
Xiao Tian dan rombongannya terbang menuju kerajaan awan sambil menaiki naga hitam raksasa, Meski berukuran sangat besar, naga itu dapat terbang begitu cepat.
Semakin cepat naga itu terbang diudara, Maka semakin kencang tekanan angin yang terasa, Kaibo dan rombongan orang yang ikut menemani perjalanan Xiao Tian, hanya bisa duduk sambil memegang sisik naga, agar tak jatuh terkena hembusan angin
Xiao Tian duduk dengan santai, diatas kepala naga hitam itu, tak hanya berdiam diri, dia bahkan bisa berkultivasi diatas kepala naga itu.
Dengan teknik yang pernah dia pelajari dari dewa petir, Xiao Tian membuat batasan elemen hingga menbuat dia tak terkena hembusan angin sama sekali, dia bisa membuat tekanan angin tak menyentuhnya, dan hanya melewati tubuhnya seperti ada pembatas yang menghalangi angin tersebut.
Melihat Xiao Tian bisa duduk dengan santainya, Kaibo tak bisa menahan rasa ingin tahunya, dengan seluruh tenaga yang dia miliki, Kaibo berteriak sekencang-kencangnya.
"Kak Xiao Tian, teknik macam apa yang kau gunakan sehingga angin tak menyentuhmu!" teriak Kaibo
Karena merasa terganggu dengan teriakan kaibo, Huang Li menutup mulut kaibo dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya masih memegang sisik naga.
Kaibo menggigit tangan Huang Li hingga huangli melepaskan tangannya. dia pun berkata kepada Huang Li, "Kenapa kak Huang Li menutup mulutku?"
Sambil menghela napas, Huang Li berusaha bersabar, Karena yang dia ketahui, Kaibo hanyalah seorang anak kecil, dia pun menjawab.
"Karena teriakanmu sungguh mengganggu, Kami tak bisa menutup kedua telinga, kalau kau terus berteriak kami semua akan sakit kepala, jadi tolong diam ya."
"Tapi... , aku ingin bertanya kepada kak Xiao Tian, teknik yang dia pakai sangatlah berguna." sambung Kaibo
"Tak perduli kau berteriak sekencang apapun, Xiao Tian tak akan bisa mendengarmu, Jarak antara punggung dan kepala naga, sangatlah jauh, ditambah lagi hembusan angin yang begitu kencang, itu bisa membuat suaramu tak terdengar." ucap Huang Li
Kaibo menghela nafas, dan tak bisa membantah ucapan Huang Li, karena dia sadar, kalau yang dikatakan Huang Li memanglah masuk akal.
Setelah terbang begitu lama, Xiao Tian mendaratkan naganya sebelum sampai di perbatasan kerajaan awan, dia tak ingin membuat keributan dikerajaan awan, karena tujuan awalnya, hanyalah menemui raja Jia Xin, dan agar bisa bertemu dengan putri Jia Li. dia tak ingin kedatangannya dianggap sebagai ancaman, agar mempermudah jalannya bertemu putri Jia Li.
Xiao Tian masih berusaha menahan diri dan mencoba percaya, kalau putri Jia Li baik-baik saja, dan menganggap ucapan Dewa Petir hanyalah omong kosong, Dewa Petir tak menemaninya hari ini, karena memiliki urusan di dunia Dewa.
Xiao Tian hanya ditemani teman-temannya dalam perjalanan ini.
Melihat Xiao Tian menurunkan naganya di luar perbatasan, Kaibo tak bisa menahan rasa ingin tahunya, dia pun langsung bertanya.
"Kak Xiao Tian, kenapa kau menurunkan naganya disini?" tanya Kaibo
"Kita kemari bukan untuk berperang, tetapi untuk menjemput putri Jia Li, jadi tak perlu membawa naga raksasa, kalau kita menaiki naga ini sampai kedalam kerajaan Awan, aku takut mereka malah mempersulit kita." jawab Xiao Tian
"Begitu ya, Lalu..., saat diatas kepala naga tadi, teknik apa yang kau gunakan ?"
"Bisakah kau ajarkan teknik itu padaku?" Tanya Kaibo
Xiao Tian tersenyum, mendengar pertanyaan Kaibo, dia pun menjawab.
"Aku bisa saja mengajarkanmu teknik ini, tapi, Teknik ini adalah teknik yang hanya bisa dipakai pengguna elemen angin."
Mendengar jawaban Xiao Tian, Kaibo pun terlihat murung, Karena dia seorang iblis, Dia juga tak memiliki elemen angin, dia tipe petarung non elemen, Berarti tak cocok dengan elemen manapun.
Melihat Kaibo murung, Huang Li berusaha menghiburnya, dia mengelus kepalanya dan berkata. " Jangan sedih ya, anak laki-laki gak boleh sedih, semua orang disini juga sama sepertimu kok, tak ada satupun yang memiliki elemen angin."
Kaibo yang terjebak dalam tubuh berumur 5 tahun, tak bisa menahan jiwa kekanak-kanakannya, karena dia merasakan kehangatan yang Huang Li berikan, tanpa sadar dia pun tersenyum.
Melihat Kaibo manja kepada Huang Li, Jingmi merasa kesal, makanya Ketika Kaibo milirik kearahnya, Jingmi memalingkan wajahnya.
Sedangkan Su Yan berusaha menjauhi si Gendut, karena dia masih takut dengan hantu di dalam cincinnya, melihat Su Yan ketakutan, Si Gendut sengaja mendekatinya.
Dengan senyum diwajahnya, si Gendut merangkul pundak Su Yan dan berkata.
"Tenang saja, Asal kau menurutiku, Kau tak akan diganggu hantu ini."
Su Yan yang takut terhadap hantu, tak berkutik di hadapan si gendut, dan hanya bisa mematuhinya.
Melihat semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing, Xiao Tian berinisiatif menepuk tangannya dengan keras, Dia melakukan ini, untuk menarik perhatian semua orang.
Mendengar Suara yang dikeluarkan Xiao Tian, Semua orang berhenti bercanda, mereka langsung fokus menatap Xiao Tian.
"Ingat, kita kemari bukan untuk berperang atau mencari keributan, jadi selagi aku belum memberikan kode, tak ada yang boleh menyerang kerajaan awan." ucap Xiao Tian
Xiao Tian menjelaskan kepada mereka, Bahwa rencana dia kemari, adalah untuk menjemput putri Jia Li kembali ke kerajaan petir, dia ingin melamar Putri Jia Li dan menikahinya hari ini.
Mendengar ucapan Xiao Tian, Huang Li tak bisa menahan rasa kecewanya, dia langsung terlihat murung dan menundukkan kepalannya, dia sadar kalau dari awal, Xiao Tian memang berusaha menghindarinya.
Melihat Huang Li terlihat murung, Xiao Tian pun bertanya,
"Kenapa kau tiba-tiba menundukkan kepala?"
"Apakah ada yang mengganggu pikiranmu?"
Mendengar pertanyaan Xiao Tian, Huang Li memantapkan hatinya, Meski dia tak bisa mendapatkan hati Xiao Tian, Dia ingin melihatnya bahagia, Maka dari itu dia berusaha terlihat tegar, Saat Xiao Tian menatapnya.
"Aku tak apa kok, lanjutkan saja ceritamu." ucap Huang Li sambil menahan kekecewaanya
Xiao Tian tahu kalau Huang Li berusaha terlihat tegar di depannya, dia pun tahu kalau Alasan Huang Li ikut, adalah agar dia bisa membuat Xiao Tian menyukainya.
Tapi Xiao Tian sudah memantapkan diri, dan tak bisa membalas perasaanya, dia hanya bisa berpura-pura tidak tahu dan melanjutkan rencananya.
Setelah membahas rencana dia menuju kerajaan awan, Xiao Tian Dan rombongannya pergi menuju kerajaan awan.
Di wilayah perbatasan kerajaan awan, mereka dihadang penjaga perbatasan kerajaan awan.
Salah satu penjaga mendekati Xiao Tian dan bertanya, "siapa kalian, dan apa yang kalian perlukan di kerajaan awan ini?"
Dengan senyum diwajahnya, Xiao Tian menjawab. " saya adalah pangeran Xiao Tian, katakan pada Raja Jia Xin, kalau aku kemari untuk menjemput putrinya."
Mendengar jawaban Xiao Tian, penjaga itu membawa Xiao Tian dan rombongannya menuju istana kerajaan Awan.
Sesampainya diistana, para prajurit menyuruh mereka menunggu diluar, dan Penjaga masuk ke istana untuk meminta ijin Raja Jia Xin.
#Di dalam istana kerajaan Awan
Penjaga perbatasan masuk keruang singgasana, dan berlutut dihadapan raja Jia Xin untuk melapor.
Sambil berlutut penjaga itu berkata.
Sambil duduk santai diatas singgasananya, Jia Xin disuapi buah anggur oleh para pelayan wanitanya. dia tak memperdulikan ucapan penjaga itu dan berkata,
"Usir saja mereka, mereka pasti penipu, karena pangeran Xiao Tian sedang berguru di sekte Gunung Api."
Penjaga itu pun menjawab. " Baik, hamba akan usir mereka, tapi jika mereka menolak apa yang harus hamba lakukan?"
"Kalau berani melawan, penggal saja mereka." jawab Jia Xin dengan wajah kesal, karena waktu bersantainya diganggu.
Mendengar jawaban Raja Jia Xin, penjaga itu bergegas keluar istana, untuk mengusir Xiao Tian dan rombongannya.
#Di Luar Istana
Xiao Tian dan teman-temannya berdiri di luar istana, Sambil menunggu kedatangan penjaga itu.
Tak lama kemudian, Penjaga perbatasan itu muncul mendekati mereka, saat keluar dari dalam istana terlihat jelas dari ekspresi wajahnya, penjaga itu menjadi terlihat tidak ramah, dan memancarkan hawa membunuh.
"Maaf tuan, raja sedang tak ingin bertemu dengan kalian, Dia berkata tak ingin bertemu dengan para penipu." ucap penjaga itu dengan hawa membunuh
Mendengar Ucapan Penjaga itu, Xiao Tian bisa menebak, kalau kedatangannya kemari tak disambut dengan baik, dari Hawa membunuh yang dipancarkan penjaga itu, mengisyaratkan bahwa jika mereka menolak pergi, maka Penjaga itu akan membunuh mereka.
Karena tak terima diperlakukan seperti itu, Xiao Tian langsung menebas penjaga itu dengan pedangnya.
Srettttt
Pedang Xiao Tian menebas kepala penjaga itu, Hingga membuat para prajurit terkejut.
Melihat perbuatan Xiao Tian, para prajurit yang melihat kejadiaan itu langsung mengepung Xiao Tian dan rombongannya.
Dengan senyum di wajahnya, Xiao Tian berteriak." Serang!"
Seketika Xiao Tian dan rombongannya mengamuk, dan membunuh para prajurit yang menghalangi jalan mereka.
Xiao Tian melangkah maju menuju ke dalam istana, dengan hawa membunuh yang ia pancarkan, dia membuat para prajurit yang menghalanginya tak bisa bergerak karena ketakutan.
Srekk Srekkk Duarrr
Suara jeritan para prajurit yang terluka, Dan ledakan dari serangan para prajurit Keluarga Huang, membuat istana menjadi kacau.
Di dalam istana, Jia Xin dapat mendengar suara tebasan pedang dan jeritan para prajuritnya, karena kesal dia pun berdiri dan mengusir para pelayannya pergi.
Disaat Jia Xin melangkahkan kakinya, dia terkejut melihat Xiao Tian ada di hadapannya, Karena yang dia ketahui adalah Xiao Tian berada di Dekte Gunung Api.
Dia semakin terkejut, karena melihat Xiao Tian melangkah maju sambil membawa pedang yang berlumuran darah, dia pun berkata." Pa..pangeran jadi itu benar-benar dirimu?"
"Kupikir yang diluar hanyalah penipu, karena setahuku kau masih di sekte Gunung Api."
Mendengar ucapan Jia Xin, Xiao Tian tersenyum, dia pun berkata." Aku tak perduli apa yang kau lakukan, aku kemari untuk menjemput putri Jia Li, bawa dia kehadapanku, maka aku anggap hal ini tidak pernah terjadi."
Mendengar ucapan Xiao Tian, Jia Xin tertawa jahat." Hahahahahah."
"Kenapa kau malah tertawa?." ucap Xiao Tian keheranan
"Maaf pangeran, aku tak bisa mempertemukan kalian, kalau saja kau datang lebih cepat, mungkin kau masih bisa, tapi sekarang, apapun yang kau lakukan, kau tak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi." ucap Jia Xin dengan senyum jahat di wajahnya
Mendengar ucapan Jia Xin, Xiao Tian pun tak bisa mengontrol emosinya, dia melangkah maju, dan berusaha memukul Jia Xin, meski dia memegang pedang, dia tak ingin membunuh Jia Xin, karena dia satu-satunya orang yang tahu dimana putri Jia Li berada.
Ketika Xiao Tian hampir mengenai Jia Xin, Jia Xin menghindari serangannya, dan menendang Xiao Tian dengan kaki kanannya.
Xiao Tian terlempar jauh karena kultivasinya jauh dibawah Raja Jia Xin.
"Hahahaha." Jia Xin tertawa begitu keras
"Dengan kekuatan petarung tingkat perak, Kau ingin melawanku yang merupakan Jendral petarung bintang 5?."
"Kau memang sedikit berbeda dari rumor yang dikatakan, tapi tak kusangka kau sebodoh ini, hingga berpikir bisa melawanku seorang diri." Ucap Jia Xin
Melihat Xiao Tian terpental Jauh, Huang Li berlari untuk menangkapnya. Sedangkan Kaibo mendekati raja Jia Xin dan mengaktifkan kekuatan iblisnya, dia memukul Jia Xin hingga mundur dengan kekuatan maksimalnya.
Jia Xin tak terluka sama sekali, dia hanya terdorong mundur oleh gelombang kuat yang Kaibo pancarkan.
Duakkk
Duarrrr
Jia Xin memukul Kaibo hingga membentur bangunan.
Melihat Kaibo dihajar hingga terluka parah, Jingmi melesat ke Arah raja Jia Xin untuk menyerangnya, tetapi raja Jia Xin menyerang Jingmi Saat dia belum siap mengeluarkan jurus teriakannya.
Duarrrr Duarrrr
Jingmi dipukul mundur hingga membentur tiang yang begitu kokoh, dengan amarah di wajahnya Xiao Tian Mengaktifkan kekuatan Sunlong, dia membiarkan Sunlong mengamuk, sayangnya meski memakai kekuatan Sun Long, Xiao Tian tidak dapat berkutik, dia dihajar habis-habisan oleh raja Jia Xin.
"Kau pikir hanya karena kau pangeran dari kerajaan besar, maka aku akan takut membunuhmu?" tanya Jia Xin sambil melangkah kearah Xiao Tian Yang tergeletak tak berdaya
Si Gendut dan yang lainnya tak bisa membantu Xiao Tian, karena mereka sedang sibuk menghajar para prajurit yang terus berdatangan.
Xiao Tian hanya bisa mengepalkan tangannya, Karena merasa dia masih begitu lemah.
Ketika Jia Xin ingin membunuh Xiao Tian dengan pedangnya, aura yang begitu kuat dan sangat mengintimidasi tiba-tiba saja mengelilingi istana, selain Xiao Tian dan teman temannya, semua orang di sekitar istana tak bisa bergerak, dan merasa sesak napas, Karena mereka merasakan hawa membunuh yang begitu besar.
Duarrrr
Seorang pendekar dengan topeng di wajahnya, baru saja muncul dari atas genteng yang hancur, dari keadaanya, terlihat jelas bahwa dia melompat dari ketinggian dan menghancurkan atap istana.
Jia Xin terkejut dengan pemandangan yang ia lihat, karena pendekar yang muncul didepanya adalah pendekar tingkat dewa yang menjadi pelindung sekte Gunung Api, Sudah 10 tahun lamanya, tak ada kabar tentang pendekar itu.
Tepat dihadapannya, pendekar itu mendekati Jia Xin dan berkata." apa kau sudah bosan hidup?"
Xiao Tian terkejut akan pemandangan ini, Dia tak menyangka, kalau ada pendekar tingkat Dewa petarung, datang untuk menyelamatkan nyawanya.