
#Istana langit
Keadaan istana Langit sudah sangat kacau balau. Darah bercipratan dimana mana, para siluman dari berbagai ras menghunuskan pusaka langit kepada para Dewa. Karena hal itu, banyak Dewa Dewi yang dibuat kewalahan dan berguguran.
Belum lagi dengan kehadiran Dewa Erlang yang berada di pihak siluman. Darah iblis yang mengendalikan dirinya benar benar merepotkan, hingga sanggup membuat beberapa Dewa berpihak kepadanya. Tentunya mereka berpihak bukan karena suka rela, melainkan akibat dari pengaruh kekuatan Kaisar iblis Jian yang semakin kuat semenjak kontrolnya atas Dian Peng terputus.
"Dewa Erlang!"
"Sadarkanlah dirimu!"
"Berhenti berdiri di pihak siluman!" panglima Tian Feng beradu senjata dengan Dewa Erlang. Dimana dia sedang menggenggam pusaka andalannya yang berbentuk garpu rumput, sedangkan Dewa Erlang menggunakan tombak saktinya.
Tak hanya itu, dia juga mengendalikan A*jing surga yang merupakan rekan lamanya. Beruntungnya Sha Wu Jing, Dan Dewa petir bekerja sama untuk melawannya. Jika tidak, maka makhluk yang merepotkan itu akan menjadi ancaman besar bagi panglima Tian Feng.
Disaat para Dewa Dewi sedang disibukkan oleh pasukan siluman yang dilengkapi pusaka Langit, Wu Kong disibukkan oleh kera Tumpey yang memiliki kekuatan setara dengannya. Tak hanya setara, dari segi wajah serta jurus jurus saja mereka bisa saling meniru. Satu satunya perbedaan di antara mereka hanyalah jirah, senjata dan hiasan kepala.
Jirah Wu Kong dan tongkat saktinya berwarna emas menyala, dikepalanya juga terdapat mahkota emas dengan dua pola melengkung yang dapat mencegahnya berbuat bebas jika kalimat sutra tertentu diucapkan.
Sementara itu, kera Tumpey memiliki jirah dan tongkat merah. Uniknya tongkat tersebut setara dengan tombak suci milik Wu Kong. Benar benar tiruan sempurna. Wu Kong pun dibuat kewalahan karena hal itu. Stamina, kecepatan, kekuatan, skill semuanya benar benar sama persis. Jika mengandalkan pertarungan pribadi satu lawan satu mungkin hasilnya akan seri. Tetapi masalahnya ada pada para Dewa yang butuh bantuan Wu Kong. Jika dia terus disibukkan oleh kera Tumpey, Dewa Erlang akan membuat para Dewa yang telah kalah menjadi bagian dari para siluman.
"Berhentilah meniru semua jurusku, kera sialan!" Wu Kong mengkloning begitu banyak dirinya untuk menolong para Dewa.
"Sebanyak apapun kau menggandakan tiruanmu, aku masih bisa menghalangimu membantu yang lain," kera Tum Pey mengkloning dirinya hingga menyamai jumlah kloning Wu Kong.
#####
"Sial, kalau terus begini alam langit akan dikuasai para siluman. Apa yang harus aku lakukan," Kaisar Langit melangkah mundur sembari menghanguskan beberapa siluman yang mendekatinya.
"Mereka tak kunjung habis, kalau begini caranya kita akan kalah," Ne Zha melawan para siluman yang terbang menaiki naga sambil menggunakan roda api terbangnya. Tombaknya yang berapi sanggup membunuh lusinan naga, namun pasukan siluman yang menaiki naga terus berdatangan dari portal hitam.
"Jirah naga hitam pelindung tubuh, serta pedang kristal penebas langit. Setahuku istana Langit hanya kehilangan dua pasang saja. Bagaimana bisa semua pasukan memiliki kedua pusaka itu?" pikir Dewa api sambil membakar pasukan siluman di hadapannya.
Apinya begitu panas hingga sanggup melelehkan baja, namun itu tak berpengaruh sama sekali pada para siluman yang memakai jirah naga hitam.
"Hahahahah, kau pikir api kecilmu dapat menghanguskan kami?"
Melihat para Dewa Api terpojok, para Dewa Es meluncurkan semburan es mereka untuk membantu para Dewa Api. Namun seperti yang mereka duga, serangan es juga tak berpengaruh pada jirah naga hitam. Meski tahu tak berpengaruh, para Dewa Es sengaja melakukan serangan tersebut agar Dewa Api bisa menjaga jarak aman mereka.
"Sial, kita benar benar kekurangan pusaka disini. Satu satunya cara menghancurkan jirah naga hitam hanyalah dengan menggunakan pusaka langit lain. Namun karena semua pusaka Langit di gudang senjata telah dicuri. Hanya beberapa Dewa saja yang dapat memakainya," Para Dewa yang terpojok memulai langkah mundur sambil menyerang secara membabi buta. Meski tahu itu tak berdampak besar, namun mereka tetap melakukannya demi menghambat pergerakan musuh.
"Berhenti melakukan perlawanan yang sia sia teman temanku, akan lebih mudah jika kalian bergabung bersamaku. Biarkankanlah darahku mengalir di dalam tubuh kalian, ini tidak sakit kok. Cukup membiarkan aku menggores sedikit tubuh kalian hingga meneteskan darah," Dewa Erlang tersenyum jahat sambil berjalan diantara para pasukan siluman.
Keadaan alam Langit begitu kacau, para Dewa Dewi, bahkan Wu Kong sekalipun berpikir bahwa tak ada jalan lain bagi para Dewa untuk meraih kemenangan.
Alasan besar dari semua itu ialah, pusaka Langit tingkat Dewa yang disembunyikan entah dimana. Pusaka itu memiliki efek area luas, yang sanggup meniadakan segala jenis teknik perpindahan ruang sejak itu di aktifkan. Baik itu dalam bentuk gulungan skill, teknik yang membutuhkan kekuatan jiwa atau kekuatan qi, bahkan portal dimensi sekalipun, tak dapat di aktifkan di alam langit, kecuali memang sudah aktif sebelum pusaka langit tingkat Dewa itu diaktifkan. Karena itu pula, portal penghubung dunia manusia dan alam langit tak menghilang. Akibatnya para siluman dapat terus berdatangan tiada henti.
Sementara itu, di bagian luar portal
Xiao Tian dan kawan kawannya berhasil meratakan siluman dan ras iblis yang mengacau alam manusia. Dia juga menyelesaikan tugasnya untuk melenyapkan darah iblis yang mengontrol pikiran banyak orang.
Bwrkat kemenangan telak mereka, Semua orang pun merasa lega.
Namun tentu saja itu bukan waktunya bersantai, karena tak lama sejak tugasnya membereskan kekacauan diluar portal selesai, bala bantuan dari ras siluman berdatangan sambil memakai jirah naga hitam seperti pasukan utama yang telah melesat masuk ke alam langit.
"Apa apaan ini, mereka tak ada habisnya!" Su Yan menggerutu sambil menciptakan puluhan bola cahaya di sekitar tubuhnya.
"Sial, situasinya benar benar diluar kendali. Seingatku pusaka dari istana langit yang sedang mereka pakai adalah pusaka anti element. Jirah naga hitam itu adalah mimpi buruk bagi para Dewa,"
"Bukankah Kaisar Langit bilang kalau hanya dua pasang yang telah menghilang?"
"Mumgkinkah diantara para siluman, ada yang memiliki kemampuan menggandakan pusaka?" Xiao Tian terdiam kaku sambil menatap ke atas Langit dimana para siluman beterbangan sambil menaiki naga hijau tampa memperhatikan keberadaan manusia.
"Abaikan manusia, dan lanjut terus ke portal!"
"Tujuan utama kita saat ini adalah mengambil alih alam Langit!" seorang berbentuk manusia setengah naga terbang sambil menaiki naga hijau dengan armor lengkap dan pedang di tangannya. Di dalam tubuhnya terpancau aura siluman, sangat jelas bahwa dia bukan dari ras iblis.
Sambil menatap ke arah pemimpin pasukan siluman tambahan itu, Xio Tian pun berkata, "Siluman naga,"
"Sialan, pantas saja banyak senjata tingkat Langit yang digandakan."