Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 343 : Identitas para murid berjubah.


Feng Ren melompat turun ke tengah arena karena tak tahan dengan hinaan Xia Hu.


Dia bergerak hanya berdasarkan emosi, dan masih memandang rendah Xia Hu karena berdasarkan pengamatannya Xia Hu hanyalah seorang pendekar tingkat rendah yang kekuatannya jauh dibawah dirinya.


"Jangan Sombong hanya karena kau mengalahkan murid nomor lima kami," ucap Feng Ren sambil menatap tajam mata Xia Hu.


Feng Ren adalah murid nomor empat di sekte singa perak, namun tak pernah turun tangan dan cenderung menyembunyikan wajahnya dibalik sebuah jubah hitam seperti tiga murid misterius lainnya. Namun karena keadaan memaksa saat ini, dia pun turun tangan untuk menghabisi Xia Hu.


"Cukup basa basinya, ayo kita adu kekuatan kita," ucap Feng Ren sambil tersenyum tipis.


"Teknik langkah cahaya!"


Wooshhh


Feng Ren melesat cepat melebihi kecepatan Feng Guan. Namun Xia Hu bisa membaca semua gerakannya, karena memang sejak tadi dia menahan diri agar tak mengeluarkan seluruh kekuatanya secara langsung.


Karena semua gerakannya terbaca, serangan tiba tiba Feng Ren tidak berhasil terhadap Xia Hu. Semua serangannya dihindari dengan sempurna, dengan gerakan yang bisa dilihat oleh mata semua orang.


Dipandangan para pendekar alam beast kebawah, saat ini Xia Hu terlihat seperti sedang menari di tengah arena. Namun nyatanya dia sedang menghindari semua serangan kejutan Feng Ren.


Awalnya semua gerakan Feng Ren sangatlah stabil. Namun karena amarah mulai mengendalikannya, gerakannya pun sudah mulai tak terkontrol hingga larut dalam permainan Xia Hu.


Setelah puas mempermainkan Feng Ren, Xia Hu muncul tepat di belakangnya. Kemudian menarik penutup kepalanya hingga wajah aslinya terlihat oleh semua orang.


"Mata merah, dan rambut hitam yang terurai panjang melewati bahu,"


"Tak kusangka ternyata aku sedang melawan seorang wanita," ucap Xia Hu sambil menatap tajam mata Feng Ren.


"Memangnya kenapa jika aku wanita!"


"Jangan bilang kalau kau tak mau bertarung dengan seorang wanita," sambung Feng Ren dengan tampang kesal.


"Beberapa pendekar memang berpikiran seperti itu. Tapi aku tidak menganggapmu demikian. Karena kau dan gurumu tidak ada bedanya dengan musuh para manusia," ucap Xia Hu sambil mengeluarkan hawa membunuh.


"Kenapa situasinya jadi seperti ini?"


"Kenapa aku gemetar saat dia menatapku?"


"Sensasi apa ini?"


"Kenapa aku bisa ketakutan dihadapan seorang pria?"


"Ini benar benar luar biasa, mungkinkah aku sedang jatuh cinta?" ucap Feng Ren dengan tubuh gemetar ketakutan. Dia terus melangkah mundur tanpa sadar, karena tubuhnya tahu bahwa satu satunya cara untuk tetap hidup adalah menjauh dari Xia Hu.


"Apakah kau tak bisa membedakan apa itu rasa takut?" ucap Xia Hu sambil mengeluarkan pedang dari dalam cincin ruangnya.


"Rasa takut?"


"Ya aku pernah merasakannya, tapi hanya terhadap wanita yang kedudukannya lebih kuat dariku. Ini pertama kalinya aku dibuat takut oleh seorang pria. Sebenarnya berapa tingkat kultivasimu?"


"Kenapa seorang pendekar alam mortal lapisan puncak sepertiku bisa ketakutan seperti ini?" tanya Feng Guan sambil melangkah mundur hingga tersudutkan oleh tembok pembatas.


"Sebenarnya aku tak punya dendam terhadapmu. Tapi karena kau berada di sekte sesat yang mengembangkan kultivasi dengan mengorbankan tubuh seorang manusia, maka tiada ampunan untukmu," ucap Xia Hu sambil menusuk perut Feng Ren.


Clebbb


"Padahal tubuh itu begitu berguna untuk para roh iblis, tapi mau bagaimana lagi. Aku tak mungkin menyuruh Xia Hu menahan diri terhadap musuh yang merenggut sepupunya," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.


"Bagus keponakanku, terus habisi murid dari wanita ****** itu," ucap Xia Meng dengan tampang kesal.


Srat


Xia Hu mencabut kembali pedangnya dan mengangkatnya ke atas udara.


"Xia Hu, Xia Hu, Xia Hu," semua murid mengumandangkan nama Xia Hu bagai menyambut seorang pahlawan.


Lian Ting menjadi semakin kesal karena muridnya dikalahkan lagi, dengan nada penuh amarah dia pun berkata, "Aku tak peduli siapapun diantara kalian yang akan maju sekarang, cukup ingat perintahku ini kalahkan dia dan balaskan dendam Feng Ren!"


"Baik patriach!" ucap Ketiga murid jenius yang masih mebutup identitas mereka.


Tap


Salah satu murid dari sekte singa perak memberanikan diri untuk menantang Xia Hu lagi, dan Xia Hu menyambutnya dengan tatapan menghina,


"Aku akui kalau aku adalah seorang wanita, tapi bisakah kau singkirkan pandangan hinamu itu dari matamu!" bentak Tao Yun sambil melesat maju dengan kecepatan tinggi.


Tanpa basa basi dia langsung memukul perut Xia Hu dengan kekuatan penuh.


"Teknik pukulan surgawi!"


Duakkk


Kretakk


Namun pukulannya tak berefek sama sekali. Bahkan keadaanya malah terbalik. Tangan kanan yang memukul perut tersebut, malah terasa begitu sakit bagai orang biasa yang mencoba memukul besi sekeras tenaga.


"Mustahil, bukannya dia yang kesakitan. Tulang tanganku malah mengalami keretakan. Teknik pengerasan tubuhnya tak bisa dianggap sepele," pikir Tao Yun dengan napas yang terengah engah.


Melihat keberhasilan muridnya, Xiao Tian pun tersenyum sambil berkata,


"Sepertinya Xia Hu berhasil mempelajari teknik tempurung nagaku dengan baik."


"Sudah kuduga, bakatnya dalam beladiri memang benar benar mengerikan," pikir Xiao Tian dengan senyum diwajahnya.


Ketika Xiao Tian sedang tersenyum puas memandangi perkembangan Xia Hu, Sunlong mengamati pertarungan tersebut dari sisi yang lain.


"Sesuai dugaanku, murid yang berhasil melewati susunan seratus jiwa memanglah calon calon monster yang bisa menaklukkan dunia. Bakatnya tidaklah kurang dari bakat Xiao Tian. Ini benar benar menarik. Dengan adanya mereka di kubu Xiao Tian, sekte pembasmi iblis bukanlah aebuah ancaman lagi dimasa depan nanti," pikir Sunlong yang masih membaur menjadi penatua Feng.


Melihat Sunlong dalam wujud penatua Feng sedang terlihat begitu bersemangat menonton turnamen, Lian Ting pun berinisiatif untuk menghampirinya.


Alasan dia menghampiri Sunlong bukan karena alasan yang tak masuk akal, tapi karena dia mencurigai bahwa penatua Feng itu bukanlah penatua Feng yang biasa dia kenal.


"Kedua anakmu telah dihabisi, tapi kau terlihat begitu tenang. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu penatua Feng?" tanya Lian Ting melalui telepati sambil menatap ke arahnya.


"Apa yang harus kukatakan?" pikir Sunlong dengan keringat dingin diwajahnya.


"Kenapa kau berkeringat?" tanya Lian Ting sambil mengerutkan dahi.


"Tak ada apa apa, aku hanya sedang memikirkan cara untuk keluar dari situasi ini. Soal putra dan putriku yang baru saja dihabisi aku tak terlalu memikirkannya, karena aku bisa mendapatkan anak dari seorang wanita lain," sambung Sunlong dengan nada serius.


"Dingin seperti biasanya, benar benar tak ada perasaan sama sekali bahkan pada darah daging sendiri. Tapi aku suka gayamu itu, karena perasaan dan kemanusiaan hanya akan menghambat perkembangan kita," ucap Lian Ting sambil tersenyum.


Sambil mendekati Sunlong, Lian Ting berbisik, "Setelah turnamen ini selesai, ayo kita buat pengganti anak kita,"


"Wanita sialan, jadi Feng Ren dan Feng Guan adalah putra dan putri kandungnya sendiri?"


pikir Sunlong dengan mata yang terbelalak.


"Sebelum itu terjadi, alangkah baiknya kita mencari cara untuk lepas dari hukuman turnamen," ucap Sunlong dengan nafas yang tak beraturan.


"Detak jantung dan nafasmu tidak seperti biasanya, apakah kau baik baik saja?" tanya Lian Ting sambil mengerutkan dahi.


"Itu perasaanmu saja kali," ucap Sunlong sambil mencoba memalingkan wajahnya.


"Jangan terlalu diambil pusing, murid muridku pasti bisa membuat Xia Hu menyingkir dari arena. Setelah itu kita tantang sekte lain agar tak berada di urutan terbawah," ucap Lian Ting sambil meraba pundak Sunlong.


"Sial, wanita ini terlalu dekat. Ini benar benar mengganggu," pikir Sunlong dengan jantung yang berdebar kencang karena takut ketahuan.


"Sudah dipastikan kalau penatua Feng bukanlah dirinya saat ini."


"Meskipun aroma tubuhnya tercium sama. Namun fakta bahwa dia tak mengelak saat aku menyebut Feng Guan dan Feng Ren adalah putra dan putrinya dengan diriku, bisa membuktikan segalanya."


"Meski sama sama bermarga Feng, mereka bukanlah keturunan asli kami. Tapi hanya seorang anak gelandangan tanpa orang tua yang dicuci otaknya saja,"


"Tapi entah kenapa, aroma iblisnya begitu kuat dan membuatku merasa nyaman. Aku jadi penasaran, sebenarnya siapa yang ada disampingku saat ini," pikir Tian Ling sambil tersenyum.


"Wanita ini benar benar sudah gila, murid muridnya sedang dibantai. Malah senyum senyum tak jelas sambil memandangi wajahku," pikir Sunlong sambil menelan ludahnya sendiri karena takut identitasnya diketahui sebelum waktu yang Xiao Tian tentukan.


Lian Ting paham betul bahwa ada roh iblis yang merasuki tubuh penatua Feng. Tapi dia tak tahu persis jenis roh macam apa itu.


Bodohnya dia, dia berpikir bahwa roh iblis yang menguasai tubuh penatua Feng adalah roh beladirinya sendiri.


Sehingga tak menaruh curiga terhadap Sunlong, bahkan lebih cenderung ingin berdekatan dengannya. Karena aura iblis Sunlong terasa begitu pekat dan menarik baginya.