Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 203 : Long Zheng vs Xiao Tian


Xiao Tian bertemu Long Zheng di pagoda tingkat tiga. Saat itu Long Zheng memakai pakaian yang sama seperti biasa. Pakaian serba hitam dengan topi petani yang dia jadikan sebagai penutup kepala.


Topinya terbuat dari silatan bambu dan biasa disebut caping. Bentuk caping melebar membentuk lingkaran, dengan ujung atas yang tumpul.


Selain memakai topi dan pakaian serba hitam, Long Zheng memiliki tatapan mata yang tarlihat tajam. Dia juga memiliki sayap hitap yang menempel dengan punggungnya.


Di samping pinggang kiri dan kanannya menggantung dua buah pedang yang disarungkan. Namun dia tak berniat menggunakan pedang itu dengan satu alasan.


Semua penampilan itu, tak aneh lagi bagi Xiao Tian. Hanya satu hal yang membuat Xiao Tian bingung, yaitu dari cara Long Zheng memanggil Sunlong.


"Leluhur?"


"Kenapa kau memanggil Sunlong dengan sebutan leluhur?" tanya Xiao Tian.


"Dia memang leluhurku. Lebih tepatnya leluhur para iblis naga, benarkan?"


"Kaisar iblis Sunlong?" ucap Long Zheng sambil menatap Sunlong.


"Awalnya aku ragu, karena kau memiliki aura naga yang sangat kecil. Dan baumu lebih seperti manusia dibandingkan dengan golongan iblis."


"Tapi setelah mendengatmu memanggilku leluhur, tak salah lagi. Kau pasti, keturunan dari iblis naga. Tapi kenapa kau memiliki aroma seperti manusia?" tanya Sunlong sambil menatap Long Zheng.


"Pertanyaan itu kukembalikan kepadamu. Kenapa kau memiliki wujud menyedihkan dan hawa iblis yang begitu lemah, Leluhur?" tanya Long Zheng.


"Cih, berhati-hatilah. Sepertinya musuhmu yang kali ini akan cukup merepotkan," ucap Sunlong lewat telepati. Meski hanya memiliki aura naga yang kecil, hawa iblis Long Zheng tak dapat diremehkan. Dia telah mencapai tingkat Dewa Petarung bintang lima. Sedangkan Xiao Tian baru menjadi Dewa Petarung bintang satu. Perbedaan lapisan kekuatan yang cukup besar membuat Sunlong khawatir terhadap nasib Xiao Tian.


Sambil memegang pedang hitam pagoda iblis, Xiao Tian menyiapkan kuda kudanya. Bersamaan dengan itu, dia juga mengaktifkan kombinasi tubuh perak dan teknik tempurung naga untuk meningkatkan ketahanan tubuh. Dia bersiap menyerang sekaligus bertahan sambil melihat situasi.


Long Zheng menghirup napas begitu dalam, mulutnya sampai mengembung begitu besar. Setelah itu dia mengeluarkan api biru yang sangat panas dari mulutnya. Diikuti dengan dua buah bola api biru yang dia lemparkan dari telapak tangan kanan dan kirinya.


Ketika bola api biru mendekati jarak serangnya, Xiao Tian pun menebas semua serangan Long Zheng dengan menerapkan teknik pedang iblis. Teknik yang selama ini tak pernah ia pakai, karena tak pernah menyentuh pedang bangsa iblis.


Pedang berlapis aura hitam miliknya melenyapkan api biru milik Long Zheng dengan begitu mudah.


"Mustahil, bagaimana bisa kau menguasai teknik pedang iblis!"


"Kau bahkan menguasai tahap tingkat tinggi."


"Darimana kau mendapat teknik itu?"


"Pantas saja pedang hitam berhasil kau tundukkan, ternyata tingkat pemahamanmu terhadap teknik pedang iblis sudah sangatlah jauh. Dari mana kau belajar teknik itu?" tanya Long Zeng sembari menatap Xiao Tian dengan mata yang terbelalak.


"Kenapa kau menyembunyikan padaku tentang kemampuanmu yang ini?" tanya Sunlong melalui telepati.


"Kupikir kau tahu tentang kemampuan ini, aku kan sudah mempunyai kemampuan ini sejak Dewa Petir mewariskan teknik tingkat tingginya," jelas Xiao Tian melalui telepati.


"Kalau aku tahu, aku tak akan pernah hawatir dasar payah!" bentak Sunlong dengan kesal melalui telepati. Dia memukul punggung kanan Xiao Tian dengan bentuk wajah yang terlihat kesal.


Namun karena kerasnya tubuh Xiao Tian melebihi tingkat Dewa Petarung, alhasil tangan kanan Sunlong malah membengkak. Dia merasa begitu kesakitan namun berpura pura tidak merasa sakit. Sambil menahan air mata di wajahnya dia pun berkata, "Sudahlah cepat selesaikan urusanmu disini!"


"Apa kau baik-baik saja?"


"Kau hanyalah kadal lemah sekarang. Sedangkan tadi suara pukulanmu sepertinya sangat keras. Apakah tanganmu baik-baik saja?" tanya Xiao Tian.


"Beraninya kalian mengabaikanku dan terus bicara melalui telepati!" ucap Long Zheng sembari mengepalkan tangannya. Wajahnya terlihat begitu kesal karena merasa diabaikan sejak tadi. Bahkan pertanyaanya tak digubris Sunlong sama sekali.


Karena merasa kesal, Dia pun melapisi topinya dengan darah beracun. Lalu melapisinya dengan aura hitam berlapis hawa iblis. Dengan wajah yang terlihat kesal, dia melemparkan topi tersebut ke arah Xiao Tian dengan kecepatan yang sangat luar biasa.


Akan tetapi kekesalannya itu bukannya menghilang, malah semakin bertambah.


Xiao Tian tak menghindari topi beracunnya seperti dahulu, dia menebas topi beracun itu hingga terbelah menjadi dua.


"Teknik pedang iblis memang luar biasa, tak ada satupun yang tak bisa dipotong. Bahkan topi beracunmu yang dulu cukup merepotkanku, kini bisa kubelah menjadi dua dengan begitu mudah."


"Menyerahlah, meski kultivasimu lebih besar dariku. Aku masih punya banyak cara untuk mengalahkanmu," ucap Xiao Tian sambil menghunuskan pedangnya ke arah Ling Zheng yang berdiri sedikit jauh dari tempatnya.


"Aku tak akan menyerah padamu."


"Saat itu aku memang terlalu meremehkanmu, tapi sekarang berbeda. Karena aku telah mengakuimu sebagai rivalku."


"Awalnya aku tak ingin menggunakan pedangku. Tapi karena kau telah memojokkanku sampai ke titik ini, maka tak ada pilihan lain selain mengerahkan seluruh kemampuanku."


"Kita lihat, apakah kau sanggup mengalahkanku dalam wujud sempurnaku."


Long Zheng mencabut dua buah pedangnya,


Setelah pedangnya dikeluarkan, mulutnya mulai mengeluarkan asap hitam. Matanya mulai memerah, dan timbul tato hitam yang berbentuk seperti akar yang merambat melalui dua buah pedang merah di tangannya. Pedangnya mengeluarkan hawa iblis yang begitu dahsyat, dan mengeluarkan cahaya merah dengan tingkat kepanasan yang melebihi panasnya lava gunung berapi.


Setelah tato hitam yang berbentuk akar menyebar ke seluruh tubuhnya, sayap hitamnya mulai melebar. Sedangkan aura naganya pun mulai membesar. Sisik sisik naga mulai muncul menyelimuti kulit punggung tangannya. Dan gigi taringnya mulai memanjang hingga memberontak keluar dari bibir kecilnya.


"Sambutlah wujud sempurnaku!"


"Kau adalah orang kedua yang melihatku dalam wujud ini, karena aku hanya bisa menggunakan wujud ini ketika di dalam pagoda iblis," ucap Long Zheng sembari menatap Xiao Tian.


"Aku mengerti sekarang. Ternyata Long Zheng bukanlah keturunan murni. Dia adalah keturunan setengah iblis naga. Seorang keturunan murni memiliki wujud sempurna sebagai naga raksasa, sedangkan dia masih berbentuk manusia naga."


"Tak kusangka, ternyata ada iblis naga yang berhubungan dengan manusia hingga melahirkan seorang anak," ucap Sunlong.


"Aku adalah keturunan murni, tak ada yang boleh memanggilku selain dengan sebutan yang lain!" Long Zheng menhilang daei tempatnya, lalu melesat maju menebas Xiao Tian. Namun tebasannya ditangkis satu oersatu dengan kecepatan yang tak kalah tinggi. Pedang mereka saling beradu hingga mengeluarkan suara benturan yang cukup keras.


Long Zheng menyerangnya secara membabi buta, akan tetapi semua serangannya ditahan Xiao Tian dengan mudah.


Setelah tebasan yang ke seratus, dua buah pedang Long Zheng terbelah menjadi dua. Lalu Xiao Tian mendaratkan tendangannya ke arah perut Long Zheng dengan begitu keras.


Meski tingkatannya masih jauh dibawah Long Zheng, Xiao Tian sanggup melukai tubuhnya. Semua itu berkat kekerasan tubuhnya yang telah berada di atas kultivasi Long Zheng.


Long Zheng terpental hingga menghantam tembok. Dengan tubuh yang penuh luka dia pun berkata, "Kenapa?"


"Kenapa kau selalu bisa mengalahkanku?"


"Kultivasimu sangat jauh dibawahku."


"Tapi kenapa aku selalu kalah darimu?"


ucap Long Zheng dengan tubuh penuh luka. Dia bersandar di tepi tembok namun tak sanggup bergerak karena mengalami luka dalam.


"Tenanglah, ini bukan kedua kalinya kau kalah dariku. Yang dulu mengalahkanmu saat berada di atas naga hitam raksasa, bukanlah aku. Tapi Dewa Petir yang telah merasukiku dan mengalahkanmu. Jadi jangan menganggapku sebagai rival lagi."


"Aku akan pergi ke pagoda tingkat empat, ada seorang Dewa yang telah menungguku di pagoda yang lebih tinggi. Sampai jumpa Long Zheng."


"Tunggu!"


"Bunuhlah aku, aku tak bisa hidup karena pengampunan seseorang!"


"Tolong bunuhlah aku!" teriak Long Zheng.


"Aku akan membunuhmu jika kau melukai teman temanku lagi, untuk sekarang cobalah memahami arti penting kehidupan," ucap Xiao Tian sembari berjalan meninggalkan Long Zheng.


#####


Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.


Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.


Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.


Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.


Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁