Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 362 : Dendam Dian Zheng


Naga hitam terbang dengan begitu terburu buru berkeliling ruang hampa sambil mengikuti hawa keberadaan Xiao Tian. Dia ingin menceritakan bahwa Dian Zheng telah mendapatkan kembali ingatannya.


Dia ingin memberi tahu tuannya bahwa aura kebencian kembali menyelimuti tubuh Dian Zheng. Naga hitam berpikir bahwa Dian Zheng kembali menyimpan rasa dendam terhadap Dewa petir dan Dewi petir. Dia tak tahu kalau masalahnya bahkan lebih besar dari itu. Kabar baiknya Dian Zheng tak membenci ayah dan ibunya lagi, dan kabar buruknya dia menyimpan dendam terhadap Yong Heng dan Kaisar Langit.


Cepat atau lambat, Dian Zheng akan mengacaukan istana langit karena merasa bahwa langit tak adil terhadap dirinya.


####


Agak jauh dari tempat Dian Zheng duduk


Xiao Tian sedang melatih teknik beladiri serta keahlian berpedangnya. Naga hitam versi mini yang saat itu melihat betapa seriusnya Xiao Tian berlatih mengurungkan niatnya untuk segera melapor tentang Dian Zheng. Dia berniat untuk menunggu Xiao Tian selesai berlatih terlebih dulu.


"Teknik pedang surgawi, tebasan cahaya!"


"Tekning pedang iblis, pedang penelan aura!" teriak Xiao Tian sambil mengayunkan dua buah pedangnya.


Xiao Tian mengkombinasikan teknik iblis dengan teknik surgawi dengan menggunakan dua buah pedang hitam bergerigi miliknya. Meski awalnya cukup sulit untuk mengaplikasikan teknik pedang surgawi dengan teknik pedang iblis secara bersamaan. Xiao Tian tak menyerah begitu saja hingga terus berlatih berulang kali untuk mempertajam kemampuan berpedangnya.


Dengan kegigihan yang cukup luar biasa, akhirnya Xiao Tian pun berhasil menggabungkan dua teknik berpedang tersebut. Kombinasi gerakan berpedang yang telah dia pelajari itu menciptakan berbagai macam gerakan baru. Dia menamai teknik gabungan tersebut dengan sebutan teknik pedang iblis surgawi.


Setelah berhasil menyempurnakan teknik barunya, Xiao Tian mengistirahatkan tubuhnya dengan berbaring. Ketika melihat ke atas langit, Xiao pun tersenyum karena telah menyadari kehadiran naga hitam.


Setelah sadar bahwa Xiao Tian telah melihatnya, naga hitam langsung turun mendekati Xiao Tian untuk melapor tentang Dian Zheng. Disaat dia ingin berbicara, suaranya sama sekali tak keluar sedangkan dadanya terasa begitu sesak. Melihat naga hitam terlihat kesakitan, Xiao Tian pun bertanya, "Apa kau baik baik saja, naga hitam?" ucap Xiao Tian sambil bangkit dari tempatnya terbaring. Saat ini posisi tubuhnya sedang duduk dengan kaki yang diluruskan.


"Kenapa dadaku terasa sakit setiap kali aku ingin mengatakan sesuatu tentang Dian Zheng?"


"Mungkinkah ini ulah dia?" pikir naga hitam dengan napas terengah engah.


"Sepertinya kau sedang tidak enak badan ya?" tanya Xiao Tian sambil menyipitkan matanya.


"Aku tak apa apa sungguh," ucap naga hitam sambil menatap mata Xiao Tian.


"Lalu kenapa kau terlihat kesakitan?"


"Jika ada sesuatu yang penting katakan saja sekarang,"


"Jika tak ada, maka biarkan aku tidur. Aku sudah sangat lelah saat ini," ucap Xiao Tian dengan keringat yang bercucuran.


"Ma ... maaf karena telah mengganggu waktu istirahatmu, tuan," ucap naga hitam sambil menundukkan kepalanya.


"Sudahlah, tak perlu kau pikirkan. Kau juga terlihat tak enak badan, jangan memaksakan diri. Lebih baik kita tidur sekarang," ucap Xiao Tian sambil mengelus pundak naga hitam.


"Baiklah," ucap naga hitam sambil menghela napas.


Karena Xiao Tian terlihat begitu lelah, naga hitam pun memutuskan untuk tidur bersama tuannya.