
Selagi beberapa prajurit ditugaskan mengumpulkan makanan serta minuman untuk dimasukkan ke dalam cincin ruang. xiao Tian melakukan pertemuan di ruang singgasana untuk menjelaskan apa yang terjadi. Dalam pertemuan tersebut, Taiwu serta ketiga jenderal utama turut hadir.
"Kami sudah berkumpul, katakan padaku putraku. Sebenarnya siapa musuh yang tiba tiba datang waktu itu?"
"Kenapa dia menyebut kerajaan kita sebagai pelindung bangsa iblis?" tanya raja Xiao Zhaoye.
"Ehm, baiklah akan kujelaskan intinya. Yang dikatakan orang itu memang benar, aku memang melindungi seorang iblis. Awalnya memang cuman hitungan jari. Tapi setelah aku pergi mengacak acak salah satu markas cabang mereka, jumlahnya menjadi ratusan.
Percaya atau tidak, aku memiliki ratusan roh iblis yang berada di dalam kendaliku saat ini," jelas Xiao Tian.
"Me ... mengendalikan ratusan roh iblis?"
"Tolong berhenti bercanda putraku, mana mungkin kau ... ," belum sempat menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian langsung mengeluarkan paksa salah satu roh iblis dengan wujud manusia setengah kerbau dari ruang hampanya.
Kemunculan roh iblis itu membuat semua orang semakin terkejut dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat, itu terjadi karena aura yang terpancar dari roh iblis itu tidaklah lemah.
Kekuatannya setara dengan pendekar alam ilusi lapisan puncak, melebihi kekuatan raja Xiao Zhaoye yang saat itu masih berada di tingkat dewa petarung lapisan puncak.
"Jangan takut, tampangnya memang seram. Tapi roh iblis ini tak akan bisa membunuh orang tanpa persetujuanku, karena aku telah menandai iblis ini. Hal yang sama juga telah kulakukan pada roh yang lainnya."
"Aku telah menanamkan bola budak di dalam perut mereka secara diam diam, jika mereka melakukan kejahatan atau hal hal yang aku larang, maka roh mereka akan meledak dan tak akan bisa bangkit kembali."
"Oh iya kita cukupi saja pembahasan roh iblisnya, urusan yang ingin kukatakan jauh lebih penting dari ini."
"Aku ingin memberi tahu bahwa musuh yang kemarin hanyalah setetes air diantara lautan. Dan lautan itu tak lama lagi akan menerjang kita," jelas Xiao Tian dengan tampang seriusnya.
"Maksudmu kita akan diserang oleh musuh yang jauh lebih mengerikan?"
"Dan kekuatannya jauh di atas musuh kita kemarin?" tanya jenderal Taifeng.
"Benar sekali, kekuatan musuh kita saat ini tidak bisa diremehkan. Bahkan prajurit terlemah mereka berada di tingkatan pendekar alam mortal. Jika kita tak meningkatkan kultivasi sebelum mereka datang menyerang, maka sudah bisa dipastikan bahwa kerajaan ini tak akan bisa bertahan lagi," jelas Xiao Tian dengan tampang serius.
"Apakah kau tahu kapan musuh akan menyerang, Putra mahkota?" tanya jenderal Taizhong.
"Aku tak tahu, mereka bisa datang kapan saja. Entah besok, lusa atau tiga hari keatas. Semua tergantung mereka," jelas Xiao Tian dengan tampang serius.
"Itu terlalu mendesak. Kita tak mungkin naik ke tingkat pendekar alam mortal dalam waktu singkat. Naik ke pendekar alam roh saja memerlukan banyak waktu, bagaimana mungkin kita bisa melawan musuh seperti itu?" tanya jenderal Tailong sambil menatap mata Xiao Tian.
"Tak ada jalan lain, kita harus mundur. Sekarang aku mengerti, anda menyuruh semua prajurit mengumpulkan makanan untuk dijadikan bekal saat kabur. Bukankah begitu, pangeran?" sambung Taiwu yang duduk tepat di samping kanan ayahnya.
"Apakah itu alasanmu menyuruh semua prajurit mengumpulkan makanan dan minuman?" tanya raja Xiao Zhaoye sambil menatap Xiao Tian.
"Bekal itu memang diperuntukkan untuk semua orang. Tapi bukan untuk para penduduk, melainkan untuk para pendekar yang akan berlatih berhari hari di dalam ruang hampa," jelas Xiao Tian.
"Ruang hampa?"
"Apakah itu dimensi aneh dimana kau menyimpan roh roh iblismu?" tanya raja Xiao Zhaoye.
"Tak hanya roh iblis ayah, di dalam ruang hampaku juga terdapat teman teman serta ibu dan prajurit bayangannya. Bahkan seluruh prajurit keluarga Huang pun ada di dalam ruang hampaku. Mereka semua akan di latih olehku hingga menjadi cukup kuat. perlu kalian ketahui, di dalam ruang hampa ini waktu berjalan lebih lambat, satu hari disana setara dengan satu jam disini. Jadi berlatih disana jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan berlatih di alam nyata."
"Selain itu, musuh tak bisa melacak keberadaan kita disaat menetap di dalam ruang hampa. Karena ruangan tersebut berada di dimensi yang berbeda. Seorang Dewa pun tak akan bisa keluar masuk dimensi ini. Benar benar tempat yang sempurna untuk berlatih bukan?" ucap Xiao Tian dengan tatapan serius.
"Berdasarkan namanya aku bisa memahami alasan pengumpulan makanan, di dimensi itu pasti tak ada makanan. Sehingga kami perlu banyak bekal agar bisa hidup di dalam sana, lalu bagaimana dengan para warga sekitar kerajaan?"
Semua orang menatap Xiao Tian karena ingin tahu jawabannya. Xiao Tian pun tersenyum lalu berdiri dari kursinya.
"Urusan warga biasa, aku sudah memikirkannya. Kita akan membawa mereka ke dimensi es. Dimensi para siluman, itu adalah satu satunya tempat teraman selain ruang hampa," jelas Xiao Tian.
"Dimensi es?"
"Dimensi para siluman?"
"Bukankah makhluk mitos itu tak kalah berbahayanya dengan iblis?" tanya Taiwu sambil bangkit berdiri dari kursinya karena begitu terkejut dengan ucapan Xiao Tian.
"Tenanglah, aku tak akan pernah menempatkan wargaku dalam tempat berbahaya. Percaya atau tidak, aku adalah raja dari tiga bangsa siluman di dimensi itu."
"Ra ... raja dari tiga bangsa siluman!" ucap ketiga jenderal utama dan raja Xiao Zhaoye sambil reflek berdiri dari tempat duduk mereka.
"Apakah dia masih putraku?"
"Bagaimana bisa dia menyembunyikan hal besar seperti ini dengan begitu rapih?" pikir raja Xiao Zhaoye sambil menatap Xiao Tian.
"Ini terlalu gila, padahal aku selalu bersamanya selama ini. Kenapa aku tak mengingat apapun?" pikir Taiwu.
"Dilihat dari ekspresi Taiwu, sepertinya dia juga tak mengetahui hal ini. Tapi bagaimana mungkin?"
"Taiwu kan pengawal pribadi pangeran, kenapa ini bisa terjadi." pikir jenderal Tailong sambil menatap ke arah Taiwu.
"Aneh sekali, kenapa Taiwu tak memberitahukan hal ini padaku?" pikir jenderal Taifeng sambil melirik ke arah Taiwu.
"Bukankah Taiwu bilang kalau mereka tak pernah pergi ke arah timur?"
"Mereka memang pergi keluar kerajaan sebelumnya tapi itu mengarah ke sekte gunung api yang letaknya berlawanan dengan istana es. Selain itu memerlukan waktu lebih dari tiga minggu untuk pergi kesana, bagaimana mungkin pangeran bisa kesana sedangkan dia sedang menimba ilmu di sekte gunung api secara bersamaan?" pikir jenderal Taifeng sambil menatap ke arah Taiwu.
"Kenapa semuanya menatap ke arahku?"
"Aku benar benar tak tahu apa apa!" ucap Taiwu sambil membalas tatapan semua orang.
"Kau mengetahui segalanya Taiwu, hanya saja kau telah melupakannya. Sama halnya dengan raja Xiao Zhaoye dan ketiga jenderal utama. Kalian semua sama saja," ucap Xiao Tian sambil berjalan meninggalkan kursinya.
"Kumpulkan semua warga di alun alun istana. Dan jelaskan semua ini pada mereka, bahwa semuanya diwajibkan meninggalkan kerajaan ini. Jelaskan kepada mereka bahwa hal ini akan dilakukan sementara saja. Setelah waktunya tiba, kita akan kembali merebut kerajaan dadi tangan musuh saat sudah cukup kuat untuk melawan balik," ucap Xiao Tian sambil berjalan meninggalkan semua orang.
"Kalian dengar ucapan putraku?"
"Cepat laksanakan!" sambung jenderal Xiao Zhaoye sambil menatap ketiga jenderal utama.
"Siap, laksanakan!" ucap jenderal Tailong dan kedua jenderal lainnya sambil memberi hormat.
"Lalu bagaimana denganku, yang mulia?" tanya Taiwu sambil memberi hormat.
"Kau lakukan seperti biasa, dampingi putra mahkota. Dan jangan sampai ketinggalan berita tentangnya lagi!" ucap Xiao Zhaoye sambil menatap tajam mata Taiwu.
"Ba ... baik," jawab Taiwu samvil menundukkan kepala.