
Xiao Tian telah dikendalikan oleh sisi gelapnya. Dia mengabaikan ucapan Kaibo beserta para siluman harimau yang terus berusaha melarangnya agar tidak mengikuti jenderal siluman angsa menuju tempat pertemuan aliansi lima kerajaan siluman.
Jenderal siluman angsa mengeluarkan tiga buah gulungan dari balik pakaiannya. Gulungan tersebut berwarna merah, kuning dan hijau. Dia menceritakan kepada Xiao Tian bahwa gulungan tersebut adalah gulungan yang membantunya bepergian jauh. Gulungan merah merupakan gulungan yang akan menteleportasikan dirinya menuju wilayah istana es. Gulungan berwarna kuning merupakan gulungan yang akan menteleportasikan dirinya menuju wilayah kerajaan siluman angsa. Dan gulungan berwarna hijau merupakan gulungan yang akan menteleportasikan dirinya menuju tempat pertemuan aliansi lima kerajaan.
Setelah mendengar penjelasan dari jenderal siluman angsa, Xiao Tian merebut ketiga gulungan tersebut. Lalu menghabisi jenderal siluman angsa dengan membakarnya memakai api hitam yang keluar dari telapak tangan kanannya.
Duarrr
"Aaaaa, kenapa kau membunuhku!" teriak jenderal siluman angsa.
"Bukankah sudah kubilang kalau aku akan membunuh siapapun yang berani mencari keributan denganku." Xiao Tian menatap tubuh jenderal siluman angsa yang telah terbakar api hitam dengan senyuman yang jahat.
"Hahahaahhahaha." Tawa jahat Xiao Tian terdengar begitu keras hingga ke dalam istana es. Setelah menertawakan jenderal siluman angsa, Xiao Tian menatap Kaibo beserta para siluman harimau putih yang masih berusaha menyadarkan Xiao Tian dengan berteriak begitu kencang.
Melihat tatapan seram Xiao Tian, Kaibo dan para siluman harimau putih tiba-tiba saja kehilangan tenaga untuk berbicara. Mereka terdiam membisu dan tenggelap akan rasa takut akan aura kegelapan yang menyelimuti tubuh Xiao Tian.
Xiao Tian mengalihkan pandangannya lalu mengaktifkan gulungan berwarna hijau. Dia lebih tertarik dengan musuh yang lebih kuat, oleh karena itu dia meninggalkan Kaibo dan para siluman harimau yang telah terluka parah.
Setelah gulungan tersebut di aktifkan, cahaya hijau muncul dari gulungan tersebut. Cahaya itu terus merambat hingga menyelimuti seluruh tubuhnya. Setelah seluruh tubuh Xiao Tian telah diselimuti cahaya tersebut, dia lanhsung berteleportasi di tempat pertemuan aliansi lima kerajaan siluman.
Saat sampai di tempat pertemuan aliansi lima kerajaan siluman, Xiao Tian melirik ke segala arah untuk melihat situasi.
Tempat Xiao Tian diteleportasikan berbentuk seperti koloseum, bangunan abad pertengahan tempat para gladiator bertarung.
Bangunan tersebut terlihat melingkar dan sama persis seperti arena gladiator. Hanya saja setiap tembok dan lantai terbentuk dari kristal biru sebening es. Ketebalan dan kekokohan dari bangunan itu tidak dapat diragukan lagi karena sanggup bertahan hingga jutaan tahun lalu, jauh sebelum manusia di ciptakan.
Dibagian paling depan terdapat enam buah kursi merah berukuran besar yang berjarak berjauh-jauhan. Kursi kursi tersebut merupakan kursi tempat para raja siluman duduk sambil menonton jalannya pertandingan. sedangkan di belakang kursi-kursi itu terdapat tempat duduk yang memanjang untuk para penonton yang merupakan penduduk atau bawahan dari raja yang duduk di kursi depan.
Berdasarkan pengamatanya trmpat tersebut bukan merupakan tempat pertemuan aliansi biasa, tetapi merupakan tempat para raja siluman mengadu kekuatan.
Meski terdapat enam buah kursi berwarna merah, akan tetapi tidak semua kursi diduduki oleh raja siluman.
Bentuk tubuh para raja siluman benar-benar persis seperti manusia. Yang membedakan antara manusia dengan para siluman yaitu hawa siluman yang keluar dari tubuh mereka.
Akan tetapi tak semua orang bisa merasakan hawa siluman.
Karena itu sangat sulit mencari perbedaan antara manusia dan para siluman yang telah berwujud manusia.
Ada satu kursi yang sengaja dibuat kosong, bahkan dibagian belakang kursi merah tersebut juga sengaja dikosongkan. Xiao Tian muncul di tengah lapangan gladiator. Para raja siluman dan semua yang hadir disana menatapnya dengan tatapan kesal.
"Siapa kau?"
"Apa yang kau lakukan disini?"
"Bagaimana caramu sampai ke tempat ini?"
"Manusia?" ucap raja siluman rubah merah.
Xiao Tian mematahkan lehernya kekanan dan kekiri seperti orang yang sedang melakukan pemanasan. Dengan nada yang menghina dia menjawab,
"Apa kau bertanya padaku?"
"Lucu sekali, wajahmu juga terlihat seperti manusia, tapi kenapa kau memanggilku dengan sebutan manusia?"
"Oh iya, aku lupa."
"Kau kan masih satu keluarga dengan para hewan rendahan yang duduk dibelakangmu itu, benarkan yang mulia?"
"Ahahhahahahha." Xiao Tian mengacungkan jempolnya lalu berkata,
"Dasar lemah."
Mendengar ledekan Xiao Tian, para prajurit siluman rubah langsung melompat sambil membawa pedang untuk menebas Xiao Tian.
Duakk duak duakk
"Tangan hitam apa itu?" jenderal siluman rubah terkejut melihat tangan hitam raksasa yamg keluar dari punggung Xiao Tian.
"Tenanglah, jangan mencari keributan denganku. Aku kemari bukan untuk bertarung dengan kalian. Aku kemari untuk menjadikan kalian bawahanku."
"Ini juga berlaku untuk semua orang yang ada disini, tunduklah padaku maka aku akan mengampuni nyawa kalian." Xiao mengeluarkan hawa membunuh yang sanggup menakuti semua siluman.
Meski merasa takut akan hawa membunuh yang dipancarkan Xiao Tian, para raja siluman tidak tunduk kepadanya begitu saja. Dengan penuh nafsu raja siluman rubah merah dan putih langsung berdiri dari kursi mereka, namun mereka ditahan oleh penasehat kerajaan mereka.
"Sabar yang mulia, kau tak perlu turun tangan hanya untuk melawan seorang manusia." ucap penasehat raja siluman rubah merah.
"Tenanglah yang mulia, meski dia seorang manusia, kita tak boleh gegabah." ucap penasehat siluman rubah putih.
"Kenapa kalian duduk kembali?"
"Apa kalian takut?" ledek raja siluman rusa melalui telepati.
"Berisik kau pemakan rumput, jangan samakan aku dengan kalian," jawab raja siluman rubah merah melalui telepati.
"Siapa juga yang mau disamakan dengan kalian, kalian para predator hanya bisa termakan nafsu saja."
"Belajarlah dari penasehat kalian, setidaknya mereka bisa menahan amarah mereka. Bahkan saat mendengar hinaan dari makhluk lemah dari bangsa manusia itu, mereka bisa menahan amarah kalian sehingga tak terjun langsung menghadapinya." ledek raja siluman kelinci melalui telepati.
"Aku berdiri bukan karena ingin menghabisi manusia itu, aku hanya pegal karena duduk terus sejak tadi." Raja siluman rubah putih berdalih untuk menjaga wibawanya.
Ketika semua orang mulai berhenti berbicara, raja siluman angsa berbicara kepada empat raja siluman melalui telepati.
"Seorang raja siluman tak boleh turun tangan hanya untuk menghadapi seorang manusia."
"Meski aku juga merasakan ada sesuatu yang aneh dengan manusia yang ada di tengah-tengah kita ini. Bukan berarti kita harus menghadapinya sekaligus."
"Aku punya ide, bagaimana kalau kita jadikan dia target latihan aliansi kita."
"Kita jadikan ini sebagai perlombaan, pilih lima orang pilihan kita. Lalu siapapun yang berhasil mengalahkan manusia sombong itu, maka kerajaanya akan dijadikan sebagai pemimpin aliansi. Dan akan diberikan hak untuk menguasai istana es secara penuh. Bagaimana menurut kalian?" ucap raja siluman angsa melalui telepati.
"Hmmm menarik, aku ikuti permainan kalian. Lagipula akan membosankan jika menghabisi kalian semua sekaligus." Xiao Tian ikut bertelepati hingga terdengar oleh kelima raja siluman yang sedang terhubung satu sama lain.
"Apa manusia itu baru saja melakukan telepati?" Raja siluman angsa menatap ke arah Xiao Tian.
"Apa kau terkejut?"
"Telepati hanyalah sebagian kecil dari keahlianku, sedangkan keahlianku yang lain adalah membuat musuh-musuhku bertekuk lutut dibawah kakiku." Xiao Tian menatap raja siluman angsa dengan pandangan yang menghina.
"Luar biasa, aku tak pernah tahu kalau ada manusia yang bisa menyadap telepati kelima raja siluman. Benar-benar manusia yang menarik. Gulungan hijau ditanganmu adalah gulungan dari jenderal kesayanganku, apakah kau telah menghabisinya?" tanya raja siluman angsa.
Xiao Tian menatap mata jenderal siluman angsa dengan mata seramnya, dengan nada sombong dia pun menjawab,
"Apa aku harus menjawabnya?"
"Akan kuberitahu kepadamu, aku tidak hanya menghabisi jenderal kesayanganmu itu, aku juga membunuh keempat jenderal yang lain."
"Mereka begitu lemah hingga aku kehilangan keinginan untuk bermain-main sambil menyiksa mereka. Karena terlalu membosankan, aku pun langsung menghabisi mereka. Jadi, jika kalian ingin hidup ... , hiburlah aku dengan memberikanku pertarungan yang bisa menyulitkanku."
"Cih, dasar sombong." raja siluman rubah merah mengepalka tangannya.
"Karena aku yang terkuat disini, dan aku yang akan menghadapi semua orang-orang kalian. Maka aku meminta satu hal kepada kalian, jika aku berhasil menghabisi lima orang pilihan kalian. Maka aku akan menjadi pemimpin kalian, begitu pula sebaliknya. Aku adalah penguasa sah istana es, jika kalian mengalahkanku maka istana itu juga menjadi milik kalian. Apa kalian setuju dengan tawaranku?" ucap Xiao Tian.
Para raja mulai tertarik dengan ucapan Xiao Tian. Mereka pun akhirnya sepakat untuk mempertaruhkan kesetiaan mereka dengan mengirim lima orang dari kerajaan mereka untuk menghadapi Xiao Tian.
bersambung.....