Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 401 : Dipimpin Wu Kong


"Telan pil ini!" Wu Kong melemparkan pil hitam ke tangan Dewa petir dan yang lainnya.


"Pil apa ini?" pikir Xiao Tian dan Jingmi.


"Bukankah ini pil pelenyap ilusi?"


"Ini kan pil tingkat 10 yang telah lama menghilang dari dunia alkemis. Bagaimana kau ... ," tanya Dewa petir melalui telepati dengan tampang terkejut.


"Jangan banyak tanya, telan saja itu dan cepat buka telinga kalian lebar lebar," jawab Wu Kong melalui telepati dengan tampang kesal.


"Pantas saja aku merasa asing dengan pil ini, ternyata ini pil langka yang telah lama menghilang. Berdasarkan reaksi Dewa petir, kemungkinan dia juga tak mengetahui resepnya. Saat ini aku hanya diwariskan resep pil tingkat satu hingga sembilan. Dan berdasarkan kemampuanku saat ini, aku baru bisa meracik pil tingkat 8 saja."


"Setelah menyerap habis inti teratai api suci barulah aku bisa meracik pil tingkat 9 keatas," pikir Xiao Tian sambil tersenyum.


"Ini pertama kalinya aku melihat pil tingkat sepuluh. Pil tingkat lima saja bisa menggemparkan para alkemis di daratan Xian Yun, aku tak bisa membayangkan apa yang terjadi jika mereka melihat pil ini," pikir Jingmi sambil menatap pilnya.


"Hei, jangan hanya terus menatap pilnya. Cepat telan itu dan segera pergi dari sini!" bentak Wu Kong melalui telepati.


"Ah," Dewa petir, Xiao Tian dan Jingmi baru sadar dari dunia pikiran mereka. Pesona pil tingkat sepuluh telah membuat mereka melupakan beberapa hal dalam sejenak. Namun setelah Wu Kong menegur, mereka langsung menelan pil tersebut tanpa rasa ragu.


Setelah menelan pil penelan ilusi, Xiao Tian dan lainnya pun membuka penutup lubang telinga mereka tanpa rasa ragu.


"Kalian bisa mendengarku sekarang?" tanya Wu Kong dengan nada rendah.


"Tentu," jawab Jingmi dan yang lainnya.


"Kalau begitu, ayo ikut aku!" Wu Kong mengajak semua orang menuju ke arah utara.


"Kita akan pergi kemana?"


"Kenapa kau begitu terburu buru?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Pertempuranku dengan Dewa petir tadi, pasti sudah memancing perhatian banyak orang. Tidak baik bagi kita untuk berdiam diri di sekitar sini. Mumpung aku sudah disini, biarkan aku membantumu," jawab Wu Kong dengan tampang serius.


"Apa kau sudah tahu tempat siluman rubah putih bersembunyi?" tanya Dewa petir.


"Apa kau masih meragukan indra penciumanku?" tanya Wu Kong sambil menatap tajam mata Dewa petir.


"Ah ... , aku tak berani," jawab Dewa petir sambil menghela napas.


"Sial,"


"Kenapa aku bisa lupa dengan kemampuan uniknya?"


"Dia kan bisa mencium aura siluman dari jarak ribuan meter sekalipun," pikir Dewa petir sambil mengerutkan dahinya.


Wu Kong memimpin jalan semua orang hingga terhenti di sebuah gua besar dengan mulut gua yang tertutup rapat.


"Ini ... ,"


"Aku yakin kalau menurut cerita Sunlong tak ada gua di hutan ini, kenapa disini bisa ada gua?" ucap Xiao Tian dengan tampang heran.


"Dihutan ini tak hanya suara yang bisa memicu sebuah ilusi, tapi pemandangan dan udara juga bisa menjadi media ilusi," jelas Wu Kong sambil mencoba memahami pola array kuno yang terukir di atas batu besar.


"Maksudnya?" pikir Xiao Tian dengan heran.


"Apa kau tak mencium aroma wangi?" tanya Dewa petir sambil menepuk punggung Xiao Tian.


"Tentu saja aku menciumnya, memangnya kenapa?" tanya Xiao Tian dengan heran.


"Ya, memangnya apa hubungannya bau wangi dengan gua aneh ini?" sambung Jingmi sambil memegang pakaian Dewa petir.


"Bau ini bisa memicu ilusi, siapapun yang menghirupnya pasti akan perpikir kalau disini tak ada gua. Alasan kita tak terkena ilusinya yaitu berkat pil penelan ilusi," jelas Dewa petir dengan tampang serius.


"Oh ... ,Jingmi mengerti sekarang," angguk Jingmi versi anak anak dengan tampang serius.


Ketika Dewa petir dan Dewa kera, disibukkan untuk mempelajari cara membuka pola array kuno, Xiao Tian teringat sesuatu tentang masalah Sunlong yang terus mengeluhkan kualitas pakaiannya.


"Oh iya, ngomong ngomong kenapa pakaianmu tidak pernah rusak meskipun ukuran tubuhmu kerap kali berubah ke versi dewasa?" Xiao Tian merasa penasaran karena Sunlong pernah mengeluh tentang kualitas pakaiannya saat selesai menjalankan misi kemarin.


"Oh, itu karena yang Jingmi pakai saat ini adalah pakaian ras iblis."


"Pakaian ras iblis merupakan pusaka kelas satu yang bekerja layaknya kulit tubuh. Benda ini bisa membesar dan menyusut sesuai dengan ukuran pemakainya," jelas Jingmi dengan penuh semangat.


"Ah, jadi itu alasan mengapa Jingmi dan Kaibo tak pernah mau menggunakan pakaian lain saat berperang atau bepergian?" pikir Xiao Tian sambil menatap Jingmi.


"Ngomong ngomong, dimana kita bisa menemukan pakaian ras iblis?" tanya Xiao Tian dengan tampang serius.


"Kenapa ayah Xiao Tian peduli dengan itu?"


"Mungkinkah dia ingin mencarikan aku satu?" pikir Jingmi dengan pipi yang memerah.


"Kenapa kau malah diam?" Xiao Tian bertanya kepada Jingmi karena heran akan responnya yang lambat.


"Ah, maaf. Aku hanya penasaran, sebenarnya apa tujuan ayah Xiao Tian mencari tahu tentang pakaian ras iblis?" jawab Jingmi dengan tersipu malu.


"Ah, sebenarnya aku ingin mencarinya untuk Sunlong. Dia mengeluhkan pakaiannya yang robek setelah bertransformasi menjadi naga," jelas Xiao Tian sambil menggaruk garuk kepalanya.


"Jadi ini semua demi Sunlong?"


"Kupikir itu untukku?" pikir Jingmi dengan tampang kesal.


"Jingmi benci ayah Xiao Tian, huft!" Jingmi membuang wajahnya ke arah lain dengan tampang yang cemberut. Dia marah karena Xiao Tian terkesan jauh lebih perhatian kepada Sunlong.