
#Kerajaan Petir
Xiao Zhaoye sedang duduk di singgasana sambil memikirkan Xiao Tian dan kawan-kawannya yang belum juga kembali, dia juga merindukan istrinya yang telah lama pergi mengawasi mereka.
"Xiao Tian anakku, semoga kau baik baik saja, Xiao Hong istriku, kenapa kau tak mengirimkan pesan kemari, padahal sudah lama aku menunggu kabar darimu." pikir Xiao Zhaoye
Ketika Xiao Zhaoye sedang melamun, penjaga istana berlari masuk ke ruang singgasana dengan wajah panik dan nafas terengah-engah, melihat wajah panik penjaga istana, Xiao Zhaoye tersenyum, karena dia pikir Xiao Hong telah mengirim pesannya, dengan senyum diwajahnya dia berkata.
"Katakan ada masalah apa."
"Hosh hosh hosh(suara nafas terengah engah)"
"Gawat yang Mulia, ketiga Jenderal telah kembali, tapi Jenderal Tailong tak sadarkan diri dan Taiwu terluka parah." ucap penjaga istana dengan wajah yang begitu panik
"Tunggu apa lagi, panggil tabib dan bawa mereka ke kamar tamu!" bentak Xiao Zhaoye dengan wajah marah
"Ba.. baik yang mulia." ucap penjaga istana
Penjaga istana merasa heran dengan sikap Xiao Zhaoye yang terlihat begitu marah.
"Kenapa raja malah membentakku, padahal aku cuma melapor, dia terlihat begitu marah, bukannya khawatir tentang jenderal, dia malah lebih terlihat kesal." pikir penjaga istana
Xiao Zhaoye kesal karena tak mendapatkan kabar dari Xiao Hong, dia begitu merindukan istri dan anaknya, dia terlihat kecewa dan marah, karena apa yang dia harapkan tak sesuai kenyataan.
Meski biasanya Xiao Zhaoye menghawatirkan keadaan Taiwu dan Jenderal TaiLong, perasaanya kali ini teralihkan oleh rasa khawatir terhadap istri dan anaknya.
Setelah Taiwu dan Jenderal Tailong dibawa ke kamar tamu untuk diobati, Jenderal Taizong dan Jenderal Taifeng menghadap ke singgasana raja untuk melapor.
#Diluar istana kerajaan Angin
"Baiklah saatnya mengirim pesan, maafkan aku karena lama ya suamiku." ucap Topeng Bencana
Topeng bencana menulis sebuah surat dan memasukkan surat itu kedalam batu besar dengan teknik rahasiannya, dia melapisi batu itu dengan kekuatan Ki, dan melempar batu besar itu ke udara.
Woosh
Duakkkk
Topeng bencana memukul batu besar itu dengan telapak tangannya, pukulannya begitu keras sehingga meninggalkan bekas telapak tangan di bagian yang dia sentuh.
Batu itu terus melayang kearah barat dengan kecepatan tinggi.
#Kerajaan Petir
Disaat raja dan kedua Jenderal sedang berbincang-bincang, tiba-tiba suara ledakan terdengar begitu kencang
Duarrrrr(suara ledakan)
"Suara apa itu?" tanya Jenderal Taifeng sambil menatap Taizong
"Sepertinya kita telah diserang!" ucap Jenderal Taizong sambil menatap Taifeng
"Raja bersembunyilah ke tempat yang a.." Taizong tak dapat menyelesaikan kalimatnya karena dia tak melihat raja diistana
"Gawat dimana raja!" teriak Jenderal Taizong
"Raja berlari keluar ruang singgasana, dia menuju kesumber suara." jawab Jenderal Taifeng
"Kenapa kau diam saja, dasar adik bodoh, dia adalah raja kita, kita tak boleh membiarkannya maju sendirian, ayo kita juga pergi!" ucap Jenderal Taizong sambil menarik Jenderal Taifeng
#Diluar istana
Gudang harta istana kerajaan telah hancur tertimpa batu yang begitu besar, dengan cap telapak tangan di salah satu sisi batu itu, batu itu dilapisi aura ki yang begitu kuat.
Semua orang mencoba memindahkan batu itu tapi, mereka malah terpental oleh energi ki yang begitu dasyat.
Bukkk
"Aaaaa." teriak para prajurit dan pelayan yang terpental karena mencoba memindahkan batu
"Batu macam apa ini, dari sekian tempat kenapa harus mengincar ruang harta?" ucap prajurit A
"Ini pasti peringatan dari seorang Dewa petarung, lihat saja besar batunya sebesar Gudang istana." ucap prajurit B
"Apa kerajaan kita pernah menyinggung seseorang Dewa petarung?" tanya prajurit C
Xiao Zhaoye berjalan mendekati batu besar itu, dia menggelengkan kepala sambil menepuk dahinya." Xiao Hong, jadi ini maksudmu memberikan surat yang bisa dilihat semua orang?"
"Bukankah ini terlalu berlebihan, dia memang suka bertindak sesukanya, ditambah lagi dari sekian banyak tempat, kenapa malah memilih gudang harta, apa dia mau membangkrutkanku!" pikir Xiao Zhaoye dengan wajah kesal
"Yang mulia mundurlah, batu itu begitu aneh, tak boleh dekat dekat."
"Biarkan kak Taizong yang mengurusinya." ucap jenderal TaiFeng sambil menarik Xiao Zhaoye
Taizong mengeluarkan energi ki yang begitu kuat di telapak tangannya, dia berencana menghancurkan batu itu, dan menyelamatkan beberapa harta kerajaan yang tertindih batu itu.
Duakkk (Taizong memukul batu itu dengan telapak tangan, dia memukulnya tepat di tempat Xiao Hong memukul batu itu)
"Hei berhenti menarikku, Taizong tak akan bisa menanganinya." ucap raja Xiao Zhaoye sambil menatap Taifeng
"Tenanglah, kak Taizong pasti bisa, yang mulia cukup melihatnya saja." ucap Taifeng
Taifeng dan raja Xiao Zhaoye melihat telapak tangan Taizong masih menempel di batu itu, tapi batu itu tak tergores sedikitpun.
Taizong berusaha menarik tangannya, tapi tangannya tak bisa lepas juga, tangan Taizong menempel begitu lama, hingga batu itu menggeluarkan gelombang kejut yang membuat Taizong terlempar
Duakkkk
"Aaaa." teriak Taizong
Taifeng berlari kearah Taizong, dan berkata." Kak Taizong kau tak apa-apa?"
"Kau siapa?" "Aku dimana?" "Aku Siapa!" tanya Taizong
"Ah kak Taizong berhenti bercanda, aku adikmu." jawab Taifeng
"Bahkan dia menaruh teknik penghilang ingatan pada batu itu ya, istriku benar-benar luar biasa." pikir Xiao Zhaoye dengan senyum
"Raja kenapa kau malah tersenyum, kak Taizong kehilangan ingatannya, tolong seriuslah!" ucap Taifeng
"Tapi.." sebelum menyelesaikan kalimatnya raja Xiao Zhaoye menatapnya dengan tatapan dingin
"Apa kau meremehkan kemampuanku" tanya Xiao Zhaoye dengan tatapan dingin
"Maaf yang mulia, hamba tak bermaksud." jawab Taifeng
Saat Xiao Zhaoye berjalan mendekat, lapisan Ki di batu itu perlahan menghilang, disaat raja menyentuh batu itu, batu itu langsung hancur menjadi debu, dan terlihat kertas kecil melayang diudara, kertas itu melayang mendekati raja Xiao Zhaoye.
Taifeng tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat, karena raja terlihat tak mengeluarkan kekuatan apapun, dia semakin mengagumi rajanya itu.
"Gila, yang mulia benar benar sakti, anda memang luar biasa yang mulia." ucap Taifeng dengan wajah penuh semangat
Taizong hanya bengong karena tak mengerti situasi yang dia hadapi. Setelah membaca surat itu Xiao Zhaoye terlihat kesal dan mengepalkan tangannya.
"Taifeng aku akan menemui Jenderal yang lain, kau cari cara kembalikan ingatan Taizong, dan jika Tailong dan Taiwu sudah sadar, katakan pada mereka untuk mempersiapkan diri untuk berperang." ucap Xiao Zhaoye
"Perang?" ucap Taifeng yang belum mengerti situasinya
"Ya, kita akan berperang melawan sekte iblis!" ucap raja Xiao Zhaoye
"Baiklah yang mulia." jawab Taifeng sambil memberi hormat
Xiao Zhaoye meninggalkan wilayah istana, menuju ke kediaman para jenderal.
#Kediaman Jenderal Huang Cheng
"Jenderal, ada surat yang telah dikirim dari pasukan bayangan!" ucap prajurit
"Bagus, berikan padaku!" ucap Jenderal Huang Cheng
Huang Cheng menerima kabar, bahwa kerajaan awan telah hancur, dan putrinya sedang menuju ke kerajaan es bersama Xiao Tian, melihat isi surat itu, dia semakin khawatir kepada putrinya, tanpa perduli larangan raja, dia meminta semua prajuritnya pergi menuju kerajaan es.
#Ruang Hampa
"Sampai kapan aku disini ya, aku benar benar bosan, apa Xiao Tian tak mau berlatih hari ini, Huhuhu." ucap Dewa Petir
#Istana Langit
Sebelum masuk keistana Langit Dewi petir berpapasan dengan Dewa Erlang yang sedang berjalan keluar dari istana bersama anjing kesayangannya.
Melihat Dewi petir berjalan menuju istana, Dewa Erlang berkata. " Jangan masuk ke istana, Kaisar Langit tak ingin ditemui siapapun."
"Aku punya banyak pertanyaan yang harus kutanyakan pada Kaisar Langit, jangan menghalangiku." jawab Dewi Petir
"Terserah Dewi saja, tapi aku ingatkan ya, Kaisar langit sedang sensitif hari ini, dia habis dimarahi istrinya, dia tidur diluar kamar sejak kemarin." bisik Dewa Erlang
"Kenapa kau berbisik seperti itu?" tanya Dewi Petir
"Jangan katakan kalau aku yang menceritakannya, aku berbisik karena takut dimarahi oleh pamanku itu." bisik Dewa Erlang
"Oh, tenanglah aku akan menjaga rahasiamu." ucap Dewa Petir
#Di dalam istana Langit
(Ruang singgasana kaisar Langit)
"Apa yang kau lakukan disini, Dewi Petir?" tanya Kaisar langit
"Hamba mencari suami hamba, bisakah anda beritahu lokasi Dewa petir sekarang?" tanya Dewi petir
Kaisar langit pernah kalah taruhan dengan Dewa Petir, taruhan antar Dewa begitu sakral, karena menggunakan susunan penghukum, jika salah satu pihak melanggar maka akan terkena nasib sial selama 1000 tahun, karena hukuman itu dia tak berani melanggar janjinya, sialnya Dewa petir berhasil memenangkan taruhan, dia terpaksa menuruti satu permintaan Dewa petir, dia diminta untuk menyembunyikan tubuh Dewa Petir agar tak ditemukan siapapun.
"Ehm aku tak tahu dimana tubuhnya berada, tapi aku tahu dimana rohnya, jika kau mau mencarinya, pergi kedunia manusia, dia berada di semesta ke 2, alam yang dihuni para kultivator manusia." ucap Kaisar Langit
"Anda yakin mengijinkanku pergi ke dunia manusia?" tanya Dewi Petir
"Ya sangat yakin." ucap Kaisar langit
"Tapi kuminta tubuhku juga diturunkan, aku tak mau kalau hanya rohku saja." ucap Dewi Petir
"Ya iya, aku mengijinkanmu, pergilah!" ucap Kaisar Langit
Kaisar langit membuka portal menuju dunia manusia, dan mengijinkan Dewi Petir melewatinya, dia melakukan ini agar Dewi petir menemukan roh Dewa Petir, karena jika Dewa petir kembali, dia tak perlu menyembunyikan tubuh Dewa petir dan dimarahi istrinya lagi. Karena alasan Kaisar langit dimarahi istrinya juga berhubungan dengan tubuh Dewa Petir yang dia sembunyikan.
#Di luar istana kerajaan Angin
Iblis ular menyelinap ke istana, dia diperintahkan untuk mencari informasi di dalam kerajaan, dalam wujud ularnya iblis itu berhasil menyelinap dengan mudah.
Iblis itu berencana menelan pelayan istana, untuk menyamar menjadi manusia, ketika sampai di tempat para pelayan, dia melihat pelayan yang begitu cantik bagaikan seorang Dewi sedang mencuci baju seorang diri, melihat kesempatan langka itu, dia pun melancarkan aksinya.
Tubuh dari iblis ular itu semakin membesar hingga terlihat oleh mangsanya, melihat ular yang begitu besar, pelayan itu pingsan karena ketakutan.
"Manusia bodoh, bukannya lari atau berteriak dia malah pingsan, hari ini aku benar-benar beruntung." ucap Iblis itu
Iblis itu menelan bulat bulat mangsanya tanpa melucuti pakaiannya, setelah dia berhasil menelan mangsanya, iblis itu merubah bentuk tubuhnya menjadi pelayan yang dia telan.
Wanita yang di telan iblis itu sebenarnya adalah pelayan pribadi Su Yan, dia sedang membersihkan pakaian Su Yan, tapi nasibnya begitu malang karena menjadi mangsa iblis itu.
Dengan menelan manusia secara utuh, iblis itu bisa menyamar menjadi mangsanya, dan memiliki semua ingatan pemilik tubuh itu, setelah berhasil membiasakan diri dengan tubuh barunya, iblis itu pergi ke kamar Su Yan.
#Kamar Su Yan
"Wah akhirnya kau kembali, aku sungguh merindukanmu nona cantik, kemarilah bantu suapi aku, tanganku tak bisa bergerak dengan bebas." ucap Su Yan sambil melirik kearah pelayan cantik di depannya
"Benar-benar manusia yang menjijikan, pantas saja pemilik tubuh ini membencinya, tapi dia berhutang budi makanya berusaha menahan diri, tapi karena dia seorang diri, aku akan menelannya hidup-hidup, akan ku rebut semua informasi dikepalanya." pikir iblis itu
"Ah kau begitu lama melamun." ucap Su Yan sambil menarik tubuh pelayan cantiknya itu
"Beraninya manusia kotor ini menyentuhku, kau akan menemui ajalmu, aku akan kembali kewujud ular dan membuatmu merasakan ketakutan." pikir iblis itu
Apakah Su Yan berhasil selamat dari terkaman iblis?
atau dia akan tewas ditelan iblis itu?
bersambung...😀