Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 555 : Emosi sang raja neraka


Jirah berlapis emas murni, bisa merubah wajah dan keadaan fisik sesuka hati, memiliki begitu banyak nama, tapi hanya satu yang sering disematkan terhadapnya, iblis seribu wajah!


Ada alasan mengapa hanya julukan itu yang sering digunakan, dan alasan utamanya ialah karena wajahnya selalu berubah tergantung tingkat emosi. Semakin marah dia, maka semakin buruk dan mengerikannya wajahnya.


Membuatnya marah adalah hal berbahaya, karena kekuatannya akan terus meningkat mengikuti tingkat kemarahannya.


Raja neraka iblis seribu wajah yang telah emosi karena provokasi Xiao Tian secara reflek merubah fisiknya, di mana tubuhnya perlahan membesar, gigi giginya berubah menajam dan memanjang hingga beberapa pasang gigi mencuat keluar melewati bibirnya, diikuti dengan tangan tangan tambahan yang muncul menghancurkan jirah emasnya hingga bertebaran menjadi pecahan yang berhamburan di atas udara.


'Mau sampai kapan dia membesar? Apa dia dari golongan ras raksasa!?' Xiao Tian nampak sedikit waspada.


"Ah ... , jadi itu alasanmu bisa berperilaku dengan tenang selama ini?" Raja neraka iblis seribu wajah tersentak sejenak di saat kedelapan tangannya sudah lengkap. Kemudian menyeringai ketika pecahan pecahan jirah emas yang sempat melayang di atas udara kembali menyatu dengan tubuhnya sembari menyesuaikan bentuk tubuh sang iblis seribu wajah.


'Apa yang baru saja dia maksud!?' Xiao Tian kebingungan sejenak sebelum dikagetkan oleh sentakan tekanan roh yang dikeluarkan iblis seribu wajah melalui salah satu telapak tangannya. Sensasi aneh seperti terjatuh dari tebing yang tinggi pun dirasakan oleh Xiao Tian meski hanya sejenak.


Bersamaan dengan itu, teknik yang menjadi penghubung antara Jiwa Xiao Tian dan Wu Kong menghilang entah bagaimana. Mengejutkan Xiao Tian yang sedari awal mengandalkan bantuan arahan dari sang Dewa kera.


Ruangan istana perlahan bergoyang karena terus meningkatnya tekanan roh sang iblis seribu wajah, bersamaan dengan itu seluruh makhluk yang tinggal di dalam hingga di sekitar istana raja neraka pun mulai terkena dampak hingga berteriak kesakitan sampai tumbang tak sadarkan diri. Tentunya dampak terbesar dirasakan oleh orang orang yang berada di dalam istana.


'Jika seperti ini terus, jiwa kita akan hancur!' Elder Li nampak mencoba menahan rasa sakit dengan roh yang perlahan memudar. Begitupun iblis merah bertangan empat yang begitu patuh mempertahankan teknik pelenyap suara karena terikat oleh kutukan yang menandai jiwanya yang diberikan oleh Xiao Tian tak lama setelah keduanya berseteru memperebutkan sabit yang semulanya milik sang iblis bertangan empat.


"Kuhukkk!"


"Aku ... sudah tak kuat lagi, iblis merah bertangan empat nampak jauh lebih buruk karena separuh tubuhnya sudah hampir benar benar menghilang. Itu terlihat begitu transparan.


"Tolong hentikan ini tuanku!" Elder Li berteriak dengan sisa tenaga yang dia miliki. Beruntungnya teriakan tersebut berhasil menarik perhatian sang raja neraka iblis seribu wajah, sehingga akhirnya dia pun memutuskan untuk melanjutkan pertarungannya di dimensi yang lain.


Maksud hati ingin menghentikan pertarungan yang mungkin akan membuat tuannya lengser dari tahta raja neraka, tak peduli dia menang maupun kalah, sayangnya dia tak memiliki tenaga untuk mengatakan semua itu. Sehingga akhirnya dia hanya bisa paseah melihat keduanya lenyap ke dimensi lain untuk melanjutkan pertarungan.


'Sial! andai saja aku memiliki sisa tenaga untuk berbicara!' Elder Li nampak kecewa atas ketidak mampuannya.


"Elder Li, apakah kau tahu? Seharusnya kau masih bisa memberi tahu raja melalui telepati .... ," Iblis merah bertangan empat nampak menghela napas saat mengungkapkan pikirannya kenggunakan tenaga terakhirnya.


Seketika Elder Li tersentak sekaligus menyesal karena terlalu tenggelam dalam emosi dan kepanikan hingga melupakan bahwa dia bisa menggunakan telepati saat teknik pelenyap suara diaktifkan. Namun apa gunanya menyesal, semuanya sudah terlanjur terjadi dan tak dapat dia ulang lagi.


'Kenapa aku selalu suka untuk berpiir jernih saat dalam situasi panik!' pikir Elder Li menyesal.


'Dasar pak tua bodoh, bisa bisanya kau melupakan hal dasar seperti itu!' ucap iblis bertangan empat melalui telepati.


'Harusnya kau memberi tahuku lebih awal bodoh!' Elder Li memaki melalui telepati.


'Aku tak memberi tahumu karena kupikir kau tidak sebodoh ini, lagi pula aku masih terpengaruh teknik yang meninggalkan tanda jiwa di jiwaku sebelumnya!' Iblis merah bertangan empat membalas melalui telepati.


Sementara itu di sebuah dimensi kosong yang dipenuhi warna jingga dengan langit yang melebar luas tanpa adanya daratan, Xiao Tian dan raja neraka iblis seribu wajah nampak melayang di atas udara dalam posisi siap bertempur.


"Dengan ini, tak akan ada yang mengganggu pertarungan kita," Iblis seribu wajah menatap dengan seringaian tajam.