Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chap 549 - Hampir terciduk


Di suatu tempat di dalam kerajaan api, Su Yan dan sisi lainnya, terpaksa tinggal sembari menutupi wajah mereka. Sunlong, Black Dragon, serta White Dragon juga terpaksa menutupi identitas asli mereka dengan topeng penekan aura. topeng yang sanggup menyamarkan aura seseorang agar tak mudah dikenali.  Sementara Dewa petir yang berwujud bocah tanpa aura Dewa, tak memerlukan topeng tersebut.


"Jadi ... kalian ini adalah pengembara dari kerajaan es yang berniat untuk menetap di sini?" Seorang pria berjirah merah terang duduk di kursi empuk bersimbol api yang terletak di dalam ruang kerjanya. Pria itu berwajah sangarkarena luka bakar di wajahnya, sementara  kumis dan janggut panjang yang nampak sudah memutih, turut melengkapi wibawanya sebagai seorang pejabat daerah yang bertugas mengidentifikasi setiap orang yang mau menetapdi kerajaan Api.


"Raja kota Su ... ," seorang pria yang nampaknya bawahan pejabat itu, berbisik ke telinga sang pejabat daerah sembari sesekali melirik ke Black Dragon dan lainnya yang kala itu sedang berdiri sembari menggandeng tangan Dewa petir di sisi yang bersebrangan dengan sang raja kota.


Su Yan yang menutup wajahnya dengan topeng, hanya bisa menelan ludah sembari berharap bahwa identitasnya tidak akan diketahui. Sementara Evil Su Yan dan lainnya, mengepal erat tangan mereka sembari menyiapkan jurus untuk melarikan diri.


'Raja kota Su Song Yan adalah orang yang berhasil menghasut semua orang untuk membuang dan mengasingkanku ke sekte gunung Api. Dia sangat membenci keberadaanku dan kerap kali tertangkap tangan oleh para pelayan setiap kali ingin menghabisiku! Sayangnya ayah memiliki kepercayaan buta terhadapnya, sehingga tak ada yang berani mengadukan dirinya hingga dia pun berhasil menyingkirkanku,' Su Yan mengepal kesal dan larut dalam pikirannya sendiri.


'Song Yan, satu satunya orang di kerajaan ini yang menentang keras pengngkatanku sebagai pangeran kerajaan Api karena memiliki darah seorang keturunan serigala suci dan bukan merupakan anak kandung dari raja Su Jian Zhong, raja dari kerajaan Api ini.'


'Jika dia mengetahui identitasku, dengan kondisi kami yang terpaksa memulai kultivasi dari dasar, kemungkinan kabur tanpa luka bisa dibilang akan menjadi mustahil,' Evil Su Yan mengepal dengan waspada. Sementara yang lainnya larut dalam pemikiran masing masing.


"Tunjukkan padaku sosok dibalik topeng topeng itu!" Wajah raja kota terlihat sangat serius.


"Tapi raja kota .. kami kan ... ,"  Black Dragon mencoba mengalihkan. "Kami tahu kondisi kalian, orangku baru saja memberitahuku mengenai alasan dibalik pemakaian topeng topeng itu. Hanya saja, bukankah yang memiliki masalah luka di wajah hanya kedua tuan muda kalian ini?" tanya Raja kota Su sembari menunjuk Su yan dan sisi lainnya.


"Lagi pula jika itu hanya luka bakar, maka aku juga punya itu. Jadi tolong mengertilah nona, kami hanya ingin melakukannya sesuai prosedur yang ada. Tolong lrpaskan topeng kalian sekarang juga," Raja Kota Su kembali meneruskan titahnya dengan tatapan mengancam.


"Apa ini cukup?" Sunlong menunjukkan wajahnya yang sangar. Diikuti oleh White Dragon yang nampak tampan dan berkarisma.


"Ah ... lebih baik kau memakai kembali topengmu!" Raja kota Su menunjuk ke arah Sunlong.


"Hei memangnya ada apa dengan wajahku!" bentak Sunlong dengan kesal.


"Tolong pengertianmu tuan, cukup kami saja yang membuka topeng kami. Jangan minta kedua tuan muda kami untuk menunjukkan wajah mereka, kumohon ... ," Black Dragon memohon dengan wajah yang sudah tak tertutupi oleh topeng.


"De .. dengan senang hati ... ," wajah raja kota nampak tersipu.


"Tapi tuan, bagaimana dengan prosedurnya! Yang mulia pasti akan menghabisi kita kalau aku tak menunjukkan lukisan wajah penghuni baru di wilayah kita!" Ortang yang pernah berbisik di teling raja kota, menganggah tak setuju.


"Lupakan saja soal prosedurnya, bagaimana bisa kau mengabaikan permohonan dari wanita secantik dewi itu!" Raja Kota Su membalas kesal.


"Ngomong ngomong nona, apakah tuan di sampingmu itu ... ," "Dia Suamiku, dan ini merupakan anak kami," Black Dragon menyela pertanyaan Raja kota.


"Ah .. aku mengerti, ngomong ngomong kalau ada waktu mampirlah ke kedaiku. Aku memiliki kedai besar dan kebetulan memerlukan tenaga kerja juga, jika nona dan tuan tuan sekalian membutuhkan pekerjaan yang lebih baik bayarannya dari pada pekerjaan kasar pegawai kontruksi, kusarankan agar kalian pergi ke kedai teratai api di ujung gang kota Shen," Raja Kota memandang Black Dragon dengan wajah yang memerah. Nampakjelas kalau dia tertarik pada wajah cantiknya.


"Hei pak tua, bisakah kau bersikap seperti bawahanmu? setidaknya dia bisa mengendalikan pandangannya!" Sunlong menatap kesal.


"Apa kau yakin?" sambung Raja kota dfengan wajah datar sembari menunjuk ke arah bawahannya yang kala itu terciduk menatap White Dragon dengantatapan mesum.


"Ah ... , kalau begitu, kami sudah boleh pergi kan?" Su Yan bertanya dengan hati hati.


"Oh .. tentu. Kalian boleh pergi sekarang, dengan catatan nona ini harus diam di sini untuk ... " Belum sempat Raja kota menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara deheman seorang wanita yang baru berjalan memasuki ruangan. "Untuk apa? Bukankah Su Chen bisa melukis hanya dalam sekali lihat saja?!"


"A .. anu .. itu ... " Raja kota nampak panik saat wanita kekar yang merupakan istrinya, berjalan semakin dekat. "Sudahi alasanmu itu! Ayo pulang sekarang! urusanmu di sini sudah selesai kan!" Wanita itu nampak tak kenal ampun, sehingga menarik keluar sang raja kota sembari menarik telinganya.


"Tak kusangka, ternyata pria berwajah mengerikan sepertinya juga bisa menikah ... ," gumam evil Su Yan sembari mel;ihat keduanya pergi.


"Kau yakin kalau dia sudah menikah dengan seorang wanita?" sambung su Yan dengan nada tak percaya.


"Di lihat dari fisiknya, dia sangat cocok bersanding dengan Sunlong," sendir Dewa petir.


"Apa kau bilang!" Sunlong hendak memukul Dewa petir, namun pukulannya tak kena karena Dewa petir segera berlari ke pelukan Black Dragon demi menghindari amarah Sunlong.


"Ibu .. Tolong! Ada preman yang ingin memukuliku!


"Nak ... bisakah kau berhenti mencari kesempatan untuk memelukku?" tanay black Dragon dengan wajah yang nampak sedang menahan emosi.


"Mereka mulai lagi ... ," SuYan dan lainnya bergumam dengan nada dan wajah datar mereka.


Di sisi lain, di sebuah dimensi kematian yang terletak di alam neraka, Xiao Tian nampak agak kesulitan menangani kerja sama antara dua Kaisar iblis yang sanggup memanipulasi ruang dan waktu.


'Sial! apa apaan dengan koordinasi mereka! meski teknik mereka memerlukan waktu untuk digunakan kembali, kalau keduanya terus menyerang bergantian, bisa bisa aku kehilangan lebih banyak waktu dan tenaga! ini benar benar buruk!' Xiao Tian melayang di atas udara saat sedang memanfaatkan simbol roh suci untuk memanipulasi gravitasi di sekitarnya. Napasnya nampak tak beraturan karena terus berlari ke sana ke mari tanpa merndapat waktu untuk beristirahat.