
Aturan turnamen cabang petarung hanyalah satu, petarung dari sekte manapun boleh meminta untuk berdiri di tengah lapangan terlebih dulu. Lalu membiarkan petarung yang lain untuk menantangnya.
Siapapun yang menang akan menggantikan petarung tersebut berdiri di tengah arena untuk menerima tantangan dari peserta lain.
Jika tak ada yang berani menantang pria terakhir di arena maka sekte pria tersebut akan dianggap sebagai pemenang. Pertarungan tak akan dihentikan sebelum salah satu pihak mengaku kalah, pingsan lebih dari tiga puluh detik, atau mati.
Saat ini Dewa petir dan Sunlong merasuki tubuh yang terlihat mirip Long Hu dan Tian Fengji, untuk mengawasi sisi gelap Xiao Tian yang saat itu sedang merasuki tubuh yang terlihat mirip dengan Xian Juan.
Karena kejadian sebelum turnamen dimulai, semua orang was was terhadap Tian Fengji. Ketika semua mata terfokus padanya, Xian Juan melompat ke tengah arena lalu berkata.
"Majulah dan berikan aku hiburan,"
"Hanya karena salah satu rekanmu sudah bisa memukul seseorang, jangan terlalu bangga dulu Xian Juan!" ucap Zong Ye sambil melompat menghadapi Xian Juan.
"Banyak omong!" ucap Xian Juan sambil menepis jauh tubuh Zong Ye dengan menggunakan salah satu ekor hitamnya.
Wooshh Bruakkkl
"Se ... sekali serang?"
"Zong Ye adalah pendekar alam mortal lapisan lima, bagaimana bisa dia mengalahkannya hanya dalam sekali serang?"
"Ekor hitam apa sebenarnya itu?"
"Sejak kapan Xian Juan memiliki ekor itu?"
"Aku merasakan aura jahat dari dalam ekornya itu, apakah dia merupakan salah satu pengguna ilmu iblis?" pikir patriach Sun Yu dengan tampang kesal.
"Hahahah, siapa sangka muridmu bisa dikalahkan dengan begitu mudahnya. Sepertinya sektemu akan menyusul sekte badai berduri," ucap Patriach Jian Su dengan tampang menghina.
"Nampaknya, sekte yang kita pikir akan bubar telah menemukan kejayaan mereka kembali. Dan sekte naga bersayap akan mengalami hal yang sama seperti sekte badai berduri," ucap Lian Ting dengan senyum di wajahnya.
"Gadis sialan ini, apakah dia berniat membuang perguruanku setelah kalah dari sekte kecil yang telah kehilangan namanya ini?" pikir Sun Yu dengan tampang kesal.
"Kenapa kau menatapku dengan pandangan seperti itu?"
"Apakah kau kesal?"
"Hahahahah,"
"Ingatlah, sekteku diatas sektemu. Jika aku mau meratakan sektemu, sudah kuratakan sejak dulu," ucap Lian Ting dengan tampang menghina.
"Cih," ucap Sun Yu dengan tampang kesal.
"Ini adalah aturan yang dibuat oleh kerajaan, kau pun tahu akan hal itu," ucap Patriach Jian Su dengan senyum licik di wajahnya.
"Demi menghentikan perselisihan empat sekte besar, kerajaan mengeluarkan dekrit agar kami menghentikan pertempuran yang sia sia. Dan dekrit tersebut yaitu turnamen yang kita laksanakan saat ini. Siapapun yang menang berhak untuk merebut keuntungan dari yang kalah telak, hingga sekte tersebut tak memiliki apa apa dan hanya meninggalkan sebuah nama saja."
"Kami berhak meminta murid berbakat dari salah satu sekte yang berada di peringkat terbawah, mencabut nama sekte, membunuh murid yang menolak untuk bekerja sama, dan berhak membubarkan sebuah sekte jika berhasil menang empat kali turnamen secara berturut turut. Jika kami yang menang dan kau berada di urutan paling belakang, maka aku akan membubarkan klanmu dan mengklaim semua muridnya agar masuk ke sekteku. Jika mereka menolak, maka kerajaan akan ikut campur untuk membela hak kami sebagai pemenang," ucap Lian Ting dengan senyum jahat di wajahnya.
"Muridku tak mungkin kalah dari perguruan kecil itu, kau lihat saja nanti!" bentak Sun Yu dengan tampang kesal.
"Wanita sialan, padahal selama ini aku membantunya untuk melakukan pekerjaan kotor. Tapi dia berniat menghancurkan sekteku hanya karena kalah satu kali, menyebalkan!" pikir Sun Yu dengan tampang kesal.
"Patriach Sun, dua murid kita telah dibuat pingsan, bagaimana ini?" tanya Jingnan sambil menatap mata Sun Yu.
"Biarkan sekte lain yang menantangnya, selagi itu terjadi kau pergi dari sini dan panggil trio cakar naga."
"Sudah begitu lama mereka tak mengikuti turnamen, nama mereka memang terdaftar sebagai peserta. Namun mereka tak pernah ikut andil karena tahu bahwa kita tak mungkin berada di peringkat terbawah."
"Sepertinya Patriach begitu putus asa hingga menyuruh trio sadis itu ikut sebelum saat yang ditentukan tiba. Padahal mereka kartu as kami untuk memenangkan turnamen jika hanya tersisa dua buah sekte saja. Huft, menyebalkan," pikir Jingnan dengan tampang kesal.
"Kenapa kau masih disini?"
"Berhenti melamun dan cepat bawa mereka kemari!" bentak Patriach Sun Yu dengan tampang kesal.
"Ba ... baik patriach," ucap Jingnan sambil memberi hormat.
####
Setiap sekte memiliki lima orang wakil di setiap cabang, selain sekte naga bersayap yang juga memiliki kartu as mereka sendiri. Sekte lain seperti sekte Harimau emas dan sekte singa perak juga memiliki kartu as berupa empat petarung yang menutupi kultivasi serta wajah mereka dengan jubah emas dan perak sesuai nama sekte mereka.
Sisi gelap Xiao Tian masih berdiri di tengah lapangan, namun tak ada yang menantangnya hingga lebih dari dua puluh menit. Karena kesal begitu lama menunggu dk tengah arena, dia pun menggila dengan berkata, "Kenapa tak ada yang mau turun?"
"Apakah kalian semua menyerah?"
"Lalu kenapa tak ada yang menyatakanku sebagai pemenang hingga sekarang?"
"Apakah kalian sedang mempermainkanku!"
"Jika tak berani maju satu persatu, maka majulah secara bersamaan!"
"Aku akan melayani kalian!" ucap sisi gelap Xiao Tian dengan tampang kesal.
"Oi jangan lupa kau adalah Xian Jian, kontrol emosimu!"
"Atau mereka akan memanggil pembasmi iblis untuk membasmi kita!" bentak Sunlong melalui telepati.
"Iya iya, aku akan mengamuk saat diperlukan saja. Dasar bawel," ucap sisi gelap Xiao Tian dengan tampang kesal.
#Turnamen cabang alkemis
Sejak turnamen dimulai, semua peserta dibuat takjub oleh Xiao Tian dan kawan kawannya. Semua karena mereka berhasil menyuling dan memurnikan pil level empat dalam waktu kurang dari lima menit. Hingga membuat semua peserta mengundurkan diri secara serentak.
"Mental mereka benar benar jatuh, padahal ini hanya pil level lima. Apa yang terjadi jika aku menyuling pil level tujuh ya?"
"Mungkin mereka akan pingsan berdiri, membuang buang waktu saja. Karena pertandingannya selesai lebih cepat dari yang aku bayangkan, maka aku bisa hadir ke cabang pertarungan untuk menonton sisi gelapku," pikir Xiao Tian sambil tersenyum tipis.
Setelah mengaktifkan teleportasi, dia muncul tepat disamping kanan Dewa petir dan Sunlong yang sedang merasuki tubuh tiruan Long Hu, dan Tian Fengji.
"Apakah itu Yan Yan?"
"Kenapa dia bisa muncul disana?"
"Aku yakin bahwa tak ada orang di antara Long Hu dan Tian Fengji sebelumnya, kenapa dia bisa muncul secara tiba tiba?" ucap penatua Zhou sambil menunjuk ke arah Xiao Tian yang masih memakai wajah samarannya.
"Apa kau yakin jika master ada disini?" tanya Patriach Bai dengan dahi yang dikerutkan.
"Ya, lihatlah ke bawah sana!" ucap penatua Zhou sambil menunjuk ke arah Xiao Tian.
"Akhirnya aku bisa bernapas lega. Meski ketiga murid berbakat kita mengalami kemajuan yang banyak dalam waktu singkat, entah mengapa firasatku selalu tidak enak jika tak melihat master ada disekitar sini."
"Dengan adanya dia aku bisa bernapas lega lagi," ucap Patriach Bai dengan senyum yang terbuka begitu lebar.