
Xiao Tian telah menerima gulungan Langit sebelum masuk ke dalam dimensi merah. Di luar gulungan tersebut bertuliskan teknik pengembangan aura Dewa, teknik pemurni jiwa, serta teknik pengendali aura.
Para roh suci menyuruh Xiao Tian mempelajari semua gulungan tersebut setelah berhasil menguasai simbol roh harimau suci.
Sesuai dengan anjuran para roh suci, dia pun mempelajari semua gulungan satu per satu dengan membukanya secara perlahan.
Bersamaan dengan terbukanya semua gulungan, Xiao Tian pun berhasil memahami semua teknik tingkat Dewa tersebut.
"Kerja bagus, sekarang praktekkan salah satu teknik tersebut hingga kau benar benar menguasainya," ucap roh naga suci sambil menatap tajam mata Xiao Tian.
"Kalau boleh bertanya, bisakah anda memberi saran kepadaku?" tanya Xiao Tian dambil memberi hormat.
"Saran apa yang kau butuhkan?" tanya roh naga suci sambil menatap mata Xiao Tian.
"Dari teknik tingkat tinggi yang kupelajari dari tiga gulungan Langit. Teknik mana yang harus kulatih terlebih dulu?" tabya Xiqo Tian sambil memberi hormat.
Mendengar pertanyaan Xiao Tian, para roh suci pun tersenyum. Dan roh naga suci kembali mengambil alih pembicaraan dengan berkata, "Latihlah teknik pengendalian aura terlebih dahulu."
"Dimengerti," ucap Xiao Tian sambil membungkukkan kepalanya.
Xiao Tian duduk dalam posisi bersila, sambil menarik napasnya dengan begitu dalam. Saat sudah mencapai ujung tarikan napas miliknya, dia menghembuskan napasnya secara perlahan.
Sambil melupakan tentang hal yang membuatnya cemas, Xiao Tian pun berkata, "Teknik pengendali aura, Aktifkan!"
Seketika jiwa Xiao Tian seakan terbawa ke alam bawah sadar yang teramat gelap. Saking gelapnya tempat tersebut, dia tak dapat melihat apapun meski dengan bantuan penglihatan iblisnya.
"Dimana ini?"
"Semuanya terasa begitu gelap. Sebelumnya alam bawah sadarku tak segelap ini," ucap Xiao Tian sambil menengok ke kanan dan ke kiri.
Xiao Tian tak bisa merasakan apapun selain kesunyian dalam ruangan tersebut. Hingga sebuah sinar berwarna kuning keemasan muncul menyinari ruangan tersebut.
Dan di dalam sinar tersebut terdapat sesosok manusia yang memiliki wajah dan bentuk tubuh yang persis seperti Xiao Tian. Didalam sinar kuning keemasan tersebut, terdapat pula kilatan kilatan biru yang berbentuk seperti aliran listrik. Dan aura emas dengan kilatan biru tersebut, disebut dengan aura Dewa.
Sebelum Xiao Tian mengangkat suaranya, sebuah bola aura hitam dengan kilatan hitam pekat bertepi putih muncul di samping kanannya. Bola aura tersebut terus membesar dan di dalamnya tiba tiba saja muncul Xiao Tian yang lain. Dan dia pun tahu betul bahwa aura gelap disertai kilatan hitam itu, biasa disebut dengan Aura iblis.
Sementara itu, bola aura merah dengan kilatan merah bertepi putih muncul di ujung paling kiri. Sama halnya bola aura hitam sebelumnya, aura merwh tersebut pun ikut membesar dan memunculkan tubuh Xiao Tian yang lain. Dan aura tersebut dipanggil dengan sebutan, Aura Pedang.
ketiga perwujudan aura tersebut memiliki sikap dan kepribadian masing masing, dan saat itu ketiganya memegang pedang yang tak pernah Xiao Tian miliki sebelumnya.
Aura pedang memegang sebuah pedang jiwa yang berbentuk normal dengan hiasan ukiran naga di gagangnya.
Aura Dewa memegang pedang emas berlapis qi putih. Di gagangnya tergambarkan simbol bulan dan matahari.
Sedangkan Aura iblis, memegang pedang putih, dengan hiasan simbol tengkorak di gagangnya.
Ketiga perwujudan Aura tersebut memberikan tekanan jiwa yang cukup tinggi hingga Xiao Tian tak mampu menggerakkan tubuhnya.
Dengan tubuh yang gemetar ketakutan, dia pun berkata, "Apakah kalian perwujudan dari ketiga auraku?"
Ketiga aura terdiam sejenak, setelah mendengar ucapan Xiao Tian. Dan selang beberapa detik aura Dewa pun berkata,
"Meski tubuh kami terlihat seperti tubuhmu, bukan berarti bahwa kami adalah dirimu."
"Kami tak memiliki wujud asli. Dan merupakan sumber dari segala aura. Sebenarnya terdapat lebih dari tiga jenis aura di seluruh alam semesta. Alasan mengapa kau hanya melihat tiga aura saat ini, adalah karena kemampuanmu," sambung aura iblis dengan tampang serius.
"Ini memang bukan pertama kalinya aku terbangun bersama aura lain, hanya saja ..., " ucap aura pedang dengan tampang kesal. Dia terdiam sejenak, lalu berkata, "Kenapa pemahaman aura pedangmu begitu rendah?"
"Apakah kau tak pernah melatih aura pedangmu?" tanya Aura pedang dengan kesal.
"Ah maaf, aku memang terlalu fokus terhadap teknik yang mengutamakan kombinasi gerak saja. Karena kupikir aura merah sudah cukup untuk ... ," belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Aura pedang memotong pembicaraan dengan berkata,
"Apa kau ingin mati?"
"Eh, apa maksudmu?" tanya Xiao Tian dengan tampang serius.
"Kau mungkin belum merasakannya selama ini. Namun efek samping dari menguasai ketiga aura pasti akan menyiksamu," sambung Aura iblis dengan tampang serius.
Disaat mendengar ucapan kedua aura, Xiao Tian dikejutkan oleh tubuh mereka yang memudar. Dan bersamaan dengan memudarnya mereka, tiba tiba saja rasa sakit yang luar biasa melanda perutnya.
"Apa yang terjadi?"
"Kenapa perutku terasa begitu sakit," pikir Xiao Tian sambil memegangi perutnya.
"Apa katamu?" tanya aura iblis dan aura pedang dengan tampang kesal.
Aura iblis dan Aura pedang menebaskan pedang mereka ke arah aura Dewa.
"Teknik darah iblis, tebasan pelenyap jiwa!" ucap Aura iblis sambil melesat ke arah Aura Dewa.
"Teknik tebasan jiwa, pedang aurora!" ucap aura pedang sambil mengayunkan pedangnya.
Tap tap
Kedua pedang mengenai pundak perwujudan Aura Dewa, dan tak memberikan bekas sedikitpun.
"Aura tingkat satu ingin melukaiku?"
"Lucu sekali," Aura pedang menyerap energi kedua perwujudan Aura melalui pedang mereja tanpa bergerak sedikitpun. Karena hal itu, kedua aura semakin memudar. Sadar bahwa mereka dalam bahaya, kedua aura tersebut mundur untuk menjaga jarak.
Sedangkan Xiao Tian semakin merasakan sakit yang cukup luar biasa karena hal tersebut.
Disaat Xiao Tian sedang mencari solusi untuk mendamaikan ketiga auranya, roh harimau suci bertelepati dengannya.
Suaranya terdengar begitu jelas di telinga Xiao Tian saat itu.
"Ingatlah, arti dari kekuatan sejati. Tenangkan pikiranmu dan cari solusinya. Kalau kau gagal mendamaikan ketiga aura, maka nyawamulah taruhannya," ucap roh harimau suci melalui telepati.
"Roh harimau suci benar, aku harus menenangkan pikiranku dalam hal ini. Harus mengingat setiap metode dalam gulungan langit teknik pengendali aura, " pikir Xiao Tian sambil memejamkan kedua matanya.
Disaat sedang mencoba mengingat semua metode gulungan langit, kepala Xiao Tian tiba tiba saja terasa sakit karena begitu banyak teknik yang bermunculan di dalam pikirannya.
"Gulungan langit, memang luar biasa. Hanya mencoba mengingat salah satu dari tekniknya saja begitu menyakitkan dan menguras banyak tenaga," pikir Xiao Tian dengan napas terengah engah.
Disaat merasa tertekan oleh banyaknya ingatan mengenai teknik gulungan langit, roh naga suci memperingati Xiao Tian dengan berkata, "Jangan coba coba untuk mengingat segala tekniknya satu persatu. Kalau tidak kepalamu akaj meledak karena tak bisa menampung semua teknik tersebut,"
"Kenapa tak bilang dari tadi?" pikir Xiao Tian dengan kesal.
"Lalu, apa yang harus kulakukan?" ucap Xiao Tian melalui telepati sambil mencoba menahan rasa sakit di perutnya akibat pertarungan tiga perwujudan aura.
"Kosongkan pikiranmu, lalu katakan Search. Dan ucapkan kata kunci dari apa yang kau ingin cari dalam pikiranmu," ucap Roh naga suci melalui telepati.
"Aku mengerti," Xiao Tian mengosongkan pikirannya, mengikuti anjuran roh naga suci.
Setelah pikirannya benar benar kosong, dia pun berkata,
"Search!"
"Kata kunci, teknik pengendali aura."
Seketika pikirannya penuh dengan nama teknik yang pernah dia lihat dalam gulungan langit. Terdapat begitu banyak metode pengendali aura saat itu. Sehingga Xiao Tian bingung harus memilih yang mana.
Karena masih bingung dengan apa yang harus dia pilih, dia kembali menggunakan ajaran roh naga suci dengan berkata, "Search, kata kunci pengendalian tiga jenis aura."
Seketika muncul sebuah nama teknik di dalam pikirannya. Dan nama teknik tersebut bertuliskan, array pemisah aura. Tanpa basa basi, Xiao Tian langsung memilih teknik tersebut dan berkata, "Teknik pengendali aura, array pemisah aura!"
Seketika sebuah dinding transparan muncul dan memisahkan ketiga jenis perwujudan aura.
Rasa sakit yang sebelumnya dia derita perlahan menghilang bersamaan dengan munculnya array tersebut.
Saat itu Xiao Tian berada di dalam dinding yang sama dengan Aura Dewa.
Sambil menatap tajam sang aura Dewa, Xiao Tian pun berkata, "Kembalikan esensi aura yang telah kau serap,"
"Cih, teknik gulungan langit ya?"
"Apakah kau orang pilihan budha?" ucap Aura Dewa sambil melepaskan kembali esensi aura yang telah dia serap.
Tubuh kedua perwujudan aura tidak pudar kembali dan seketika Xiao Tian tersadar ke dimensi merah.
"Akhirnya aku berhasil kembali," pikir Xiao Tian dengan napas terengah engah. Saat itu terdapat simbol naga yang aktif di atas permukaan dahinya.
"Simbol nagaku akan membimbing ketenangan pikiranmu mulai sekarang," ucap roh naga suci sambil tersenyum.
"Terima kasih roh naga suci," ucap Xiao Tian sambil memberi hormat.