
"Aku bilang hanya satu permintaan, kenapa kau mengatakan permintaan yang lain?" ucap roh tikus suci.
"Permintaanku hanya satu, bebaskan para roh yang tersegel di gua ini," ucap Xiao Tian dengan tampang serius.
"Lalu apa maksudmu menantang kami?" tanya roh tikus suci sambil menatap Xiao Tian.
"Apakah tantangan dianggap sebagai permintaan?"
"Tidak, itu hanyalah sebuah tawaran atau semacam ajakan. Jika kalian takut dan tak ingin menerima tantanganku maka tak apa," ucap Xiao Tian sambil menatap para roh suci dengan tatapan tajam.
Melihat Xiao Tian memandang remeh para roh suci, roh harimau suci yang memiliki sifat mudah marah langsung terpengaruh oleh ucapan Xiao Tian. Dengan tampang jengkel dan napas yang berhembus kencang, roh harimau suci berkata,
"Takut katamu?"
"Aku tak mengenal kata takut, untuk apa aku takut pada manusia lemah sepertimu!"
"Ho ... , kalau begitu buktikan ucapanmu dengan menerima tantanganku!" Xiao Tian menatap roh harimau suci dengan pandangan merendahkan.
"Baiklah aku terima tantanganmu itu!"
"Jangan salahkan aku jika kau tiada!" bentak harimau suci dengan kesal.
"Bocah sinting, apa maksudmu menantang para roh suci!"
"Apa itu tujuanmu selama ini?"
"Aku berterimakasih karena kau menepati janji untuk membebaskan kami, tapi bisakah kau pikirkan lagi ucapanmu itu!" ucap tikus merah sambil menoleh menghadap punggung Xiao Tian.
"Ya benar, tariklah lagi ucapanmu itu," ucap para tikus hitam sambil melihat punggung Xiao Tian.
"Mereka terlalu berisik, bisakah kalian bebaskan roh mereka dari sini secepatnya?"
"Atau kalian memang tak bisa melakukannya?" tanya Xiao Tian dengan tatapan hina.
Melihat tingkah Xiao Tian yang mendadak berubah drastis, para roh suci berubah pikiran dan tak ingin meluluskan Xiao Tian dari ujian alam roh.
"Sombong dan angkuh, tak kusangka ternyata kau menyimpan sikap seperti itu. Maaf roh tikus suci, kami tak lagi sepakat dengan keputusan awalmu," ucap roh ular suci.
"Cepat bebaskan para roh agar kami bisa mengujinya sekarang juga," ucap roh harimau suci.
"Menguji katamu?"
"Jadi kalian berubah pikiran dan ingin mengujiku lagi?"
"Apakah ucapan kalian tak bisa dipegang sama sekali?" ucap Xiao Tian dengan tatapan hina.
"Cukup bocah, jangan memancing emosi para roh suci!" ucap tikus merah sambil berlari ke hadapan Xiao Tian. Diikuti oleh para tikus hitam yang juga ikut berlari hingga punggung mereka membelakangi tubuh Xiao Tian.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya roh tikus suci.
Para tikus menundukkan kepala mereka menghadap para roh suci. Secara bersamaan mereka berkata,
"Tolong maafkan dia, dia tak bermaksud berkata kasar pada kalian. Pasti ada sesuatu yang membuatnya berkata kasar terhadap kalian. Sekali lagi tolong maafkan dia."
Belum sempat para tikus menyelesaikan ucapan mereka, para tikus berubah ke bentuk asal mereka. Menjadi berwujud manusia yang terlihat transparan kemudian lenyap dari pandangan semua orang.
"Sekarang para roh telah kubebaskan, aku sudah tak punya hutang lagi padamu. Kau sudah kami anggap lulus ujian, jadi silahkan pergi dari sini," tegas roh tikus suci dengan tatapan tajam.
"Apa maksudmu tikus sialan!"
"Dia menghina para roh suci tanpa rasa ragu, kita harus memberinya pelajaran agar tak ada yang berani menghina kita lagi!" ucap roh harimau suci dengan kesal.
"Banar kata harimau, kita harus memberinya pelajaran!" ucap roh ular suci.
"hmm." para roh suci sambil menundukkan kepala mereka.
"Kenapa kalian hanya bisa mengangguk saja!" ucap harimau suci dengan tatapan kesal.
"Ini adalah wilayahku. Ketika berada di dalam gua ini tak ada yang bisa memahami pikiran semua orang kecuali aku."
"Apa kalian masih mempertanyakan keputusanku?" tanya roh tikus suci.
Para roh suci terdiam kaku, mereka mulai mengerti ucapan roh tikus suci.
Berdasarkan aturan langit, para roh suci hanya bisa memakai kekuatan maksimal mereka di wilayah kekuasaan masing masing.
Ketika salah satu roh suci berada di wilayah kekuasaan roh suci yang lainnya, maka mereka kehilangan kemampuan untuk membaca pikiran. Dengan kata lain, di dalam gua tersebut hanya roh tikus suci yang memahami isi pikiran Xiao Tian.
Setelah mengerti maksud roh tikus suci, para roh suci berhenti berdebat dan kembali membisu. Akan tetapi ada satu roh suci yang masih tak mau mengerti, yaitu roh harimau suci yang langsung melesat maju menuju Xiao Tian dengan cakar yang siap mencabik cabik roh Xiao Tian.
Roarrr
Ketika roh harimau suci hampir melewatinya, roh tikus suci menghilang dari tempatnya berdiri lalu muncul di hadapan harimau suci. Dia langsung menendang mundur harimau suci dengan kaki yang berlapis aura emas.
Duakkk
"Beraninya kau menendangku tikus sialan!"
"Akhirnya kau menunjukkan sifat aslimu sebagai roh suci nomor satu. Semua orang tahu kalau kau mendapatkan peringkat itu dengan kecurangan, seharusnya kerbau yang menjadi nomor satu. Bukannya kau yang terlihat kecil dan menggemaskan," ucap roh harimau suci dengan tampang kesal.
"Aaaaaa," mata roh harimau suci berubah memerah, aura emas di sekujur tubuhnya semakin menguat hingga membuat retakan kristal hijau semakin banyak.
"Kendalikan emosimu, Harimau!" ucap para roh suci.
"Berisik!" Roh harimau suci mendorong tubuhnya yang menempel pada kristal emas dengan kedua sikunya. Setelah itu dia berjalan maju mendekati roh tikus dengan tatapan kesal dan hawa mwmbunuh yang begitu kuat.
Roh kelinci suci mencoba menahan harimau suci dengan merentangkan tangannya di hadapan harimau suci. Akan tetapi roh harimau suci tak menghiraukannya, bahkan memukulnya tanpa ampun hingga terpental mundur membentur roh naga suci.
"Kendalikan dirimu, harimau sialan!" ucap roh naga.
"Biarkan saja, sekali sekali makhluk keras kepala seperti dia memang harus diberi pelajaran," ucap roh tikus suci sambil berjalan mendekati roh harimau suci.
"Kenapa mereka malah bertarung?" pikir Xiao Tian sambil menatap para roh suci.
Ketika roh tikus suci dan roh harimau suci ingin beradu kekuatan, sebuah tekanan roh yang luar biasa menghentikan gerakan semua orang. Dan tekanan roh tersebut berasal dari roh kerbau suci yang terlihat begitu kesal.
"Bisakah kalian berhenti bersikap kekanak kanakan?"
Amarah roh harimau suci langsung menghilang setelah roh kerbau mulai ikut campur. Sedangkan tikus suci langsung tersenyum tipis ketika roh kerbau mulai ikut campur.
"Cih, tikus sialan. Hanya karena roh kerbau melindunginya, dia selalu bertindak sesukanya," pikir roh harimau suci.
Ketika roh kerbau mengeluarkan tekanan roh yang luar biasa, Xiao Tian mengalami sesak napas dan merasakan trauma yang begitu dalam. Ini pertama kalinya dia merasakan tekanan roh yang begitu mengerikan.
"Seperti biasa, kekuatanmu memang tiada tanding kerbau," ucap roh tikus suci sambil menoleh ke arah roh kerbau suci.
"Berhenti memujiku, kekuatanku tidak sehebat itu," ucap roh kerbau sambil menatap roh tikus suci.
"Kekuatan yang mengerikan, dan itu bukan kekuatan penuh yang dia miliki. Aku tak bisa membayangkan seberapa besar tekanan roh yang bisa dia keluarkan ketika dalam wilayah kekuasaanya. Aku heran, kenapa dia tak mau menjadi pemimpin para roh suci dan memberikan jabatan itu kepada roh tikus suci yang jauh lebih lemah dari semuanya," ucap roh ular suci di dalam hati.
Setelah kerbau suci menghilangkan tekanan roh miliknya, Xiao Tian bisa bernapas lega seperti biasanya. Hanya saja nyalinya mendadak ciut karena itu. Namun dia bisa menyembunyikan rasa takutnya itu dengan bersikap seperti biasa.
"Bagaimana, apakah kalian menerima tantanganku?" tanya Xiao Tian sambil menatap para roh suci yang baru terfokus menatapnya.
"Jawabanku tetap sama, kau sudah lulus dan tak ada urusan dengan kami lagi."
"Pergilah dari sini, dan kembalilah ke duniamu," ucap roh tikus suci sambil menatap Xiao Tian.
"Aku tak menyangka kalau para roh suci memiliki nyali yang begitu kecil sehingga tak mau menerima tantanganku," ucap Xiao Tian dengan tatapan hina.
Roh tikus suci menatap Xiao Tian dengan tatapan tajam dan mengeluarkan tekanan roh yang membuat Xiao Tian gemetar ketakutan hingga menjatuhkan dua buah palu berlapis aura emas yang dia pegang sejak tadi.
Bruk bruk
Setelah kedua palu di tangannya terlepas, tekanan roh tikus suci menjadi semakin berat hingga membuat Xiao Tian tak sanggup berdiri. Dia mencoba melawan tekanan itu, namun karena kemampuannya masih di bawah rata rata, dia pun terjatuh hingga menghantam daratan.
"Berhentilah bersikap sok kuat dan mencoba memprovokasi kami."
"Aku bisa membaca semua pikiranmu ketika berada di dalam wilayahku, kau hanya berpura pura kuat agar kami melanjutkan ujian alam roh dan mewujudkan permintaanmu yang sebenarnya."
"Banyak rumor tersebar bahwa kami akan mewujudkan satu permintaan semua orang setiap menyelesaikan satu ujian. Tapi itu hanya rumor belaka, karena sesungguhnya tak pernah ada satupun manusia atau bangsa manapun yang sanggup melewati ujian kami. Kau adalah satu satunya yang berhasil lolos dari ujian alam roh."
"Jangan khawatir, keinginanmu akan terwujud setelah rohmu kembali. Kami akan melepaskan ikatanmu dengan kaisar iblis Sunlong sesuai keinginanmu," ucap roh tikus suci.
"Tapi kau kan sudah mewujudkan permintaanku tadi?" tanya Xiao Tian dengan terheran.
"Permintaan awal tak kuhitung, karena itu juga merupakan sebuah bentuk ujian dariku," ucap roh tikus suci.
"Maksudmu?" tanya Xiao Tian dengan heran.
"Tikus merah dan semua tikus hitam merupakan kloning buatanku, dan semua cerita yang kau dengar dari mereka adalah ilusi yang kuciptakan untuk mengetes kepribadianmu," jelas roh tikus suci.
"Jika semua itu ilusi, lalu kemana perginya roh roh peserta ujian alam roh sebelum aku?" tanya Xiao Tian dengan heran.
"Mereka telah musnah karena memiliki hati yang busuk dan tak bisa di atur lagi. Terputus dari roda reinkarnasi dan tak bisa kembali hidup lagi. Hal tersebut akan terjadi padamu jika memilih untuk mengingkari janji," jelas roh suci.
"Begitu ya," ucap Xiao Tian sambil bernapas lega.
"Yang aku tak habis pikir, kau bahkan berani menantang kami hanya untuk mendapatkan permintaan yang lain. Aku benar benar terkejut akan hal itu, kau bahkan membuat harimau kehilangan kendali akibat ucapan kasarmu itu," sambung roh tikus suci.
"Cih," roh harimau suci memalingkan wajahnya karena merasa malu.
Setelah roh tikus suci menyelesaikan ucapannya, sebuah portal emas yang terhubung dengan dunia nyata muncul tepat dibelakang punggung Xiao Tian.
"Terimakasih atas kemurahan hatimu roh tikus suci. Maaf atas kelancanganku yang sebelumnya," ucap Xiao Tian sambil menundukkan kepala.
"Pergilah, Wukong akan kehabisan waktu jika kau berlama lama disini," ucap roh tikus suci sambil tersenyum tipis.
"Baiklah kalau begitu, aku pamit undur diri." Xiao Tian membalikkan tubuhnya lalu memasuki portal emas yang telah menunggunya.