Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
chapter 565 : Melawan Sang Akhir


Sang Akhir memiliki kemampuan untuk membangkitkan setiap makhluk yang tiada karena teriakan iblisnya. Dengan menggunakan kemampuan tersebut, dia berhasil membangkitkan jutaan jiwa dalam wujud mayat hidup dengan tubuh busuk yang bersimbah darah.


Di seberang jutaan mayat hidup tersebut, nampak sosok Xiao Tian yang sedang berdiri di depan ribuan pasukan iblis yang masih KK berada di bawah kendalinya. Dia nampak tenang di awal, namun ketenangannya berubah sejak sosok sosok mayat hidup dari kerajaan api mulai bermunculan.


'Bukankah aku seharusnya sudah menyelamatkan mereka hidup hidup? Bagaimana bisa mereka bisa menjadi bagian dari para mayat hidup itu?' Xiao terbelalak sembari berpikir keheranan.


"Apa kau penasaran tentang mereka? Karen kau akan segera sirna, Akan kuberi kau sedikit petunjuk. Yang kau selamatkan itu, adalah bawahanku yang menyamar loh! Ahhahahahah!" Sang Akhir menunjukkan kepada Xiao Tian tentang nasib Dewa petir dan yang lainnya dengan meminjamkan penglihatannya dalam waktu yang sangat singkat. Setelah dipicu oleh penglihatan tersebut, Xiao Tian mulai menunjukkan hawa membunuh yang teramat dahsyat, hingga berakhir menunjukkan semua hal yang dia miliki. Dalam benaknya saat ini, Xiao Tian ingin menyelesaikan urusannya secepat mungkin dengan Sang Akhir agar bisa mencegah hal yang lebih buruk terjadi terhadap teman temannya.


"Hooo ... , jadi orang itu sudah mewariskan semua kemampuannya ya?"


"Dasar iblis setengah Dewa rendahan, sampai akhir masih saja keras kepala!" Sang Akhir mengamati sembari menyeringai kesal.


Xiao Tian memunculkan sepuluh buah sayap di belakang punggungnya. Lima sayap di punggung kanan berwarna putih berlapis aura emas, sementara lima sisanya berwarna hitam berlapis aura ungu gelap dengan kilatan kilatan petir putih yang menyelimutinya. Tak lama setelah itu, Xiao Tian memunculkan puluhan klon dirinya. Tiap klon nampak sedang memegang sabit dewa kematian dengan wujud dan warna yang beragam.


Meski setiap klon memegang sabit yang nampak berbeda, Sang akhir dapat memastikan bahwa sabit sabit tersebut bukanlah tiruan dan memiliki fungsi yang sama.


Bulan dan matahari, Simbol yang menyiratkan senjata ber-energi Yin dan Yang paling murni.


"Wah wah wah, jadi sekarang dia sudah bisa membagi bagi kekuatan dari esensi pedang Draconic Aurora ya? Menarik! Kita lihat, apakah efek setiap sabit akan sama seperti sabit Draconic Aurora yang asli!" Sang Akhir nampak penasaran.


"Habisi mereka!" Xiao Tian dan sang Akhir memberi komando pada masing masing pasukannya secara serentak.


Slashhh!!!! Xiao Tian beserta tiap klonnya menebas para mayat hidup dan iblis iblis yang berada di bawah kendali Sang Akhir.


Setiap sosok yang tertebas, nampak terserap masuk ke dalam setiap sabit Dewa kematian yang telah dilapisi oleh energi pedang Draconic Aurora.


Di sisi lain, para iblis dan ras setengah iblis yang berada di bawah komando Xiao Tian nampak sedang menahan gerakan musuh tanpa niatan untuk membunuh. Mereka melakukan ini dengan sengaja, karena tahu betul bahwa menghabisi musuh tanpa memakai sabit Draconic aurora adalah hal percuma, semua karena kemampuan khusus Sang Akhir yang dapat membangkitkan dan meregenerasi tiap anggota tubuh mereka tanpa batasan sedikitpun.


Selagi berada di gerbang alam neraka lapisan terakhir, Sang Akhir dan semua bawahannya adalah makhluk abadi yang mustahil untuk dihabisi. Semua karena kemampuan curang yang membuat mereka terlahir kembali tanpa batasan waktu tak seperti di lapisan gerbang alam bawah yang lain. Itulah yang Sang Akhir dan bawahannya pikir dengan percaya diri.


"Sabit sabit sialan itu! Seharusnya mereka tak pernah ada! Kalau begini terus semua bawahanku akan dihisap habis!" Sang Akhir nampak kesal karena tak dapat menghidupkan kembali setiap sosok yang telah terhisap ke dalam setiap sabit berlapis energi pedang Draconic Aurora.


Dengan penuh rasa kesal, Sang Akhir menarik paksa setiap pasukan yang berada di dalam jangkauan bayangan dirinya yang hampir menutupi sebagian besar area pertarungan.


"Ha! Aku tak percaya kalau ada manusia yang bisa memojokkanku sampai seperti ini! Selamat manusia! Kau harusnya senang karena akan melihat sosok sempurnaku!"


Sang Akhir menatap kesal ke arah Xiao Tian yang berukuran sangat kecil bagaikan semut jika dibandingkan dengannya yang saat ini.


"I ... Ini! Tuanku! Tolong tarik kami kembali!" Para iblis yang berada di bawah komando Xiao Tian meminta untuk dipulangkan kembali ke tempat asal mereka setelah melihat bayangan hitam yang terus melebar menenggelamkan segala hal yang berada di atasnya.


"Kembalilah!" Xiao Tian berniat untuk mengembalikan semua bawahannya ke alam mereka masing masing. Beberapa diantara mereka pun berhasil dipulangkan, tapi sayangnya sebagian besar dari pasukan Xiao Tian terhisap masuk ke dalam bayangan yang mulai menjalar dengan cepat.


"Apa apaan ini! Bayangan apa itu! Ini semua tak tertulis di dalam buku!" Xiao Tian nampak shock.


"Aku sudah hidup begitu lama, dan catatan itu hanya menuliskan kemampuanku di masa lalu, bukankah kau juga tak sekuat sekarang jika dibandingkan dengan kau yang di masa lalu?"


"Apa kau pikir aku yang abadi ini tidak bisa mengembangkan sebuah teknik baru?" Sang Akhir perlahan tenggelam ke dalam bayangan hitam. Tekanan yang terpancar darinya sudah melampaui batas yang bisa Xiao Tian terima dengan bantuan simbol roh suci.


"Keukk!" Xiao Tian beserta semua klon yang sedang melayang di atas udara muntah darah secara bersamaan.


Seluruh daratan nampak menghitam, sedangkan tubuh Sang Akhir telah tertelan utuh ke dalam tanah.


Woooshh! Sosok kecil berukuran manusia normal, melompat keluar dari dalam bayangan hitam yang menyelimuti seluruh daratan. Rupanya kini telah hampir menyerupai sosok manusia sempurna. Kulitnya putih seputih salju, wajah cantik bagai seorang peri, telinga runcing bak seorang elf, sepuluh pasang sayap hitam nampak menyelimuti punggungnya yang mungil, rambut merahnya nampak panjang menjuntai, mata kanannya semerah dan secantik Rubi sementara mata kiri nya nampak menonjol keluar seakan hampir lepas dari tempatnya. tubuhnya berlapis bulu hitam bak seekor hewan. Wajah, kaki dan tangan, hanya tiga hal itu yang membuat sosoknya nampak mirip seperti manusia. Jika saja matanya tak cacat satu, maka sosoknya mungkin akan sangat dikagumi karena memiliki kecantikan serta daya tarik yang melebihi seorang Dewi.


"Hahhaha! Sambutlah wujudku yang sempurna, Manusia!" ucap Sang Akhir sembari menutupi mata kirinya dengan penutup mata yang dia keluarkan dari penyimpanan dimensi.


Xiao Tian masih belum sanggup bergerak karena tekanan yang Sang Akhir pancarkan. Tubuhnya gemetar karena terkejut akan kekuatan dari wujud sempurna Sang Akhir kala itu. Namun Sang Akhir menanggapinya dengan cara yang berbeda.


"Kenapa kau diam saja? Kau melihatnya ya?"


"Jujur saja! Kau melihatnya kan!"


"Xiao Tian!" Sang Akhir nampak murka! Dia melesat maju kemudian muncul mendadak di hadapan Xiao Tian dan langsung berniat untuk mencekiknya hingga tiada.


Poooffff


Tubuh Xiao Tian yang Sang Akhir cekik menghilang tanpa jejak bersamaan dengan sabit yang berada di tangannya.


"Ha! Jadi aku hanya mencekik sebuah tubuh tiruan ya? Padahal sebelumnya aku sangat yakin kalau yang tadi itu yang asli!" Sang Akhir nampak semakin kesal. Dengan kecepatan yang tak dapat diikuti oleh mata seorang Dewa, semua tubuh tiruan Xiao Tian berhasil dia libas secara bersamaan.


"Oi oi! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi! Mana tubuhnya yang asli!" Sang Akhir nampak semakin kesal.


"Kena kau!" Xiao Tian muncul mendadak di belakang Sang Akhir sembari menepuk punggungnya dengan tangan kanan. Saat itu dia nampak tak memegang senjata apapun, namun anehnya Sang Akhir tak mampu bergerak satu incipun dari tempatnya berdiri.


"Lagi lagi teknik dari orang itu, sebenarnya berapa banyak teknik yang iblis setengah dewa itu wariskan kepadamu!" Sang Akhir nampak begitu kesal.


"Dia telah mewariskan semua yang dia punya kepadaku," Xiao Tian membalas dengan dingin.


"Hanya karena semua tekniknya telah berhasil diwariskan, apa kau pikir kau akan bisa menghabisi ku?"


"Tubuhku ini unikloh! Sabit draconicmu tak akan bisa melenyapkan ku!" ucap Sang Akhir dengan percaya diri.


"Kau yakin?" Xiao Tian mengeluarkan sabit Draconic Aurora dari dalam penyimpanan dimensi.


"Kekuatan Suci,tekanan roh, aura naga, aura iblis, aura dewa, energi dari simbol roh suci, qi pedang, bahkan esensi Yin dan Yang murni, oi oi oi, bagaimana bisa kau menggabungkan semua energi itu ke dalam satu buah senjata!" Sang Akhir nampak terkejut.


"Dasar iblis setengah Dewa, bisa bisanya kau menyembunyikan teknik curang semacam ini!" Sang Akhir berteriak kesal saat kepalanya telah tertebas. Tak lama setelah itu, tubuh sempurna sang Akhir perlahan terhisap masuk kedalam sabit Draconic tanpa terkecuali.


"Bisa bisanya, aku yang immortal ini dihabisi oleh manusia yang baru menjadi dewa! Aku tak terima! Ini benar benar tidak masuk akal!" Sang Akhir lenyap tak bersisa.


"Awalnya aku sedikit ragu, tapi setelah melihat hasilnya, tak kusangka kalau ternyata ramalan itu benar benar terjadi!" Hei Bai Wu Chang menatap sosok Xiao Tian yang terlihat jelas di dalam bola kristal. Mereka berada jauh di luar gerbang alam bawah bersama para Dewa yang memiliki jabatan di neraka.


Di sisi lain di kerajaan Api, Dewa petir, White Dragon, Suyan, Black Dragon dan Sunlong nampak sedang terikat secara berdampingan di tengah tengah sebuah altar pengorbanan.


"Kau sudah mendapatkannya!" tanya seorang bertudung hitam sembari menatap ke arah rekannya yang nampak sedang membawa sesosok anak kecil.


"I ... Istriku!" Dewa petir terbelalak kaget.


"Uhhpppp!!" Anak kecil itu berusaha berteriak dengan mulut yang tersumpal.


"Hahahah!"


"Dengan ini, aura Dewa yang diperlukan untuk membuka paksa gerbang alam bawah sudah lebih dari cukup, ayo mulai upacaranya!" ucap pemimpin dari pengikut Sang Akhir.


"Wahai Sang Akhir, datanglah dan akhiri dunia fana yang telah kotor ini dengan kuasamu!"


Ucap para pemuja Sang Akhir berulang kali.


Perlahan tapi pasti, lingkaran sihir yang mengelilingi altar mulai bereaksi. Sinar merah berselimut petir emas terpancar ke atas udara hingga memunculkan sebuah portal yang terhubung dengan gerbang alam bawah.


"Sial, apakah kita semua akan berakhir seperti ini! Padahal baru beberapa bulan sejak kita pergi dari kerajaan petir," Dewa petir nampak menyesal dengan ketidak berdayaannya.


"Woooshh!" sesosok makhluk melesat keluar dari dalam portal hitam. Tekanan roh yang terpancar sangatlah mengerikan hingga sanggup membuat semua orang merasa ngeri.


"Hahahha! ini benar benar luar biasa, Sang Akhir telah kembali mencapai wujud sempurnanya yang hampir menyerupai manusia!"


"Hidup sang Akhir!" ucap para pemuja berulang kali.


"Apa kalian melibatkan adikku dalam ritual bodoh ini!" sosok yang keluar dari dalam portal bertanya dengan nada kesal.


"Bu ... Bukankah itu suara seorang pria!? Sang Akhir adalah seorang wanita kan!?" Gumam para pemuja dengan bingung.


'Mustahil!'


"Bukankah itu, Xiao Tian!" Sunlong memberi tahu semua kawannya melalui telepati.


"Hmmm," Black Dragon dan yang lainnya menengok ke arah Xiao Tian. Semuanya nampak lega saat melihat sosok Xiao Tian yang telah kembali.


"Kakak! Tolong Xiao ER!" Gadis kecil yang baru saja berhasil menyingkirkan penyumbat di mulutnya berteriak dengan sangat lantang.


"A ... Apa gadis kecil itu baru saja menyebutnya kakak?" para pemuja mulai terlihat panik.


"Beraninya kalian mengganggu Xiao ER ku!" Xiao Tian menarik keluar sabit Draconic dari penyimpanan dimensi kemudian membantai habis para pemuja Sang Akhir.


"Padahal aku yakin kalau tak ada yang salah dengan susunannya, bagaimana bisa malah orang lain yang keluar!" Pemimpin dari para pemuja nampak kebingungan sekaligus putus asa.


"Sayang sekali, kau tak berhak untuk mengetahui jawabannya!" Xiao Tian menebas kepala sang pemuja dengan pedang Draconic Aurora. Xiao Tian menggunakan sabit Draconic karena tak berniat memberikan kesempatan kepada para pemuja untuk bereinkarnasi.


"Maaf karena sudah membuat kalian menunggu lama!" Xiao Tian tersenyum tulus.


"Dasar murid tak berbakti, bisa bisanya kau datang setelah ini," balas Dewa petir dengan tangis di wajahnya.


"Lain kali, jangan pergi seenaknya ke tempat yang tak mungkin bisa kami jangkau!" gumam Sunlong dengan rasa khawatir yang tersembunyi.


"Wah wah wah, apakah sang naga pemarah baru saja menghawatirkan seseorang secara terang terangan?" ucap Dewa petir menggoda.


"Si ... Siapa juga yang khawatir!" Sunlong yang memiliki wajah sangat nampak marah sekaligus malu.


"Dasar naga tsundere!" Goda Dewa petir.


"Apa kau rindu dengan pukulanku, bocah!" Sunlong mengepal erat tangan kanannya. Dewa petir pun segera lari saat Sunlong mencoba untuk memukulnya. "Berhenti berlari bocah!"


"Bweee!!!" ledek dewa Petir sembari berlari menjauh.


"Senang melihat kembali!" Su Yan menyapa Xiao Tian dengan tubuh transparan.


"Dimana dirimu yang satunya lagi?" Xiao Tian bertanya dengan penasaran.


"Dia sudah tiada!" Su Yan nampak menyesal. Sementara Black dragon dan White Dragon menunjukkan respon yang sama ketika Xiao Tian hendak menanyakan kebenarannya.


"Sepertinya ini juga akan menjadi akhir bagiku!" Su Yan begitu pesimis ketika melihat tubuhnya yang perlahan terus semakin memudar. "Tolong jaga Liang Su untukku!"


"Kau pikir aku ingin mengambil tanggung jawabmu!? Liang Su itu istrimu, jadi urus saja dia sendiri!" Xiao Tian memegang tangan Su Yan sembari membagikan begitu banyak kekuatan suci hingga sanggup mengembalikan fisik Su Yan.


Tak hanya itu, Xiao Tian juga berhasil melenyapkan segel jiwa yang selama ini sempat membagi kepribadiannya hingga ke titik di mana jiwanya terancam musnah ketika kepribadian kedua sudah terbelah secara sempurna.


"Xiao Tian kau? ... ????? Bagaimana bisa kau menyingkirkan segel jiwanya!" Su Yan nampak heran.


"Seorang iblis setengah Dewa telah membagikan pengetahuannya padaku," Xiao Tian menjawab seadanya.