
Meski telah sadar tubuh Xiao Tian masih lemah, dia hanya bisa menggerakkan tangannya, sambil terbaring tak berdaya, Xiao Tian meletakkan tangan kanannya di dekat mulutnya, dia mengeluarkan penguat tubuh dan pil pemulih energi dari cincin ruangnya.
Pil pil itu jatuh kemulutnya yang terbuka lebar, setelah menelan pil pil itu, perlahan kekuatan Xiao Tian kembali pulih, semua orang tak memperhatikan kalau Xiao Tian sudah sadar, dan fokus mengumpulkan bahan bahan untuk membantu proses penyembuhan Xiao Tian.
Ketika Xiao Tian duduk, semua orang baru sadar kalau Xiao Tian telah sadar, tabib Chu langsung mendekatinya dan berkata." jangan bergerak dulu, tubuhmu masih lemah, simpan tenagamu."
"Tenang saja, aku sudah pulih sepenuhnya." jawab Xiao Tian
"Tidak mungkin, meski nafas dan jantungmu telah kembali normal, aku yakin tubuhmu seharusnya masih belum pulih, berhenti memaksakan diri." ucap tabib Chu
"Kalau tak percaya, periksalah tubuhku!" sambung Xiao Tian dengan wajah kesal
"Baiklah, setelah kuperiksa, berhenti bersikap keras kepala dan patuhi aku ya." ucap tabib Chu
"Itu kalau aku memang masih lemah." sambung Xiao Tian
"Cih, bocah ini benar-benar menjengkelkan." pikir tabib Chu
Tabib Chu mengecek tubuh Xiao Tian, dia terkejut dengan apa yang baru saja dia rasakan.
"Mustahil, luka dalammu telah menghilang, tenagamu kembali normal, kekuatan jiwamu juga telah pulih, apa ini efek dari rumput naga?" ucap tabib Chu
"Rumput naga hanya untuk menstabilkan detak jantung dan hembusan nafas, itu tak akan memulihkan energiku." sambung Xiao Tian
"Kalau begitu berarti ini efek dari akar api naga ya?" tanya tabib Chu
"Akar api naga berfungsi untuk meningkatkan efektifitas pil, dan mempercepat penyatuan semua bahan-bahan." jawab Xiao Tian
"Lalu apa yang membuatmu pulih dengan cepat?" tanya tabib Chu
"Pil ini." ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan pil pemulih energi dan pil penguat tubuh dari tangannya
"I.. ini, pil level 5!"
"Apa kau mengenal alkemis bintang 5?"
"Dari mana kau mendapatkan pil ini?" tanya tabib Chu dengan semangat
"Aku tak mengenal alkemis lain, itu adalah pil buatanku sendiri." jawab Xiao Tian
"Kau tak bercanda kan?"
"Kau masih semuda ini, bisa menjadi alkemis bintang 5, kau tak membohongiku kan?" tanya tabib Chu
"Kau ini cerewet sekali, minggirlah, aku ingin memeriksa Huang Li." ucap Xiao Tian
"Apa nama gadis disana Huang Li?"
"Percuma saja, dia sudah tiada, aku tak bisa merasakan denyut nadi, detak jantung, dan nafas di hidungnya, sudah dipastikan kalau dia telah tiada." ucap tabib Chu
"Aku yakin kalau aku merasakan hawa kehidupan dari tubuhnya, dia belum mati, dia pasti hanya koma." ucap Xiao Tian
"Koma?" ucap tabib Chu yang tak mengerti istilah koma
Dalam dunia Xiao Tian yang dulu, banyak orang yang mengalami kondisi seperti Huang Li, otak berhenti bekerja sementara waktu hingga mengakibatkan semua fungsi tubuh berhenti, dan kembali hidup setelah beberapa menit, jam, hari, minggu, bulan, bahkan ada yang bisa mencapai bertahun-tahun sebelum kembali sadar.
Biasanya waktu didunia Xiao Tian yang dulu, otak yang tak berfungsi akan dianggap telah meninggal sama seperti disini, karena tak ada alat yang bisa melihat jiwa dari pasien, karena itu banyak yang sadar dari koma ketika di dalam kuburan, ketika sedang dibakar atau ketika sedang dimandikan. semua tergantung dari cara keluarga mereka mengurus orang mati. banyak kasus orang yang bangkit dari koma selama beberapa tahun, kebanyakan dari mereka adalah orang yang mayatnya dikubur secara utuh, biasanya mereka menggali tanah sendiri atau berteriak minta tolong hingga semua orang membantu menggali kuburannya.
Dalam dunianya yang sekarang, Xiao Tian telah mewarisi banyak teknik dari Dewa petir, salah satu tahapan dari teknik berpedang adalah merasakan hawa kehidupan, Xiao Tian masih merasakan sedikit hawa kehidupan Huang Li, meski si Gendut juga mempelajari teknik yang sama, dia belum mencapai tahap setinggi Xiao Tian, oleh karena itu dia belum bisa merasakan jiwa Huang Li yang masih berada di tubuhnya.
Xiao Tian menatap tabib Chu dan berkata." aku akan pergi kepenginapan, apapun yang terjadi tak ada yang boleh menyentuhnya!"
"Baik.. baik, aku berjanji akan melindungi jasadnya." jawab tabib Chu
"Sudah kubilang dia masih hidup!"
"Berhenti berkata seakan dia telah tiada!" bentak Xiao Tian
"Ba.. baik." ucap tabib Chu
"Kasihan sekali, sepertinya dia begitu menyayangi gadis ini." pikir tabib Chu
Ketika berjalan menuju pintu tiba-tiba Xiao Tian tak bisa bergerak, matanya perlahan menutup dalam keadaan berdiri, kesadarannya pun perlahan menghilang.
#Alam pikiran Xiao Tian
Setelah membuka mata, dia berada di ruang kosong yang begitu gelap Gulita, dihadapannya terlihat sesosok naga besar berwarna merah, naga itu tak lain adalah Sun Long
"Sepertinya kau telah berevolusi lagi ya Sun Long, katakan apa maumu, kenapa kau menarikku ke alam pikiran?"
"Aku sedang sibuk, ingin menemui Dewa petir." ucap Xiao Tian
"Berhenti marah-marah nanti cepat tua loh, aku memanggilmu karena kau tak pernah mengijinkanku merasukimu belakangan ini, tapi aku senang kau bisa menyerap ibkis sendiri, ngomong-ngomong dari mana kau tahu kalau kau bisa menyerap iblis tanpa dirasukiku?" tanya Sun Long
"Aku mengetahuinya dari Dewa Petir." jawab Xiao Tian
"Kenapa kau terlihat kesal?"
"Harusnya aku yang kesal, karena kau memanfaatkan tubuhku untuk bersenang senang"
"kau mengambil kesempatan merasukiku untuk bersenang-senang membunuh iblis."
"Padahal kau tahu, merasukiku hanya akan membuang energimu, kalau kau terus melakukannya kau tak akan pernah bisa memiliki tubuh fisik." ucap Xiao Tian
"Iya iya aku mengerti." jawab SunLong
"Apa itu saja yang ingin kau tanyakan?"
"Kalu begitu kembalikan kesadaranku, aku sedang sibuk!" ucap Xiao Tian
"Memangnya kau mau kemana?" tanya Sun Long
"Bukan urusanmu!" jawab Xiao Tian
"Kuberitahu ya, walau kau menceritakan keadaanya, Dewa petir tak akan bisa membantu." ucap SunLong
"Apa maksudmu?"
"Apa kau tahu apa yang terjadi dengan Huang Li?"
"Apa kau tahu bagaimana cara menyembuhkannya?" tanya Xiao Tian
"Tentu saja aku tahu, Huang Li memang tak mati, tapi jiwanya telah disegel, untuk menyadarkannya, kau harus membunuh iblis yang menyegel jiwannya." jawab Sun Long
"Jiwanya disegel?"
"Iblis macam apa yang bisa melakukannya?" tanya Xiao Tian
"Itu adalah kekuatan iblis jaman kuno, jaman ketika manusia belum ada, kalau ada yang bisa menggunakan kekuatan itu, sudah dipastikan itu adalah kekuatan dari sebuah pusaka Dewa yang menyegel iblis kuno." ucap SunLong
"Maksudmu kekuatan dari relik?" tanya Xiao Tian
"Ya, itu adalah relik penyegel jiwa, sudah dipastikan ada yang menggunakan kekuatan itu untuk menyegel jiwannya." sambung Sun Long
"Jadi dengan kata lain, untuk menolong Huang Li, aku hanya perlu mengalahkan pelakunya kan?" tanya Xiao Tian
"Ya begitulah" Jawab Sun Long
"Tunggu aku iblis penyegel jiwa, malam ini aku pasti akan menghabisimu!" ucap Xiao Tian
"Hahahah, menarik." tawa SunLong
"Kenapa kau tertawa?" tanya Xiao Tian
"Tak apa, aku hanya akan memperingatkanmu, kalau lawanmu kali ini, kungkin lebih merepotkan dibandingkan kerajaan es, jadi latihlah dirimu diruang hampa, agar bisa menandinginya." ucap Sun Long
"Terimakasih peringatannya, sekarang kembalikan aku ke alam nyata!" ucap Xiao Tian
"Baiklah." ucap Sun Long
#Alam Nyata
Xiao Tian kembali ke alam nyata dan dia melihat Jingmi sedang menangis menarik-narik bajunya. Xiao Tian memegang kepalanya dan berkata. "Jingmi, kenapa kau menangis?"
"Ayah Xiao Tian kenapa dari tadi diam saja?"
"Kupikir kau sakit lagi, Huaaaa."
tanya Jingmi sambil menangis menarik baju Xiao Tian
"Maaf ya, ayah hanya sedikit capek, ngomong-ngomong dimana Kaibo dan si Gendut?" tanya Xiao Tian
"Mereka menghadap Raja kerajaan angin untuk menceritakan semuanya, Jenderal Feng Long dan putrinya juga berada di aula raja." jawab Jingmi
"Kalau begitu, kita juga harus kesana, ada banyak hal yang ingin kukatakan kepada raja." ucap Xiao Tian
"O iya kira-kira ini sudah jam berapa ya?" ucap Xiao Tian
"Entahlah mungkin sekitar jam 7 pagi, Jingmi belum melihat keluar untuk mengecek tinggi matahari jadi belum tahu pasti sekarang jam berapa." jawab Jingmi
"Begitu ya, ya sudahlah kita hadiri saja pertemuannya dulu." sambung Xiao Tian
#Ruang Hampa
"Ini sudah 13 hari lebih, kenapa dia belum kembali sialan!"
"Berapa lama lagi aku harus menungu!" teriak Dewa petir