Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 202 : Liang Su vs Su Yan


Liang Su telah berubah menjadi ular raksasa. Kekuatan iblisnya telah kembali sejak Su Yan menyentuh kalung hitam di lehernya.


Akan tetepi meski inti kekuatan iblis telah direnggut dari sisi lain Su Yan, dia masih memiliki kekuatan sebagai keturunan serigala suci.


"Matilah!" Liang Su menyemburkan bisa beracun yang diarahkan ke arah Su Yan.


Awalnya Su Yan hanya menghindar terus menerus. Tapi setelah semburan yang ke sepuluh, dia menepisnya dengan ekor emas yang muncul tiba tiba di bawah punggungnya.


Ekor tersebut memanjang ke samping kiri pinggangnya, lalu menepis semua bisa dengan gerakan yang begitu cepat.


Tak lama setelah ekor emas muncul, telinga serta gigi taringnya mulai berubah. Kini telinganya terlihat seperti telinga serigala dengan bulu yang berwarna kuning keemasan.


Sedangkan gigi taringnya sedikit memanjang keluar, diikuti oleh kuku kuku tangan yang memanjang dan berubah menajam. Tak lama setelah itu aura emas pun muncul menyelimuti tubuh Su Yan. Dan ekor kedua mulai muncul tepat di samping kiri ekor emas yang muncul pertama. Kekuatannya pun meningkat tajam sejak ekor kedua muncul.


Melihat Su Yan masih semakin kuat, Liang Su pun terkejut.


Awalnya dia pikir kalau kekuatan iblisnya direnggut maka kekuatan hebat Su Yan akan ikut menghilang. Tapi semua yang terjadi malah diluar dugaan Liang Su.


"Kau ... , sejak kapan kekuatanmu bisa sebesar ini?"


"Dan kenapa kau malah menjadi semakin kuat sejak kekuatan iblis aku renggut dari dirimu?" tanya Liang Su.


"Ahhahahaha, haruskah aku menjawab pertanyaanmu itu?"


"istriku?" tanya Su Yan.


"Cih, berhenti memanggilku sebagai istrimu!" Liang berusaha mengenai Su Yan dengan menggunakan ekornya. Namun ekor Liang Su ditepis Su Yan dengan begitu mudah. Setiap serangannya terus ditahan hanya dengan menggunakan salah satu ekor emasnya.


Sedangkan ekor yang satunya lagi menembus lantai lalu muncul tepat di belakang Liang Su.


Salah satu ekor emas Su Yan memanjang terus hingga sanggup melilit tubuh Liang Su. Ekor itu terus memanjang hingga menyentuh kalung hitam. Tak lama setelah ekor emas mencapai kalung hitam di leher Liang Su, ekor tersebut semakin mengencang melilit tubuhnya.


Lilitan tersebut tak hanya membuat Liang Su kesakitan, tapi juga membuatnya semakin melemah dan sanggup bergerak karena aura emas juga menyelimuti ekor tersebut.


"Kenapa aku tak bisa bergerak?" pikir Liang Su sambil menahan rasa sakit.


Tak lama setelah itu kalung hitam di lehernya hancur dan Liang Su kembali ke wujud manusia. Su Yan pun melepaskan lilitan ekor emasnya.


"Terlalu cepat bagimu untuk melawanku, Istriku." Su Yan berjalan mendekati Liang Su yang telah terlihat begitu tak berdaya. Dia terluka parah dengan pakaian yang agak compang camping.


"Kenapa?"


"Kenapa kau bisa menghancurkan kalung hitam?"


"Kalau kau memang bisa, kenapa tak kau lakukan sejak awal!" tanya Liang Su.


"Karena aku ingin melihat kekuatan penuh dari istriku," jawab Su Yan.


"Cuih, berhenti memanggilku sebagai seorang istri!"


"Aku bukanlah istrimu!"


"Aku menikahimu karena keadaan yang memaksa!" bentak Liang Su sambil meludahi Su Yan.


Su yan mengelap air ludah Liang Su di pipinya, lalu memegang pipi Liang Su.


Dengan tatapan dinginnya dia pun berkata,


"Iblis tetaplah iblis, sejak awal aku pun hanya memanfaatkanmu."


"Bahkan pertarungan tadi pun sesuai rencanaku. Kau mendapatkan kekuatanmu kembali bukan karena kecerobohanku, tapi itu memang rencanaku."


"Saat ini aku sudah tak memerlukan kekuatan inti iblismu lagi. Jadi kau bebas mengambilnya kembali."


"Lagipula, iblis seperrtimu tak cocok dengan keturunan serigala suci."


"Jadi tenanglah, hubungan kita sampai disini saja. Jika kita bertemu lagi suatu hari nanti, kita akan menjadi musuh."


"Aku berjanji akan menghabisimu dan anak kita dengan tanganku sendiri."


"Karena aku tak menginginkan penerusku terlahir dari seorang iblis."


"A ... anak?"


"Apa maksud ucapanmu?"


"Aku tidak mungkin hamil!" bentak Liang Su.


"Kita sering melakukannya setiap hari, maka itu tidaklah mustahil. Aku bahkan bisa merasakan sedikit aura emas dari dalam tubuhmu. Lagipula seorang iblis sepertimu tak akan bisa menahan kekuatan cahaya dari golongan serigala suci."


"Tak ada satu pun yang bisa, termasuk dirimu. Itulah alasan mengapa kau selalu menjadi lemah saat ekorku menyentuhmu. Begitu pula saat pertemuan pertama kita. Kalau aku mau aku bisa membuatmu tak berdaya kapanpun," jelas Su Yan sambil memegang pipi Liang Su dengan kasar.


Setelah selesai menjelaskan sebagian hal kepada Liang Su, dia pun melepaskan pipi Liang Su. Dia membalikkan badannya hingga membelakangi Liang Su. Berjalan menuju tangga yang mengarah ke pagoda tingkat awal.


"Kalau kau ingin membunuhku dan keturunanmu, lakukan saja sekarang!"


"Kenapa kau malah meninggalkanku dalam keadaan menyedihkan seperti ini!" teriak Liang Su.


"Aku telah berjanji pada diriku sendiri, bahwa aku akan menolongmu memperoleh kebebasan. Tapi sepertinya kau telah memperoleh kebebasan sejak dibawa ke pagoda iblis. Jadi aku tak perlu membawamu pulang, aku juga telah mengembalikan kekuatan iblismu. Selamat tinggal mantan istriku." Su Yan berjalan menuruni tangga.


"Tunggu!"


"Apa maksudmu berjanji pada dirimu sendiri!" teriak Liang Su.


"Oh maaf aku lupa menjelaskannya, maksudku pada diriku yang lain." Su Yan berjalan menuruni tangga meninggalkan Liang Su seorang diri.


"Hamil katanya?"


"Keturunan serigala suci?"


"Berapa banyak hal yang dia sembunyikan dariku?"


"Beraninya dia mempermainkanku, jadi selama ini dia hanya memanfaatkanku," ucap Liang Su sambil mengepalkan kedua tangannya dengan wajah kesal.


#Alam bawah sadar Su Yan


Sisi lain Su Yan telah masuk ke dalam alam bawah sadar karena Su Yan mencoba mengambil alih tubuhnya lagi.


"Beraninya kau menipuku!"


"Kau bilang akan membawanya pulang bersamaku!"


"Aku telah percaya padamu, dan membiarkanmu mengendalikan tubuhku secara penuh. Semua itu hanya untuk menyelamatkannya, tapi kau malah menyakitinya dan berkata akan membunuhnya. Jelaskan apa tujuanmu sebenarnya, serigala sialan!" bentak Su Yan sambil menarik kerah baju sisi lainnya.


"Aku tahu kalau Liang Su adalah iblis dari dirimu, tapi aku menginginkannya kembali kepelukanku. Makanya aku meminta bantuanmu," ucap Su Yan dengan kesal.


"Sayangnya dia tak menginginkanmu, ditambah lagi seorang keturunan serigala suci tak akan bisa menjadi satu dengan keturunan iblis," jawab sisi lain Su Yan.


"Kau ... , lalu mengapa kau tak memberontak saat aku menikahinya!" bentak Su Yan.


"Untuk melemahkan segel yang membatasiku, aku memerlukan kekuatan inti iblisnya. Semakin sering aku bersamanya maka semakin cepat pula proses penyatuan kita," jelas Su Yan.


"Penyatuan?" tanya Su Yan.


"Bukankah sejak aku bersamanya, kau mulai mengingat beberapa hal aneh?"


"Seperti kebakaran dahsyat disaat kita berusia begitu muda."


"Meski saat itu kita terlihat seperti anak berumur lima tahun, sebenarnya umur kita telah mencapai ribuan tahun. Proses pendewasaan seorang serigala suci sangatlah lambat. Oleh karena itu, ras kita sangat mudah dimusnahkan," jelas sisi lain Su Yan.


"Tidak, tidak mungkin. Itu semua hanyalah mimpi, bukanlah sebuah memori. Ayah tak mungkin melakukan hal sekeji itu, itu tidak mungkin!" bentak Su Yan sambil mendorong sisi lainnya.


"Ahahahahaha, ya kau benar. Itu adalah mimpi terburuk kita. Oleh karena itu, kita tak bisa seperti ini terus."


"Sebagian kekuatanku telah kembali. Kita harus merebut pil suci milik putri Jia Li, lalu mengambil gelang Dewa dari tangan Xiao Tian setelah kita membangkitkan sepuluh ekor emas." Sisi lain Su Yan berjalan sambil mendekati Su Yan. Dia menepuk punggungnya lalu berkata,


"Diamlah disini dengan tenang, kau pasti akan mengerti maksudku saat kita telah menyatu kembali."


"Tunggu, kau pikir kau mau kemana!"


"Sebelum pergi, katakan apakah Liang Su benar-benar mengandung keturunan kita?" tanya Su Yan.


"Seratus persen yakin, karena aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri," jawab sisi lain Su Yan.


"Kalau begitu, kau yang diam disini dan biarkan aku mengambil alih tubuhku lagi!" Su Yan berusaha memukul sisi Lainnya dengan tangan kosong. Namun kibasan ekor emas, menghempaskannya hingga terpental menjauh.


"Kembalikan tubuhku, dasar serigala sialan!" Su Yan bangkit kembali, lalu maju mendekati sisi lainnya dengan niat untung memukul. Namun dia terus menerus diserang oleh ekor emas.


"Bisakah kau berhenti memberontak?"


"Jika kau seperti ini terus, kita tak akan pernah bisa menyatu."


"Biarkan aku menguasai tubuhmu lebih lama lagi, diamlah dengan tenang agar aku bisa bergerak sesuka hatiku. Semua ini kulakukan demi masa depan kita," jelas sisi lain Su Yan.


"Masa depan apanya!"


"Aku tak akan membiarkan makhluk penuh dendam sepertimu menguasai tubuhku lagi." "Jika kau ingin mengambil alih tubuhku lagi, maka langkahi dulu mayatku!" Su Yan kembali bangkit dan mencoba mendekati sisi lainnya.


#Pagoda tingkat tiga


Xiao Tian telah sampai di pagoda tingkat tiga.


seperti yang dikira, Long Zeng telah lama menunggunya di tingkat ketiga.


"Akhirnya kita bertemu lagi, pangeran." Long Zheng menatap Xiao Tian sambil memegang dua buah pedang hitam yang mengeluarkan aura berwarna merah.


"Kembalikan semua temanku seperti semula, Long Zheng!" bentak Xiao Tian.


"Teman?"


"Maksudmu Liang Su dan jenderal Kaibo?"


"Sejak awal mereka adalah anggota sekte iblis, dan iblis tak mungkin berteman dengan manusia sepertimu. Benarkan, Leluhur Sunlong?" ucap Long Zheng sambil melirik ke arah Sunlong yang duduk di pundak kanan Xiao Tian.


"Kau melihatku?" tanya Sunlong.


Sambil menatap Sunlong, Long Zheng pun berkata,


"Tak ada yang bisa menghilang dari pandangan iblis ketika berada di dalam pagoda. Meski roh Dewa Sekalipun, tak akan bisa sembunyi dari pandangan kami."


"Itulah alasan mengapa kami memancingmu kemari. Karena dengan membawa Dewa Petirmu mendekati pagoda iblis, kami bisa melihat posisi rohnya dengan jelas. Karena itu pula, kami berhasil menangkapnya dengan mudah," jelas Long Zheng sambil menatap Sunlong.


#####


Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.


Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.


Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.


Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.


Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁