Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Mendaki Gunung iblis


#Gunung iblis


"Aku pernah mendengar kalau gunung ini tak hanya memiliki kabut beracun tapi juga terdapat hantu gentayangan, Apa itu benar?" tanya Su Yan.


"Ah kau ini, Jangan bicara tahayul." jawab si Gendut.


"Hantu memang ada, aku berani jamin, aku merasakan kalau ada yang mengawasi kita." jelas Kaibo.


"Hei berhenti menakutiku." sambung Su Yan sambil menutup mulut Kaibo.


"Su Yan ternyata kau takut hantu ya, kalau tahu gitu, dulu aku sudah menakutimu dengan berpura-pura jadi hantu." ledek si Gendut.


"Tenang saja tak perlu takut, mereka cuma roh gentayangan kok." jelas Xiao Tian.


"Ya mereka cuma roh, tapi meski begitu mereka bisa merasuki kalian jika kalian lebih lemah dari mereka." jelas Kaibo.


"Kudengar kalau iblis sudah mencapai kultivasi tertentu, rohnya tidak hilang dan bisa mencari tubuh baru, begitu juga manusia. Tapi kudengar manusia dan iblis juga bisa menjadi roh jahat yang mengganggu apabila kematiannya tidak wajar. Roh jahat itu lah yang biasa dianggap hantu yang ditakuti manusia." jelas Jingmi.


"Hei Jingmi meski kau yang mengatakannya. Aku tak percaya dengan adanya hantu." ucap Si Gendut.


"Kalau begitu , apa kau bisa jelaskan apa yang dari tadi melayang di atas kepalamu?" tunjuk Jingmi.


"Hantu itu tak ada, aku tak akan menoleh keatas, aku tak mudah ditipu." sambung Si Gendut.


"Sekarang dia di samping kananmu loh." ucap Jingmi.


"Ketua tolong ada hantu di dekat Si gendut!" ucap Su Yan sambil berlari ke depan untuk mendekati Xiao Tian.


Jingmi dan Kaibo berada di belakang dengan santai menemani Si Gendut.


"Kau yakin tak ingin menengok?" tanya Jingmi sambil menatap si Gendut yang berada di samping kanannya.


"Dia tak akan berani menengok, Aku jamin itu." ledek Kaibo yang berada di samping kiri Jingmi.


"Cih kalian pasti hanya mengerjaiku saja." sambung si Gendut.


Karena penasaran si Gendut perlahan menoleh kearah kanan. Dia terkejut bukan main karena melihat sebuah roh jahat berwajah mengerikan. Dalam keadaan gemetar dia mengucapkan kata yang tak terduga.


"Hai." ucap Si Gendut.


"Hai juga." ucap hantu wanita itu.


"Sialan dia menjawab, aku pasti terkena ilusi, Ini tak masuk akal, hantu itu tidak ada." pikir si Gendut dengan keringat dingin menetes di wajahnya.


"Wah kaibo ternyata iblis sepertimu benar-benar jail ya, Kau membuat ilusi untuk menakutiku ya?" tanya Si Gendut berusaha meyakinkan diri kalau yang dia lihat tidak nyata.


"Aku mana punya kekuatan seperti itu." jelas Kaibo.


"Iya lihatlah dia masih terbang disekitarmu, Sepertinya dia menyukaimu." sambung Jingmi.


"Wah tak kusangka ada juga ya wanita yang menyukaimu." ledek Kaibo sambil menutup mulutnya.


"Aku pasti berhayal, lebih baik aku lihat lagi untuk memastikan." pikir si Gendut.


Saat dia menoleh ke kanan dia tak melihat apapun.


"Wah ternyata benar hanya hayalan, apa karena disini gelap makanya aku berhalusinasi?" gumam si gendut.


"Kau tak berhalusinasi, Dia sedang terbang diatas kepalamu." jelas Kaibo.


"Ah kau ini, berhenti menipuku!"


"Tidak ada yang namanya hantu!" ucap Si Gendut


Tak lama kemudian hantu itu memunculkan diri di depannya.


"Aduh apa ini?"


"Aku pasti berhayal lagi." pikir Si Gendut.


Si Gendut menampar wajahnya beberapa kali karena tak percaya akan hal yang dia lihat.


"Ini terasa sakit, apa kau nyata?" tanya si Gendut


"Aku memang nyata." jelas hantu itu.


"Boss tolong aku!" teriak si Gendut.


"Tenang saja, dia tak mengeluarkan aura jahat, dia tak akan merasukimu atau membunuhmu. Sepertinya dia menyukaimu. Ajak saja dia ngobrol siapa tahu cocok." ledek Kaibo.


"Cocok matamu!" bentak si Gendut.


"Haiss, Gendut jangan berisik!"


" yang dikatakan Kaibo benar, hantu itu tak akan melukaimu, anggap saja tidak ada. Lagian kau tak percaya adanya hantu kan?" sambung Xiao Tian.


"Sialan tak ada yang mau membantuku." pikir si Gendut.


"Nona bisakah kau minggir, kalau mau terbang jangan dihadapanku ya, di samping saja." ucap si Gendut.


"Ba ... baik." sambung Hantu itu.


Hantu wanita itu terbang disamping kanannya


sedangkan si Gendut berusaha mengabaikannya.


"Hai mas endut , Kalian mau kemana?" tanya hantu wanita itu.


"Sialan dia terus berusaha berbicara denganku."


"Ini pasti cuma hayalan." pikir si Gendut.


"Wah romantis juga ya, baru kenal sudah pakai panggilan sayang. Cie endut semoga kalian jadian ya, Pftt hahaha." ledek Kaibo sambil menahan tawa.


"Berhenti meledekku!"


"Tak ada yang lucu disini!" bentak si Gendut.


"Mas Endut apa tidak capek jalan terus?"


"Istirahat saja dulu nanti aku temani." rayu hantu itu.


"Aku tak mendengar apapun, duu duu duu du du." ucap si Gendut berusaha tak mendengar hantu itu.


"Kalau kalian lanjut bahaya loh didepan sana banyak roh iblis gentayangan." hantu wanita itu mencoba memberi peringatan.


Setelah mendengar kata roh iblis, Xiao Tian menghentikan langkahnya.


"Roh iblis?" tanyanXiao Tian.


"Ketua kenapa kau berhenti?" tanya Su Yan.


"Apa kau yakin?"


"Apa benar didepan ada roh iblis?" tanya Xiao Tian.


"Tentu saja seratus persen yakin. Aku rela jadi hantu jika aku berbohong." ucap Hantu wanita itu


"Kau kan memang sudah jadi hantu." ucap Xiao Tian.


"Oh iya ya ehhehe." ucap hantu itu.


"Boss apa kau tak takut dengan wajah seramnya?" tanya si Gendut.


"Dia kan cuma roh kenapa juga takut, Lagi pula wajahnya tidak menakutkan kok. Hanya ada sedikit warna hitam di kelopak matanya, Kalau itu hilang dia pasti cocok denganmu gendut." ucap Xiao Tian.


"Hehehe, masa sih." Hantu itu tersipu malu.


"Iya bener, kalau kau menyukainya, kau boleh ikut bersama kami." Ucap Xiao Tian


"Benarkah?"


"Menjauhlah aku yak menyukaimu!" jawab si Gendut.


"Huhuhu, bahkan saat jadi hantu pun aku ditolak pria ini menyedihkan." hantu itu menangis sambil pergi menjauhi si Gendut.


"Hei kau terlalu kejam padanya." ucap Xiao Tian.


"Meskipun dia hantu, setidaknya ada yang mau menyukaimu. Jarang-jarang loh ada yang hilaf menyukai pria sejelek dirimu." ledek Su Yan.


"Iya, wanita itu terlihat cocok denganmu."


"Meski dia hantu tak jelek-jelek amat, Setidaknya kau punya masa depan jika bersama dengannya.Toh kau bisa mencarikan tubuh baru untuk roh itu, Kau bisa menjadi pacarnya dulu untuk sekarang." ledek Kaibo.


"Kalau kau begitu menyukainya, kau saja yang jadi pacarnya!" si Gendut merasa kesal.


Setelah mereka berjalan hingga puncak, Disana terdapat ratusan roh iblis yang terbang diatas langit.


Batu-batu di sekitar mulai beterbangan dan ingin menghantam Xiao Tian dan rombongannya.


"Sialan apalagi sekarang!" ucap si Gendut.


Sebuah batu besar mengarah ke arah belakang si Gendu., Melihat hal itu hantu wanita yang tadinya pergi berteriak memperingatkan si Gendut.


"Mas Endut hati-hati aku akan menghadang batunya! Ucap Hantu itu.


Wooshh


Berhenti batu sialan!" ucap Hantu itu menghadang batu dengan tubuhnya.


"Kenapa batunya menembus tubuhku?"


"Ah hati-hati mas Endut!" Teriak hantu itu.


Si Gendut menoleh kebelakang, tapi tak sempat menghindari batu itu.


Duakkkkk Batu itu mengenai Si gendut.


" Aduh sakit sekali, untung hantu itu memberi tahuku sehingga aku bisa perkuat Ki dibagian belakangku untuk pertahanan." pikir si Gendut.


"Mas Endut kau tidak apa?" Hantu itu terlihat panik.


"Batu itu terasa sakit. Jadi ini semua bukan ilusi ya. Yang terbang diatas itu roh iblis ya?" tanya si Gendut.


"Iya." ucap hantu itu.


"Lalu kamu juga bukan ilusi ya." tanya si Gendut.


"Iya ." Ucap Hantu.


"Hahahahaha." Si Gendut dan Hantu tertawa.


"Jadi kau nyata. Semua ini bukan mimpi. Hantu itu benar-benar ada." jelas Si Gendut.


Si Gendut pingsan karena syok.


"Mas Endut bertahanlah!" Ucap Hantu itu


"Romantis sekali mereka." ucap Kaibo.


"Hei kak Xiao Tian apakah kita akan baik-baik saja?" Ucap Jingmi


"Tenang saja, Hari ini aku jamin akan baik-baik saja." ucap Xiao Tian.


"Sunlong serap mereka!" ucap Xiao Tian lewat telepati.


"Dengan senang hati hahahaha." Ucap Sun Long


Sunlong merasuki tubuh Xiao Tian dan menyerap semua iblis yang melayang di udara, Dalam sekejap suasana berubah .


Dengan bantuan Sun long Xiao Tian menyerap roh hingga Sunlong menjadi roh beladiri tingkat 8, Dan Xiao Tian menjadi petarung perak bintang 3. Setelah Selesai Kesadaran Xiao Tian kembali


"Luar biasa , Aku berhasil menerobos lagi ahahah." Ucap Xiao Tian


"Saatnya menuruni Gunung." Ucap Xiao Tian


"Hei Gendut bangunlah!" Ucap Kaibo


"Apa aku pingsan tadi?"


"Aku bermimpi aneh tentang hantu tadi." Ucap Si Gendut setengah sadar


"Iya mas Endut pingsan tadi." Ucap Hantu wanita


"Jadi itu bukan mimpi ya." Ucap Si Gendut


"Iya bukan." Ucap Hantu itu


"Hahahahahah." Tawa Si Gendut dan Hantu itu.


Karena belum bisa menerima kenyataan Si gendut pingsan lagi.


"Mas Endut kau tidak apa-apa?" Ucap hantu itu


"Hei apa kalian melihat Su Yan?" Ucap Xiao Tian


"Dia ada dibawah batu yang kakimu injak kak Xiao Tian." Ucap Jingmi


Xiao Tian langsung melompat setelah mendengar ucapan Jingmi


"hahaha, Sejak kapan aku menginjaknya?" Ucap Xiao Tian


"Sejak saat kau selesai menyerap roh roh itu, Dia pingsan karena takut dan tertimpa batu itu, Oh gitu ya ahhaha." Ucap Jingmi


"Su Yan yang malang, Kau pergi begitu cepat, Maaf karena tak bisa menyelamatkanmu, Semoga kau tenang disana, Amin." Ucap Kaibo


"Aku masih hidup Bocah sialan!" Teriak Su Yan yang baru sadar dari pingsannya


"Syukurlah Mas Endut tak kehilangan temannya." Ucap Hantu wanita di dekat si gendut


Mendengar suara itu, Su Yan menengok ke arah si Gendut, Karena melihat hantu, Su Yan pingsan lagi.


"Adeh kenapa kalian malah lomba pingsan sih, Kalau begini terpaksa menunggu kalian bangun ."


"Hei kau hantu wanita, Tolong jangan muncul mendadak dan menakuti mereka!" Ucap Xiao Tian


"Aku tak bermaksud menakuti mereka, Aku menyukai mas Endut karena dia memiliki wajah persis seperti wajah suamiku waktu ku masih hidup, Setelah melihatnya aku ingin mengikutinya terus." Ucap hantu itu


"Kau ini hanya roh dan dia manusia, Alam kalian berbeda, Menyerah saja." Ucap Xiao Tian


"Hei biarkan dia ikut, Suruh dia masuk ke cincin ruang milik si Gendut, Dia akan berguna." Ucap Dewa petir


"Apa maksudmu?" Ucap Xiao Tian lewat telepati


"Turuti saja, Aku tak mungkin menyesatkanmu." Ucap Dewa petir


"Ya Sudah." Ucap Xiao Tian


"Kalau ingin ikut boleh saja, Tapi jangan menunjukkan diri sebelum mental mereka kuat, Sembunyi saja dulu." Ucap Xiao Tian


"Dimana aku harus bersembunyi?" Ucap Hantu itu


"Sembunyi saja di cincin ruangnya, Aku akan mdmbantu membuka segelnya." Ucap Xiao Tian


"Iya baiklah, Aku akan bersembunyi di dalam cincin ruang mas Endut." Ucap Hantu itu


Hantu itu masuk ke cincin ruang milik Si Gendut karena menyukainya, Dan Xiao Tian membiarkannya atas perintah Dewa petir.


Xiao Tian berkultivasi lagi untuk menstabilkan kekuatannya dan memperkuat tubuhnya dengan memakan pil penguat tubuh.