama bersantai..." ucap Su Yan dengan wajah serius
"Wah sepertinya ada yang baru saja dapat pencerahan." pikir Kaibo
"Aku harus...." ucap Su Yan dengan pelan, Kaibo mendengarnya dengan serius
"Ber... istirahat lagi sampai mereka kembali." ucap Su Yan dengan wajah yang santai,
Pletakkk
Kaibo melemparkan ranting pohon ke arah Su Yan yang ingin melanjutkan tidurnya, dengan wajah yang kesal dia berkata. " Jangan tidur terus! berlatihlah agar jadi orang yang berguna!"
"Tapi aku tak punya guru, bahkan si Gendut pun tidak berlatih." ucap Su Yan
"hehehe, kau ketinggalan berita, sejak tadi pagi, si Gendut terus berlatih beladiri, dia meminta Xiao Tian melatihnya, karena saat ini dia tak ingin bergantung kepada roh di cincin ruangnya." ucap Kaibo sambil tersenyum