Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 398 : Bertemu kawan lama


#hutan bersiul


Xiao Tian, Dewa petir dan Jingmi versi anak anak berjalan menelusuri hutan bersiul hingga sampai di tengah tengah hutan.


Disepanjang perjalanan mereka tak menemukan apapun. Baik ras iblis maupun binatang buas. Karena apa yang diceritakan Sunlong tak sesuai dengan realita yang dia rasakan. Xiao ?Tian pun menghentikan langkahnya dan berpikir, "Aneh sekali, bukankah Sunlong bilang kalau hutan ini dipenuhi iblis yang bersembunyi dibalik ilusi?"


"Asalkan menutup telinga, maka para iblis akan terlihat kan?"


"Kenapa sejak tadi aku tak merasakan hawa iblis sedikitpun?" Xiao Tian berpikir sambil menengok ke kanan dan ke kiri.


"Tak perlu bingung, saat ini kan kau sedang berjalan bersama seorang Dewa. Tentu saja tak ada iblis yang berani mendekat," jelas Dewa petir melalui telepati.


"Aih, kenapa aku bisa melupakan hal itu," Xiao Tian menepuk dahinya karena baru menyadari alasan para iblis tak mau menampakkan diri.


"Kenapa kau terlihat kecewa?"


"Bukankah bagus kalau tak ada iblis yang datang menyerang?" tanya Dewa petir.


"Iya sih, tapi kita perlu menangkap satu iblis untuk diintrogasi,"


"Jika tak ada yang datang mendekat bagaimana kita bisa ... ," belum sempat Xiao Tian menyelesaikan kaliamatnya, Dewa petir memotong telepatinya dengan berkata, "Aku mengerti,"


Setelah Dewa petir menyembunyikan kekuatannya. Para iblis yang telah menjaga jarak perlahan maju, lalu datang mengepung.


"Kiekkk!!!! (Makanan!") teriak iblis kera tingkat rendah dengan bahasa mereka. Tubuh mereka sebesar manusia dewasa, dengan bulu yang berwarna hitam pekat layaknya aura iblis mereka.


Saat para iblis sudah mengepungnya, Xiao Tian meminta Jingmi mengaktifkan teknik tempurung iblis untuk mengurung seluruh iblis kera yang telah mengepungnya.


Karena jumlah para iblis kera terbilang cukup banyak dan menyebar dalam ruang lingkup yang cukup luas,


Jingmi merubah tubuhnya ke versi Dewasa untuk mengurung semua iblis sekaligus.


"Teknik tempurung iblis, Aktifkan!" Jingmi menjentikkan jarinya, lalu seketika sebuah lingkaran pembatas berukuran besar muncul mengurung semua orang dan para iblis kera.


"Bolehkan aku berteriak?" tanya Jingmi melalui telepati.


"Tentu,"


"Tapi jangan sampai membunuh mereka semua ya," jawab Xiao Tian melalui telepati.


"Tenang saja, Jingmi udah berlatih mengendalikan teknik jerita iblis kok," sambung Jingmi sambil tersenyum.


Jingmi menatap para kera iblis dengan senyuman, dan seketika insting mereka mengatakan bahwa bahaya akan menimpa mereka.


"Huffff," Jingmi menarik napas sebanyak mungkin. Lalu dalam hati dia berkata "Teknik jeritan iblis, tingkat satu,"


"Gerakan itu ..., cepat tutup telinga kalian!" teriak salah satu iblis dengan bahasanya.


"Kyaaaaa!!!!!" Jingmi menjerit sangat kencang sebelum semua iblis kera yang tersisa menutup telinga mereka. Seketika para iblis yang mendengar teriakan tersebut tewas tak berdaya.


"Teknik jeritan iblis adalah teknik yang telah lama hilang, siapa kau sebenarnya?" tanya iblis kera yang tersisa dengan tubuh gemetar.


"Apa yang terjadi dengan teriakanmu yang tak akan bisa membunuh mereka?" tanya Xiao Tian sambil menatap Jingmi.


"Heheh, sepertinya aku harus melatih teriakanku lagi," jawab Jingmi melalui telepati.


"Untung saja ada satu iblis yang memahami teknik jeritanmu. Kalau tidak kita terpaksa mencari lokasi lain untuk menangkap iblis yang bersembunyi," gumam Xiao Tian melalui telepati.


Setelah berbincang bincang satu sama lain melalui telepati, Xiao Tian, Jingmi dan Dewa petir menatap sang iblis kera dengan senyuman jahat di wajah mereka.


"Orang orang ini terlalu berbahaya, aku harus kabur!" ketika sang iblis kera terakhir berbalik arah untuk menjauhi Jingmi dan yang lain, Jingmi mempersempit teknik tempurung iblisnya dengan kecepatan yang cukup ekstrim.


Wooshh


Duakkk (Sang iblis kera terdorong mundur karena tertabrak batas pelindung yang terus menyusut menembus pepohonan)


Brukk (Sang iblis kera yang masih hidup terjatuh tepat dihadapan Jingmi)


"Halo ... ," ucap Jingmi sambil tersenyum.


"A ... ampun, jangan bunuh aku!" teriak sang iblis kera dengan bahasanya.


"Si ... sial, sepertinya aku telah salah memilih lawan," pikir sang iblis kera sambil menelan ludahnya.


Jingmi membuka penyembat telinganya agar bisa berbicara tanpa harus menggunakan telepati. Xiao Tian dan Dewa petir oun membuka penutup telinga mereka juga karena tahu bahwa selagi di dalam pelindung suara siulan hutan tidak akan terdengar.


"Apakah kau tahu letak siluman serigala putih bersembunyi?" tanya Xiao Tian dengan aura yang mengintimidasi.


"Sial, bagaimana bisa ada seorang pendekar alam peri disini?" pikir iblis kera dengan tampang panik.


"Kenapa kau malah bengong?"


"Pendekar alam fana lapisan ke lima, pantas saja dia bisa membunuh semua temanku dalam sekejap hanya dengan sebuah jeritan," pikir iblis kera sambil menelan ludahnya dengan tampang panik.


"Cepat jawab pertanyaannya, jangan buang buang waktu kami," sambung Dewa petir sambil memasang hawa membunuh setingkat pendekar alam Dewa.


"Kamprett!!!"


"Bahkan ada seorang Pendekar alam Dewa!!!" sang iblis kera terdiam tanpa kata karena saking syoknya. Dan hampir berakhir oingsan karena kejutan tersebut. Namun Xiao Tian menusukkan beberapa jarum ke lehernya untuk mencegah sang iblis kera pingsan.


"To ... tolong ampuni aku, Dewa yang agung," kera iblis bersujud memohon ampunan.


"Hei, kenapa kau memamerkan kekuatanmu?"


"Untung saja aku cekatan, kalau tidak dia bisa pingsan tadi," sambung Xiao Tian dengan tampang kesal.


"Heheh, maaf aku kan cuma ingin menakut nakutinya saja," jawab Dewa petir dengan senyum bodoh di wajahnya.


"Glek, seorang pendekar alam Dewa meminta maaf pada pendekar alam peri?"


"Apakah kedudukan pria itu jauh lebih tinggi?"


"Mungkinkah kalau dia masih menyembunyikan kekuatannya?"


"Seorang pendekar alam Dewa saja bisa meratakan hutan ini dalam sekali serang, apalagi seseorang yang berada di atasnya. Sial, kenapa aku harus terjebak dalam situasi seperti ini," pikir kera iblis sambil menangisi nasibnya.


#####


Su Yan dan Liang Su pergi bersama ke arah utara untuk mencari petunjuk tentang markas rahasia siluman rubah putih. Namun bukannya petunjuk yang mereka temukan, mereka malah berakhir dikepung oleh salah satu iblis penghuni hutan bersiul. Mereka berwujud ular dengan warna dominan merah menyala.


"Pergilah dari wilayah kami, manusia!" bentak para iblis ular sambil menatap Liang Su dan Su Yan.


"Jika kami menolak?" tanya Liang Su.


"Maka, jadilah santapan kami," para iblis memperbesar ukuran tubuh mereka.


"Makhluk rendahan seperti kalian, ingin menyantap tubuh kami?" Liang Su merubah tubuhnya menjadi ular raksasa yang ukurannya sepuluh kali lipat dari ukuran para iblis ular merah.


"Sisik abu abu, mata kuning menyala, dan ukuran tubuh raksasa. Tidak salah lagi, dia adalah jenis ular penelan rupa," pikir pemimpin para ular merah yang memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar dari yang lainnya.


"Meski berbeda jenis dengan kami, kita masih berada dalam satu golongan ular."


"Aku mungkin akan membiarkanmu lewat. Tapi ... orang di belakangmu?" tanya sang ratu iblis ular merah sambil menatap Liang Su.


"Dia adalah suamiku, dan bukan merupakan golongan manusia," jelas Liang Su.


"Akhirnya dia mengakuiku sebagai suaminya, ini sungguh berkah tak terduga," pikir Su Yan sambil menangis haru.


"Kenapa dia malah menangis?"


"Apa dia ketakutan?" tanya ratu iblis ular merah dengan bahasa ular.


"Dia memang agak bodoh, tolong lupakan hal itu," jawab Liang Su menggunakan bahasa ular.


"Apa yang mereka katakan?" pikir Su Yan sambil menghapus air matanya.


#Wilayah selatan hutan bersiul


Dian Zheng dan Kaibo versi dewasa berjalan jalan mengelilingi hutan sambil mencari petunjuk tentang markas rahasia siluman rubah putih.


Namun bukannya petunjuk yang mereka temukan, mereka malah bertemu dengan beberapa kawan lama.


"Wah wah wah, lihatlah siapa yang kita dapatkan disini,"


Wooshhh


Tap


Gadis berambut merah panjang, dengan wajah cantik dan taring yang cukup tajam melompat dari atas pohon.


"Ra ... ratu iblis Yin Ying?"


"Bukankah dia dan para raja iblis lainnya telah dihisap habis oleh Dewa iblis" pikir Kaibo dengan tampang terkejut.


"Kenapa kau terlihat begitu tegang, jenderal iblis Kaibo?" tanya ratu iblis Yin Ying sambil mencubit dagu Kaibo.


"Jika kak Yin Ying ada disini, maka ... ," Dian Zheng menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikan sesuatu. Dan dugaannya ternyata benar. Dia melihat ke enam raja iblis yang lain sedang duduk diantara cabang pohon.


"Yo!" ucap raja iblis Shayu sambil memberi salam.


"Mereka benar benar hidup kembali, untungnya kekuatan mereka tidak jauh berkembang. Aku yang sekarang bisa menghabisi mereka semua dengan mudah. Tapi untuk sekarang, aku tak boleh menghabisi mereka. Karena aku ingin membalas Dewa iblis yang telah menyesatkan pikiranku dulu. Gara gara ingatan palsu dari dia aku jadi membenci ayah dan ibu kandungku. Sebelum aku menentang langit yang telah membuangku, akanku lampiaskan dendam ini terlebih dahulu. Bersiaplah, Dewa iblis Yongheng!"