Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Turnamen beladiri


Setiap tahun sekte gunung Api mengadakan turnamen beladiri di dalam kerajaan dengan ijin Raja Xiao Zhaoye, Turnamen itu selalu ramai dibicarakan dan banyak peserta yang ingin mengikuti turnamen, Tapi syarat mutlak dari turnamen itu adalah harus menjadi seorang petarung bintang satu terlebih dulu.


Tahun ini juga ramai seperti biasanya, Semua penduduk di kerajaan memiliki kesempatan yang sama, Tak ada batasan kasta dalam turnamen ini, Asalkan berbakat dalam beladiri maka siapapun boleh mengikuti turnamen.


Tujuan dari turnamen ini adalah menemukan orang berbakat untuk dijadikan murid luar sekte Gunung api, Ada 3 tingkatan murid dalam sekte Gunung Api dari yang terendah hingga yang tertinggi yaitu murid luar, Murid dalam dan murid inti.


Semakin tinggi tingkatan murid, Maka semakin banyak sumber daya yang mereka dapatkan.


Xiao Tian ingin menjadi murid sekte Gunung api karena membutuhkan banyak sumber daya, Dan tertarik dengan misi membunuh iblis.


Turnamen tahun ini ada 5 murid yang dianggap sebagai calon juara, Yaitu


Xiao Zhun putra dari Jenderal Xiao Fei Ji (Jenderal penguasa wilayah Timur kerajaan petir) ,Dia memiliki Roh beladiri tingkat 6, Kultivasinya sekarang adalah petarung bintang 10.


Huang Li putri dari Jendral Huang Cheng(Jenderal penguasa wilayah barat kerajaan petir) , Dia memiliki Roh beladiri tingkat 7 , Kultivasinya saat ini adalah petarung perunggu bintang 2


Jiang Yan putra dari Jiang Rongyu (Jenderal penguasa wilayah utara kerajaan petir) , Memiliki roh beladiri tingkat 5 dan kultivasinya saat ini adalah petarung bintang 8


Lin Gao putra dari Lin Dong Fang(Jenderal penguasa wilayah selatan kerajaan petir) , Memiliki roh beladiri tingkat 7 dan kultivasinya saat ini adalah petarung perunggu bintang 3


Xiao Tian, Putra dari Raja Xiao Zhaoye yang terkenal karena bisa mengalahkan alkemis bintang 3 dan dapat menyembuhkan putri Huang Li dari penyakit iblis. Saat ini Roh beladiri miliknya adalah Roh tingkat 4 , Kultivasinya sekarang adalah Petarung perunggu bintang 3.


selain mereka ada juga peserta dari keluarga penguasa wilayah yang dibawahi 4 Jenderal, Atau disebut sebagai gubernur kota.


#(Wilayah barat)


Huang An Putra dari Gubernur Huang Chen(penguasa kota Shandong),


Huang Ba putra dari Gubernur Huang Chao(Penguasa kota Shandian)


Huang Fu putra dari Gubernur Huang Chu(Penguasa kota Shanlong)


Huang Yi putri dari Gubernur Huang Jun(Penguasa kota Shanyun)


#(wilayah Timur)


Xiao Ding putri dari Gubernur Xiao long(Penguasa kota Qinhai)


Xiao Li putra dari Gubernur Xiao Shenyang(Penguasa kota Liaoning)


Xiao Jun putra dari Xiao Fang(Penguasa kota Jilin)


Xiao Zhan putra dari Gubernur Xiao He(Penguasa kota Jichuan)


#(Wilayah Utara)


Jiang Wei putra dari Gubernur Jiang Jinfu(Penguasa kota Jiangsu)


Jiang yi putri dari dari Gubernur Jiang Jin Fu(Penguasa kota Jianglong)


Jiang liang Putra dari Gubernur Jiang Lizhang(Penguasa kota Jiangxi)


Jiang Xu ming putra dari Jenderal Jiang Kai(penguasa kota Jianggu)


#(Wilayah selatan)


Lin Shang putra dari gubernur Lin Gaoyuan(penguasa kota Guizho)


Lin sun putra Dari gubernur Lin Sen (penguasa kota Henan)


Lin peng putri dari Gubernur Lin Zhi(Penguasa kota Suzho)


Lin Yuan putri dari Gubernur Lin zeng(penguasa kota Guang Dong)


Sedangkan putra dari ketiga Jenderal yang di pimpin raja sedang melakukan tugas keluar kerajaan bersama ayahnya mencari lokasi sekte kegelapan.


Satu-satunya putra Jenderal yang masih di kerajaan, Adalah Taiwu, Dia mengikuti Xiao Tian karena umurnya tidak Jauh, Semua orang tak tahu kalau *** Wu adalah kuda hitam yang berbahaya, Meski umurnya masih muda dia adalah mantan Jenderal Petarung.


Setelah peperangan melawan sekte kegelapan semua oramg tahu kalau kultivasi TaiWu telah turun hingga menjadi sampah, Tetapi mereka belum tahu kalau sebenarnya dia sekarang telah menjadi Grand master petarung, Meski tak sekuat dulu, dengan Kekuatan nya sekarang bisa mengalahkan semua peserta dalam sekejap.


Sebelum mengikuti turnamen para peserta harus menguji kemampuan mereka dengan memukul pengukur kekuatan, Yang boleh mengikuti turnamen hanyalah irang yang sudah berhasil menjadi petarung bintang satu.


Setelah beberapa lama, Semua peserta yang lolos adalah ratusan orang, Untuk mengurangi jumlah, Peserta yang lolos di gabung menjadi satu, Didalam sebuah arena, Di arena itu terdapat 30 tiang , Hanya peserta yang bisa bertahan diatas tiang hingga akhir yang bisa maju kebabak berikutnya.


Tak ada peraturan disini, semua peserta bisa melakukan apapun asal tak membunuh peserta lain. Tiang tiang itu terletak di dalam lingkaran arena, Yang keluar dari arena dianggap gugur, Yang tak bisa bertahan diatas tiang sampai waktu yang ditentukan akan dianggap gugur, Babak ini memaksa petarung saling menyerang hingga batas waktu yang ditentukan.


Semua peserta yang hadir disana saling berebut tiang dan saling memukul, Xiao Tian dan *** Wu hanya duduk santai di dalam lingkaran arena dan membiarkan semua orang saling bertarung berebut tiang.


"Pangeran Apa kau yakin kita berdiam terus begini?" Ucap Taiwu


"Santai saja biarkan meteka saling bertarung, Kita akan menyerang saat waktunya 5 menit lagi."


"Bertarung dengan mereka hanya buang-buang tenaga, Biarkan mereka lelah lalu langsung hajar saat waktu mau habis." Ucap Xiao Tian


"Hahaha kau benar-benar cerdas, Kita jadi tak perlu mengeluarkan banyak tenaga di babak ini." Ucap Taiwu


"Hei lihat apa yang mereka lakukan?"


"Kalau Taiwu aku paham karena dia pernah kalah tahun lalu, walau dulunya seorang jenderal kini Kekuatan dia kan sudah turun drastis, Tapi kenapa pangeran Xiao Tian yang dikabarkan jenius malah ikut-ikutan diam saja." Ucap Penonton A


"Kau benar, Padahal aku bertaruh banyak padanya." Ucap Penonton B


"Oi pangeran bangunlah kalau tidak semua pengagummu akan membencimu!" Ucap para Penonton


"Hahaha apa yang dilakukan putra kita?" Ucap Xiao Zhaoye


"Diam dan tonton saja, Putraku boleh melakukan apapun yang dia mau." Ucap Xiao Hong


"Aduh padahal aku sudah berharap pada putra Xiao Hong, Kupikir dia sekuat ibunya, Aku akan rugi banyak kalau begini." Ucap Xiao Gongzhu


"Sebenarnya apa yang direncanakan bocah ini, Kenapa dia malah bersantai, Padahal aku ikut bertaruh atas nama dia." Ucap Jenderal Huang Cheng


"Hahahah sepertinya bocah itu menyerah sebelum pertandingan dimulai." Ucap Jenderal Xiao Fei Ji


"Sudah kuduga rumor tentang kejeniusannya hanya omong kosong yang dibuat kerajaan, meskinsekarang dia memiliki Roh beladiri tingkat 4 tapi dia hanya petarung bintang 1, Dan Taiwu hanya petarung bintang 4, Mereka berdua hanyalah sampah hahaha." Ucap Jenderal Lin Dong Fang


"Rumor itu pasti salah, Sampah itu dari dulu tak pernah berubah, Rumor yang mengatakan dia mendadak jadi alkemis jenius pasti hanya berita bohong yang disebarkan kerajaan." Ucap Jenderal Jiang Rongyu


Semua peserta saling berebut tiang, Mereka saling menyerang tanpa berhenti, Tapi Xiao Tian dan Taiwu dengan santainya hanya menonton mereka.


"Hei Taiwu menurutmu siapa saja yang akan lolos?" Ucap Xiao Tian


"Yah kurasa anak dari para bangsawan." Ucap Taiwu


"Ya kurasa juga begitu, Karena sumber daya yang mereka dapatkan lebih banyak dari pada rakyat biasa." Ucap Xiao Tian


"Woi cepat bangun dan bertarung!" Ucap Ucap Para penonton yang mempertaruhkan uangnya pada Xiao Tian


Setelah menunggu beberapa semua peserta telah tersingkir dan tersisa 30 orang diatas tiang, Taiwu dan Xiao Tian mulai berdiri.


"Ah sepertinya sudah waktunya beraksi." Ucap Xiao Tian


"Tuan lawan mana yang ingin kau diskualifikasi?" Ucap Taiwu


"Ah kau singkirkan si bodoh Xiao Zhun itu, Dia sangat mengganggu pemandanganku." Ucap Xiao Tian


"Lalu siapa yang akan tuan lawan?" Ucap Taiwu


"Aku serang yang paling lemah saja , Biar mereka tak bisa mengukur kemampuanku hahaha." Ucap Xiao Tian


Xiao Zhun melemparkan boomerang kearah *** Wu, Taiwu menahan serangan Xiao Zhun dengan mudah, Dia menahan boomerang itu saat masih di udara dengan tangan kanannya, Lalu melemparnya kembali ke Xiao Zhun


"Maaf tuan Xiao Zhun, Kau harus ku diskualifikasi di babak ini!" Ucap Taiwu


"Brengsek apa yang Taiwu lakukan beraninya dia membully anakku, Tunggu sejak kapan dia sekuat itu kalau begini semua anggota klan Xiao tak memiliki harapan lagi." Ucap Jenderal Xiao Fei Ji


Suasana menjadi ramai setelah Taiwu mengalahkan kandidat yang dianggap berbakat. Xiao Tian belum juga merebut tiang, Dia masih berdiri di dalam ring. Semua orang dibuat jengkel olehnya karena tak kunjung menyerah atau melawan. Dia terus membuang waktu hingga akhir.


Setelah puas bersantai Xiao Tian menyerang kandidat paling lemah dan membuat semua orang semakin jengkel.


"Brengsek bocah itu sudah membuang waktu kita, Dan yang dia tampilkan adalah gurauan belaka." Ucap Xiao Shenyan


"Jenderal kenapa kau diam saja?"


"Santai saja masih ada tahun depan, Putramu pasti lulus nanti." Ucap Xiao Long


"Putraku di eliminasi dibabak pertama, Aku kehilangan jutaan koin emas, Bagaimana aku bisa tenang." Ucap Jenderal Xiao Fei Ji


Jenderal Xiao Fei Ji melemparkan Teknik Bola Api ke arah Taiwu karena merasa kesal, Tapi Taiwu bisa menangkisnya dengan mudah, Semua orang berpikir Taiwu sudah kembali menjadi jenderal petarung karena bisa menangkis serangan Jenderal Xiao Fei Ji, Tetapi kejadian sebenarnya adalah, Serangan yang dikeluarkan Jenderal Xiao Fei Ji bukanlah serangan penuhnya, Karena dia masih meremehkan Taiwu , Dia pikir Taiwu hanya naik hingga tingkat petarung emas saja, Karena mengembalikan kultivasi tidak semudah membalikkan telapak tangan, Tak ada yang akan percaya kalau Taiwu yang tadinya petarung bintang 4 karena suatu alasan bisa naik hingga tingkat Grand master petarung.


Di babak kedua Taiwu tidak dibolehkan ikut dan langsung dianggap sebagai juara pertama, Karena kekuatan yang telah dia tunjukkan.


Babak kedua adalah babak pertarungan tantangan ketahanan, salah satu nama akan di panggil secara acak diatas panggung, yang berada diatas panggung akan ditantang peserta yang belum terelinasi, Yang menang akan tetap berdiri diatas panggung dan menerima tantangan dari peserta lain, Ini untuk menguji ketahanan dan kekuatan seseorang.


Jika Tak ada yang menantang orang diatas panggung maka Peserta itu dianggap telah menang , Dan Jika peserta diatas panggumg menolak sebuah tantangan akan dianggap gugur.


Biasanya ada 3 panggung yang dipakai untuk menentukan tiga besar, Tapi karena *** Wu sudah dianggap.juara pertama, panggung yang dipakai.sekarang hanya dua, Para peserta bebas memilih untuk menantang salah satu peserta yang berada di atas panggung.


Xiao Tian dan Huang Li kebetulan terpilih menjadi kandidat diatas panggung, Setelah tahu siapa yang berada diatas panggung, Semua orang mengabaikan Huang Li dan menantang Xiao Tian.


"Xiao Tian aku menantangmu!" Ucap Xiao Ding


"Para wanita tantang saja nona Huang Li aku tak suka melawan wanita." Ucap Xiao Tian


"Apa kau lupa peraturannya kau tidak boleh menolak tantangan, kalau tak mau gugur." Ucap Xiao Li


"Cih menjengkelkan sekali ayolah naik sini, Akan kubuat kau sebagai contoh korban bully, Jangan menyesal ya kalau nanti aku salah pegang." Ucap Xiao Tian


"Cih kau pikir petarung bintang satu sepertimu bisa mengalahkanku!" Ucap Xiao Ding


Xiao Ding menaiki panggung dan menyerang Xiao Tian dengan pedangnya, Xiao Tian menghindari serangan pedangnya dengan mudah.


"Mau sampai kapan kau menghindar!" Ucap Xiao Ding


"Aku sedang berpikir bagaimana caranya membuat pemandangan indah disini." Ucap Xiao Tian


"Apa maksudmu!" Ucap Xiao Ding


"Ah aku tahu." Ucap Xiao Tian


Xiao Tian mengeluarkan pisau kecil dari cincin ruangnya


"Cih kau pikir bisa melawanku dengan pisau kecil itu?" Ucap Xiao Ding


"Aku hanya ingin membuat hiburan disini."


"Kita lihat kau bisa bertahan hingga berapa tebasan pisauku ya." Ucap Xiao Tian


"Berapa kalipun kau mencoba menyerangku dengan pisau kecil itu, Kau tak akan bisa membuatku menyerah." Ucap Xiao Ding


"Aku jamin setiap kali aku mengayunkan pisau ini akan ada yang hilang darimu." Ucap Xiao Tian


Xiao Tian terus menghindari serangan Xiao Ding, Dia mengayunkan pisaunya setelah Xiao Ding berhenti menyerang, Xiao Ding pikir dia bisa menghindari pisau itu dengan mudah, Tetapi sebenarnya pisau itu hanyalah sebuah kedok, Serangan sebenarnya adalah angin yang keluar dari tebasan pisau itu.


"Sudah kubilang kau tak bisa melukaiku dengan pisau itu!" Ucap Xiao Ding


"Sayangnya aku memang tak berniat melukaimu, Aku hanya sedang mempermainkanmu." Ucap Xiao Tian


"Apa kau tahu kau sudah kehilangan sesuatu saat serangan pertama." Ucap Xiao Tian


"Apa maksudmu aku tak merasakan luka sedikitpun!" Ucap Xiao Ding


"Lihatlah pakaianmu, Apa kau pikir kau masih bisa bertarung dengan itu?" Ucap Xiao Tian


"Ka..kau beraninya merobek pakain faforitku!" Ucap Xiao Ding


"Tebasan kedua bukan hanya robekan kecil loh, Aku akan membuat pakaianmu menghilang didepan semua orang." Ucap Xiao Tian


"Aku hanya sedikit lengah tadi, Kau tak mungkin bisa mengenaiku lagi!" Ucap Xiao Ding


Xiao Ding berusaha menebas Xiao Tian, Tapi Xiao Tian tiba-tiba menghilang dari pandangannya, Dia tiba-tiba muncul dibelakang Xiao Ding, Dan menebaskan pisau kecilnya ke arah pakaian Xiao Ding.


"Wah luar biasa!" Ucap para penonton


"Pu..putih ternyata kau suka dalaman berwarna putih." Ucap Xiao Li dengan hidung mimisan


"Bagaimana dia tahu kalau aku memakai dalaman putih?"


"Kenapa semua orang menatapku?" Pikir Xiao Ding


Seketika Xiao Ding tersadar apa yang terjadi, Dia menjatuhkan pedangnya dan berteriak


"Kyaaaaaaa " Xiao Ding menjerit sambil menutupi dadanyaa


"Ka...ka...kau, Beraninya kau melakukan ini padaku!" Ucap Xiao Ding


Xiao Ding menahan malu dan mengambil pedangnya untuk menyerang Xiao Tian.


"Kalau kau maju, Berikutnya akan lebih panas loh, Sekarang sudah siang, Kau yakin ingin telanjang disini?" Ucap Xiao Tian


Mendengar ancaman Xiao Tian, Xiao Ding pun menyerah.


"Aku menyerah." Ucap Xiao Ding


"Yah sayang sekali, Jangan menyerah Xiao Ding aku mendukungmu!" Ucap Xiao Li


"Mendukung matamu!" Ucap Xiao Ding


"Lanjutkan saja, Biarkan aku melihat bagian lain dirimu!" Teriak Xiao Li


"Brengsek jadi itu tujuanmu!" Ucap Xiao Ding


"Ya kami mendukungmu jangan menyerah sedikit lagi kami akan puas!" Ucap Para penonton


"Xiao Ding, Xiao Ding, Xiao Ding!" Teriak para penonton


"Ayah, Tolong aku!" Teriak Xiao Ding


"Dasar kalian mesum, Beraninya menatap tubuh putriku!" Ucap Xiao Long


"Putriku pakai jubah ini untuk menutupi tubuhmu."


"Xiao Tian akan kuingat semua ini." Ucap Xiao Long


"Hahah ayolah tetua Xiao Long, Jangan membesarkan masalah ini, Kami kan hanya bertanding." Ucap Xiao Tian


Xiao Long pergi menggendong putrinya meninggalkan panggung, Setelah kejadian itu, Para wanita tak ada yang mau melawan Xiao Tian, Mereka memilih menantang Huang Li meski tahu kekuatan Huang Li jauh diatas mereka.